<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4124261?origin\x3dhttp://minyak-kayuputih.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ja ja ja

I don't know what I'm becoming. But I know for sure , U wouldn't like me when I'm angry

Thursday, May 29, 2003

Iseng mode set on

Hehehe....

Biarlah pic dibawah ini yang berbicara. Sebab bergoyang adalah hak semua bangsa....kekeke....






# balik ke atas#

Wednesday, May 28, 2003

bingung mode set on

Time will tell.

Pernah gak merasa meragukan kemampuan sendiri? Gue lagi ngalamin itu sekarang ini. Biasanya gue yakin suyakin dengan kemampuan gue untuk menilai orang yang gue mo jadiin teman, berdasarkan 1st impression mungkin, atau insting kali, kalau itu orang bisa jadi teman yang baik nantinya, tapi akhir akhir ini ngga lagi.

Orang orang yang ada di sekitar gue biasanya terdiri dari, orang orang yang gue gak kenal sama sekali, orang orang yang gue kenal, orang orang yang jadi teman, dan golongan terakhir yang paling sedikit adalah orang orang yang gue 'akui' sebagai sahabat. Dan biasanya tahapan dari orang yang gue gak kenal, jadi orang yang gue kenal, beberapa dari mereka trus masuk taraf seleksi menjadi teman, gue ajak brantem dulu, gue ajak debat dulu, gue isengin dulu, gue apain dulu, kalo masih kuat mentalnya, atau gue jadi merasa 'perlu' dia, dan gue bisa percaya sama dia, baru akhirnya jadi sahabat, hehe...biasanya mereka gugur di taraf teman ke sahabat itu, dengan berbagai alasan dan sebab, entah mereka yang keburu 'empet' sama gue, atau biasanya ada hal kecil yang terjadi , yang bilang kalo gue gak bisa percaya sama mereka.

Well, like it or not, I have to admitted kalo gue bukan orang yang gampang berteman dan dijadikan teman. Orang boleh pikir mereka kenal dan tau gue, tapi belum tentu, hehe...jadi sampai sekarang, orang yang gue 'akui' sebagai sahabat, itu gak lebih dari jari jari yang ada di tangan.

Tapi ada kalanya 1st impression gue salah. Orang yang gue anggap, hmm...gak bisa jadi teman, pada akhirnya justru malah jadi teman gue, hehe...dan orang yang gue anggap teman malah pada akhirnya gak jadi teman gue. wajar dong, kan gue bukan dukun, hehe...

Masalah ngga percaya lagi sama kemampuan gue untuk menilai, bikin gue jadi gimana ya.., mungkin boleh dibilang mempersulit keadaan, gue jadi lebih 'susah ' untuk percaya sama orang, negative thinking kalo ada yang baik sama gue, dan gue sendiri gak suka perasaan seperti itu sebenarnya, karena rasanya ngga adil, mereka toh ngga tau masalahnya, dan bukan mereka penyebab semua itu, tapi mereka jadi kena imbasnya.

Gue sempet ngomongin ini sama salah satu orang yang gue anggap sahabat, dia ini ibu2, jauh dari gue, tapi hampir tiap hari ngobrol, baik di ym atau via sms, gak tau kenapa, tapi mungkin karena 'gila' dan 'iseng' kita sejalan, haha...jadinya gak perlu susah susah untuk nerangin lagi, kenapa gue atau dia bertindak aneh menurut ukuran umum, hehe...(^_^) dia bilang, kalau gue harus bisa nerima dulu, keadaan kalau gue 'sempat' salah menilai orang, secara dewasa, dengan bahasa lainnya, ngaku salahlah... selama gue belum bisa menerima itu , gue akan tetap saja negative thinking.

Iya, gue sempat 'salah' menerima dan mengartikan maksud dan niat orang. Mungkin karena gue terlalu sombong untuk bisa nerima, kalau 'insting' gue ternyata lagi lemot, gue 'salah', untuk mengharapkan orang akan bertindak sama seperti gue memperlakukan sahabat sahabat gue, karena pada dasarnya orang itu cuma 'mempergunakan' gue doang, konotasi 'mempergunakan' itu kan bisa bermacam macam, bukan cuma pengertian dipake doang...eniweei..hehe...sedih juga yah kalau harus ngaku seperti itu.

Percaya gak, akibat dari itu semua, gue sempet merasa gak perlu lagi punya sahabat baru, gue merasa takut untuk punya sahabat baru, takut kalau salah lagi, traumatik ... gue mulai berpikir kalau sahabat sahabat yang ada sekarang udah cukup. Gue juga mulai 'membiasakan' diri gue untuk bisa menanggulangi masalah gue sendiri, I even started to build my own world , gue mencoba untuk mengurangi komunikasi dengan sahabat yang udah ada, dan akibatnya apa? Mereka complain, hehe...mereka tau gimana biasanya gue 'bawel' baik dalam keadaan baik atau tidak baik, perlu dicatat, gue cuma bisa 'bawel' sama orang yang gue brasa 'comfort to be with' tapi ini kog jadi 'mingkem wae', hehe...dan waktu gue 'akhirnya' cerita , apa sebab itu semua, mereka bilang gak bisa dong menyamakan mereka hanya dengan satu orang, 'enak aja loe, emangnya kita orang apaan...'geto masa, hehe...jadi gue kembali atau paling ngga berusaha untuk menjadi gue yang dulu, khusus untuk sahabat sahabat gue itu.

Sedangkan orang yang bikin gue mau gak mau harus ngaku kalau gue salah itu, agaknya masih belum sadar kalau gue udah tau, masih aja dia merlakuin gue 'like a fool', dan begonya gue, masih aja bersopan santun, hehe...itu gue, ke orang yang gak gue kenal, gue bisa jadi 'jahat' kalau perlu, tapi ke orang yang gue udah anggap sahabat atau 'bekas sahabat', gue malah memilih untuk diam. Jadi kadang kalau orang itu telpon, ngobrol kiri kanan, gue jawabin seadanya, sambil mikir 'geee...what I've done to deserve all of these...?' sigh...., pingin deh rasanya bisa bilang, "eh allooooo...gue udah tau, you've betrayed my trust on u, so stay awayyy as far as you can and while u still can...", tapi tetap aja gue memilih untuk diam, dan berharap one day, orang itu akan sampai pada taraf 'tau diri' sebab kalau dia gak debil rasanya dia tau perbedaan tingkah laku gue ke dia.

Jadi untuk beberapa orang, yang merasa gue jadi lebih cerewet, lebih demanding, lebih keras, lebih selektif, lebih gimana gimana, maaf yah...memang sih bukan salah anda, tapi saya juga punya hak untuk selalu melindungi perasaan saya kan? Saya berniat baik, dan saya juga mengharapkan orang bersikap sama, dan saya tidak mau lagi untuk menyia nyiakan semua perasaan dan lain lain untuk orang yang sebenarnya tidak berhak, hehehe...

Enihoww...saya tidak akan pernah menyesali apa yang sudah terjadi, atau apa yang sudah saya perbuat, APAPUN, tapi saya juga tidak ingin memulai untuk menyesali...jadi jangan salahkan saya kalau saya lebih berhati hati...

# balik ke atas#

Monday, May 26, 2003

Kangen mode set on
Lagi kangen ama Ijo dan Ida

Ijo Ida

Nda tau kenapa, gue lagi kangen sama dua mahluk ini gara2 pergelangan kaki kiri gue lagi 'rese', karena waktu mereka ada, gue bisa dengan betah tinggal di rumah, tanpa harus tersiksa musti diam gak bisa kemana mana. Yup, pergelangan kaki kanan gue lagi bengkak, karena pen yang ada di dalamnya, konon bergeser dari tempatnya, yang ada sekarang pergelangan kaki gue di gips (tadinya, barusan gue buka, abis sebel, gatal tapi gak bisa digaruk, kekeke....), Jadi sekarang pakai decker buat pendukung, sambil berharap itu pen akan balik lagi ke tempat awalnya dengan sukarela, gak harus dipaksa dengan cara dibuka lagi dan dipaksa ke tempatnya semula.

Dan ini dah sering, jadi udah gak heran lagi, cuma sekali ini, jadi lain, karena Ijo dan Ida ngga ada lagi. Ida udah di Safari, sementara Ijo dah di surga , yang di rumah tinggal patty, morelia amethyst dari pulau Seram itu, yang orang Ambon panggil ular Patola, hehe..
pokoke gue lagi kangen ma mereka...sigh..
# balik ke atas#

Wednesday, May 21, 2003

Jadi ingat....

Tadi siang, waktu lagi makan sendiri (seperti biasa kan...) di Pasfes, ada satu group di panggung, ngga tau nama groupnya apa, tapi terdiri dari 5 orang, yang jadi vocalisnya gondrong, sepunggung rambutnya, dia nyanyi macam macam lagu, tapi ada satu yang nyangkut di otak gue, dan bikin jadi ingat jaman masih jadi guide dulu, sambil ingat ingat, lagunya siapa yah, judulnya apa yah, rasanya sering gue nyanyiin dulu...hehehe..dan pas waktu sampai kantor, baru ingat itu lagu lamanya Julio Iglesias, dari album Crazy (1994), ini lagunya :

I KEEP TELLING MYSELF
-
It's the time of the night
when they turn on the lights
and lovers go out
like we used to do.

And here I am again,
I find myself alone.
It's no one's fault I know,
nobody's but my own.
I won't listen to the part of me,
the part of me that holds me
and won't let go.


Reff : I keep telling myself
it was not meant to be.
I keep telling myself,
but my heart disagrees.
No matter how many times
that I keep telling myself:
I know... I know
there's nobody else.


And at the end of the night,
when they turn off the lights
and lovers go out
like we used to do,
I walk the empty streets.
I don't know where to go!
Without you being there,
the house is not a home.
But I'll keep walking until I can't hear
the part of me that says that...
That says I'm wrong.


Reff

I won't listen to the part of me,
the part of me that won't let go
.
Reff


pas lagi denger lagu ini, gue inget inget, ini lagu apa yah...kog kayaknya menggetarkan jiwa gitu (tsaaaaah..kekekeh...), pas ingat lagi, rasanya ada kenangannya, tapi lupa...hehe..yang ingatnya cuma waktu masih jaman nge-guiding aja, tapi sama siapa dan kenapanya ngga ingat... rasanya gue ada deh kasetnya, hehe.. dan kayaknya memang harus ngga diingat kali yah...hehe.

cuma mengingat aja...no special reason.

# balik ke atas#

Tuesday, May 20, 2003

HRC


Main bar. Lagi sepi.
gue : eh Van, dah berapa lama loe kerja disini ?
Irvan : 10 tahunan deh, kenapa emang?
gue : eh buset dah, loe sepuluh tahun, gue udah berapa tahun yah main disini?
Irvan : eloee...sekitar 9 tahunan deh kayaknya
gue : ehhhh busett...kalo jadi anak udah SD yah?
(ktawa bareng bareng...)

Irvan ini salah satu senior bartender di HRC, dulu, sekarang dia udah di Manna Cafe di Taman Ria, salah satu teman teman lama yang gue kenal di HRC. HRC sendiri, memang tempat main gue dari tahun kapan yah..hehe..93 an deh kira kira, yang mula mulanya cuma ikut teman, dan akhirnya jadi tempat yang gue anggep bisa membantu gue menenangkan pikiran kalo lagi sumpek

Ngga pernah datang rame rame ke HRC, paling rame cuma ber 4, paling sering sendiri, jadi kalau gue datang rame rame, anak HRC malah bingung, hehe...., mereka udah biasa liat gue duduk di main bar , either di sebelah kanan atau sebelah kiri, sendiri, dan sendiri disana, gue ngga pernah merasa sepi, karena gue bisa ngobrol sama bartender, atau servers, atau floor managernya atau anak kitchen yang kadang kadang nyasar ke main bar.

Kenapa HRC, kenapa ngga tempat lain? Ngga tau yah, tapi gue merasa betah aja. Dulu itu mula mula ke sana, sama Silvy dan Ria, mereka duluan yang sering ke sana, untuk minum, dari jaman dulu waktu masih jadi guide, jadi pulang city tour, jam 17.00-an, ke sana, minum segelas dua gelas, habis itu baru pulang. Cuma beda visi aja tujuan ke HRC itu dulu, Silvy dan Ria nyari bule, karena waktu itu HRC jadi tempat tongkrongan bule, gue ngga (dari dulu udah gak suka bule, gue lebih suka 'local with export quality ) jadi setelah dua atau tiga kali datang, kan mulai kenal dengan server atau bartender, ya gue ngobrol sama mereka aja.Kadang kadang suka kasihan aja, liat mereka 'rush' waktu lagi happy hour, sementara ngga ada yang ngajak mereka ngobrol, jadi mereka senang kalau ada yang ngajak ngobrol.
Pernah Bayu bilang, kalau mereka baik sama gue, karena 'tuntutan pekerjaan', hmm...menurut gue ngga, dan nyatanya memang ngga, gue pernah tanya Hera, salah satu floor manager, apa iya begitu? dan Ibu Hera itu bilang, "Sama temen temenloe iya, tapi sama loe ngga, soalnya loe ngga pernah bertingkah karena loe bayar, trus loe harus dilayanin", hmm..., Silvy dan Ria memang lebih dulu disana, tapi anak anak malah ngga pernah tau nama mereka, dan temenan sama mereka ngga cuma kalau gue datang, tapi juga diluar, hehe..

Yang jelas, gue merasa punya teman disana, kadang gue datang bukan buat minum, tapi cuma ngobrol, karena kalau sudah lama ngga ke sana, mereka bisa telp, atau sms, sambil bilang, "Masih inget ngga ya jalan ke HRC, jangan jangan udah lupa"

Yup, cukup lama disana, mulai dari anak anak bartender yang biasa biasa saja, sampai bartender 'pankeeh', ada Some(ehmm...) yang kolokan banget ma gue, Miftah..(bibirnya boljuk...kekekeke...) cuma dua itu yang gimana yah..kekekeh...sampai ke Irvan, Dringo, Lia, Oge, Pele, sang bartender, sampai Hera, Ichsan, Moses sang floor manager, atau Tante 'Sony' personalia manager, atau Hanny Finance manager, atau Shanti, Yuni, Gerry merchandiser yang jadi temen ngobrol gue kalo gue lagi disana.

HRC ini juga yang jadi tempat gue untuk 'kopdar', hehe...alasannya, kalau ngga enak, dan itu orang yang kopdaran sama gue udah pulang, gue bisa tetap enjoy, atau kalau orangnya macem macem, gue tinggal teriak, yakin kalau anak anak HRC akan 'more than willing' buat ngegebukin itu orang
Jadi paling anak anak HRC cengar cengir kalau liat gue lagi sama orang, yang ketauan banget baru ketemuan, hehe...dan buat ngetest reaksi mereka juga terhadap anak anak HRC yang 'ajaib', hehe...
dan juga jadi tempat 'rendevous', ehm ehmm...kekekeh.., jangan coba coba mancing informasi tentang siapa aja gebetan gue yang pernah diajak kesitu, karena gak akan dibilangin deh...I trusted them..!!

Makanan favorit gue kalo disitu? Hainan Chicken Rice sama Calamary, try them out u guys...! hehe..minumannya? hmm...draft beer, blind mellon atau frozen margarita...hehehe...mereka udah hafal, jadi kalau gue datang, tinggal duduk, mereka tanya deh, mau apa hari ini? Draft apa margarita apa BM? hehehe...

HRC juga jadi tempat gue ngeliatin pengunjung lain yang suka antik antik tingkah lakunya, ada yang serasa jadi raja, ada yang 'lucu lucu ' deh diperhatiinnya, jadi inget kejadian sama orang Korea waktu sama Irvan di bar , begini ceritanya (tsaaah...kekekeh) :
waktu itu gue lagi ngobrol sama Irvan, datang satu orang co korea, dia duduk disebelah gue trus bilang gini ke Irvan,
Co Korea (CK) : I am hungry but not too hungry, suggest me something to eat
Irvan (I) : hmm, why don't you try our sandwich list
CK : what kind of sandwich?
I : why dont you try hot dog?
CK : what is hot dog?
I : a bun , with vegetables, with french fries and sausage
CK : I think I want that one, I order one hot dog
I : Ok
trus gue sama Irvan ngelanjutin ngobrol lagi sampai order hotdog co korea itu datang, dan dia makan dengan lahap. Semua dimakan kecuali sosisnya. Bingung kan Irvan, trus nanya deh dia
I : you like hot dog?
CK : yes , thank you, I enjoyed it.
I : but why dont you eat the sausage?
CK : eh..oh...sorry, that's the only part of the dog that I don't like



Dan banyak lagi cerita cerita lucu lainnya, nanti gue posting lagi kalau lagi inget yah...

Eniweei...pingin nulis aja tempat favorit gue







# balik ke atas#
I've made a peace with myself.
# balik ke atas#

Wednesday, May 14, 2003

brasa salah mode set on

Dalam hati saja
(warna)

Kau pernah katakan rasa rindu semua hanya padaku
Kau juga ungkapkan rasa sayang tuk yakinkan hati ini

Mengapa kini tiada, sehangat seindah dulu...?

* Andai rasa itu pergi, salahkah aku dengan sgala anganku?
Andai rasa itu hilang, biarkan aku rasakan indah cinta
Dalam hati saja...

Mengapa kini tiada, sehangat seindah dulu...?

Kucoba menghapus bayang-bayang
Masih ku bertanya
Adakah arti aku menunggu bila semua kini tak menentu?
Kuragu...

Bantu Aku
by: KLA Project

Biarku utarakan saja
Segenap rasa mengendap di dada
Lewati desah nada lagu
walau sumbang terasa sendu
siratkan seribu makna
bagimu dambaan jiwa

Masih tetap terjaga s'lalu
sebentuk cinta kasihku buatmu
Sejak kau tanamkan harapan
kusambut dan membuka tangan
tega kau buyarkan impian

Bantu aku lari dari bayangmu
hasrat melupakanmu
usah lagi senyum sapamu mengganggu
Engkau bukan untukku

Terlanjur aku terjatuh
mencoba bangkit dan berjalan lagi

ps. waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal. Engkau memang bukan untukku.mengapa harus menempuh sejauh ini, baru kita sadar kalau bukan pada tempatnya kita saling memiliki.Bayangkan saja huruf X, hidup kita mungkin harus seperti itu. Dari dua arah yang saling berlawanan, bertemu di satu titik untuk kemudian saling menjauh.
# balik ke atas#

Tuesday, May 13, 2003

Just a thought

Duduk sambil mencangkung kaki di pinggir danau.
Biru airnya.
Disekeliling banyak pohon-pohon pinus yang hijau.
Tinggi menjulang.
Kadang terdengar suara burung berkicau.
Sungguh sepi.
Sungguh sunyi.

Saya lalu bertanya dalam hati.
Sebab kalau berbisik, saya takut mengganggu keheningan.
Bertanya.
Sebenarnya saya ini ada untuk apa.
Saya ini ada buat apa.
Saya ini ada untuk siapa.

Disaat seperti ini.
Saya merasa sendiri.
Tapi tidak sepi.

ps. jadi ingat waktu duduk sendiri . jadi ingat juga waktu muncul pikiran. bila satu saat nanti saya mati. jangan kuburkan saya. tapi bakar saja. lalu tolong tebarkan abu saya. di suatu tempat yang biru. yang sejuk dan sunyi. biar abu saya bisa melayang bebas. melayang sejauh kemana angin hendak bertiup
# balik ke atas#

Monday, May 12, 2003

resah mode set on

Jauhhhh...jauhhh...jauhhh

Sekarang ini yang ada di otak saya, adalah bagaimana caranya untuk pergi sejauh jauhnya, meninggalkan segalanya, lalu menuju ke suatu tempat yang baru, lingkungan yang baru, situasi dan kondisi yang baru, orang orang yang baru dan tidak mengenal saya, dan tidak lagi berhubungan dengan orang orang yang pernah hadir dalam garis hidup saya, baik yang bersisian, bersilangan atau saling menjauh.

Jangan tanya kenapa. Sebab inilah yang membuat saya berhenti berbicara untuk beberapa saat. Sebab akhir-akhir ini saya merasa terkekang. Terikat. Tidak bisa kemana-mana. Dan itu membuat saya resah. Saya ingin berlari. Saya ingin bebas. Saya ingin pergi


# balik ke atas#

Sunday, May 11, 2003

This is for my mom

Ja ja ja..gue tau, kalo 'mother's day' gak rame disini, yang rame 'hari ibu' yang menurut gue salah tanggep, karena sebenernya gak ada sangkut pautnya sama sekali sama tujuan 'mother's day'.

Cuma dalam rangka 'mother's day' gue mo nulis tentang my mother, ibuku, mamaku, nyokap gue, dan panggilan lainnya.

Gue biasa manggil dia: nyokap , mulai dari waktu film catetan si boy ngetop dulu, dimana istilah bokap nyokap mulai ngetrend :D dan karena dia gue panggil nyokap, nah bapak gue yah jadi bokap, tapi itu panggilan kalo gue lagi ngomongin dia sama temen2 gue, kalo manggil dia, tetep aja, MAMA...:P

Nyokap gue itu wanita karier, dari dulu..dari gue mulai bisa nginget. Gue masih inget, dulu waktu gue masih TK, gue bangun tidur, dia udah gak ada, dan waktu gue pulang sekolah, dia blom ada, dan waktu gue udah mau bobo (tsah..bobo, :D iyalah, tan macih teka..) dia baru pulang. Tapi baju seragam gue, sarapan pagi gue, selalu udah siap di samping tempat tidur gue, lengkap dengan kaos kaki dan sepatu gue. Gue baru liat dia seharian kalau sabtu minggu. Dimana itu waktunya dia nanyain tentang sekolah gue. Dia juga yang ngajarin gue baca, beli majalah bobo , yang dia bacain buat gue di hari sabtu atau minggu. Yang akhirnya gue 'harus' belajar baca sendiri, karena dia ngancem gak mo lagi beliin gue majalah kalao gak bisa baca sendiri. Gue inget banget, yang pertama tama gue baca itu "Bona , gajah kecil berbelalai panjang", dia bingung, karena waktu dia pulang dari pasar, gue suruh dia duduk, dan gue bacain sehalaman, dan akibatnya sejak saat itu, dia musti beliin gue majalah terus, karena biasanya sehari udah abis gue baca

Dulu gue sempet 'bertanya tanya' dalam hati, kenapa mama gue harus kerja, jadi ngga sempet nganterin dan nungguin gue sekolah, sementara mama-mama lainnya kog bisa nungguin anaknya seharian ? sampai akhirnya gue tanya sama dia, mau tau apa jawaban dia ? gini jawabannya ," Mama mau kamu bisa sekolah setinggi tingginya, dan itu perlu biaya yang besar, jadi mama harus kerja, trus sama sama papa ngumpulin uang untuk kamu sekolah, atau kamu lebih suka mama duduk disekolah seharian seperti mamanya si itu atau si ini ?" , dan waktu itu, gue lebih suka nyokap gue kerja, daripada duduk di sekolah seharian, ngerumpi atau lain2 gitu , NGGA PRODUKTIF (gile kan cara mikir gue dari kecil, haha...). Jadi abis dijawab seperti itu, gue gak pernah lagi complain sama dia kalau dia ngga sempet nungguin gue di sekolah. Dan kalau ada 'nyokap2 iseng yang kurang kerjaan' sempet-sempetnya nanya, " Kog mama kamu ngga pernah ada sih?", gue pasti jawabnya gini, "Wah tante, mama saya kerja sih, ngga kayak tante nganggur", kekeke...
Dan situasi seperti ini terus, dari gue TK, sampai SD, alhasil, gue punya 'beca' pribadi buat anter jemput gue sekolah, dan 'mak Inah', pembantu yang bertugas nganterin gue ke sekolah, ke pesta pesta dan lain lain.

Gue sempet bikin salah sekali dalam hal ini, waktu gak tau kenapa, nyokap gue ternyata pulang cepet, trus ada acara ulang tahunan temen sekolah, waktu itu gue kelas 1 SD, dan waktu dia nawarin untuk nganterin gue, gue jawab gini, "Wah Mam, jangan deh, nanti tante-tante disekolah bingung lagi, kog bukan mak Inah yang nganterin, kan repot jawabnya nanti", waktu itu dia sempet nangis, dan gue bingung, kenapa dia nangis, gue ngomong apa kog dia jadi nangis, dan waktu gue tanya, kenapa dia nangis, nyokap gue tambah keras nangisnya, dan terus meluk gue, maafin ya Mam, gak sengaja bikin mama nangis waktu itu Habis itu, gue janji untuk gak lagi bikin dia nangis, karena waktu dia nangis, sedihnya berlipat lipat yang gue rasain.

Nyokap gue itu orang yang berpikir maju , bukan karena dia nyokap gue makanya gue puji puji kayak gitu, tapi gue liat dan rasain kenyataannya, gue inget waktu gue tanya, "Mam, boleh gak kalau nanti aku ngga mau married?" gue yakin emak emak yang lain bisa step kejang kejang kalau anak perempuannya nanya seperti itu, tapi nyokap gue (nyokap sapa doloooook... ) bilang gini, " Boleh, kalau kamu kerja, kamu bisa menghidupi diri kamu sendiri, ngga bikin orang susah, boleh, itu hidup kamu kog, tapi kamu harus ingat, disini, belum lazim perempuan ngga menikah, jadi kalau ada yang ngomongin kamu, jangan marah, itu resiko, karena kamu memilih untuk melakukan jalan hidup kamu." , tinggal gue ngangguk ngangguk, sambil ngomong dalam hati, awas aja kalau ada yang berani ngomong kayak gitu, gue 'dzigggggh...', kekeke.... dan gue yakin nyokap gue tau apa yang gue ngomongin dalam hati itu..

Menurut nyokap gue, menikah atau gak menikah, itu pilihan hidup seseorang. Hak asasi orang yang ngga boleh diganggu gugat sama siapapun, termasuk orang tua. Kalau ada yang bilang, kalau ngga nikah, nanti tuanya susah, itu belum tentu. Karena kewajiban orang tua untuk menyekolahkan anaknya sampai bisa bekerja dan berdiri sendiri. Tapi bukan hak orang tua , untuk menuntut anaknya 'memelihara' orang tua setelah itu. Berbakti kepada orang tua, itu pilihan sang anak. Bukan merupakan kewajiban.

Nyokap gue juga yang mendorong gue untuk punya rumah sendiri. Dia gak terpaku pada pakem, kalau anak belum berkeluarga, ngga boleh tinggal sendiri. Dia bilang, dengan punya rumah, dengan tinggal sendiri, orang mau gak mau harus belajar mandiri. Yang kelak bisa sangat berguna buat menghadapi hidup.Nyokap gue cuma mesen, supaya baik baik sama tetangga karena dia yang paling tau sifat gue yang notabene dapetnya dari dia juga . Biar sekarang dia juga tau, kalau gue sering pulang, artinya gue lagi ada masalah tapi dia menghargai privasi gue dengan tidak nanya nanya, dia biarin aja sampai gue cerita sendiri ke dia, karena dia tau, kalau gue udah berasa masalah itu terlalu berat buat gue selesaiin sendiri gue bakalan cerita sendiri ke dia

Gue memang tidak masuk kategori anak penurut. Gue bahkan jadi rebel di rumah, semua omongan orang, ngga akan gue percaya kalau belum gue coba sendiri. Tapi jangan coba coba buat ngutak ngatik orang tua gue, terutama nyokap, kalau ngga pengen pake gigi palsu sebelum waktunya

Dan sekarang, diwaktu dia udah gak terlalu sibuk lagi, dan diwaktu gue udah mulai berdamai dengan segala marah dan tanda tanya yang ada dulu, kita jadi sering jalan berdua, shopping berdua, dan waktu waktu dimana gue ketemu nyokap gue, biar udah tinggal misah, jadi waktu waktu yang paling gue harap2 dan kangenin, dan yang jelas, masakaaaan dia palengggg tobbbbbb (pake b).

Pada dasarnya nyokap gue itu sama seperti halnya nyokap nyokap lainnya (eh tapi gak tau juga deh...gak pernah punya nyokap lain soale, kekeke..) dia punya obsesi, dia punya cita cita sebagai orang tua terhadap anaknya, dari dia juga gue 'ngewarisin' beberapa sifat gue yang sekarang, hehe...

Tapi cuma nyokap yang gue percaya sebagai 'screening' cowok cowok gue, kalo dia tingkahnya udah gak ngenakin, biar gue awal awalnya ngelawan, pasti bener deh, jadi hanya beberapa yang gue kenalin sama dia, itu artinya gue serius, kalo gak gue kenalin, itu artinya, gue sendiri gak yakin, kalau itu jadi calon yang kompeten, kekeke...

Gak cukup punya kata kata buat ngelukisin dan ngejelasin siapa dan bagaimana nyokap gue itu ,yang jelas, gue sayang banget, gue hormat banget, I look up to her on everything, and someday...I want to be like her...

Mam, I love youuuu...so so much. Maafin yah mam, kalau selama ini udah bandel, udah sering gak denger apa yang mama bilangin, tapi biar bagaimana, u got to let me be myself first, gak mo janji buat gak bandel karena gue pernah denger nyokap gue bilang sama temennya kayak gini, " Kalau ngga bandel, rasanya bukan anak saya. Tapi biar dia bandel, saya percaya kalau dia tau mana yang baik dan yang buruk. Bandel bandel gitu, anak saya jagoan iho...liat dulu sapa mamanya.." , hehehe....

Luv ya Mam..
# balik ke atas#
Silent mode set: on

Udah beberapa hari ini , gue menolak buat bicara. Dunno why. Jangan tanya. Banyak yang ada di pikiran gue yang mau gue omongin. Tapi gak ada yang bagus satu juga. Jadi gue memilih buat gak bicara sama sekali.
Buat yang dah susah susah telp gue, maap yah..., sms aja deh , gue masih mending ngetik daripada disuruh ngomong.
Bukan sombong ato apa. Tapi beneran gue ilang mood buat ngomong. Apalagi buat ngobrol.
Nanti kalo mood ngomong gue dah balik, gue yang telp deh. Otreeh?
Makaseeh.
# balik ke atas#

Thursday, May 08, 2003

Sempet ngerasain nggak?


Profil Anak Jkt Taon 80-an :

1. Sewaktu SD mengalami perpanjangan tahun akademik1978/79
2. Masih ngerasain acara 12 Pas, Catatan Si Boy, Pro Kamu, ataupun di Prambors 666AM.
3. Ikut naik atap rumah untuk ngeliat Cilandak menyala
4. Pernah ada yg ngajakin nongkrong di Dairy Queen Blok M Melawai
5. Pernah punya textbook dgn tulisan 'Sesuai Kurikulum 1975'
6. Ikut panik ketika Turbo diisukan meninggal karena Head Spin
7. Ikut 'rush' borong kaset ke Aquarius Mahakam atau Duta Suara pada
malam 31 Juni 1988 (karena esok harinya harga kaset naik dari Rp. 2.750,- menjadi Rp.4.500,-/Rp5.000,-)
9. Pernah ngerasain sekolah setengah hari karena :
a) Ada pertandingan Muhammad Ali vs Larry Holmes (1980)
b) Wajib nonton Janur Kuning (1981)
c) Wajib ikut apel akbar Wajib Belajar di Stadion Utama Senayan mei 1984)
d) Wajib nungguin parade api PON (1988)
10. Pernah punya salah satu produknya Nike (sepatu, kaoskaki,singlet...)
11. Bosan nungguin gerhana matahari total yg ternyata lamanya minta ampun
12. Ikut menjadi peserta Pilot Project, serta mempromosikan Kesegaran Jasmani
13. Banyak mobil yang bannya di ceperin trus ada stiker tulisannya"Turbo" atau "Mugen Power"
14. Pernah punya sepatu merek Lotto atau Panther
15. Pernah dapet pembagian Susu Ovaltine atau Milo di sekolah,gratis loh.....
16. Channel TV cuman TVRI doang
17. Kalo hari minggu nonton "Little House On The Prairie"
18. Anak-anak cewek pada demen sama produknya Sanrio, Hello Kitty, My Melody, Little Twin Star, etc
19. Pernah ngeliat "Sepatu Bandung" model-model 'All-Star' dipenuhi dengan label-label pakaian tapi warnanya luntur kalo dicuci ditambah aksesori tali-tali sepatu yang nggak kalah ajaib warna dan motifnya
20. Kalo pake celana jeans, dilipet sampe pas dibawah dengkul, pake slayer, kemeja flanel kotak-kotak yang dikancingin cuman satu paling atas, sambil nenteng-nenteng tas sekolahan buatan JayaGiri atau Alpina
21. Pernah punya sepeda BMX yang ditinggiin setiang listrik. Minimal pernah temenan sama yang punya.
22. Masih hapal nama tokoh2 di film si Unyil
23. Di kepalanya masih terngiang-ngiang lagu 'Suzanna'-nya The Art Company
24. Pernah nongkrongin video rental untuk dapetin episode terbaru serial Voltus atau Goshogun.
25. Pernah nyewa film Ikkyu San di video rental dari no. 1-5, tapi abis itu kecewa soalnya nomer selanjutnya kagak diproduksi lagi.
26. Pernah ikut-ikutan BreakDance dan maen Sepatu Roda...
27. Nonton The Legend of Condor Heroes di videotape yg berformat BETA...
28. Pernah ngedengerin lagu 'Madu dan Racun'-nya Ari Wibowo ama Kugadaikan Cintaku' nya Gombloh...
29. Demen ama drama Losmen, Rumah Masa Depan.
30. Dipinggiran jalan suka ada coretan Destroyer, Tee-Ice, dsb.
31. Suka ama klip musik video Top Pop 10, 15, dst.
32. Rambut John Taylor duran-duran digandrungin banget.
33. Ngadu biji asem, sampe dibakar biar kuat asemnya.
34. Main kwartet kalo pulang sekolah.
35. Kalo'nggak pake' abonemen, bayarnya bisa Rp. 25,-
36. Punya buku kenangan yang kebanyakan ngisinya diakhiri dengan "Don't forget to remember.." , "Salam kompak selalu"
37. Hafal lagu-lagunya Queen.
38. Gandrung sama grup Chaseiro-nya Chandra Darusman and PSP (Pancaran Sinar Petromax ), grup dangdut anak-anak UI.
39. Suka pake tatto bonus dari lolipop chuppa chups.
40. Kalo nonton konser, yang manggung perform repertoar band panutan, kayak Cockpit/Fredy Tamaela jadi Genesis/Phil Collins, Ikang jadi Rod Stewart (suaranya diserak-serakin sampe jadi serak beneran)
41. Saben taon kudu nyari tiket Guruh & Swara Mahardikanya
42. Fariz RM masih nggebuk drum
43. Hafal kata2nya semua lagu dari kaset Sabda Alamnya Chrisye, bahkan yg aneh2 dan sok Kawi (karangan Guruh)
44. Taman Kodok sentra breakdance
45. Pernah dipaksa study tour ke TMII dan kudu bikin karya tulis padahal nongkrongnya di tukang teh botol
46. Baca komiknya Trigan di majalah Hai
47. Rambutnya di-punk rock, rada jriwis2 kayak Kim Wilde tapi ada bagian yg panjang dikepang kecil2 kayak Adam Ant dijepit/digantungin aksesori kecil2 berwarna-warni.
48. Bajunya lengen pendek tapi digulung2 lagi kayak preman, padahal nggak ada ototnya.
49. Sempet ikut panik waktu ada "sanering" kecil2an, waktu nilai rupiah sempet jeblok. Padahal nggak ngaruh sama uang jajan. Tetep aja nggak cukup.
50. Nonton Sarinah kebakaran, soalnya jaman dulu belom musim bakar2an yg gede2.
51. Sempet nangis waktu dinosaurus temennya kumkum mati (filmserikartun)
52. Ngumpulin poster dari majalah Gadis
53. Hari Kartini kudu nyewa baju daerah (mudah2an sekarang enggak usah)
54. Yang cewek kaos kakinya ada kepala bonekanya
55. Pada bangga banget pake jam digital, biar ALBA juga
56. Kalo upacara nyanyi Satu Nusa Satu Bangsa, refrainnya suka ditambah2in sendiri "In..."
57. Di sepanjang jalan Sabang lagunya Fiesta Forever mulu. Owner of the Lonely Hearts. Karma Chameleon.
58. Keranjingan lagu GUCCI dan WE WANT SOME PUSSY
59. Pada rame2 beli walkman (baru keluar sih)
60. Pada rame2 beli skateboard lengkap sama tempurung lutut-sikunya,padahal maen otopet aja nggak becus
61. Kartu kwartetnya yg superhero lokal, Gundala Putra Petir, Kregah Manusia Batu,Pangeran Mlaar, dll.
62. Masak nyewa video Beta-nya klip musik, mending Dallas atawa Silat...
63. Cewek2 mesen sepatu kain dari Justine Bandung...pas becek pada memble....
64. Gara2 John Tralala jadi saban pesta kudu nyewa peralatan disko...
65. Bolos waktu gunung Galunggung meletus... padahal jauh...
66. Sempet panik waktu ada kerusuhan di senen/lapangan Banteng waktu Oma Irama kampanye PPP... maklum belom berpengalaman rusuh
67. Sempet kagum sama Imaniar dkk "The Kids"
68. Semua kasetnya Vina dikoleksi...bakal nggantiin koleksi Sanggar Cerita....
69. Tiap acara lebaran di TVRI, yang ditunggu-tunggu adalah operet Papiko-nya Titik Puspa
70. Punya koleksi komik Nina nggak? Harus lengkap loh!
71. Tau kalau di AHA ada apple pie yang enak banget. Sekarang udah nggak ada lagi.......
72. Dulu belum ada mall, jadi jalan-jalannya di plaza seperti di RatuPlaza, trus, bangga banget kalau hari Senin bisa cerita ketemen-temen habis belanja sama ortu di Gajah Mada Plaza
73. Kalau ke disko harus dandan habis, pakai anting yang lebih gede daripada daun telinga, pake head band warna warni, Trus ke mana ya.... oh, ke Ebony, Musro,Stardust, Fire.......
74. Waktu SD, harus udah pernah makan di KFC. Aduh, konsumtif sekali.
75. Dulu bisa ke Duta Suara bawa 10.000 perak dan borong 10 kaset.
76. Harus punya koleksi LCLR Prambors dan hapal lagu-lagunya.
77. Harus punya turtle neck! Biar mirip sama yang di majalah Gadis
78. Jangan pura-pura lupa yang suka sok macho dan sok outlaw (cewek termasuk!) kalo pake sepatu, bagian belakangnya diinjek...
79. sempet maksa pagi2 lari pagi di senayan rame-rame (bareng Indra Safera) padahal cuman numpang nongkrong & makan bubur.
80. Sempet lihat priok membara (kerusuhan tanjung priok) semuanya panik
terus sekolah diliburin, maklum pertama kali lihat kerusuhan. (12 September 1984)
81. Sempet ngerasain punya buntut dirambut, terus buntutnya dikepang atau dipakaiin pita.
82. Nungguin kuiz siapa dia-nya Olan Sitompul di TVRI (abis kuiz jarang bener)
83. Ngerasain nungguin acara Kamera ria Safari + Lawak Bagio CS diTVRI
84. Sempet liat Alex Komang dapet piala Citra
85. Wajib nonton Liem Swie King main bulu tangkis, jago loh...
86. Sekolah diliburin nonton peluncuran satelit Palapa yang pertama diTV.
87. Hapal semua nama adik2 nya Cuplis....
88. Punya topi Jepang yang warna-warni, dengan buntut panjang
89. Senangnya nungguin acara Film Cerita Akhir Pekan
90. Nonton acara Sanggar Cerita di TVRI tiap sabtu
91. Nggak tahu teks lagu Garuda Pancasila, pas bagian "...pribadi bangsaku..."
92. Suka di suruh ikutan latihan Nari di sekolah.
93. Pake kaos kaki, tapi digulung, di linting..
94. Kalau karet kaos kakinya kendor, suka di pakein karet gelang, ntarpas pulang sekolah, ada tanda merah di betis.
95. Pernah ikutan karnaval pake kumis-kumisan di acara 17 Agustusan
96. Punya gambaran produksi GK (Gunung Kelud), yang dibelakangnya teks lagu Unyil
97. Ngotot pake rambut ala "Lady Dy" , pantes gak pantes
98. Ngelurusin rambut yang kriwil pake catok yang kayak jepitan es panjang
99. Pake baju model "balon"
100. Pake semi jas selutut kalo lagi ke disco

hehehe....kayaknya baru kemaren, tapi ternyata udah 20 tahun lebih, waaaaah...cepatnya waktu berlalu yaah....



# balik ke atas#

Wednesday, May 07, 2003

Setahun yang lalu.

Tanggal : 7 Mei 2002
Lokasi : HRC Jakarta
Jam : 11.00 WIB

Hehe....setahun yang lalu, gue ketemu satu orang, setelah ngobrol beberapa waktu di chat. Tempat, lokasi dan waktu seperti tercantum di atas. Biar mula-mulanya ketemu sama tukang sayur dan tukang ikannya HRC, haha....

Tau gak? Waktu itu sempet bertanya-tanya di dalam hati, seperti apa yah orangnya? enak gak yah diajak ngobrol..? Bisa nyambung gak yah nanti obrolannya ? Pokoknya sejuta satu pertanyaan ada di otak gue. Sempet ragu juga, apa bener gue mau ketemu, nanti kalau ngga enak gimana ? nanti kalau ternyata hasilnya ngecewain gimana? berarti sia-sia dong selama ini obrolannya?

Lagi ngeliatin elevatornya HRC yang belum jalan, trus tukang ikan dan sayurnya HRC yang lagi sibuk ngangkutin grocery, sambil ngedumel dalam hati, wah , awal2nya aja dah gini, pasti rese deh nanti2nya.., naik satu orang laki-laki, pakai baju rapi, biru, pantalon cream, kacamata, agak kurus, rambutnya crew cut, trus punya PD yang gede banget, soalnya dia ngeliatin gue dengan yakin, agak sebel juga gue ngeliat caranya ngeliatin gue, sapa lagee seh neh..?? dumel gue dalam hati. Laki-laki itu cengar cengir, gue yakin suyakin yakinnya, kalau waktu itu, muka gue pasti galak (haha...)

" Evy ?" lalu dengan yakin, dia nyodorin tangannya, ngajak salaman. "Kog tau?" gue tanya gitu, "Yakin, sapa lagi yang ke HRC jam segini kalo gak janjian" gitu jawabnya, hehe...

Lha ? itu yang pertama tama ada di otak gue, haha..., ini toh orangnya? hehe..gak kebayang gimana kalo tadi keburu gue semprot, hahah.., jadi sambil salaman, gue jadi mikir, hmm...dah selesai satu, dan seperti biasa, gue percaya first impression gue, dan nilainya positif, ok, let's carry on then...

Dia jadi ikutan bengong, ngeliat tukang sayur dan ikan ngangkutin barang, hehe...

"Blom buka HRC-nya" kata gue, sambil nunjuk ke elevator yang masih mati.

"Hmm..kalo gitu gimana kalo kita ngopi? gue belum ngopi nih"

Otak gue ogeb mendadak, kopi..dimana yah kopi?
"Oh eh..paling di foodcourt"
"Ok, hayoo..!" gitu katanya , hehe..

Trus kita ke foodcourtnya Sarinah. Dia nanya, mo minum apa? Capuchino, kata gue gitu, Ok, trus dengan yakin gue mesen, " Dua capuchino mbak", trus duduk deh kita. Lagi duduk, haha...kebiasaan gue, jadi mendadak 'diem' kalo baru ketemu orang, gue rasa dan yakin kalo itu orang pasti ngakak2 dalam hati, trus buat nambahin grogi gue, dia ngusap keringat di dahi gue, Nah iho.., " Grogi yah?" , dia bilang gitu sambil nyengir, lhaaaa..., haha...

Capuchino datanggg...lumayan buat ngalihin grogi, hehe..trus dengan gerakan teratur, dia nyobek gula, nanya, mau berapa? satu aja, kata gue, gula dituang, capuchino gue diaduk, trus disodorin, hmm...hehe..minum capuchino sambil ngobrol, atau lebih tepatnya dia yang ngomong, kan dah janji :P, gue cuma ngeliatin dengan takjub, ohhhh, ini toh orangnya, ja ja ja..hehehe.., kopi udah mau abis, baru dia ngeh, "Laaah, loe kan gak boleh minum kopi", hahaha...baru ngakak gue, trus mo digebot gue pake majalah yang dia bawa (bawa2 majalah pak? obat grogi yah? hahaha...), ngobrol ngobrol lagi, kopi gue disingkirin jauh jauh sama dia, hahaha.., trus kita ngelanjut ke HRC, seperti rencana semula.

Sampai di HRC, yang ada gue diteriakin, " Ngigo gimana loe? siang inii..", sementara gue nyengir asem, gue juga tau siang, trus duduk di ujung kiri main bar, hehe...dia ngelanjut ngomong lagi, lagi dengerin orang ngomong, datang Sonny, Hanny, Hera dan Vera, temen2 gue yang ‘nyeleneh’ dan susah diterima keadaannya sama umum, nah ini dia, pikir gue, kesempatan lain buat liat reaksi dia dan seperti biasa, mereka juga takjub liat gue siang2 ada di situ, hehe.mereka trus join di meja kita, kenalin mereka satu satu, sambil gue ngeliatin reaksi dari 'temen baru' gue, hehe..., hmm...dia bisa ikutan nyamber, bisa ikutan join dengan omongan mereka, good..., another extra point, trus bisa ikutan ngegodain gue waktu Hanny ngeledek gue, hehe..., sampai akhirnya anak2 HRC yang jadi takut kalo mereka ngeganggu

Oya, dia juga nyobain ' Hainan Chicken Rice' , yang akhirnya cuma dicuilin ayamnya aja, dan alasannya waktu itu, masih kenyang, sebelum pergi udah makan, yang di kemudian waktu, baru ngaku, kalo menurut dia rasanya anyep, hehehe..

Jangan tanya ngobrolin apa aja waktu itu, gue gak inget, hehe.., saking grogi, huhuhu..., gue inget dia cerita anak keberapa, trus sedikit tentang kerjaannya, tentang temen2 kita anak chat, makan jeruk bareng, hehe..., trus gue cuma inget ngenalin dia sama Lia, bartender, hmm..Dringo, Hanny, Sonny, Hera dan Vera, yang jelas waktu liat jam, udah jam 4 sore, hehe.., gila juga, 12, 1, 2, 3, 4...., weleh ngobrol 5 jam, hehe...,

"Mo balik?"
" He eh dah sore"
" Ok, yuk !"

Trus keluar deh, sampai di tangga, dia ngulurin tangan lagi, hehe..(dalam hati gue, kayak kondangan..kekeke...), mikir dalam hati, hmm..., hmm....dan hmmmmmm.......(hehe...), nyambut uluran tangannya, narik dia pelan2, trus meluk, dan cium pipinya...:)

gue cuma berasa dia agak ngejang dikit (kekerasan apa yah gue meluknya, kekeke..) trus jadi rileks pelan2, yang jelas pipinya dingin, hehehe...(sebenernya mau ngebisikin waktu itu, grogi juga yah pak? hehe...), eh trus dia cuma "hmm..." gitu, trus ngecup dahi gue, lhaaaaa..? hehehe..., gue tau kog, muka gue pasti 'merah angus', hehe.., "Ati ati yah..." gitu pesannya, hehe..

Jadi setahun yang lalu, gue ketemu untuk pertama kalinya sama orang yang tadinya jadi temen gue ngobrol di chat lalu jadi sahabat gue sampai sekarang.

So, "beep"/ "beep"/ "beep"/ "beep"/ "beep", a.k.a. 'beeeeeeep', hehe...happy 1st friendship anniversary ya...

Baru setahun.... kalau anak-anak baru belajar jalan, masih tertatih-tatih, masih banyak jatuh bangunnya, masih banyak lagi brantem ato apapun itu namanya yang bakalan kita hadapin, jadi plss...be patient with me, hehe..kita berdua manusia 'susah', susah dimengerti, susah ngerti juga, ibarat batu, kalo diadu, yang ada justru api.

Terima kasih, setahun ini, gue belajar sangat-sangat banyak dari loe, kalau komunikasi kita malah tambah jarang, seperti yang loe bilang kemaren, gue jadi gak pernah telp, tapi pls always bear in your mind, that I will always be here, anytime, for you. Just whistle if you need me, hehe...(kayak komik lucky luck, hehe...) and I'll be there.

Gue juga tau setahun ini, kayaknya gue banyak bikin susah, banyak bikin masalah (GR yah gue, kekeke..), maaf yah kalo emang bener, never intended to do that to you..., jadi from the deepest part of my heart, sorry..for all the troubles .

Most of the time, gue suka 'kangen' sama waktu-waktu dimana kita bisa ngobrolin macem macem, tapi gue juga sadar kog, kalo loe sibuk, hehe..., jadi, ya, I'm sure we can find the time to do that again , someday, sometime..

Thanks for all the good times, thanks for being my pall, thanks for trying to understand me all these times, thanks to be 'you'.
(hehe...'cengeng' mode dah set on neh...).

I'm happy to have you, and I'm glad to know you, (and while I'm crossing my fingers, I am hoping ) hopefully till whenever ...

# balik ke atas#

Monday, May 05, 2003

7 RESPON DASAR OTAK

1. RESPON HIDUP DAN MATI
Respon yang paling dasar, bahkan binatangpun memiliki respon ini, lewat respon ini, hidup diproyeksikan sebagai rimba perjuangan dengan satu tujuan, bertahan hidup.

2. RESPON REAKTIF
Ini adalah upaya otak untuk menciptakan identitas, setelah tahap pertama, maka muncul kebutuhan yang lebih kompleks, yakni ke-aku-an, kepemilikan, ini juga perkenalan pertama manusia dengan konsep kekuasaan, aturan dan hukum.

3. RESPON RELAKSASI
Ditengah hiruk pikuk dunia materi, otak yang senantiasa aktifpun menginginkan kedamaian,tenang dan keyakinan bahwa dunia luar bukanlah sumber segalanya ketika ia mulai berpaling ke dalam, maka muncul respon ke empat.

4. RESPON INTUITIF
Otak mencari info keluar dan juga kedalam, pengetahuan eksternal bersikap obyektif, dan yang internal bersikap intuitif, pada tahap ini , manusia mulai bersandar pada apa yang ada di “dalam”

5. RESPON KREATIF
Manusia dimampukan untuk mencipta, mengekplorasi fakta, kemampuan ini datang dalam momen yang penuh keajaiban yang sering disebut inspirasi, manusia berkaca ada Sang Pencipta, dan melalui refleksinya , manusia mencicipi peran sebagai kreator.

6. RESPON VISIONER
Otak memiliki kemampuan kontak langsung dengan “kesadaran murni” yang sama sekali tidak ditemukan di dunia materi, pada level inilah sering terjadi apa yang namanya mujizat, dan fenomena fenomena magis.

7. RESPON MURNI.
Otak kita berawalkan dari satu sel yang tidak memiliki fungsi fungsi otak, ia berawal dari satu cercah kehidupan, tak terkategori, sekalipun ada sistemasi bilyunan saraf yang tergantung pada otak, tapi otak sendiri tidak kehilangan akarnya pada kemurnian, itulah sumber yang sesungguhnya, sesuatu yang tidak perlu berpikir, namun ada.

Melalui ketujuh respon ini, manusia melihat dunia terbentang untuknya, dan apa yang ia lihat tergantung respon mana yang ia pergunakan, otak adalah alat yang disediakan bagi manusia untuk bermain dengan hidup, dimana manusia menentukan sendiri permainannya.

Momen ( menurut para spiritualis)

Masa lalu dan masa depan adalah distraksi, menarik manusia ke dalam abstraksi mental yang tidak nyata, tidak ada yang lebih penting daripada saat ini.
Karena itulah momen saat potensi termanifestasikan, hanya pada saat ini manusia mampu merasakan masa lalu dan mewujudkan masa depan, saat ini selalu memperbaharui dirinya tanpa batas, tapi begitu manusia terjebak dalam linearitas, maka manusia selamanya mengambang di pemahaman hidup yang paling dangkal. Jadi tidak ada gunanya untuk menyesali masa lalu dan mencemaskan masa depan, kalau mati dan hidup jadi pengalaman, dimanakah kita waktu tidak menjalani keduanya ?
“ Bersama Yang Tak Pernah Hidup dan Tak Pernah Mati”.”

"We must recognize the fact that mankind cannot get on without a certain amount of absurdity, that absurdity is an element of existence, and illusion indispensable; as indeed other aspects of life testify."
Schopenhauer, the pessimist's handbook, 312


You Have the Power to Turn Things to Stone!


What's Your Magic Power?
brought to you by Quizilla

hahaha..separah inikah gue? Ja ja ja...

# balik ke atas#

Thursday, May 01, 2003

Con Te Partirò

Quando sono sola sogno all'orizzonte
e mancan le parole, si lo so che non c'e luce
in una stanza quando manca il sole,
se non ci sei tu con me, con me.
Su le finestre mostra a tutti il mio cuore
che hai accesso, chiudi dentro me
la luce che hai incontrato per strada.

Ref:
Time to say goodbye.
Paesi che non ho mai veduto e vissuto con te,
adesso si li vivro. Con te partiro
su navi per mari che, io lo so,
no, no, non esistono piu,
it's time to say goodbye.


Quando sei lontana sogno all'orizzonte
e mancan le parole,e io si lo so
che sei con me, con me,
tu mia luna tu sei qui con me,
mio sole tu sei qui con me,
con me, con me, con me
.

Ref:
Time to say goodbye.
Paesi che non ho mai veduto e vissuto con te,
adesso si li vivro. Con te partiro
su navi per mari che, io lo so,
no, no, non esistono piu.


con te io li rivivro. Con te partiro
su navi per mari che, io lo so,
no, no, non esistono piu, con te io li rivivro.
Con te partiro

Io con te.


I do not love you as if you were salt, rose or topaz
Or the arrow of carnations the fire shouts off.
I love you as a certain dark things are to be loved
In secret between the shadows and the soul
I love you as the plant that never blooms
But carries itself the lights of hidden flowers.
Thanks for your love a certain solid fragrance
Risen from the earth, lives darkly in my body
I love you without knowing how or when or from
I love you straight forwardly without complexities of pride
So I love you because I know no other way than this
Where I doest not exist nor you.
So close that your hand on my chest is my hand
So close that your eyes close as I fall asleep.


Maaf...

Maaf..saya ngga bisa menjaga kamu dengan baik.
Maaf..saya belum pantas untuk bisa memiliki kamu.
Maaf..
Semua sesal yang ada tidak cukup untuk meminta maaf.
Semua tangis yang ada tidak cukup untuk menutupi semua sesal.
Saya akan bawa semua sesal, semua tangis, semua rasa..
sekali lagi maaf..


# balik ke atas#