<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4124261?origin\x3dhttp://minyak-kayuputih.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ja ja ja

I don't know what I'm becoming. But I know for sure , U wouldn't like me when I'm angry

Monday, June 30, 2003

norak mode : on
(gara gara blogger baru neh )

hehe...baru balik nih !
menghilang beberapa hari, buat ngilangin mumet suremet. jadi karena dari malam kamisnya udah di niatin kalau harus pergi sendiri ke tempat sepi dan dingin, pergilah sayah jadinya.
bengong aja sendiri. makan sendiri. mikir sendiri. sempet meditasi juga, hal yang udah lama banget gak pernah dilakuin lagi karena 'merasa' terlalu sibuk .
jangan tanya apa mumet suremetnya udah ilang, karena belum dijalanin hasil dari menyendiri itu. ntar kalao udah dijalanin, diposting deh hasilnya.
cuma waktu menyendiri itu, sayah semakin merasa kalau sayah memang lagi 'sakit hati', hehe...dan gak mo nyalahin sapa sapa. lagipula memang gak salah sapa sapa. salah sayah semuanya. total sayah yang menyebabkan rasa itu sendiri.
yang sayah perlukan sekarang cuma waktu. buat nyembuhin rasa sakit hati itu, hehe...
gitu aja deh, kesian yang baca bingung ntar, soale sayah sendiri aja bingung.
TTFN
# balik ke atas#

Thursday, June 26, 2003

sakit hati mode : on.

GUE LAGEE SAKEET HATEEEEEEEE.........SEBEEEEEEELL........

*(#!&%#)(*%&$@)(*%&@$)(*%&@$)(%*@&%)(*@%&@#)(%*&%#%%()@#*%@()^*@()#%*^_@(^*@_(^*@^+)@$*^()@*&$(&(*@!&$&*!%^(!)@$!^@_$*!+%(#%_)(#%_)@$(^%+@$()^@()%*!@#+%)!#%)#%+_)*#%)(*&%_)*@!)%(!*%+_!#%()!_+)#%(!)(^&*(^&#%(@!+_)%$+$)%()_#)%(#_)%(*)(#*&%(**$)!(%+_!)%+!%)!+#%^*#!)(^&!(#*^&()!#*$)@!(*%)(^&(*#%&#)_%*_#)!%(_#!)%^(#_+)^(*)($#^()*#%#($%_)@!#(%_+!@#(%!_@)!@#%()(!&*^(*&)(^*_)(!+_@%)!+@%)!_*^!)(#%&(*&!@)$%(*@_)(%!)_#%(^!#_+)^*+$^(_$^()_+^)(*+_)^($#^_)$+_^)(^+_)(^_(^+_^(+_^))@($&*!*&(^%*&#^($&!@()$*)@!($)_!(@*%)(*%&)_$*@!)_($*!()*%&!)(*#%!)_%(*@_$%(+_@$)^+@$*^)(#&%(*@&*$%!()@*$)_#!@*(%)_@(#*^)_@$(^+_@^(@+_^)(@+_^)(^+_)(^+_(^_+(

HHHHHHHHHHHHHHHH...............
# balik ke atas#

Tuesday, June 24, 2003

puyeng mode : on

Jadi gue musti jawab apa dong...

+ : jadi begitu keadaannya sekarang.
# : k
+ : k ? apanya ?
# : ya keadaannya, apalagi yang apanya
+ : nah trus?
# : dunno
+ : hmm

(diam berduaan..)

+ : kamu mikir apa
# : ngga tau, bingung
+ : he eh, sama
# : kadang gue mikir
+ : mikir apa
# : kita ini beneran seperti wayang
+ : maksudnya (alisnya mulai berkerut sebelah...)
# : iya, dikenalin, trus dipisahin, diketemuin lagi, di deketin lagi, dipisahin lagi, diketemuin lagi...gitu aja terus
+ : hmm
# : gue jadi merasa seperti mainan
+ : trus ?
# : herannya masih aja diikutin terus
+ : kita sudah pernah membahas ini
# : iya, tapi kan ngga pernah selesai
+ : dulu waktu akhirnya kita memutuskan untuk kembali , kita bahas lagi kan?
# : iya, dan sebelum kita balik lagi, gue udah bilang, masalahnya akan sama aja, ya kan ?
+ : iya
# : nah trus skarang kita harus gimana?
+ : menurut kamu, sekarang kita harus bagaimana ?
# : gue dah cape buat pisah, ketemu, pisah , ketemu seperti ini terus
+ : carry on...
# : kalo sekali ini memang harus pisah lagi, ya udahlah..
+ : bagaimana dengan usulan aku dulu itu?
# : udah dijawab kan waktu itu
+ : aku udah bilang, sekarang ini aku mau dengar apa mau kamu, kalau kamu ngga mau aku pergi, aku ngga akan pergi
# : tapi kamu suka kerjaan kamu, kamu cinta kerjaan kamu, kalau gue maksa kamu untuk stay, just because I want you to, itu namanya egois, dan gue gak mau jadi orang egois, paling ngga, ngga kepada kamu
+ : tapi sekarang kamu sendiri yang bilang, kalau sekarang pisah lagi, ya sudahlah, apa maksudnya? r u giving up on us ?
# : maybe
+ : now u tell me, kemana perempuan kuat yang aku kenal dan sayang dan cinta ? kenapa dia mendadak jadi perempuan lemah ? kenapa tiba tiba dia jadi menyerah kepada keadaan ?
# : perempuan itu mungkin dah mati
+ : oo no.., dia itu kuat, dia itu ngga pernah menyerah, aku tau dia, aku kenal dia, inside and outside,
# : kalau gue sekarang minta kamu jangan pergi, apa kamu benar benar tidak akan pergi ? walau itu berarti ninggalin semua kerjaan yang kamu cintai ?
+ : bagaimana kamu bisa berpikir kalau aku akan menyamakan kamu dengan kerjaan aku ? aku memang cinta terbang, aku cinta kerjaan aku sekarang, tapi apa sebanding bila aku memilih pekerjaan dari kamu ?
# : dunno, maybe... paling ngga kamu harus berpikir, kalau disitulah masa depan kamu, with or without me
+ : ya ngga bisa dong, sejak kita mutusin untuk balik, berarti semua pemikiran, semua masa depan, direncanakan untuk berdua, ngga trus aku mikir untuk masa depan aku aja, atau kamu mikir untuk kamu aja, sejak dari kita balik, kita mikir untuk kita..ya kan?
# : tapi lihat keadaannya, lihat situasinya, kita ngga juga bisa tidak menghiraukan keadaan kan? sekarang kalau kamu pergi lagi, jauh lagi dari gue, mau dilihat darimanapun, jadi pertanyaan, kemana masa depannya? dengan gue disini dan kamu jauh disana ? gue udah ngga mau lagi mikir kamu lagi ngapain, lagi sama siapa, itu nyiksa gue...
+ : apa kamu pikir, setiap kali kita pisah, cuma kamu yang sengsara ? aku laki laki hun, aku diharuskan dan diajarkan untuk menunjukkan kalau cinta atau sayang atau apapun itu, harusnya disembunyikan, cuma aku yang boleh tau, orang yang bersangkutan tidak perlu tau, itu datang dari kultur yang membesarkan aku, tapiiiiiiii....fyi...aku juga menderita, aku juga memikirkan kamu, dan keadaan seperti itu juga menyiksa aku, kalau aku tau sepulang kerja, aku tidak bisa melihat kamu, puas kamu sekarang ?
# : ...........
+ : sekarang kalau aku ganti posisinya, kalau aku yang minta kamu ikut aku, apa kamu mau ?
# : I don't know
+ : aku tau jawaban kamu apa kalau sampai aku tanyakan itu
# : maka itu, karena itu gue gak mau minta kamu untuk meninggalkan semuanya , masa depan kamu, kerjaan kamu, sekedar supaya kamu tetap ada disini, cuma supaya kamu tidak pergi, karena kalau kamu minta itu dari gue, gue tau gue gak bisa..
+ : kamu bisa, cuma kamu tidak mau
# : ya, gue ngga mau
+ : hhhhh....

(diam lama lagi sambil saling berpandangan)

+ : waktu kita sampai desember hun, masih ada beberapa bulan untuk berpikir , dan aku mau kita bisa berpikir panjang, ke depan, dimana nanti ngga lagi ada yang saling menyesali, kenapa dulu aku ngga tinggal aja, kenapa dulu aku ikut kamu , bla bla bla... jadi please..., tolong...tolong aku..., tolong kita..., karena semuanya tergantung pada kamu sekarang..
# :.......................

Jadi gue musti jawab apaaa donggggg........

# balik ke atas#

Monday, June 23, 2003

mikir mode : on

Wahai Tuhan
aku tau kita sudah lama tak saling bicara
tapi tentunya Kau masih ingat aku,
sebagaimana aku juga tak pernah menyangkalMu.
dan jika ini detik-detik penghabisanku,
maka bebaskan aku berbicara semauku.
izinkan aku kesal pada-Mu di dalam segenap kepasrahanku.
karena di sepanjang hidup Engkau selalu membingungkanku.
dengan cara-cara aneh Kau tunjukan keagungan.
Kau, dengan segala teka-tekiMu yang bernama takdir.
bahkan di saat seperti ini, ada saja cara Mu
yang membuatku tertawa sekaligus tersindir.

dikutip dari Supernova.

# balik ke atas#

Thursday, June 19, 2003

berandai andai mode : on

Andai...

Tadi lagi bengong, sambil menikmati mimisan (mimisan dinikmati...? kekeke...heran aja, kenapa akhir akhir ini gue jadi sering mimisan lagi padahal sempet berenti....), gue berandai andai,....kalau punya mesin waktu, tapi yang ke belakang yah, bukan ke masa depan...masa masa mana yang mau gue singgahi....

Waktu sekolahkah...waktu kuliahkah...waktu gue jadi guidekah...waktu gue masih bayi kah...atau kapan..? rasanya mau lihat, seperti apa sih waktu gue masih bayi...balita lah...karena terlalu kecil buat mengingat...yang ada dalam ingatan gue, cuma waktu di Bandung sama Oma, trus kata oma umur 3 sudah mulai masuk 'taman bermain' karena waktu itu belum ada playgroup :P, cuma ingat waktu itu banyak banget anak anak nangis, sampai bingung sendiri, dan nanya sama oma, "Oma, itu yang lain kenapa nangis? " dan Oma bilang, " Karena mereka bukan anak jagoan, kalau anak jagoan pasti ngga nangis " , hehe...dan buat nunjukin 'kejagoan' gue , gue jadi ngga nangis, padahal udah agak terpengaruh buat mewek mewek..hehe...

Yang masih teringat, ngga ingat umur berapa, waktu gue tau akhirnya, kalau telurnya bebek itu warnanya biru, bukan putih seperti telur ayam , yang ada bebek tetangga baru bertelur, gue bawa pulang telurnya, dan tunjukin sama papa, yang akibatnya papa ngomel ngomel karena waktu itu, gue belum siap mandi, udah kabur duluan ke tetangga karena dijanjiin akan ngelihat telur bebek...

Cuma ingat cerita mama, waktu kecil, gue suka ikut papa naik vespanya, tapi sambil berdiri di depan...menantang angin...setiap sore, waktu papa baru pulang dari kantor, hehe...

Cuma ingat waktu kecil, gue paling suka minum 'greenspot' pakai es batu, duhh...masih ada gak sih yah 'greenspot' ? Pingin tau bagaimana rasanya sampai bisa maniac greenspot gitu...

Cuma ingat bantuin Oma bikin kue waktu sudah mau dekat dekat Natal...bantu ngacak maksudnya...hehe...

Andai bisa yah...melihat masa kecil dulu...tapi dengan cara berpikir sekarang....ja ja ja...andai...
# balik ke atas#

Wednesday, June 18, 2003

Mengenang mode : on.

Buat orang orang yang ada dalam hidupku.

Hari ini, ada dua kejadian yang terjadi sekaligus.

Yang satu, ngga terasa sudah setahun, salah satu sahabat saya pergi buat selama lamanya. Setahun yangg lalu. Yang teringat sekarang sedihnya ditinggal sahabat, mana cuma punya sahabat dikit banget lagi, trus ninggalin pula, sempat ada rasa marah, ada rasa dikhianatin, karena ngakunya sahabat tapi kog ninggalin...:( Tapi sekarang rasa itu sudah hampir hilang, yang ada cuma sepercik rasa sedih dan rasa rindu, kalau lagi mengingat dia.

Yang satu lagi, ulang tahun hari ini. Masih ada, di Jakarta tapi sudah jarang banget ngobrol. Tapi tadi siang sempat telp, buat bilang 'selamat ulang tahun' biar saya tau ulang tahun ngga pernah jadi hari istimewa buat dia, saya cuma ingin, dia tau, dan merasa kalau masih ada yang ingat sama hari ulang tahunnya itu.

# balik ke atas#

Saturday, June 14, 2003

Bete mode : on

Masihkah ada kata "terima kasih" di dalam bahasa Indonesia sekarang ini ?

Minta ampun dah gue, bete banget, balik kantor baca imel, dapet balesan dari orang yang perlu info dari gue, waaah malah bikin bete. Seperti yang udah gue tulis di posting sebelumnya, keadaan riweuh surieweuh, tapi berhasil (menurut gue) untuk menuhin janji gue ke orang, tapi ehhhhh kog balesannya kayak gitu yah, sumpehhh bow..bikin gue brasa speerti anak buahnya yang kelamaan kerja jadi ngurangin omzet bossnya iho...jadi pingin nanya, emang dia ngegaji gue berapa yah....ja ja ja...

Gue jadi bertanya tanya sambil empet surempet di dalam hati, masih ada gak sih kata 'terima kasih' di dalam kamus bahasa Indonesia ? Bukan maksudnya nungguin tulisan terima kasih/tengkiu / apa deh yang artinya srupa, tapi beneran jadi tanda tanya, karena sekarang ini rasanya makin susah ketemu orang yang masih mau memakai kata 'tolong' atau 'terima kasih',atau 'permisi', contoh: yang nanya alamat di jalan, kadang pas dah dijawab, ngelengos aja, trus jalan aja, haha..disangka nanya sama tiang listrik kali yak...haha..atau gak orang yang mau lewat, main terobos aja, atau orang yang mau minta apa, main ngomong, eh, ambilin ini dong, pada kemana yah kata kata tolong, permisi atau terima kasih sekarang ini ? hehehe...ja ja ja....

Jadi buat "boss" gue itu, belajar dulu yah boss buat bilang tengkiu, baru info selanjutnya gue kasi, kalo masih gak bisa, mendingan nyari sendiri aja deh infonya, karena gue dah 'males', kekeke...pret ah boss...oh iya, tengkiu udah bikin hari gue jadi 'bete surete', jangan sering sering yah boss, nanti gue kenalin sama baton iho...kekeke...dah ah...TTFN.


Bulan

terang bulan ,terang di kali...
buaya ngambang disangka mati...
jangan percaya omongan laki laki
berani sumpah takut mati....


kekeke....

tulisan di atas cuma asal inget aja. Sama sekali gak ada sangkut pautnya sama yang mau gue tulis disini. hehe...

Hari ini waktu mau berangkat ke kantor, gue lihat bulan, purnama, baguss banget..bulat penuh, terang tanpa awan.... Cuma bulan di Jakarta , kebanyakan kalah sama cahaya lampu lampu baik dari gedung atau dari penerangan jalan. Salah satu hobby gue, ngeliat dan merhatiin bulan, mulai dari bentuk sabit, setengah sampai bulat penuh itu, karena bagaimanapun bentuknya, bulan akan tetap indah.

Coba deh sekali kali perhatiin bulan, kasihan kan udah cantik cantik ngga ada yang lihat...hehe...


# balik ke atas#

Thursday, June 12, 2003

4L mode : on

Beratnya punya janji.

Gue lagi kelimpungan nih..., kebanyakan janji sama orang. Yang ada gue blibetan sendiri. Udah di kantor lagi kaco, blom lagi yang minta tolong malah kayaknya bikin gue jadi kayak punya utang ma dia. Huhh.... Iya sih emang janji itu utang, tapi mbok yah sadar dong, kan mereka minta tolong ma gue , huhuhu..., tinggal satu lagi nih, yang lain dengan jatuh bangun...(goyang dombreeeeeet....apaaaa sehh...) bisa juga gue beresin akhirnya.

Hhhh....kayaknya gue mo sakit deh
# balik ke atas#

Tuesday, June 10, 2003

Let's talk about ....SNAKE



Kali ini gue mo cerita tentang salah satu jenis peliaraan gue, yaetoo ULAR.

Ide ini lagi lagi asalnya dari duwen, lagi ngobrol2, tiba tiba ngomngin si patty, ular gue, jenis morelia amethyst, yang menurut orang Ambon, di pulau Seram sana, jenis ini dipanggil dengan nama Pattola. Ada beberapa jenis pattola, yang ada di gue, itu pattola bibir putih, jenis yang agak 'gak normal', karena beda warnanya. Yang biasa, pattola itu berwarna abu abu, hitam dan putih sedangkan patty ini warnanya abu abu, hijau muda , putih, jadi agak kebule bulean gitu. Sesuai dengan keanehan ini, tingkah lakunya juga ikutan aneh, hehe...dulu waktu baru dapet dia, betewei, patty ini dibeliin sama Anton, sebagai pengganti buku bokap gue yang ilang, jadi 'ular tutup mulut' bukan 'uang tutup mulut' kekeke...nah dulu waktu baru kenal, beliau ini masih kecil, sekitar 60cm deh panjangnya waktu itu, begitu mau diambil, dan tangan gue masuk ke kandangnya tiba tiba aja ngegigit, sekali masih wajar, nah ini tiap kali diambil gigit, lama lama kesel juga iho..hehe...jadi waktu itu sempat ada niatan mo dituker jenis lain, dan waktu datang ke pameran ular, yang waktu itu ada di Blok M Plaza, dan waktu liat liat, ternyata gak ada yang cukup menarik perhatian, Om Danny, guru 'per-ularan' gue ngeliat, dan nanya , kenapa mau ditukar, karena dia tau waktu gue pilih patty itu pakai acara brantem dulu sama buyer dia yang dari Singapore, abis galak, kata gue gitu, om Danny buka tutup nya, trus masukin tangan, dan ngga digigit,...cobaaa yaah..kog bisa gitu?? Ah ngga galak, ini bae...kt om Danny, sementara gue terbengong bengong, dan waktu gue cobain, dengan persiapan digigit lagi, ternyata gak gigit dianya, heran...bisa giini, kata gue dalam hati, so gue gak jadi tuker deh waktu itu, hehehe..ada yang lucu, waktu perjalanan dari Bogor ke Jakarta dan sebaliknya, gue perhatiin tingkah laku dia di kendaraan, waktu lagi di kereta Pakuan , kan AC, dia tidur dengan tenang..., trus waktu naik bajaj, dia kayaknya marah, hehe...pas pulang, naik taxi, ac, tenang lagi, hahaha..matre ternyata ular gue ini...haha..Nah gitu sampai di Bogor lagi, gue coba dong, waktu mau diambil, dengan full niat, dia gigit tangan gue lagee, huahahaha...gue tertipuuuuuuh....tapi sekarang udah gak galak lagi, kalau dulu iya, gitu ada benda asing masuk ke teritori dia (kandangnya) langsung digigit, tapi sekarang ngga, kadang ngga mau keluar sendiri dari kandangnya, maunya dijemput, hehehe...jadi minta diambil dari kandangnya gitu...dan sekarang panjangnya sudah 2 m lebih, Patty ini jenis ular pohon, arboreal kalo gak salah istilahnya, jadi dia ngga besar, cuma panjang , sekarang ini diameter lingkar badannya 25cm dengan panjang 2 m lebih. Ada cerita lucu tentang patty ini, itu juga baru tau dari Pak Sangaji yang asalnya memang dari Pulau Seram, dia cerita di tempat asalnya itu ada ular yang dipanggil Pattola, kalau digigit jenis ular ini, kalau ngga meninggal ya tidur, itu juga menjawab pertanyaan, kenapa tiap kali habis digigit patty dulu, gue bisa merasa ngantuk tiba tiba, hehehe...lumayan yah buat pengganti obat tidur.

Om Danny, guru 'per-ularan' gue itu, adalah salah satu orang yang ngajarin gue tentang bagaimana memelihara ular yang baik, hehe.. juga untuk membedakan, mana ular jantan, mana yang betina, sekarang dia sudah pensiun, kalau dulu, tiap tahun, dia bikin pameran binatang di Plaza plaza, tapi khusus untuk reptil, dan menjadi anggota tetap yang mengisi pameran Flona di Lapangan Banteng itu. Dulu, sempat juga gue kerja di pameran Flona itu, hehe..tugas gue, kelilingan sambil main ular, ini untuk menimbulkan kesan, kalau cewek juga bisa meliara ular, hehe...suka lucu aja, ngeliatin cowok cowok yang pingin sih liat ular, tapi dari jarak 5 m, hahaha...dan jangan salah iho, banyak juga cewek cewek lain pemelihara ular, jadi ini sekaligus pemberitahuan, kalau gue gak termasuk kategori kelainan, karena meliaranya ular, hahaha..., waktu kerja itu, gue ketemu satu ' Albino Burmese Phyton', bahasa umumnya itu Sanca Albino, ini adalah jenis kelainan dari Sanca bodo , yang warnanya biasanya putih dan kuning untuk menggantikan hitam dan abu abu di jenis yang normal . Ular satu ini cantik...selain warna kuning dan putih, dia juga punya bercak merah muda di kulitnya, jadi dia menjadi inceran gue pribadi, hehe..tiap kali ada yang ngeliat ular ini, dan minta pegang, gue selalu bilang, ooh jangan yang itu, belum jinak, percaya dong orang, nah gue aja yang kerja disitu bilang belum jinak? hahaha...jadi sampai penutupan pameran, ular itu gak laku laku, hehe...harganya waktu itu sekitar 400 ribuan, habis nerima honor dari om Danny, gue tanya, om, kalo gue mau ular itu, bayar berapa, dan disuruh bayar 250 aja, jadi deh, gue pulang bawa uang dan ular , haha...waktu itu panjangnya hampir 2 m, dikasi extra kandang juga, dan gue inget banget, waktu itu HRC lagi ngundang Hanson, itu iho band ABG, nah penuh HRC sama ABG, yang nungguin Hanson, padahal Hansonnya udah kemana, jadi waktu anak anak HRC liat gue bawa ular, disuruh masuk dari locker buat ngusir ABG2 itu, hahah...dalam tempo 10 menit, bubar bersih HRC dari ABG ABG itu, haha...., dan sanca albino itu gue kasi nama Some, diambil dari nama gebetan gue di HRC dulu, ehmm... hehe...sayangnya meliara si Some ini gak lama, dia mati kena virus dari anak ayam, makanannya kan anak ayam, nah waktu itu, karena gak ada stock anak ayam di peternakan, bi Ikah, pembantu rumah gue beli dari abang abang yang jualan di pikulan itu, yang biasa digabung sama mainan plastik anak anak, baru makan 5, sudah dilepeh, dan gak berapa lama, mati...sama sama dengan 2 ekor ular peliaraan gue yang lain, hampir aja si Ijo, iguana gue ikutan kena, tapi mungkin karena tau, Ijo ngumpet di kamar gue, dan gak mau dipegang sama Bi Ikah, sementara gue lagi bawa tour waktu itu, jadi cuma terima kabar buruknya doang, keseeeeel banget waktu itu, oya, matinya samaan dengan Lady Di ihoo...kekeke...

Jenis ular terkecil yang gue pernah pelihara itu Mono Pohon, asalnya dari Irian, untuk suku asli disana, mono pohon biasa dipeliara dengan cara dilingkarkan ke pergelangan tangan, makanannya cecak dan serangga gitu, kadang sampai ularnya mati, tetap aja melingkar di pergelangan, jadi seperti gelang bahar kalau dilihat dari jauh. Dulu Mono Pohon gue dikasi makan cecak, jadi minta tolong orang nangkep cecak, cukup satu aja yang ukuran sedang, untuk 2 minggu, yang lucunya dulu, gak ketemu cecak ukuran sedang, jadi dikasi cecak yang gede, nah waktu mono pohon gue mau makan itu cecak dan lagi buka mulutnya, itu cecak juga ikutan buka mulut, yang ada mulut ular gue yang dikatup sama mulut cecak, huahaha..ngakak guling2an gue waktu itu...belum perna liat ular kaget kan, lucuuuuu deh...hahaha..jenis mono pohon ini ngga bertelur, tapi beranak, begitu lahir anak anaknya cuma sebesar jarum kasur, hehe...setumpukan gitu, tapi biasanya yang hidup cuma beberapa aja...

Pernah liat ngga orang jualan ular di pinggir jalan, coba deh sekali kali perhatiin kalo ada yang nampang nampang megang ular sendok gitu, dulu pernah , dekat stasiun Bogor, ada pedagang seperti itu, dan waktu gue perhatiin, ternyata sekeliling mulut ular itu dijait, jadi tinggal lubang untuk keluar masuk lidah aja , sementara itu orang nampang nampang gitu seakan dia berani banget sama ular racun gitu, sebeeeeel banget, jadi gue bilang waktu itu, kog beraninya smaa ular dijait mulutnya, hhhhh....trus ada juga ular ular yang dibatek (ditarik tulang tulangnya supaya pada lepas) dan akibatnya ular ular itu jadi ngga bisa ngelilit lagi, diem aja, dan umurnya paling 2 minggu, coba....gimana gak mo kesel...

Ada cerita lucu waktu gue bawa ular ular gue buat disuntik. Disuntik setahun sekali, supaya ngga cacingan, hehe..iya, ular juga bisa cacingan, kan mereka makan hewan hidup, yang bawa kutu, atau bawa penyakit lainnya, dan biasaanya gue bawa ke dokter hewan langganan gue di Jakarta, di daerah sekitar Menteng situ. Nah waktu itu, gue bawa 2 ekor, yang satu Ida, yang satu lagi si Burik, dan biasanya habis disuntik, mereka tidur, jadi mereka gue taro di tas selempang yang dari kain, dan di restleting deh abis itu. Dari daerah Jl. Imam Bonjol, gue naik bis ke arah Prapatan, dengan tujuan turun di stasiun Gambir, dan waktu itu bis agak penuh, gak dapet tempat duduk, waktu lagi berdiri, gue ngerasa ada orang lagi ngeraba raba tas selempang itu, jadi gue diemin aja sambil ketawa dalam hati, biar mamposs loe...getoo, hehe...dia agak narik narik, gue sempet noleh, dan itu orang ikutan noleh ke belakang sementara tangan satunya masih dengan niat ngerogoh rogoh ke tas gue, haha...gak berapa lama, itu orang teriak, trus langsung kabur gitu, ada 2 orang lagi yang ikutan turun waktu itu orang turun dari bis, temennya kali..hehe...nah trus kenek bis nyamperin gue, trus nanya, dengan logat bataknya, "Eh apa yang kau bawa itu?" gitu katanya, "Ah ngga apa apa", kata gue, maksudnya, supaya orang yang lain jangan sampai tau gue bawa ular di tas, " Eh apalah...tiga orang itu pencopet, pasti ada apa apa di tas kau itu sampai mereka bisa lari macam seperti itu, berteriak pulak, mana, biar aku lihatlah..", mula mulanya masih nolak untuk ngasi liat, tapi karena dia ngedesek terus, jadi mau gak mau, akhirnya gue kasi liat, buka restleting, dan dia ngeliat 2 ekor ular yang lagi tidur dengan nyenyaknya di dalam tas, mukanya kaget awal awalnya, lalu senyum dan dengan full niat dia lalu teriak ke supir, " Eh aman bis kita bangg, budak ini bawa ular rupanya..itu yang buat pencopet itu lari tadi..." katanya sambil tertawa tawa, dan mendengar kata kata ULAR, orang orang yang ada di dalam bis pun pada turunlah, pas di depan gereja Immanuel, berarti gue juga nyampe di stasiun sudah, sementara maaf maaf aja, bis itu kosong jadinya..salah sapa...hehehe...

Disambung lain kali lagi deh...masih lemes nihh....TTFN.

# balik ke atas#

Monday, June 09, 2003

Satu....

Pada jaman dahulu kala, kita tahu kalau masih ada sistim perjodohan, biar sampai sekarang juga masih ada sih...hehe..hiduplah seorang perempuan di suatu kerajaan, dia dijodohkan dengan seorang laki laki dari jauh, yang dia ngga kenal sama sekali.
Dan konon, mereka baru bertemu sesaat sebelum dinikahkan, jadi ngga ada bayangan, seperti apa sifat dan karakter dari calon suaminya, lalu menikahlah mereka.
Beberapa saat setelah menikah, perempuan ini baru mengetahui kalau suaminya adalah type laki laki yang sangat pendiam, hampir tidak pernah bicara.Suatu saat mereka berdua naik delman ke suatu tempat. Di perjalanan, sempat kuda mereka terperosok ke satu lubang, lalu suaminya turun, membantu kuda tersebut, dan hanya berkata, "Satu...", lalu diam, dan kembali mengendarai kuda tersebut, dan tidak lama setelah itu, kuda mereka kembali terperosok, turunlah suaminya, membantu kuda tersebut, lalu berkata, "Dua..." dan kembali menaiki delman tersebut. Sementara sang istri bertanya tanya, apa maksud dari suaminya itu menghitung berapa kali kuda mereka terperosok ke dalam lubang. Ketika untuk ketiga kalinya kuda itu terperosok ke dalam lubang, tanpa basa basi, suaminya turun, lalu berkata, "Tiga.." lalu menembak kuda tersebut di hadapan istrinya. Melihat kejadian tersebut, dengan sangat terkejut sang istri lalu ngoceh, " Mas gimana, sih , masa bla 3x..yadda 3x...", tanpa banyak bicara, si suami hanya melihat ke istrinya lalu berkata, " Satu.." dan sejak itu istrinya tidak pernah ngomel ngomel lagi.
kekeke...
# balik ke atas#
Dua malam di rumah sakit.

Jumat dan Sabtu kemarin, gue opname. hehe...

Gara gara mimisan, hehe..mulai dari hari kamis malam, pusing aja, karena mimisannya ngocor terus. Jadi Jumatnya balik lagi ke Jakarta dan ketemu my dearest doctor Bowo deh, pas di check ternyata akibat mimisan itu, trombosit gue turun , yg normalnya mustinya 12- 45, hehe..jadi aja gue disuruh opname buat tranfusi trombosit. Habis 6 botol sajaaaaah...kekeke..

Sebenernya sebel gue di rumah sakit, selain gak bisa ngapa2in, gue juga suka ngeliat yang 'macem macem' dan itu bikin gue sebel.

Tapi kemarin itu bagusnya ngga ada apa apa, jadi ingat waktu lagi operasi appendix dulu di salah satu rs tua di Jakarta, kan musti diambil darah tiap pagi , nah sekali ini ada suster baru (kayaknya) , nyamperin gue dengan cengar cengir, trus dengan centil bilang gini," Diambil darahnya yah ", trus minta tangan kanan , tanpa nyari nadi dulu , main tusuk aja gak ba bi bu, trus dengan gak merasa salah sama sekali bilang gini, " Wah salah, ulang yah", sementara gue udah ngegigit gigit geraham aja, trus begitu lagi, " Eh salah lagi..", duaaaaa aja, gue bilang dalam hati, yang ketiga gitu lagi, dan sama sekali gak ada merasa salahnya iho, jadi pas ketiga dia bilang, "Wah salah lagi, hihih..." PLAAAAAAK..., tangan kiri gue yang ngeplak dia, kekeke... dia dah mo nangis gitu mukanya, trus nanya, "Koggggg..??", tinggal gue bilang, "Loe kira tangan gue gratisan, main tusuk sembarangan?? Jangan balik lagi loe, gue gebukin kalo sampai loe lagi yang ambil darah gue", kekekeke...jadi sambil tersedu sedu dia keluar ruangan. Ngga lama, datang satu suster dah cukup tua, "Oh ini nona galak, kenapa non tadi?" tinggal gue kasi tunjuk tangan yang jadi sasaran percobaan akupuntur itu, dia nyengir, tepuk tepuk, trus juss..langsung jadi, naaaaaah napa juga gak dari tadi gini, heheeh...dan sampai gue keluar dari rs tersebut, gue gak pernah liat tuh suster yang gue keplok tadi itu, kekeke..

Soal 'macem macem' di rs, itu terjadi beberapa kali, nah waktu appendix itu, harusnya 2 minggu opname, yang ada gue cuma 9 hari, karena kabur, hehe...bagaimana gak kabur, kalau tiap malam, gitu lampu dimatiin, ada bayangan yang 'wuzz wuzz' di depan pintu kamar, itu masih gak papa, yang paling parah, biasanya tiap jam 2 pagi, ada suster yang datang, ngebangunin gue, trus ngasi obat, sekali ini, suster itu datang jam setengah satuan, bukan suster yang biasa, tapi suster belanda yang sudah agak tua, dia baik mukanya, dan gue gak ngeliat adanya keanehan, cuma agak mikir, kog cepet, karena biasanya jam 2 kan, sempet nanya juga, kog jam segini sus? dan dia cuma senyum. Ngasi obat, bilang kalau mau diminum ntar juga gak papa, abis itu pergi deh, nah abis itu gue tidur lagi, sekitar jam 2, datang suster yang biasa bangunin gue itu, gue tanya dong, kog dua kali sih malem ini sus? tadi udah ada yang dateng tuh, nah bingunglah ibu suster ini, dan tinggal gue kasi tunjuk obat yang belum diminum itu, dia tanya suster yang tadi itu seperti apa, dan waktu gue jelasin ciri cirinya, dia sempet bengong sebentar, tapi habis itu bilang, ooh...gpp, itu suster Margareth, jadi besok siangnya, gue tanya sama bapak bapak yang bersihin kamar, ngobrol ngobrol, trus gue tanya, "Bapak kenal gak sama suster Margareth? ", lalu bapak itu ceritalah, kalau konon suster Margareth itu sudah meninggal sekian puluh tahun yang lalu, dan memang suka mengunjungi pasien pasien, tapi ngga pernah jahat....WAIIOOOOOOOOO.......... Jadi pas tante gue datang ngejenguk, gue cuma minta dibawain tshirt sama jeans gue, trus besoknya kabooooooooorrrrrrr....kekeke...

Gitu dulu deh cerita tentang rumah sakitnya. Masih agak lemes neh...Draculi needs blood....kekekeke...TTFN.




# balik ke atas#

Tuesday, June 03, 2003

terkenang masa lalu mode set on

Masa masa lampau.

Tadi malam ngobrol sama duwen, hehe...jadi ingat masa masa dulu..., yang tadinya ngga pernah diingetin, tapi jadi inget waktu ngobrol itu, hehehe....kadang gue suka malu iho , kog gue bandel amat dulu yah...(tsahhhh...kayak sekarang ngga aja, kekeke...)
mulai dari cerita gak suka mandi, tapi suka berenang, jadi ingat waktu kecil dulu (SD neh ceritanya) gue suka ikut bokap tugas di Bangka kalau lagi liburan sekolah, Bangka, pulau kecil itu punya 2 daerah besar, kota Pangkal Pinang, yang buat gue gak menarik, karena bentuknya kayak kota kecil gitu, penduduk yang sedikit dengan lingkungan yang kecil juga, sumpek jadi kesannya, dan Sungailiat, daerah permukiman, yang masih banyak hutan, masih banyak kebun sahang (lada), masih banyak sungai payau di kelilingi pohon enau, masih banyak sungai sungai berair terjun, dan laut tentu saja gak ketinggalan. Jadi waktu itu kalau bokap tugas, biasa dia di Pangkalpinang sementara gue dititipkan (deeeu...belanjaan kali dititipin, keke...) di tempat temannya di Sungailiat. Naah..itu kesempatan buat gue untuk 'wondering around', mulai dari binatang, manjat pohon rambai (kalau di sini sebangsa duku/ langsat/menteng gitu), trus berenang di sungai dan macam macam lainnya. Dari binatang deh, dari kecil gue punya ketertarikan berlebih sama binatang, gue bisa lebih merhatiin binatang dari orang, hehe..., dan salah satu binatang yang gue perhatiin itu ular, dan di Bangka ini, ada bermacam macam ular yang bisa diketemuin, mulai dari ular tanah, ular pasir, ular pohon, ular sungai, ular laut, ular telur yang suka ikutan ngumpet di kandang ayam dan ular ular lainnya, ...mulai dari ular yang berbisa, seperti jenis ular tanah , ular pasir dan ular pucuk yang hijau, yang suka terjun bebas dari atas pohon pohon tinggi, sampai ular semi beracun karena kalau digigit paling bentol dan gatal banget, sampai ular yang bisa dimainin karena gak galak dan gak beracun, hehe...dan salah satu hobby gue kalo lagi berkeliaran sendiri, adalah ngantongin ular ular itu di celana bengkel gue, hehe...dan kadang gue lupa kalo ngantongin ular balik, jadi waktu mandi dan ganti baju, selamat malamlah bibi yang ngeberesin baju gue itu karena tiba tiba ada ular yang merayaap keluar dan pergi, hahaha..., suka dibilangin bokap, karena main ambil aja gitu liat ular, dan akhirnya dari situ gue belajar jenis jenis ular mana yang beracun, mana yang ngga, mana yang kalau ditangkap bisa keluar cairan yang bau amis banget, mana yang ngga, dan akhirnya berkembang sampai sekarang, hobby meliara ular...hehe...

Kalau sendiri, gue suka jalan jalan sendiri, dengan keyakinan penuh gak bakalan nyasar, tapi toh nyasar juga akhirnya, hehe..., dan akibat dari nyasar itu, kalau haus yah mampir ke rumah orang, trus minta minum, jadi waktu gue dan bokap jalan, orang orang disitu sudah kenal sama gue, dan biasanya dengan ramah mereka lalu teriak, "Woi...nak kemane woh..?" yang artinya, woy mau kemana...hehehe...dan tinggal bokap gue bingung, ngeliat anaknya ternyata sudah ngetop dari ujung ke ujung kampung, hahaha...

Nah selama di Bangka itulah, kesempatan gue untuk ngeliat macam macam, nyobain buah macam macam yang gak ada di Jakarta, seperti manjat poohon rambai yang banyak ular pucuknya, kadang kadang ketemu di atas, dan pilihannya antara gue yang terjun bebas atau dia, hehe....nyobain semacam buah seperti tomat kecil yang terbungkus selaput, kalau masih mentah hijau, kalau sudah matang warnanya oranye, dan rasanya enak...atau buah kemunting (nama bangkanya, gak tau kalau disini, soalnya gak pernah liat ada pohonnya disini) yang jadi makanan burung, enak, kecil, dalamnya banyak biji biji kecil gitu dan biasa hidup di tempat yang berpasir, nyobain macam macam buah hutan, mulai dari yang rasanya asemmmmm banget, dan ada sejenis buah yang maniss banget yang jari habis megang buah itu, masih tetap manis kalau dihisap, hehe....

Ketertarikan gue tentang binatang nyambung disini, di Bangka itu, rata rata orang pelihara ayam, dan babi. Pernah lihat anak babi yang baru lahir ngga? Lucu iho, kayak celengan babi, pink, gendut bulet bulet gitu, waktu itu tetangga temen bokap babinya baru beranak, anaknya banyaaaaaak banget, dan lagi pada tumpuk tumpuk menyusu pada induknya yang gede banget, timbul keinginan gue buat pinjem satu, buat digendong soalnya imut gitu, dan pas baru mau ngeraih, sang induk ngeliatin gue, menyeringai ngeliatin giginya yang besar besar dan kuning, lalu tiba tiba bangun dan ngejar gue..., biar bandel, gue beneran takut waktu itu, hahaha..jadi larilah gue pontang panting secepat gue bisa ke arah rumah, rumah disana itu rata rata bentuk panggung, yang pintu belakangnya lurusan sama pintu depan, lari udah gak nengok kiri kanan, sementara induk babi dengan full niat ngejar gue, lari masuk rumah, itu induk babi masih ngejar dengan semangat, sampai gue di pintu depan dimana bokap gue dan temennya lagi duduk ngobrol di ruang tamu, dan mereka terbengong bengong liat gue lari sipat kuping dengan induk babi ngejar gue, hahahahahaha.....gue masih sempat denger temen bokap itu bilang gini ama bokap gue, " Itu anak ka, memang gilo..", huahaha....dan ngga tau malu atau apa, itu induk babi mendadakan ilang semangat ngejar gue , dan dengan santai dia balik ke kandangnya, sementara gue masih lari ke arah halaman depan, hahaha....dan bokap gue teriak, " udah larinya...", dan begitu gue balik, baru ngeh kalo gue lari sendirian, lah, mana..babinya?? dan akibatnya gue diinterogasi sama bokap, karena sepanjang desa itu berdiri,baru sekali ini ada anak dikejar sama induk babi, mau tau sapa? ya gue lah, hhehhe....dan mereka ngakak waktu gue bilang bukan ngeganggu, gue cuma mau pinjem aja anak babinya, karena lucu...

Pernah liat ayam bertelur? maksudnya bertelur mulai dari dari ngeden sampai telurnya keluar? gue pernah..hehe...dan waktu begitu keluar, telur ayam itu masih anget kayak bakpau, hehe..dan alus...dan akibatnya apa? ibu ayam marah marah, dan jidat gue jadi bertitik 3 kayak biksu shaolin waktu itu karena dipatok, hehe...ngga papa...gue seneng...disitu juga baru gue tau, ada sejenis ular pemakan telur yang suka ikutan ngumpet di kandang ayam, warnanya coklat muda dan tidak beracun...

Dan akibat berkeliaran sendiri itulah, akhirnya gue diharuskan untuk pergi kemana mana dengan anak si empunya rumah, gue lupa namanya , tapi mereka satu ce, satu co, seumuran gue. Bokap gue pergi ke Pangkal pinang, jadi gue ajak mereka jalan jalan, dan sekali ini mereka membawa gue ke sebuah sungai payau yang disekelilingnya banyak tumbuh pohon enau. Daun dari pohon enau ini biasanya mereka buat atap rumbia, batang daunnya jadi sapu lidi , ijuknya jadi sapu rumah, dan waktu itu sampai sekarang, kalau ngeliat air banyak, bawaan gue pingin nyelem aja, jadilah, mula mula main di pinggir, lama lama jadi nyelam beneran, hehehe..selama menyelam itu, gue perhatikan di dalam air, banyak tumbuh rumput air, yang bentuknya kayak rumput biasa, cuma daunnya panjang panjang, airnya dingin...hehe...puas main air, sementara dua anak itu ngeliatin gue dengan bengong, diajak ikutan menyelam mereka gak mau, yang akhirnya kemudian baru gue tau sebabnya apa. Pas balik, bokap gue melotot liat gue basah basahan gitu, dia tanya dari mana, dari sungai , kata gue, sungai yang dibelakang itu? iyaa, trus main air ? iya, kenapa sih? Bokap gue tambah melotot, kamu nyelam disana? iya, airnya dingin pap, banyak ikan kecil kecil, banyak kadal air , banyak rumput sungainya, kenapa sih...? DISANA BANYAK BUAYAAAAAAA....gitu jerit bokap gue, ah gak ada, gak ketemu buaya, yang ada cuma kadal air aja berenang sliwer sliwer gitu kog, bantah gue. Ok besok, ikut papa, nanti papa tunjukin, sekarang kamu mandi dulu, liat tuh tampang kamu udah kayak anak utan (red : anak utan, anaknya orang utan, huahaha...) Besok paginya, bokap ngajak gue ke tebing sungai, jadi disebelah atasnya tempat gue berenang kemarin, dan waktu telungkup di tebing itu berdua bokap, dia tanya dimana gue berenang kemarin, gue tunjukin lah tempatnya, lalu bokap nunjukin suatu tempat kayak teluk kecil gak jauh dari tempat gue main air kemarin itu, dan disana saudara saudara....berbarislah kurang lebih 20 ekor buaya besar besar yang sedang berjemur, ehhhh buset dah...hahaha...dan masih ingat banget omongan bokap," Bayangin gak kalau mereka nangkap kamu kemarin? " dan gue cuma bisa ngangguk doang, sambil ngeles ," Tapi kemarin ngga ada pap, yang ada cuma kadal air kecil kecil...", "Warnanya apa tuh kadal air?" tanya bokap gue, "Hmm..item coklat gitu", " Itu anak buaya sayang...bukan kadal air...dan mulai sekarang ingat yah, kalau ada yang kecil, pasti ada yang besarnya...", , trus sambung bokap gue lagi ," Rumput air itu, tempatnya buaya menyembunyikan bangkai, diumpetin sampai lembek, baru dimakan, ngerti kamu? " dan gue ngangguk ngangguk, kebayang kalau kemarin gue lagi menyelam, tiba tiba buaya ada di depan gue, apa gue bukannya jadi 'Jungle Jane" langsung? hahaha...

Dan cerita buaya itu gak selesai sampai disitu ternyata, waktu bokap pergi lagi, gue ajak lagi dua orang penghianat itu mancing (sejak kejadian itu, gue menganggap mereka penghianat, karena gak pernah bilangin itu tempat banyak buayanya) , dan kita pergi ke tempat yang lain, yang untuk sampai di tempat itu, harus melewati hutan bakau kecil, dan waktu sampai ditempat itu, dasar gak boleh liat air, gue 'survey' tempat, hehe..banyak rumput air, gak jadi nyelam, keburu janji kemarin itu sama bokap, dan jadinya kita mancing beneran, gak tau dapat ikan apaan, tapi dapat aja pokoke, hehe..dan waktu selesai, kita pulang, hujan...jadi pelan pelan sambil jalan hujan hujanan, gue bertigaan melewati hutan bakau itu, cape tau gak kalau jalan lewat lumpur, jadi pas liat ada batang kayu, gue main duduk aja, dan itu anak berdua ikutan duduk juga, lagi nunggu cape ilang, sementara hujan masih terus, gue merasa kog ini batang kayu bergerak gerak, jadi pas gue liat dengan benar, ternyata gue lagi duduk di perbatasan antara leher buaya dan kepalanya, satu anak lagi duduk di perutnya, yang satu lagi duduk di pangkal ekornya, otak gue beku sesaat, lalu dengan berbisik gue cuma bilang,"Jangan teriak, diem diem aja, dan LAREEEEEEEEEEEEEE............" gak tau ngerti apa ngga tuh anak berdua yang jelas mereka ikutan gue lari, hahaha...jatoh jatoh di lumpur, ikan hasil pancingan ketinggalan gak tau dimana, yang jelas akhirnya kita sampai di rumah dengan selamat, yakin gue (gak sempet ngaca lagi waktu itu) kalau bentuk kita pasti amburadul , dan taraaaaaa...bokap gue ternyata sudah sampai di rumah, dan dia melotot semelotot lototnya liat bentuk kita bertiga, dan tebakan dia adalah :"BERENANG LAGI YAAH ????", ngga pap, mancing...dan dengan nafas satu dua, gue ceritain apa yang baru terjadi tadi, dan yang ada bokap gue ngakak ngakak...kadang gue pikir bokap gue berhati dingin banget yah, bukan gimana gimana kog malah ngakak....

Dari sungai ke laut. Laut di Bangka itu bagus, pantainya berpasir putih, ada satu laut, yang dilewati sungai , jadi kalau mau berenang, kita harus masuk sungai kecil berair tawar itu dulu, baru sampai dilaut, dan setelah berenang, lewat situ lagi, jadi kayak tempat pembilasan, ada juga kolam air panas, dari jaman belanda dulu, yang bentuk kolam renangnya masih berlantai batu batu kali gitu, dan ada satu tempat, Mantok namanya, yang kalau kita ke sana , mobil cuma bisa di pinggir hutan, setelah itu jalan sedikit, dan sampailah kita di sungai berair terjun yang masih alami banget, dan disitu pengalaman gue digigit ular sungai, makanya tau kalau akibatnya itu bentol dan gatal, hehe....

Tapi kenangan masa kecil itu gak lupa sampai sekarang, dan bisa jadi penolong dimasa sekarang, kalau gue lagi sedih, dan berasa bosen di suatu tempat...

# balik ke atas#

Monday, June 02, 2003

Ja ja ja

ilang lagi aja temen gue satu. Well gak ilang sih, tp gak sekantor lagi aja. sedih gue .
Goodluck Hans.
# balik ke atas#

Sunday, June 01, 2003

Buku buku buku

Lagi hari Kamis kemarin (29/5) gue pergi sama Chipy dan "beep" ke Book Fair di Senayan, sampai di Istora, trus keliling dulu, rencananya mau keliling semua dulu, baru nanti dicatat, stand mana yang menarik buat dilama lamain ceritanya, tapi itu teoriiiiiiiiii...hehe...karena pada akhirnya, tiap masuk stand, kita keliling2 dulu cari buku yang menarik. Bagus bagus standnya, tapi letaknya bikin pusing, biar ada peta juga, karena kalo gak ngeh, bisa baliknya ke tempat itu lagi itu lagi. Yang jelas cuma stand tempo dan kompas sama gramedia, karena ada ditengah tengah istoranya, yang lain di sekliling aja.

Gue dapat apa yang gue cari, Pintu-nya Fira Basuki, trus novel barunya "Biru", dah selesai dibaca, trus 'Sex in the kost', hehe...gak seru, jangan baca..., trus 'Sisi lain seorang lesbian', baru mau dibaca, dapet 'Cal Ibi', 'Gadis', "Siapa menuai angin, akan menuai badai', hehe...dan yang lain lain yang gue gak inget.

Trus gue dapet tujuan baru, gue jadi mo ngumpulin buku buku karangan Soe Hok Gie, beberapa pernah gue baca, tapi gak pernah punya, kemarin liat ada beberapa bukunya disitu, tapi jadinya termasuk buku yang ngga dijual, huhuhu.....ada gak yah yang mo bantuin gue nyari buku buku itu...???

Tapi seneng liat orang ramai disana, artinya banyak yang minat baca juga ternyata. Walau ada yang gak nyambung jualannya, nah pameran buku kog jualan baju, mainan anak, sampai ke jepitan rambut.


# balik ke atas#