ngakak mode :on
How big can you go...
Lagi mikir mikir, mo nulis apa, sambil nonton tv, eh ada acara yang bikin rasa jail gue tergelitik, kekeke...di acara itu, ditampilkan caranya memperbesar alat kelamin pria, yang biasa orang kenal dengan 'ala mak erot'.
Jadi garis besar caranya gini iho, 'pasien' yang datang itu, gak usah ngomong lagi tujuannya apa ke situ, gak mungkin toh untuk membesarkan buah dada, itu jelas namanya salah alamat ..
si pasien itu lalu memilih bambu yang menjadi standar ukuran yang dia mau untuk jadi 'ukuran masa depannya', bambu itu terus diisi dengan ketan merah, yang trus dimasak dan pada akhirnya dibakar, sementara menunggu ketannya matang, si pasien diurut (ngetik sambil ngakak nih ), dibikinin ramuan jamu, dan setelah ketan itu matang, dibelah, ramuan jamu diminum 3 teguk, trus ketan yang ada di dalam bambu itu dimakan, dimakannya harus beraturan, dari ujung atas ke pangkalnya, ngga boleh ngacak, gak disebutkan apa akibatnya kalau dimakan acak, mungkin bisa cuil cuil nanti bentuknya...
lalu ramuan diminum habis, dan kemudian, mak erot yang diwakilkan oleh anaknya itu, mengajarkan cara 'merawat', oya, si pasien juga diberi sebotol 'air pencegah mimpi', yang harus diminum selama 3 hari berturut turut, air ini untuk mencegah terjadinya mimpi basah selama pengobatan berlangsung, karena konon dia tidak boleh berhubungan, termasuk juga mimpi basah selama pengobatan dan selama 3 hari ini, pemilik harus mengoleskan minyak lintah pada miliknya, urutannya juga harus beraturan, dan ngga boleh basah selama 3 hari, kecuali untuk pipis...hahaha..(bayangin yah, 3 hari diplastikin biar ngga basah), dan setelah 3 hari....taaaraaaaaaaaaaaa......konon barang itu akan berukuran seperti bambu yang sudah dipilih.....
Hal seperti ini seperti sudah jadi rahasia umum, nama 'mak erot' jadi ngetob dan ada dimana mana, tentang apakah ini berhasil atau ngganya, well...ngga ada yang tau , tapi kalau sampai ngetob, rasanya mungkin juga ada yang berhasil kan?
Jadi ingat waktu lagi bawa tour, lagi break, ngumpul sama anak anak guide yang lain, gabung sama supir supir juga, ngomong punya ngomong, lalu entah kenapa jadi ngomongin mak erot ini, salah satu supir bilang, kalau dia diajarkan dari kecil, kalau mau punya barang yang besar, dia harus menanam labu parang di kuburan, tau kan labu parang? itu iho, labu yang panjang dan besar yang warnanya putih kehijau hijauan, biasa enak dimasak dengan udang kering, lho kog jadi ngomongin soal masakan, hahaha...kembali ke ukuran itu yah..., nah setelah labu itu tumbuh, harus dijaga dan dipelihara sampai ukurannya mencapai ukuran maksimal..., laluuuuu....setiap malam jumat, dia harus pergi ke kuburan itu, lalu memangku labu parang itu, dalam keadaan tidak pakai celana, lalu mengetuk labu sekali, ke barangnya sekali, begitu terus sebanyak 100x, dan selama itu dia harus mengucap mantera, semoga barangku sebesar ini, begitu terus sebanyak 100x, mendengar cerita dia seperti itu, kami semua tertawa terbahak bahak, dan setelah selesai ngakak, gue nanya, nah sekarang apa ukuranloe sebesar labu parang itu? supir itu ngakak, terus bilang, yaaa, kalo sebesar itu, gimana gue pake celananya lagee....
, iya juga yah...hahaha..terus mo ngapain dia niat niatnya ngelakuin itu? dan sambil ketawa supir itu bilang, namanya juga usahe...
Jadi timbul pertanyaan, apa salah satu kebanggaan pria adalah memiliki 'barang' yang besar? apa kalau ukurannya 'biasa biasa' aja, trus kebanggaannya juga biasa biasa aja? apa ukuran bisa menjamin membahagiakan perempuan ? coba dong, minta pendapatnya...
How big can you go...
Lagi mikir mikir, mo nulis apa, sambil nonton tv, eh ada acara yang bikin rasa jail gue tergelitik, kekeke...di acara itu, ditampilkan caranya memperbesar alat kelamin pria, yang biasa orang kenal dengan 'ala mak erot'.
Jadi garis besar caranya gini iho, 'pasien' yang datang itu, gak usah ngomong lagi tujuannya apa ke situ, gak mungkin toh untuk membesarkan buah dada, itu jelas namanya salah alamat ..
si pasien itu lalu memilih bambu yang menjadi standar ukuran yang dia mau untuk jadi 'ukuran masa depannya', bambu itu terus diisi dengan ketan merah, yang trus dimasak dan pada akhirnya dibakar, sementara menunggu ketannya matang, si pasien diurut (ngetik sambil ngakak nih ), dibikinin ramuan jamu, dan setelah ketan itu matang, dibelah, ramuan jamu diminum 3 teguk, trus ketan yang ada di dalam bambu itu dimakan, dimakannya harus beraturan, dari ujung atas ke pangkalnya, ngga boleh ngacak, gak disebutkan apa akibatnya kalau dimakan acak, mungkin bisa cuil cuil nanti bentuknya...
lalu ramuan diminum habis, dan kemudian, mak erot yang diwakilkan oleh anaknya itu, mengajarkan cara 'merawat', oya, si pasien juga diberi sebotol 'air pencegah mimpi', yang harus diminum selama 3 hari berturut turut, air ini untuk mencegah terjadinya mimpi basah selama pengobatan berlangsung, karena konon dia tidak boleh berhubungan, termasuk juga mimpi basah selama pengobatan dan selama 3 hari ini, pemilik harus mengoleskan minyak lintah pada miliknya, urutannya juga harus beraturan, dan ngga boleh basah selama 3 hari, kecuali untuk pipis...hahaha..(bayangin yah, 3 hari diplastikin biar ngga basah), dan setelah 3 hari....taaaraaaaaaaaaaaa......konon barang itu akan berukuran seperti bambu yang sudah dipilih.....
Hal seperti ini seperti sudah jadi rahasia umum, nama 'mak erot' jadi ngetob dan ada dimana mana, tentang apakah ini berhasil atau ngganya, well...ngga ada yang tau , tapi kalau sampai ngetob, rasanya mungkin juga ada yang berhasil kan?
Jadi ingat waktu lagi bawa tour, lagi break, ngumpul sama anak anak guide yang lain, gabung sama supir supir juga, ngomong punya ngomong, lalu entah kenapa jadi ngomongin mak erot ini, salah satu supir bilang, kalau dia diajarkan dari kecil, kalau mau punya barang yang besar, dia harus menanam labu parang di kuburan, tau kan labu parang? itu iho, labu yang panjang dan besar yang warnanya putih kehijau hijauan, biasa enak dimasak dengan udang kering, lho kog jadi ngomongin soal masakan, hahaha...kembali ke ukuran itu yah..., nah setelah labu itu tumbuh, harus dijaga dan dipelihara sampai ukurannya mencapai ukuran maksimal..., laluuuuu....setiap malam jumat, dia harus pergi ke kuburan itu, lalu memangku labu parang itu, dalam keadaan tidak pakai celana, lalu mengetuk labu sekali, ke barangnya sekali, begitu terus sebanyak 100x, dan selama itu dia harus mengucap mantera, semoga barangku sebesar ini, begitu terus sebanyak 100x, mendengar cerita dia seperti itu, kami semua tertawa terbahak bahak, dan setelah selesai ngakak, gue nanya, nah sekarang apa ukuranloe sebesar labu parang itu? supir itu ngakak, terus bilang, yaaa, kalo sebesar itu, gimana gue pake celananya lagee....
, iya juga yah...hahaha..terus mo ngapain dia niat niatnya ngelakuin itu? dan sambil ketawa supir itu bilang, namanya juga usahe...
Jadi timbul pertanyaan, apa salah satu kebanggaan pria adalah memiliki 'barang' yang besar? apa kalau ukurannya 'biasa biasa' aja, trus kebanggaannya juga biasa biasa aja? apa ukuran bisa menjamin membahagiakan perempuan ? coba dong, minta pendapatnya...
