puyeng mode : on
Jadi gue musti jawab apa dong...
+ : jadi begitu keadaannya sekarang.
# : k
+ : k ? apanya ?
# : ya keadaannya, apalagi yang apanya
+ : nah trus?
# : dunno
+ : hmm
(diam berduaan..)
+ : kamu mikir apa
# : ngga tau, bingung
+ : he eh, sama
# : kadang gue mikir
+ : mikir apa
# : kita ini beneran seperti wayang
+ : maksudnya (alisnya mulai berkerut sebelah...)
# : iya, dikenalin, trus dipisahin, diketemuin lagi, di deketin lagi, dipisahin lagi, diketemuin lagi...gitu aja terus
+ : hmm
# : gue jadi merasa seperti mainan
+ : trus ?
# : herannya masih aja diikutin terus
+ : kita sudah pernah membahas ini
# : iya, tapi kan ngga pernah selesai
+ : dulu waktu akhirnya kita memutuskan untuk kembali , kita bahas lagi kan?
# : iya, dan sebelum kita balik lagi, gue udah bilang, masalahnya akan sama aja, ya kan ?
+ : iya
# : nah trus skarang kita harus gimana?
+ : menurut kamu, sekarang kita harus bagaimana ?
# : gue dah cape buat pisah, ketemu, pisah , ketemu seperti ini terus
+ : carry on...
# : kalo sekali ini memang harus pisah lagi, ya udahlah..
+ : bagaimana dengan usulan aku dulu itu?
# : udah dijawab kan waktu itu
+ : aku udah bilang, sekarang ini aku mau dengar apa mau kamu, kalau kamu ngga mau aku pergi, aku ngga akan pergi
# : tapi kamu suka kerjaan kamu, kamu cinta kerjaan kamu, kalau gue maksa kamu untuk stay, just because I want you to, itu namanya egois, dan gue gak mau jadi orang egois, paling ngga, ngga kepada kamu
+ : tapi sekarang kamu sendiri yang bilang, kalau sekarang pisah lagi, ya sudahlah, apa maksudnya? r u giving up on us ?
# : maybe
+ : now u tell me, kemana perempuan kuat yang aku kenal dan sayang dan cinta ? kenapa dia mendadak jadi perempuan lemah ? kenapa tiba tiba dia jadi menyerah kepada keadaan ?
# : perempuan itu mungkin dah mati
+ : oo no.., dia itu kuat, dia itu ngga pernah menyerah, aku tau dia, aku kenal dia, inside and outside,
# : kalau gue sekarang minta kamu jangan pergi, apa kamu benar benar tidak akan pergi ? walau itu berarti ninggalin semua kerjaan yang kamu cintai ?
+ : bagaimana kamu bisa berpikir kalau aku akan menyamakan kamu dengan kerjaan aku ? aku memang cinta terbang, aku cinta kerjaan aku sekarang, tapi apa sebanding bila aku memilih pekerjaan dari kamu ?
# : dunno, maybe... paling ngga kamu harus berpikir, kalau disitulah masa depan kamu, with or without me
+ : ya ngga bisa dong, sejak kita mutusin untuk balik, berarti semua pemikiran, semua masa depan, direncanakan untuk berdua, ngga trus aku mikir untuk masa depan aku aja, atau kamu mikir untuk kamu aja, sejak dari kita balik, kita mikir untuk kita..ya kan?
# : tapi lihat keadaannya, lihat situasinya, kita ngga juga bisa tidak menghiraukan keadaan kan? sekarang kalau kamu pergi lagi, jauh lagi dari gue, mau dilihat darimanapun, jadi pertanyaan, kemana masa depannya? dengan gue disini dan kamu jauh disana ? gue udah ngga mau lagi mikir kamu lagi ngapain, lagi sama siapa, itu nyiksa gue...
+ : apa kamu pikir, setiap kali kita pisah, cuma kamu yang sengsara ? aku laki laki hun, aku diharuskan dan diajarkan untuk menunjukkan kalau cinta atau sayang atau apapun itu, harusnya disembunyikan, cuma aku yang boleh tau, orang yang bersangkutan tidak perlu tau, itu datang dari kultur yang membesarkan aku, tapiiiiiiii....fyi...aku juga menderita, aku juga memikirkan kamu, dan keadaan seperti itu juga menyiksa aku, kalau aku tau sepulang kerja, aku tidak bisa melihat kamu, puas kamu sekarang ?
# : ...........
+ : sekarang kalau aku ganti posisinya, kalau aku yang minta kamu ikut aku, apa kamu mau ?
# : I don't know
+ : aku tau jawaban kamu apa kalau sampai aku tanyakan itu
# : maka itu, karena itu gue gak mau minta kamu untuk meninggalkan semuanya , masa depan kamu, kerjaan kamu, sekedar supaya kamu tetap ada disini, cuma supaya kamu tidak pergi, karena kalau kamu minta itu dari gue, gue tau gue gak bisa..
+ : kamu bisa, cuma kamu tidak mau
# : ya, gue ngga mau
+ : hhhhh....
(diam lama lagi sambil saling berpandangan)
+ : waktu kita sampai desember hun, masih ada beberapa bulan untuk berpikir , dan aku mau kita bisa berpikir panjang, ke depan, dimana nanti ngga lagi ada yang saling menyesali, kenapa dulu aku ngga tinggal aja, kenapa dulu aku ikut kamu , bla bla bla... jadi please..., tolong...tolong aku..., tolong kita..., karena semuanya tergantung pada kamu sekarang..
# :.......................
Jadi gue musti jawab apaaa donggggg........
Jadi gue musti jawab apa dong...
+ : jadi begitu keadaannya sekarang.
# : k
+ : k ? apanya ?
# : ya keadaannya, apalagi yang apanya
+ : nah trus?
# : dunno
+ : hmm
(diam berduaan..)
+ : kamu mikir apa
# : ngga tau, bingung
+ : he eh, sama
# : kadang gue mikir
+ : mikir apa
# : kita ini beneran seperti wayang
+ : maksudnya (alisnya mulai berkerut sebelah...)
# : iya, dikenalin, trus dipisahin, diketemuin lagi, di deketin lagi, dipisahin lagi, diketemuin lagi...gitu aja terus
+ : hmm
# : gue jadi merasa seperti mainan
+ : trus ?
# : herannya masih aja diikutin terus
+ : kita sudah pernah membahas ini
# : iya, tapi kan ngga pernah selesai
+ : dulu waktu akhirnya kita memutuskan untuk kembali , kita bahas lagi kan?
# : iya, dan sebelum kita balik lagi, gue udah bilang, masalahnya akan sama aja, ya kan ?
+ : iya
# : nah trus skarang kita harus gimana?
+ : menurut kamu, sekarang kita harus bagaimana ?
# : gue dah cape buat pisah, ketemu, pisah , ketemu seperti ini terus
+ : carry on...
# : kalo sekali ini memang harus pisah lagi, ya udahlah..
+ : bagaimana dengan usulan aku dulu itu?
# : udah dijawab kan waktu itu
+ : aku udah bilang, sekarang ini aku mau dengar apa mau kamu, kalau kamu ngga mau aku pergi, aku ngga akan pergi
# : tapi kamu suka kerjaan kamu, kamu cinta kerjaan kamu, kalau gue maksa kamu untuk stay, just because I want you to, itu namanya egois, dan gue gak mau jadi orang egois, paling ngga, ngga kepada kamu
+ : tapi sekarang kamu sendiri yang bilang, kalau sekarang pisah lagi, ya sudahlah, apa maksudnya? r u giving up on us ?
# : maybe
+ : now u tell me, kemana perempuan kuat yang aku kenal dan sayang dan cinta ? kenapa dia mendadak jadi perempuan lemah ? kenapa tiba tiba dia jadi menyerah kepada keadaan ?
# : perempuan itu mungkin dah mati
+ : oo no.., dia itu kuat, dia itu ngga pernah menyerah, aku tau dia, aku kenal dia, inside and outside,
# : kalau gue sekarang minta kamu jangan pergi, apa kamu benar benar tidak akan pergi ? walau itu berarti ninggalin semua kerjaan yang kamu cintai ?
+ : bagaimana kamu bisa berpikir kalau aku akan menyamakan kamu dengan kerjaan aku ? aku memang cinta terbang, aku cinta kerjaan aku sekarang, tapi apa sebanding bila aku memilih pekerjaan dari kamu ?
# : dunno, maybe... paling ngga kamu harus berpikir, kalau disitulah masa depan kamu, with or without me
+ : ya ngga bisa dong, sejak kita mutusin untuk balik, berarti semua pemikiran, semua masa depan, direncanakan untuk berdua, ngga trus aku mikir untuk masa depan aku aja, atau kamu mikir untuk kamu aja, sejak dari kita balik, kita mikir untuk kita..ya kan?
# : tapi lihat keadaannya, lihat situasinya, kita ngga juga bisa tidak menghiraukan keadaan kan? sekarang kalau kamu pergi lagi, jauh lagi dari gue, mau dilihat darimanapun, jadi pertanyaan, kemana masa depannya? dengan gue disini dan kamu jauh disana ? gue udah ngga mau lagi mikir kamu lagi ngapain, lagi sama siapa, itu nyiksa gue...
+ : apa kamu pikir, setiap kali kita pisah, cuma kamu yang sengsara ? aku laki laki hun, aku diharuskan dan diajarkan untuk menunjukkan kalau cinta atau sayang atau apapun itu, harusnya disembunyikan, cuma aku yang boleh tau, orang yang bersangkutan tidak perlu tau, itu datang dari kultur yang membesarkan aku, tapiiiiiiii....fyi...aku juga menderita, aku juga memikirkan kamu, dan keadaan seperti itu juga menyiksa aku, kalau aku tau sepulang kerja, aku tidak bisa melihat kamu, puas kamu sekarang ?
# : ...........
+ : sekarang kalau aku ganti posisinya, kalau aku yang minta kamu ikut aku, apa kamu mau ?
# : I don't know
+ : aku tau jawaban kamu apa kalau sampai aku tanyakan itu
# : maka itu, karena itu gue gak mau minta kamu untuk meninggalkan semuanya , masa depan kamu, kerjaan kamu, sekedar supaya kamu tetap ada disini, cuma supaya kamu tidak pergi, karena kalau kamu minta itu dari gue, gue tau gue gak bisa..
+ : kamu bisa, cuma kamu tidak mau
# : ya, gue ngga mau
+ : hhhhh....
(diam lama lagi sambil saling berpandangan)
+ : waktu kita sampai desember hun, masih ada beberapa bulan untuk berpikir , dan aku mau kita bisa berpikir panjang, ke depan, dimana nanti ngga lagi ada yang saling menyesali, kenapa dulu aku ngga tinggal aja, kenapa dulu aku ikut kamu , bla bla bla... jadi please..., tolong...tolong aku..., tolong kita..., karena semuanya tergantung pada kamu sekarang..
# :.......................
Jadi gue musti jawab apaaa donggggg........
