M m m w w w h h h........
Aku terpaku memandang sepasang bibir di depanku, mmm....kemudian menyadari kalau bibir itu semakin mendekat...dan akhirnya mmmmwwwhhhh....seakan seluruh tubuhku meleleh waktu bibir itu mengulum bibirku, mula mulanya lembut, lalu makin memanas..dan menghangat, mencairkan semua ego dan kesombongan, lidah yang menyelusup diantara bibirku, memaksa untuk masuk, lalu kemudian melilit lidahku, membuat akhirnya bibir kami saling memagut dan bersatu....
Wwuaaaaaaaaahhhhh......kekekke....kalau saja tidak ada orang yang masuk, gak jamin dehhhhh apa yang bakal terjadi selanjutnya... (muka gue lg merah inget yang tadi nehh..:D) jadi begitu bonnie berdehem di depan pintu, itu yang namanya kaget..huahaha...bonnie cuma bilang, " Wah sorry ihoo...ini yg ngontrak mo ngambil banner.." huahahaha...sialan, nyelanya kena banget, well...this is quite a day, keluar dari kost gue jam 9 pagi, ngurus tour bla3x, cape, and whatta sweet surprise to see him around, and of course those wet kisses too...:P
so gue 'cuti' dulu buat nulis, kurang lebih 2 minggu deh...abis itu, I'll be back and write again...buat hiburan , dibawah ini gue copy-in "Bahasa Inggris ala Paijo"
Suatu hari, gue jalan-jalan ke Malioboro Jogja dan menemukan adegan lucu. Saat itu ada bule kehilangan sepeda motornya yg baru saja di parkir di depan toko. Lalu dia bertanya ke temenku yg saat itu kebetulan berada di tempat parkir, namanya Paijo, apakah dia ngeliat orang yg ngambil sepeda motornya.
Paijo yg orang jowo asli bilang,"Yes, he use to table square-square. Worth he fast-fast go without any wet expire."
Maksudnya: "Iya, dia memakai kemeja kotak-kotak. Pantes dia cepat-cepat pergi tanpa basa basi".
Lalu dengan sok berwibawa Paijo menasehati, "Different river if park bicycle motor liver-liver yes ?" Maksudnya: "Lain kali kalo parkir sepeda motor hati-hati ya ?"
Si bule bingung nggak tau harus ngomong apa. Lalu Paijo bergumam dalam hati karena takut bulenya denger, "Basic bule!" Maksudnya: Dasar bule!
Si bule ngeloyor pergi dan dengan pe-de nya Paijo bilang, "Breasttttt!" sambil melambaikan tangannya. Maksudnya: Dadaaaaa!
"Basic stupid, Paijo don't know himself ." (baca: Dasar bego, Paijo gak tau diri) pikirku dalam hati saat itu...takut kedengeran Paijo, karena dia pasti tahu artinya.
PS. buat yang kebetulan namanya Paijo, dengan ini saya minta maaf yang sebesar besarnya yahh...:D
Ini ada tambahan satu lagi :
Kuntilanak Ala Filipina.
Di negara manapun, kepercayaan tentang hantu wanita yang gentayangan tetaplah ada. Jika di tanah air, ia disebut kuntilanak atau sundal bolong, di Filipina dikenal dengan nama aswang atau white lady. Bahkan beberapa waktu yang lalu, sebuah acara TV terkenal di Filipina, Magandang Gabi Bayan menayangkan secara khusus kisah seputar aswang seperti tempat kejadian, saksi-saksi ataupun orang yang dapat berubah atau berhubungan dengan mahluk-mahluk tersebut.
Kisah berikut ini saya dapatkan dari Mang Juan Kulot, seorang pengemudi tricycle(kendaraan roda tiga/becak ala Filipina) langganan saya ke kampus. Menurut Mang Kulot, di daerah Balete Drive, Quezon City, sering disebut-sebut ada white lady. Struktur dan kondisi daerah itu memang menyeramkan, karena masih banyak rumah besar dan kuno gaya Spanyol dengan halaman luas ditumbuhi pohon-pohon besar. Pokoknya merindinglah bulu kuduk kalau lewat jalan itu pada malam hari.
Suatu malam, Mang Kulot mendapat penumpang yang minta diantar ke Barangay Mariana. Sepulangnya, mau tidak mau ia harus melalui Baalete Drive. Di tengah gelap gulita, lampu tricycle-nya menyorot sesosok wanita berseragam perawat yang serba putih. Wanita itu menyetopnya dan minta diantar ke gereja Karmel (kira-kira 1 km dari lokasi itu).
Dengan rasa heran campur takut, Mang Kulotpun mengangkutnya. Dia sudah sering mendengar bahwa di jalan inilah banyak orang bertemu dengan white lady. "Hantukah ini? Tapi minta diantar ke gereja?" pikirnya sambil kadang-kadang mencuri pandang lewat kaca spion.
Mang Kulot menancap tricycle-nya dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan jalan yang berlubang-lubang. Ia ingin cepat sampai ke tujuan dan bertemu dengan orang lain agar bisa dimintai pertolongan kalau ada apa-apa. Memasuki daerah yang diterangi lampu jalan, Mang Kulot sekali lagi mengintip ke spion. Tapi astaga, wanita itu sudah tidak ada alias ..hilang !
Bak kesetanan, ia memacu kendaraannya pulang. Sesampainya di rumah, dengan wajah pucat, ia menceritakan hal tersebut kepada istrinya. Tetanggapun segera bergerombol karena mendengar ada ribut-ribut. Mengetahui Mang Kulot baru saja bertemu white lady, seorang tua tetangganya mencoba menafsirkan tanda dibalik peristiwa ini. Menurut dia, itu adalah pertanda sial bagi Mang Kulot sekeluarga. Maka ia menasehati Mang Kulot agar tidak "narik" selama beberapa hari.
Dua hari Mang Kulot mengikuti nasehat itu. Tapi pada hari ketiga, pikiran Mang Kulot berubah. Apalagi asap knalpot tricycle berhenti, berarti berhenti juga asap dapurnya. Maka sore sekitar pk. 15.00, iapun keluar mencari nafkah. Saat itu udara mendung berat. Ia berharap banyak penumpang yang ingin cepat pulang.
Betul saja, ia langsung mendapat penumpang. Tapi sialnya, ia harus kembali melalui Balete Drive. Astaga, sepulangnya, lagi-lagi ia bertemu wanita yang minta diantar ke tempat yang sama. Ingin rasanya Mang Kulot menangis minta tolong, tapi tak ada seorangpun yang dilihatnya, apalagi gerimis mulai turun. Dalam ketakutannya, ia memacu tricycle-nya sambil sekali-sekali mengintip lewat kaca spion.
Setiap kali ia mengintip, ia menemukan white lady tetap disana. Ia semakin begidik ketakutan. "Pasti wanita ini penunggu jalan ini," pikir Mang Kulot. Sampai akhirnya semakin ia mengintip lagi lewat kaca spion, wanita itu ternyata sedang menatapnya dengan muka setengah marah.
Kaget, karena ternyata sedang diamati, Mang Kulot secara refleks menancap gas membuat kendaraannya melaju kencang. Namun akibat jalan yang berlubang-lubang, tricycle-nya seperti terpental-pental. Mang Kulot yang kalut hampir pingsan, ketika lengannya dicengkeram wanita itu. Tetapi, tanpa disangka-sangka wanita itu hanya berteriak,"Pak, jalannya jangan ngebut, nanti bisa-bisa saya jatuh lagi seperti malam yang lalu !!"
kekekeke.....emang enak....!!!
Aku terpaku memandang sepasang bibir di depanku, mmm....kemudian menyadari kalau bibir itu semakin mendekat...dan akhirnya mmmmwwwhhhh....seakan seluruh tubuhku meleleh waktu bibir itu mengulum bibirku, mula mulanya lembut, lalu makin memanas..dan menghangat, mencairkan semua ego dan kesombongan, lidah yang menyelusup diantara bibirku, memaksa untuk masuk, lalu kemudian melilit lidahku, membuat akhirnya bibir kami saling memagut dan bersatu....
Wwuaaaaaaaaahhhhh......kekekke....kalau saja tidak ada orang yang masuk, gak jamin dehhhhh apa yang bakal terjadi selanjutnya... (muka gue lg merah inget yang tadi nehh..:D) jadi begitu bonnie berdehem di depan pintu, itu yang namanya kaget..huahaha...bonnie cuma bilang, " Wah sorry ihoo...ini yg ngontrak mo ngambil banner.." huahahaha...sialan, nyelanya kena banget, well...this is quite a day, keluar dari kost gue jam 9 pagi, ngurus tour bla3x, cape, and whatta sweet surprise to see him around, and of course those wet kisses too...:P
so gue 'cuti' dulu buat nulis, kurang lebih 2 minggu deh...abis itu, I'll be back and write again...buat hiburan , dibawah ini gue copy-in "Bahasa Inggris ala Paijo"
Suatu hari, gue jalan-jalan ke Malioboro Jogja dan menemukan adegan lucu. Saat itu ada bule kehilangan sepeda motornya yg baru saja di parkir di depan toko. Lalu dia bertanya ke temenku yg saat itu kebetulan berada di tempat parkir, namanya Paijo, apakah dia ngeliat orang yg ngambil sepeda motornya.
Paijo yg orang jowo asli bilang,"Yes, he use to table square-square. Worth he fast-fast go without any wet expire."
Maksudnya: "Iya, dia memakai kemeja kotak-kotak. Pantes dia cepat-cepat pergi tanpa basa basi".
Lalu dengan sok berwibawa Paijo menasehati, "Different river if park bicycle motor liver-liver yes ?" Maksudnya: "Lain kali kalo parkir sepeda motor hati-hati ya ?"
Si bule bingung nggak tau harus ngomong apa. Lalu Paijo bergumam dalam hati karena takut bulenya denger, "Basic bule!" Maksudnya: Dasar bule!
Si bule ngeloyor pergi dan dengan pe-de nya Paijo bilang, "Breasttttt!" sambil melambaikan tangannya. Maksudnya: Dadaaaaa!
"Basic stupid, Paijo don't know himself ." (baca: Dasar bego, Paijo gak tau diri) pikirku dalam hati saat itu...takut kedengeran Paijo, karena dia pasti tahu artinya.
PS. buat yang kebetulan namanya Paijo, dengan ini saya minta maaf yang sebesar besarnya yahh...:D
Ini ada tambahan satu lagi :
Kuntilanak Ala Filipina.
Di negara manapun, kepercayaan tentang hantu wanita yang gentayangan tetaplah ada. Jika di tanah air, ia disebut kuntilanak atau sundal bolong, di Filipina dikenal dengan nama aswang atau white lady. Bahkan beberapa waktu yang lalu, sebuah acara TV terkenal di Filipina, Magandang Gabi Bayan menayangkan secara khusus kisah seputar aswang seperti tempat kejadian, saksi-saksi ataupun orang yang dapat berubah atau berhubungan dengan mahluk-mahluk tersebut.
Kisah berikut ini saya dapatkan dari Mang Juan Kulot, seorang pengemudi tricycle(kendaraan roda tiga/becak ala Filipina) langganan saya ke kampus. Menurut Mang Kulot, di daerah Balete Drive, Quezon City, sering disebut-sebut ada white lady. Struktur dan kondisi daerah itu memang menyeramkan, karena masih banyak rumah besar dan kuno gaya Spanyol dengan halaman luas ditumbuhi pohon-pohon besar. Pokoknya merindinglah bulu kuduk kalau lewat jalan itu pada malam hari.
Suatu malam, Mang Kulot mendapat penumpang yang minta diantar ke Barangay Mariana. Sepulangnya, mau tidak mau ia harus melalui Baalete Drive. Di tengah gelap gulita, lampu tricycle-nya menyorot sesosok wanita berseragam perawat yang serba putih. Wanita itu menyetopnya dan minta diantar ke gereja Karmel (kira-kira 1 km dari lokasi itu).
Dengan rasa heran campur takut, Mang Kulotpun mengangkutnya. Dia sudah sering mendengar bahwa di jalan inilah banyak orang bertemu dengan white lady. "Hantukah ini? Tapi minta diantar ke gereja?" pikirnya sambil kadang-kadang mencuri pandang lewat kaca spion.
Mang Kulot menancap tricycle-nya dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan jalan yang berlubang-lubang. Ia ingin cepat sampai ke tujuan dan bertemu dengan orang lain agar bisa dimintai pertolongan kalau ada apa-apa. Memasuki daerah yang diterangi lampu jalan, Mang Kulot sekali lagi mengintip ke spion. Tapi astaga, wanita itu sudah tidak ada alias ..hilang !
Bak kesetanan, ia memacu kendaraannya pulang. Sesampainya di rumah, dengan wajah pucat, ia menceritakan hal tersebut kepada istrinya. Tetanggapun segera bergerombol karena mendengar ada ribut-ribut. Mengetahui Mang Kulot baru saja bertemu white lady, seorang tua tetangganya mencoba menafsirkan tanda dibalik peristiwa ini. Menurut dia, itu adalah pertanda sial bagi Mang Kulot sekeluarga. Maka ia menasehati Mang Kulot agar tidak "narik" selama beberapa hari.
Dua hari Mang Kulot mengikuti nasehat itu. Tapi pada hari ketiga, pikiran Mang Kulot berubah. Apalagi asap knalpot tricycle berhenti, berarti berhenti juga asap dapurnya. Maka sore sekitar pk. 15.00, iapun keluar mencari nafkah. Saat itu udara mendung berat. Ia berharap banyak penumpang yang ingin cepat pulang.
Betul saja, ia langsung mendapat penumpang. Tapi sialnya, ia harus kembali melalui Balete Drive. Astaga, sepulangnya, lagi-lagi ia bertemu wanita yang minta diantar ke tempat yang sama. Ingin rasanya Mang Kulot menangis minta tolong, tapi tak ada seorangpun yang dilihatnya, apalagi gerimis mulai turun. Dalam ketakutannya, ia memacu tricycle-nya sambil sekali-sekali mengintip lewat kaca spion.
Setiap kali ia mengintip, ia menemukan white lady tetap disana. Ia semakin begidik ketakutan. "Pasti wanita ini penunggu jalan ini," pikir Mang Kulot. Sampai akhirnya semakin ia mengintip lagi lewat kaca spion, wanita itu ternyata sedang menatapnya dengan muka setengah marah.
Kaget, karena ternyata sedang diamati, Mang Kulot secara refleks menancap gas membuat kendaraannya melaju kencang. Namun akibat jalan yang berlubang-lubang, tricycle-nya seperti terpental-pental. Mang Kulot yang kalut hampir pingsan, ketika lengannya dicengkeram wanita itu. Tetapi, tanpa disangka-sangka wanita itu hanya berteriak,"Pak, jalannya jangan ngebut, nanti bisa-bisa saya jatuh lagi seperti malam yang lalu !!"
kekekeke.....emang enak....!!!
