<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4124261?origin\x3dhttp://minyak-kayuputih.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ja ja ja

I don't know what I'm becoming. But I know for sure , U wouldn't like me when I'm angry

Thursday, December 18, 2003

You on my mind


Lagi ndengerin : You on my mind-nya Swing out sister
Lagi mbaca : Tintin, Lotus biru

Sore tadi, gue ke tempat Aries, nengokin dia.

Aries, salah seorang teman lama gue, well, gue kenal dia dari kuliah, dan dari kuliah itu gue akhirnya tau klo dia gay.Salah satu hobby kita sama, jalan jalan liat tempat tempat tua, ke museum, ke bangunan tua, cuma buat liat dan mengagumi desain arsitekturnya, sambil membayangkan kegiatan orang orang yang pernah tinggal di tempat itu. Nah satu waktu itu, habis melihat Museum Fatahillah, kami lagi duduk di halaman depannya, dan waktu itu Aries bilang kalau dia gay. Terkejut? tentu, karena penampilan dan kelakuannya ngga 'melambai' gitu, tidak juga macho de nero, biasa aja, dan boleh dibilang ganteng, masih gue inget apa yang dia bilang waktu itu, " Dien, ada satu yang mau gue bilang ",( selama gue kenal dia, ngga pernah serius gitu dia, biasanya yang jail2an gitu) "Lha, kena angin apa loe? Serius amat, ada apa ?" gue nanya gitu sambil nyengir, "Ngg...gue gay", dan gue ngeliatin dia, berusaha untuk mencari tanda kalau dia lagi ngegodain gue, dan ngga gue temuin, " Gay? ", itu aja yang bisa gue bilang, dan sambil mengangguk Aries bilang iya. setelah bengong agak lama, gue cuma bisa bilang " Ngga ngaruh Yis, loe gay ato ngga, yang penting pls, jz becareful with your heart and your health".

Aries, satu dari sebagian orang yang mau gue dengerin dan ikutin omongannya dengan sukarela, dengan Aries juga gue kadang diskusi, karena dia punya pandangan laki laki, dengan perhatian seorang perempuan, sampai akhirnya tahun 1997, dia dapat beasiswa keluar negeri, dan kita pisah .

Aries balik ke Indonesia tahun 2000, senangnya gue dia balik, masih Aries yang dulu, biar kita ngga bisa ketemu sesering dulu, tapi paling sedikit sebulan sekali kita masih jalan bareng. Tapi Aries yang tadi sore gue temuin, sekarang cuma bisa terbaring lemah, berdasarkan test, dia dinyatakan terkena AIDS, ngga tau sudah separah apa, tapi dia ngga lagi bisa jalan jalan, karena kebentur sedikit aja sudah berdarah, tapi semangatnya masih tetap sama.

Sebenarnya gue pingin nangis banget kalau liat dia baring gitu aja, rasanya ngga rela banget, kenapa orang sebaik dia bisa sakit seperti itu, ngeliatin dia semakin lama semakin kurus, kulitnya yang bercak bercak, paling gue bisa pegangin tangannya kalau dia lagi merintih gitu, tapi abis itu malah dia yang ngeledekin gue, "Ayoo..gak boleh cengeng", dan dia masih suka menghayal, nanti kita bakal jalan berdua lagi hunting bangunan tua, dan gue cuma bisa berharap :(
# balik ke atas#