Last posting about SELINGKUH.
Hehehe....(ktawa tanpa alasan...) karena sebenarnya emang gue bingung neh...banyak ide, tapi gak tau mana dulu yang bakalan gue posting.., jadi, secara gak langsung, barusan itu gue lagi ketawa bingung, kekeke...
Eniweei....mendingan kita selesaiin dulu posting kemaren2, baru abis itu kita lanjutin lagi dengan ide berikutnya..., yang gue mau selesaiin dulu, yaeeetoo : subject selingkuh...;)
SLI (Selingkuh Lagi In ) sempat jadi idiom yang ngetop di mana mana, tapi apa pernah kita melihat kenapa orang sampai berselingkuh? Di pikiran gue, orang yang sudah memilih pasangannya dan kemudian saling mengikat diri dengan yang namanya KOMITMEN, harusnya sudah memikirkan resikonya kalau satu saat nanti pasangannya bisa berubah, baik dalam bentuk badaniah atau dalam bentuk lainnya, resiko BOSAN juga harus dipertimbangkan, sampai sekarang gue masih suka takjup (pake p..) kog bisa orang bersama sama berpuluh puluh tahun bersama sama, bangun, tidur, makan, dan lain lain, dengan pasangan yang sama, alias orang yang sama, hal yang masih jadi tanda tanya besar buat gue, HOWW...alias gimana ngelakukannya, kalau mikirin itu, gue jadi punya pendapat, kalau haruslah ada 'rasa' yang sangat besar, entah rasa sayang, rasa cinta atau rasa saling memiliki, sampai rasanya tidak bisa hidup 'normal' lagi, kalau tidak bersama dengan pasangan kita, jadi, apa yang terjadi dengan pasangan yang berselingkuh? Untuk menanggulangi kebosanan? atau mencari intermezzo lain, atau apa sehh..??
Gue ngobrol dengan banyak orang tentang ini, baik dengan orang yang masih single, honey mooners atau orang yang sudah menikah berpuluh puluh tahun, yang gue bisa simpulkan dari semua percakapan ini, adalah, selingkuh hanya bersifat sementara, sooner or later, pasangan yang berselingkuh itu akan kembali ke pasangan awalnya, dan akibatnya? orang yang diajak selingkuh, akan jadi korban yang terlantar, dan terlupakan. Trus akan ada orang orang yang mencibir sambil bilang PLN daaaaaah loeee....:P
Ngga adil kalau ngebayangin satu pihak pada akhirnya kembali ke pasangannya, sementara pihak yang lain 'nelongso', tapi sekali lagi kita kembali pada teori 'sebab dan akibat' , dilain sisi, itu resikonya berselingkuh, dilain sisi, ya biar gimana, gak adil aja, hehe..gue libra, semua kudu adil, kudu balance, biar ngga gampang, dan katanya ngga ada yang adil di dunia ini, contoh : tau kan, kain kotak kotak hitam putih ala Bali? Jumlah kotak putih dan kotak hitam di kain itu, jumlahnya sama, yang melambangkan, kebaikan dan kejahatan, seimbang, belum ada yang lebih , entah sampai kapan, entah pihak mana yang bakalan menang diakhir ceritanya. Nah, ini sih sekedar usul ajah, sebenarnya yang punya masalah kan salah satu ato salah duanya dari pasangan itu, sampai salah satu ato salah duanya merasa harus mencari alternatif lain dari orang lain, daripada 'nyiksa ' orang, dan nunjukin 'ke egoisan' terhadap orang lain, kenapa juga mereka ngga berusaha nyelesaiin masalah dalam negeri itu daripada lari ke alternatif selingkuh, Cosmopolitan malah nyiptain jargon, SAY NO TO AFFAIR.
dibawah ini, gue mo masukin, salah satu curahan hati korban selingkuh, hehe...
Puisi dari seorang lelaki buat selingkuhannya
Kalau kuhitung dengan waktu,
sudah lama aku bertemu kamu,
Aku tak ingin bilang:
pertemuan kita hanya sebuah kecelakaan
Karena ada sebentuk kesenangan, kenikmatan
mungkin sedikit cinta di sana.
Kau datang ketika kesesakan perkawinan mengangkangi jiwaku.
Seperti lagu-lagu riang,
Kau buat lagi hidupku jadi lebih bermakna,
setiap kalimat yang meluncur dari bibirmu adalah puisi.
Setiap hari adalah harapan.
Langit bernyanyi,
bumi menari.
Getar-getar merayap liar,
mengalir cepat,
terbungkus oleh kepasrahan,
tubuh melemas,
ditengah himpitan napsu yang makin buas,
teriakan, lenguhan, rayuan,rintihan
Berkata dalam satu bahasa: kenikmatan.
Bahasa kenikmatan selalu sama:menagih.
Keinginan untuk menyetubuhimu mengangkang di relung hasratku.
saat sepi merobek setiap malamku,
saat kegelisahan mengoyak birahiku,
Tapi maafkan aku,
tak ada ruang untukmu selain sebagai selingkuhanku.
kaki dan hatiku masih terikat kuat,
pada wanita itu,
ibu dari anak-anakku.
meski dia selalu menghadirkan rasa sesak dan rasa mual,
dengan kecemburuan yang menempel lekat seperti ulat di otaknya.
Aku tak bisa menukarnya dengan semua cinta dan kenikmatan yang kau berikan,
ada rasa bersalah setiap kali melihatnya
tergolek pulas oleh dengkurannya,
sambil mendekap handphoneku,
setelah puas mengaduk2 isi sms dan daftar panggilan telponku,
Maafkan aku
demi lekuk liku tubuh yang sangat aku kenal,
demi semua elusan lembut yang memporak-porandakan,
demi semua persetubuhan, persinggungan jiwa yang melelahkan,
Aku cuma bisa menjadikan kamu selingkuhanku,
Aku tak mampu beranjak dari bayangannya!!
Sang penulis ini, cewek, dia mencoba menempatkan dirinya sebagai laki laki yang berselingkuh, jadi dengan kata lain, sebenarnya dia tau resiko dari hubungan yang dia lagi jalanin, tapi tetap aja, gak bisa lepas sampai sekarang. Kata dia, laki laki yang sudah berkeluarga, mereka punya cara tersendiri untuk memasuki hidup , mereka lebih tahu apa yang harus dikatakan, harus dibilang dll, daripada laki laki yang masih lajang, mereka lebih tahu cara memanjakan, lebih tau dan lebih pengalaman daaaaah pokoke...;) tapi yah ujungnya seperti itu, seperti yang tercantum di 'curahan hati' diatas, wah ....
UPDATE :
From the desk :
Ternyata banyak yang protes dan tertarik sama subject ini, dan akibatnya banyak diskusi terjadi, hmm...ada pendapat pendapat baru tentang subjek ini, ada 'protest' dari pihak sang laki laki yang merasa melakukan itu, atau 'sumbangan ide' dari wanita wanita yang terlibat affair, well...semuanya 'sangat sangat' menarreeeeeeeekkkkk....hehehe...jd agak nyesel kalo gue bilang ini posting terakhir tentang perselingkuhan, hahaha...., eniweeeeei..., yang dibawah ini 'mungkin' pemikiran dari perempuan perempuan yang terlibat affaair itu :
Hari ini aku berpikir tentangmu, ada satu sinetron yang melukiskan sepasang manusia yang sedang mengikat janji, aku membayangkan mereka sebagai dirimu dan istrimu, mencoba membayangkan apa rasamu waktu itu, juga apa rasa yang ia miliki sewaktu berjalan bersisian denganmu, pasti indah, pasti bahagia, pasti penuh cinta dan pasti penuh asa…
Lalu kalian bercinta, aku membayangkan rasamu, sewaktu ada seorang perempuan menyerahkan hidup seluruh dan sepenuhnya kepadamu, lalu ia hamil, kau pasti penuh bangga dan bahagia, aku mencoba memvisualisasikan ketika kau membelai perutnya, kau kecup dahinya, kau peluk dirinya, juga mencoba membayangkan perasaan istrimu, menikmati belaian tanganmu di perutnya, kecupan bibirmu di dahinya, dan dekapanmu di dirinya, pasti bahagia, pasti penuh cinta, pasti penuh asa…
Lalu ketika anakmu lahir, aku yakin , seluruh rasa cintamu, sayangmu, tercurah kepadanya, sedangkan istrimu, betapa bangganya dia, hingga rela mempertaruhkan nyawanya demi buah cinta kalian, yang hanya ia berikan padamu, pasti penuh cinta, pasti penuh bahagia, dan penuh asa…
Aku mencoba membayangkan, kalian berdua, bergandengan tangan, mendorong kereta bayimu, cinta yang berpadu, bahagia yang menyatu, asa yang bersatu...pasti penuh cinta, pasti penuh bahagia, dan penuh asa…
Sampai kinipun, aku yakin, cinta, bahagia dan asa itu masih ada...
Dan aku, hanya berdiri disini sendiri, terpaku…
dan ada satu hal lagi yang gue lupa, hehe...baru inget tadi waktu ada diskusi dengan salah satu perempuan, dia mengingatkan gue dengan adanya tingkah 'denial' dari laki laki, di depan perempuan yang terlibat dengan affair itu, apabila waktu mereka bersama, trus sang istri telp, hahaha..., ada yang mendadak jadi sangat 'manis dan attentive' , ada yang mukanya 'merah angus', buat yang tidak terlalu ahli mungkin bisa jadi 'terbata bata' waktu menjawab telp itu, hahaha...coba kalau bisa dilihat dari sisi itu, kan bisa digodain atau diteriakin, " Kasiaaaaaaaaaaaaaaan daaaaah loeee....", hahaha..., jadi rasanya, laki laki yang terlibat dalam perselingkuhan, kudu punya akal yang panjang, pikiran yang reaktif, karena kalo 'telmi' rasanya bisa bahaya, hahaha..., dan satu lagi kekaguman gue buat sang istri, karena, biasanya 'feeling' dari sang istri itu sangat tajam, mereka itu seperti bisa tahu kalau suaminya lagi melakukan salah, sehingga yang biasanya ngga pernah telp dan ngecheck bisa jd ngecheck, dan si suami yang mungkin lagi 'mendaki' (huahaha...), harus dengan cepat mengatur nafas yang terengah engah itu menjadi normal, dan tenang dan sesuci mungkin, huahaha...jadi inget istilah 'coitus interuptus', mungkin dalam hal ini, lebih tepat istilah yang dipakai adalah 'coitus interuptus by teleponus', kekekeke.....
Trus ada sumbangan pendapat dari seorang laki laki, waktu gue tanya, gimana sih rasanya suami selingkuh? dia cuma bilang singkat dan padat, "Selingkuhlah dengan benar dan bersungguh sungguh", hahahah...dengan kata lain, kalau niat dan nyali, karena ternyata 'nyali' memegang peranan yang paling penting, menurut gue juga gitu sih, kalo nyali cuma setengah setengah, dan masih masuk golongan ISTI (Ikatan Suami Takut Istri) mendingan gak usah dehh selingkuh selingkuh, kekeke...sorry sound cynical, I am cynical, kekeke..., karena jadi nanggung, bener kata temen gue, kalo mo selingkuh, play it professionally, jangan amateur...kekeke.. Tapi sampai kapanpun, se-profesional apapun suami yang slingkuh, dia pasti takut ketauan sama istrinya, apalagi ketauan sama anaknya, waaaah bisa ancur dagangan dia di depan anaknya, kekeke..., yang pernah gue denger dari temen temen cowok gue, antara cowok, ada kebanggaan tersendiri kalau bisa slingkuh tapi gak ketauan, naaaah kalo ketauan, itu mah namanya bukan affair pan..? kekeke...
Sekarang waktunya gue mengemukakan alasan gue nulis tentang perselingkuhan ini, hehe..., ini semua berdasarkan ke 'empet' an gue akan tindakan satu orang, yang gue tau selingkuh, tapi masih aja berpikir untuk 'jaim', orang ngga boleh tau kalo ternyata dia hanya seorang laki laki biasa, yang tergoda juga untuk selingkuh, tapi masih mau orang menganggap dia sesuci nabi, sebaik malaikat, hehe...(O..o..another cynical comment...;) ) dan beraninya cuma slingkuh di chat, yang notabene bakalan susah buat kopdar dan kalau kopdarpun hanya untuk mengemukakan, kalau apapun yang mereka sempat lakukan di chat, itu mengganggu keluarganya, dan like it or not, he got to let it go , kekeke..., dia termasuk salah satu yang protes ma gue buat tulisan ini, karena merasa gue bisa membongkar ' his dark deep secret' hahaha, lagian napa juga brasa, emangnya loe doang yang selingkuh di dunia ini...kekeke..GR dah loee...!!! kalo gue mau, gampang kog buat nulis sapa loe, ngapain aja loe, dan segala sesuatunya, biar loe gak punya image lagi buat dijaga, hehe...but enihowww...gue masih jaga kog rahasialoe, dun worry, ur card is save with me....till now...;) gak jamin dah nanti nanti....:D buat pertama tama, rasanya masih normal, tapi buat sekarang, rasanya semua udah ngelewatin batas, dan gue jadi sebel, maka itu gue nulis, dari pada gue ceritain ke orang lain, hehehe...pilih dah mo yang mana..lagian ini kan blog gue, terserah gue dong mo nulis paan, sapa loe bisa ngatur ngatur gue mo nulis paan...:P
Jadi...stay away from me , jangan sampai tanduk gue keluar dan gue bukaaa semua rahasialoe, hehe..bisa nangis bombay delhi loe kalo gitu....
Jadi kita tutup subjek selingkuh sampai disini, ntar kalo ada yang ngeganggu pikiran gue lagi tentang ini, baru gue tulis lagi yah...;)
