<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4124261?origin\x3dhttp://minyak-kayuputih.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ja ja ja

I don't know what I'm becoming. But I know for sure , U wouldn't like me when I'm angry

Monday, September 29, 2003

My way

And now the end is near
And so I face the final curtain
My friend, I'll say it clear
I'll state my case of which I'm certain
I've lived a life that's full
I've travelled each and every highway
and more, much more than this
I did it my way

Regrets I've had a few
But then again too few to mention
I did what I had to do
And saw it through without exemption
I planned each chartered course
Each careful step along the by-way
And more, much more than this
I did it my way

Yes, there were times
I'm sure you knew
When I bit off more than I could chew
But through it all when there was doubt
I ate it up and spit it out
I faced it all
And I stood tall
And did it my way

I've loved, I've laughed, and cried
I've had my fill, my share of losing
And now, as tears subside
I find it all so amusing
To think I did all that
And may I say, not in a shy way
"Oh no, oh no, not me
I did it my way"

For what is a woman, what has she got?
If not herself then she has not
To say the things she truly feels
And not the words of one who kneels
The record shows I took the blows
And did it my way

Yes, it was my way

buat yang suka lagu lagu jamdul, pasti tau lagu ini, pertama dibikin terkenal sama Frank Sinatra, trus banyak lagi yang nyanyi, sampai Robbie Williams ikutan nyanyi lagu ini. Tapi bukan itu yang lagi gue pingin bahas sekarang ini.

Buat kalangan guide, lagu ini jadi semacam 'lagu kebangsaan', hehe..., kesannya tiap guide harus hafal dan bisa menyanyikan lagu ini, jadi jz in case disuruh nyanyi sama tamu, baik di bis atau restoran, yaaa..bisa ditebak, rata2 nyanyi lagu ini, atau kalau jalannya masih jauh sementara tamu ngga mau tau, biasanya guide nyanyi lagu, 'jangan ditanyaaaa..kemana aku pergi...', hahah...

Lagu ini boleh jamdul, tapi kalau ditelaah (tsahh...) artinya bisa sangat dalam, meyakini kalau hidup yang dijalankan, memang seperti yang dia mau, melalui salah, kebodohan, dll gitu, tapi tetap aja dianggap sebagai suatu tahapan yang memang harus dilalui, sehingga pada akhirnya bisa mengambil kesimpulan, kalau yes...I did it my way...

Cuma gak tau kenapa, lagu yang biasanya jadi 'lagu kebangsaan', tiba tiba kog terasa memukul, hehe..apa iya, gue dah jalanin hidup gue as my way..? kenapa tiba tiba gue gak yakin lagi yah..sigh.
# balik ke atas#

Saturday, September 27, 2003

Happy Birthday to me...

hehehe..., iya, happy birthday to me, hari yang semakin lama jadi semakin gak special buat gue, hari ini ulang tahun, dan gue ngerasanya sama aja kayak off day biasa, jadi mikir, kenapa tambah 'tuwa' ultah jadi tambah gak special.

Dulu waktu gue kecil, hari ulang tahun itu jadi hari yang paling ditunggu tunggu, waktu SD dulu, ada semacam perayaan kecil di kelas buat yang ulang tahun, dan yang ultahnya bawa permen, kue kecil kecil yang dimasukkan ke kantong plastik diikat pita warna warni, trus di bagikan ke teman teman sekelas, dan sebagai tanda yang berulang tahun, guru memberikan topi kuncung yang di hiasi kertas krep warna warni, duuuuuuh...rasanya senanggggg banget waktu itu.

Sedangkan di keluarga gue, ulang tahun itu artinya hari dimana gue bisa mesen makanan yang paling gue suka, oma yang masih ada waktu itu bikin cake, trus mama masak, yang paling gue sebel cuma kalo dipaksa makan mie dan telur, dengan alasan, makan mie supaya umurnya panjang, dan makan telur supaya gak tersesat, apaaaaa seh...hehehe..., gue suka telur, cuma gak sukanya waktu keseretan aja waktu makan merah telurnya itu. Dan ngga pernah dibiasakan untuk mengharapkan hadiah, karena bukan kebiasaan di keluarga gue.

Lepas dari SD, ulang tahun tambah jadi gak special, waktu SMP paling teman teman yang dekat yang tau, dan biasanya trus pergi bareng bareng makan, jadi 'tukang traktir' sehari, hehe...dan kado kado ala anak SMP, hehe..berhubung duit jajan cekak waktu itu, jadi masalah traktir mentraktir suka jadi hal yang agak bikin pusing, hehe..., waktu SMA, masih tetap sama teman teman dekat aja, trus paling sama ehmm...pacar, hehehe..., pergi berdua, huhuyy deh pokoke..kekeke..

Waktu kuliah, tambah gak spesial, malah kadang gue lupa kalo gue lagi ulang tahun, paling grombolan si berat yang telp , ngucapin selamat ulang tahun,dan gue dengan ogebnya ngejawab, "Lah, emang gue ultah hari ini??", hehe...dan mereka biasanya koor bareng ngejawab gini, "Yeee......". hehe...

Waktu gue jadi guide, ulang tahun kadang lagi di jalan, jadi gak ada lagi acara makan makan keluarga, ortu gue rasanya juga udah bisa menyesuaikan, jadi paling mereka telp aja buat ngucapin met ultah, hehe...trus berhubung udah punya uang sendiri, cieee..., gue beli sesuatu for myself, ya apa aja, ular keg, atau pohon keg, apalah yang gue suka dan pingin punya, yang gue masih inget, pas ultah masuk puncak, dan sama owner salah satu hotel disana, dibikinin steak rusa, hehe...(Chan, gue masih inget iho steak rusa bikinanloe itu...^_^ )

Dan sekarang, benar benar ulang tahun itu tidak jadi hari special,well dapet telp dari ortu gue a day before, buat gromsiber Bandung makasihh buat karangan bunganya, bagusss banget, gue gak tau gimana caranya, but I loveee those sunflowers...hehe , anak anak kantor, teman2 yg lain yang mau meluangkan waktunya buat telp ato sms (guys, thx a lot..) , Chipy buat traktiran pitchernya, Popon (I'm so glad u called, hurry back, I miss u...) dan buat orang yang dah ngirim 12 tangkai white roses, gue gak tau dari sapa, but thank you so much for the flowers.

Tapi tetap, ultah gak lagi spesial, yang jelas gue gak lagi nunggu2, kalo bisa malah gak usah ultah segala deh, hahaha...(kayaknya sih ini ratapan si jomblo yg lagi ultah deh, jd gak usah dipikirin, hahahah...)

I hate birthday...hehe..
happy birthday to me anyway..
# balik ke atas#

Sunday, September 21, 2003

Update.

Ini update kejadian hari Kamis itu.

Tadi pas balik ke Jakarta, naik angkot lagi kan, terus terang ada rasa jeri juga, tapi mulai lagi berserah, karena kalau memang harus kejadian, gue diam di rumah aja bisa kejadian, tadinya ngga mau nanya sama supir angkot, bagaimana kejadian lanjutannya, sambil dengerin mereka ngobrol, siapa tahu mereka ngebahas ceritanya. Akhirnya, ngga tahan juga, gue tanya juga pas lagi melewati daerah kejadian kecelakaan itu, "Itu jadinya gimana yang tabrakan motor sama angkot itu? ", dan dari merekalah gue akhirnya tau updatenya, yang paling penting, si ibu dan bayinya are okay, they are okay.., thanks God ! trus supir angkotnya bener sperti perkiraan gue, dapet masalah, padahal total bukan kesalahan dia, nah yang pengendara motor, ternyata dia patah kaki, yang divonis sama RS. Karya Bakti musti di amputasi, tapi sekarang lagi dibawa ke Cimande buat alternatif lain, dan motor yang dia bawa itu , ngga ada surat suratnya, dia juga ngga punya SIM, tapi berani bertingkah, konon dia yang minta ganti sama supirnya 6 juta atas kejadian ini, karena dia punya backing dari AU, yeeeeee...dah salah malah gitu yah? trus pihak lain yang diuntungkan lagi dari kejadian ini adalah polisi, sosok yang gak gue liat waktu ada kejadian, mereka malah neken supir dan yang punya angkot untuk bayar 2 juta, baru mereka mau diam dan gak memperkarakan kasus ini, gila kan? huhhh...!!
# balik ke atas#

Friday, September 19, 2003

Split of second.

Pernah ngga ngalamin kejadian dalam waktu yang sangat singkat yang kemudian merubah semuanya dan semua ngga pernah akan kembali lagi seperti biasanya?

Kejadian seperti itu gue alamin waktu lagi balik ke Bogor hari Kamis yang lalu. Waktu itu, naik angkot dari stasiun ke rumah, semuanya biasa biasa aja, angkotnya juga ngga ngebut, tapi pas di suatu tempat, gue kan duduk di depan seperti biasa, ngeliat ada mobil box yang berjalan ke arah angkot, trus ditengah tengah itu ada motor yang meliuk liuk, rupanya dia mau motong jalan mobil box, tapi mobil boxnya ngga mau ngasi jalan, walhasil, dia panik kali, dan gue yang ngeliat itu semua, cuma bisa bilang dalam hati, kayaknya ngga bisa nih ngambil , ngga bisa nih, dan braaaaak....!!, waktu dia meliuk itu, mobilnya menabrak angkot, angkotnya ngebuang ke kanan, dan motor itu terjepit di roda belakang angkot. Gue berusaha ngeliat motor, tapi gak keliatan, tapi pas nengok ke kiri, ada seorang ibu dengan bayinya, terlempar dari dalam angkot ke jalan, dia dalam keadaan tengkurap. Untuk sesaat itu gue sempet blur, trus buru2 turun dari angkot, bersama sama dengan penumpang penumpang yang lain, orang orang sekitar mulai berdatangan, lalu lintas jadi macet ke dua arah, mobil box berhenti di tempatnya, dan seorang bapak meraih bayi yang ada di tangan ibunya, lalu memperhatikan, bayi itu baik baik, sementara ibunya masih tengkurap tidak bergerak. Dan gue cuma bisa berdiri memperhatikan ibu itu, gue takut buat berbuat apa apa :( lalu beberapa orang mendatangi ibu itu, membalikkan dia, gue masih sempet ngomong, "Pak pelan pelan, takut gegar otak, pelan pelan pak balikinnya ", dan sewaktu dibalikkan, ibu itu masih diam, tidak bergerak, kepalanya yang tertutup jilbab putih ngga ada luka, tapi seperti semua lembek aja mukanya, mungkin karena terhantam aspal sewaktu dia jatuh itu, matanya menatap ke atas, lalu dia dipindahkan pelan pelan oleh beberapa orang ke tempat yang teduh, sementara rupanya ada anaknya satu lagi yang berusia sekitar 9 tahun menangis sekencang kencangnya melihat ibunya tidak bergerak. Dan sewaktu dipindahkan itu, ibu itu mulai bergerak, kejang kejang, anaknya yang besar menangis tambah kencang, dan terus terang waktu itu gue dah mikir yang macem macem, supir angkot kesulitan untuk mindahin angkotnya, karena ternyata waktu dia ngebuang itu, setirnya patah gitu, siang tambah panas, macet tambah panjang, dan ada beberapa orang yang malah marah marah karena perjalanan mereka jadi terhambat gara2 macet tanpa mau tau kalo lagi ada kecelakaan, gue gak liat ada polisi, cuma ada beberapa pria bawa bawa HT, mundar mandir, nanya nanya, tapi gak bantu sama sekali, trus mobil box itu bergerak pelan pelan, trus wuzzz...!! kaburrrrr...!!yeee...??? orang orang gak sempet merhatiin karena sibuk ngurusin ibu ibu itu dan bayinya, trus motor dipindahkan dari bawah roda kanan belakang angkot, gue masih sempet liat pengendaranya itu berdarah hidung dan mulutnya, dan rasanya pingin deh nyamperin dia trus gamparin, karena dia yang bikin ini semua, gak ada yang merhatiin dia sama sekali, ibu ibu berkerumun melihat bayinya, sebagian bapak bapak bawa ibu itu ke klinik terdekat, yang lain bantu mengatur lalu lintas supaya ngga macet panjang, sebagian penumpang dari angkot itu, mulai menaiki angkot lain, dan melanjutkan perjalanannya, dan gue bengong disitu bersama sama tas :(.

Gue merhatiin jalan, angkot yang masih di tengah jalan, trus pengendara motor yang lagi duduk, berusaha mengingat ingat lagi apa yang terjadi, semuanya terjadi begitu cepat, dan gue brasa lagi ditepuk sama yang diatas, seperti diingatkan, kalau sesungguhnya manusia benar benar ngga bisa apa apa, just in a split of second, semuanya berubah, dan mungkin ngga pernah akan kembali seperti semua, siapa yang akan menyangka, kalau keluarga ibu itu akan mendengar berita kecelakaan seperti itu, supir angkot juga rasanya ngga akan menyangka akan terjadi seperti itu, kalo yang naik motor itu, rasanya kalau dia gak bego dan ceroboh, bisa menduga akan terjadi seperti itu, sayangnya aja otaknya kurang 3 sendok gitu, huhhh...!!

Gue duduk disitu sampai satu bapak menghampiri gue, trus nanya, "Neng ngga apa apa? ", dan gue ngegeleng, "Nteu pak, nuhun, cuma kaget wae", trus gue bangun, naik angkot lain lagi, dan sampai di rumah.

Di rumah, gue cuma bisa bersyukur gue ngga apa apa, sedih melihat ibu dan bayinya itu, sambil berharap mereka juga ngga apa apa, sedih mikirin supir angkot itu pasti terlibat masalah dengan adanya kejadian seperti ini, nyumpah nyumpah kalau ingat yang naik motor ugal ugalan itu, sambil terus mengingat rasanya gue lagi diingatkan sekali lagi, kalau manusia ternyata tidak bisa apa apa...
# balik ke atas#

Monday, September 15, 2003

Bogor.

Tah di dinya, ku andika adegkeun eta dayeuh laju ngaranan Bogor sabab bogor teh hartina tunggul kawung
(Di tempat itu, dirikanlah olehmu sebuah kota lalu beri nama Bogor sebab bogor itu artinya pokok enau)

Ari tunggul kawung emang ge euweuh hartina euweuh soteh ceuk nu teu ngarti
(Pokok enau itu memang tak ada artinya terutama,bagi mereka yang tidak paham)

Ari sababna, ngaran mudu Bogor sabab bogor mah dijieun suluh teu daek hurung teu melepes tapi ngelun haseupna teu mahi dipake muput
(Sebabnya harus bernama Bogor? sebab bogor itu dibuat kayu bakar tak mau menyala tapi tidak padam, terus membara asapnya tak cukup untuk "muput")

Tapi amun dijieun tetengger sanggup nungkulan windukuat milangan mangsa
(Tapi kalau dijadikan penyangga rumah mampu melampaui waktu sanggup melintasi zaman)

Amun kadupak matak borok nu ngadupakna moal geuwat cageur tah inyana
(Kalau tersenggol bisa membuat koreng yang menyenggolnya membuat koreng yang lama sembuhnya)

Amun katajong? mantak bohak nu najongna moal geuwat waras tah cokorna
(Kalau tertendang? bisa melukai yang menendangnya itu kaki akan lama sembuhnya)

Tapi, amun dijieun kekesed? sing nyaraho isukan jaga pageto bakal harudang pating kodongkang nu ngawarah si calutak
(Tapi, kalau dibuat keset? Semuanya harus tahu besok atau lusa bakal bangkit berkeliaran menasehati yang tidak sopan)

Tah kitu! ngaranan ku andika eta dayeuh Dayeuh Bogor!
(Begitulah beri nama olehmu itu kota Kota Bogor)

[Pantun Pa Cilong, "Ngadegna Dayeuh Pajajaran"]


posting kali ini, gue mau cerita tentang Bogor, kota tercintahku...:)

Dahulu kala, ada satu perempuan kecil, yang tak bisa berhenti termangu stiap kali diajak ke Bogor , dia terkagum kagum melihat Kebun Raya yang penuh berbagai jenis pohon dan tanaman, dengan tepi jalan yang penuh orang berjualan macam macam jenis suplir dan pakis, kelinci, bangkuang, talas, dan buah buahan lainnya, terkagum kagum melihat sungai berbatu yang masih mengalir, terkagum kagum melihat rumah rumah tua dari jaman Belanda yang masih terpelihara dengan baik, sehingga tercetus pikiran, satu kali nanti, bila aku besar, aku mau tinggal di Bogor...., tinggal di daerah sejuk yang disekelilingnya masih bisa melihat gunung, rumah tua, pohon tua yang tinggi menjulang, wah pokoke gak bisa ngga harus Bogor....!! (ngotot mode : on..kekeke)

Dan sekarang impian itu sudah tercapai, dengan segala peluh dan usaha dan lain lain (kenyataan nih bukan hiperbola..) atau paling ngga udah hampir tercapai, masih nyicil, tapi hampir lunas, doain aja yaah biar bisa lunas cepet (lho..kekeke..) biar ngga di tempat yang dia mau dulu, tapi agak minggir sedikit, tapi kan paling ngga masih ada tulisan Bogornya (ngotot mode still on, haha..).

Bogor yang sekarang, beda banget sama Bogor yang dulu gue liat, dan kagumi, sekarang Bogor harusnya dikenal sebagai 'kota angkot', karena sejauh jauh mata memandang, yang keliatan itu angkot ijo ijo dengan rute yang tumpang tindih, coba deh sekali kali ke Jembatan Merah, atau ke Sukasari, disitu angkot here, angkot there, angkot everywhere...kekeke..., tapi Kebun Raya dan jembatan merahnya yang terkenal sebagai 'jembatan putus cinta' karena kalau berdua duaan dengan kekasih trus lewat di jembatan itu konon bisa putus,juga terkenal sebagai tempat berkumpulnya arwah arwah penasaran se Jawa Barat (hiii....), Istana Bogor dengan rusa rusanya yang masih penuh misteri sampai sekarang atau museum Zoological dengan rangka ikan paus yang terdampar di Pelabuhan Ratu, atau Taman Topi yang malam jadi tempat nongkrong orang orang yang 'selera punya pria', Stasiun KA yang kalau kita pulang naik kereta terakhir, kita bisa melihat sisi lain kehidupan yang kadang ngga pernah kita bayangkan (sigh...), Lapangan Sempur yang legendaris, tempat orang Bogor jogging tiap hari Minggu, atau tempat bazaar atau tempat pagelaran wayang waktu Bogor ultah, Wisma Batu Tulis yang sempat heboh karena issu harta karun itu, bersebrangan dengan Istana Batu Tulis tempat beristirahat Presiden Soekarno, yang sst..gosipnya nih, nanti makam beliau akan dipindahkan dari Blitar ke Istana Batu Tulis ini sesuai permintaan terakhirnya, tempat pembuatan gong terkenal (dan konon satu satunya di daerah Jawa Barat) di Pancasan atau Terminal Baranangsiang yang konon kalo malam ganti nama jadi Baranangmalam, kekeke...j/k,semuaaa deh masih tetap disitu, juga rumah rumah tua dari jaman Belanda juga masih ada, ditambah mall mall, ditambah beratus ratus atau mungkin lebih orang orang yang berpikiran seperti gue, untuk punya rumah di Bogor, mungkin itu juga yang bikin Bogor jadi sumpek, hehe...

Ngga tau kenapa yah, tiap kali off kerja, gue balik ke Bogor, kalau hari kerja, gue kost di daerah sekitar daerah Kuningan, dan waktu naik kereta, biasanya sih Pakuan, trus pas sampai di stasiun Bogor yang ada tulisan 246 m, yang artinya Bogor itu terletak 246m diatas permukaan laut, melihat angkot angkot yang ngetem, gue bisa menghela nafas panjang, trus dengan senyum ngucap sendiri di dalam hati, "I'm home", hehehe...

Dan suatu kali gue dapet keterangan tentang kota Bogor waktu iseng iseng lagi browsing, itu yang gue cantumin diatas, selama ini kan orang bilang Bogor itu dari kata Buitenzorg, tapi ternyata keterangannya seperti ini iho :

"Pantun di atas menjadi dasar yang paling kuat tentang kenapa nama kota itu dinamakan "Bogor". Seperti diketahui, sampai saat ini ada empat pendapat tentang asal nama Bogor :
1. Berasal dari salah ucap orang Sunda untuk "Buitenzorg" yaitu nama resmi Bogor pada masa penjajahan Belanda.
2. Berasal dari "Baghar atau baqar" yang berarti sapi karena di dalam Kebun Raya ada sebuah patung sapi.
3. Berasal dari kata "Bokor" yaitu sejenis bakul logam tanpa alasan yang jelas.
4. Asli bernama Bogor yang artinya "tunggul kawung" (enau atau aren).

Pendapat bahwa Bogor berasal dari "buitenzorg" adalah dugaan intelek yang mengira lidah orang Sunda sedemikian kakunya dengan mengambil perumpamaan melesetnya "Batavia" menjadi "Batawi". Akan tetapi bila kita perhatikan bagaimana orang Sunda mengucapkan "sikenhes" untuk "ziekenhuis" (rumah sakit) atau "bes" untuk "buis" (pipa) atau "boreh" untuk "boreg" (jaminan), maka berdasarkan gejala bahasa tersebut, seharusnya orang Sunda melafalkan "buitenzorg" menjadi "betensoreh". Jadi dugaan "buitenzorg" menjadi Bogor terlalu dikira-kira.

Pendapat kedua ("baghar atau baqar") berdasarkan kenyataan adanya pengaruh bahasa Arab di daerah sekitar Pekojan. Orang Sunda akrab dengan bahasa Arab lewat agama Islam, akan tetapi belum pernah ada bunyi BA dari bahasa Arab menjadi BO. Selain itu, dugaannya mengandung kelemahan dari segi urutan waktu. Kata Bogor telah ada sebelum Kebun Raya dibuat, sedangkan arca sapi itu berasal dari kolam kuno Kotabaru yang dipindahkan ke dalam Kebun Raya oleh Dr. Frideriech dalam pertengahan abad 19.

Pendapat ketiga (asal kata "bokor") juga mengandung kelemahan karena bokor itu sendiri adalah kata Sunda asli yang keasliannya cukup terjamin. Meskipun demikian, perubahan bunyi "K" menjadi "G" tanpa menimbulkan perubahan arti dapat ditemui pada kata "kumasep" dan "angkeuhan" yang sering diucapkan menjadi "gumasep" (merasa cakep/centil) dan "anggeuhan"(tempat bersandar atau bernaung). Jadi bisa saja Bogor memang berasal dari Bokor. Akan tetapi, tak ada seorangpun yang biasa mengartikan "Bogor" sama dengan "bokor".

Pendapat keempat kita temukan dalam pantun Bogor yang sudah disebutkan di awal tulisan. Dalam lakon itu dikemukakan bahwa kata "bogor" berarti "tunggul kawung". Keadaan yang sama dapat ditemui pada nama tempat "Tunggilis" yang terletak di tepi jalan antara Cileungsi dengan Jonggol. Kata "tunggilis" berarti tunggul atau pokok pinang yang secara kiasan diartikan menyendiri atau hidup sebatang kara.Di Jawa Barat banyak tempat bernama Bogor, seperti yang bisa ditemukan di Sumedang dan Garut. Demikian pula di Jawa Tengah, sebagaimana dicatat Prof. Veth dalam buku Java. Dengan demikian memang agak sulit menerima
teori "buitenzorg", "baghar" dan "bokor".Bogor selain berarti tunggul enau, juga berarti daging pohon kawung yang biasa dijadikan sagu (di daerah Bekasi). Dalam bahasa Jawa "Bogor" berati pohon enau dan kata kerja "dibogor" berarti disadap. Dalam bahasa Jawa Kuno, "pabogoran" berarti kebun enau. Dalam bahasa Sunda umum, menurut Coolsma, "Bogor" berarti "droogetapte kawoeng"(pohon enau yang telah habis disadap) atau "bladerlooze en taklooze boom" (pohon yang tak berdaun dan tak bercabang). Jadi sama dengan pengertian kata "pugur" atau "pogor". Akan tetapi dalam bahasa Sunda "muguran" dengan "mogoran" berbeda arti. Yang pertama dikenakan kepada pohon yang mulai berjatuhan daunnya karena menua, yang kedua berarti bermalam di rumah wanita dalam makna yang kurang susila. Pendapat desas-desus bahwa Bogor itu berarti "pamogoran" bisa dianggap terlalu iseng.

Nama Bogor dapat ditemui pada sebuah dokumen tertanggal 7 April 1752. Dalam dokumen tersebut tercantum nama Ngabei Raksacandra sebagai "hoofd van de negorij Bogor" (kepala kampung Bogor). Dalam tahun tersebut ibukota Kabupaten Bogor masih berkedudukan di Tanah Baru. Dua tahun kemudian, Bupati Demang Wiranata mengajukan permohonan kepada Gubernur Jacob Mossel agar diizinkan mendirikan rumah tempat tinggal di Sukahati di dekat "Buitenzorg". Kelak karena di depan rumah Bupati Bogor tersebut terdapat sebuah kolam besar (empang), maka nama "Sukahati" diganti menjadi "Empang".

Pada tahun 1752 tersebut, di Kota Bogor belum ada orang asing, kecuali Belanda. Kebun Raya sendiri baru didirikan tahun 1817 sehingga teori "arca sapi" tidak dapat diterima sebagai asal-usul nama Bogor. Letak Kampung Bogor yang awal itu di dalam Kebun Raya. Ada di lokasi tanaman kaktus sekarang. Adapun pasar yang didirikan di kampung tersebut oleh penduduk disebut Pasar Bogor. "
atau kalo mau lebih lengkapnya coba klik di ini .

Bogor, yang sekarang sudah hampir tiap sore atau pagi hari hujan, yang disebelin sama orang Jakarta karena istilah 'banjir kiriman dari Bogor', tapi juga tetap dikunjungi setiap wiken , habis gimana yah, panggilan dari 'asinan bogor', 'roti unyil', 'laksa surken', 'toge goreng', 'pisang aroma', dan yang terakhir itu factory outlet yang tersebar di Jl. Pajajaran dan sekitarnya gak bisa ditolak, manaa kukuu..., kekeke..., bikin Bogor semakin sumpek sumempek setiap wiken.

Dan konon, di suatu tempat, di dekat kaki gunung Salak, ada seorang perempuan, yang pernah bercita cita punya rumah di Bogor, sedang menatap hujan yang turun, atau apabila cuaca terang, menatap gunung Salak yang tampak jelas dari jendela kamarnya sedang tersenyum, sambil berkata di dalam hati, "Saya pulang....".
# balik ke atas#

Sunday, September 14, 2003

Bebas euy.

Dah balik nih, hehe, habis menyelesaikan tugas yang numpuk, jadi sekarang udah rada tenangan, kan dah dibilang, lagi banyak urusan yang numpuk sunumpuk, tapi sekarang saya dah MERDEKAAAAAH....:D

jadi sekarang, let's blog again, hehe...

Paling ngga udah menuhin janji buat mulai ngeblog lagi hari ini.
# balik ke atas#

Thursday, September 11, 2003

Janji

janji akan balik ngeblog hari minggu ini (14 sept '03)
hehe...
# balik ke atas#

Monday, September 08, 2003

a thousand nights, a thousands days...

Even if you continue your search for your lost wings,
they're nowhere to be found.
And even if you bring time to stand still,
you see, the stars still move.

Your words, prayers, balloons and bouquets, none of it reaches.

Through a thousand nights and a thousand days,
the dream crossing the Milky Way flowing with light
is left behind, buried in the plants.
What do you see from atop the crumbling tower...

I wish you'd smile at me.
Look, I've prepared all these things
I thought I could give them back to that sky
I've thought of many things.

To the forest beyond the forest
To the sea beyond the sea
We go out we gather, we gather we pray

Pray and decorate, search and wish upon...

The last thing I gave was a silver umbrella
which showed the blue of the sea.
Now, opening the umbrella in your right hand,
you take the wind and float away.
Through a thousand days and a thousand nights
crossing the Milky Way flowing with light.

Through a thousand nights and a thousand day

listening to: hajime chitose -- sen no yoru to sen no hiru
# balik ke atas#

Pamit bentaran.

Gue pamit bentaran yah.

I need some times for myself, hehe..

bisa seminggu, bisa cuma sehari

but I will be back though.

bye

# balik ke atas#

Sunday, September 07, 2003

Kalau boleh...

sindrome menjelang ulang tahun : on

Tuhan,

Kalau boleh saya meminta,
jangan biarkan saya mati tua.
jangan biarkan saya mati dalam keadaan lelah lahir dan batin.
jangan biarkan saya mati setelah orang orang terdekat saya tidak ada lagi.

Kalau boleh saya meminta,
biarkan saya mati sewaktu saya sedang tidur, dengan senyum di bibir,
biarkan saya mati setelah saya berpamitan kepada orang orang yang dekat,
biarkan saya mati, dengan hati penuh keyakinan, kalau di dunia ini , paling tidak ada beberapa orang yang benar benar sayang saya.

Waktunya biar Tuhan yang menentukan.

ps. buat Alley. Inget, kamu janji ngga akan nangis waktu 'itu' terjadi kan.
# balik ke atas#

Die before 40.

hehe..., judul diatas serem yak? tapi itu yang gue bisa 'simpulkan' dari obrolan ditelp sama satu orang yang dah jadi sahabat gue selama kurang lebih 10 tahun.

Asal usulnya waktu kita lagi ngobrol, via telp, temenan sama manusia satu ini, ngga bisa sering sering ketemu, karena konon beliau sibuk sesibuk sibuknya jadi orang, jadi dari omongan tentang dia yang mo pindah kerjaan ke Surabaya, trus nyambung ke soal gaji, yang kata dia, kalo ngitungin gaji, gaji di Jakarta lebih dari cukup untuk dia buat 'foya foya', sementara yang di Surabaya ini, yaa...cukuplah, buat gue keluargaan, demikian kutipan omongan dia, trus nyambung lagi ke rencana dia, buat keluargaan, umurnya 33 sekarang, dan dia lihat temen temennya dah punya keluarga, punya anak, sementara dia masih 'sendirian', hehe.., selama lamanya gue kenal dia, baru sekali ini denger dia 'ngeluh' seperti itu, jadi waktu itu gue dengerin aja, dan setelah itu baru gue tanya, "Eh btw, sejak kapan loe jadi mikirin apa gajiloe cukup buat keluargaan? emang dah ada rencana gimana? ", dia diem lama banget, " Ngga tau, tp rasanya biological gue berdetak semakin keras, tapi gue juga ragu nih, gak tau kenapa, kog gue punya feeling kalo gue bakalan mati sebelum umur 40 yah?" , naaaah lhooo..., gue ketawa waktu denger dia ngomong seperti itu, " Ja ja ja...jangan takut, loe bukan cowok pertama yang bilang seperti itu , punya feeling mati sebelum umur 40? hahaha...", eh dia malah tersinggung, "Gue beneran nih, ya gak tau kenapa gue punya feeling seperti itu, tp itu yang gue rasain", gue semakin keras ketawa sebelum akhirnya bilang gini, " Itu harusnya dialihin, kenapa cowok kayaknya takut dan antipati banget sama umur 40, bukan di refer sebagai pertanyaan, kenapa banyak banget cowok yang punya feeling kalo mereka bakal mati sebelum umur 40", di dalam hati, gue jadi mikir, ini bagus juga dijadiin bahan blog, hahaha..., trus kita jadi ngebahas, apa bukan karena cowok merasa kalo mereka dah umur 40, nanti berasanya tua, dan tidak lagi menarik, hehe..., di dalam pikiran gue, cowok bisa 'absgay' kalo mereka merasa tidak ada lagi yang bakal melirik mereka, karena udah tuwir dan tidak lagi menarik abg abg, hehe..., temenku itu diam lama, "Tapi kan gue baru akan 33, blom tua kan?", haha..secara gak langsung dia merasa, kalo umur ternyata menjadi salah satu faktor dimana cowok merasa dia harus punya anak sebagai penerus. Waktu dia tanya gitu, gue sambil ketawa ngejawab, "Well, not too old nor too young for me, wink wink..", dan kita ketawa bareng berdua.

Balik ke pendapat, kalo banyak co merasa kalo mereka akan mati sebelum umur 40, bukan cuma temen gue ini lho yang mikir seperti itu, beberapa member dari 'grombolan si berat' juga pernah ngomong seperti itu, trus ditambah beberapa lagi yang lain, jarang gue denger, ada cowok yang justru bikin rencana tentang apa yang mereka akan kerjakan setelah mereka umur 40, cuma satu, Bas, hehe..., dia bilang kalo umur 40 dia mau pensiun dini, trus buka toko bahan bangunan, apa hubungannya sama pensiun dan bahan bangunan, dukaa atuh.., tapi baru dia yang punya rencana setelah umur 40, yang lain, malah pesimis kalo mereka akan hidup sampai umur 40, kenapa gitu yah ..??
Dan kalau dibilang cuma yang 'single' aja yang punya pikiran seperti itu, ngga juga, ada beberapa orang yang gue kenal, udah punya steady job, keluarga (soal bahagia ato ngganya, ngga tau sih), mereka juga pesimis, sampai akhirnya saking sebelnya gue suka bilang gini, " Yee, apa gak mo ngerasain jadi calon mertua? kan loe jadi bisa mengintimidasi calon menantuloe nanti, trus jadi mertua, mo mati aja, gak kesian apa sama anak anakloe kalo mereka merit, trus ngga didampingin sama bapaknya?? " hehe..dan biasanya mereka 'sadar' sebentar, ngga tau kalo pikiran itu nanti balik lagi menghantui mereka.

Kira kira ada yang tau ngga, kenapa cowok punya pikiran seperti itu?

Betewe, gue juga brasa kalo gue gak akan sampai umur 40, kekeke....
# balik ke atas#

Friday, September 05, 2003

Malu euy

Dah di Jkt lagi nih.

hehe, jadi malu baca posting kemarin waktu belum balik itu, kesannya kog gue 'merengek' banget yak huhuhu...

Sampai di Jkt pagi, trus balik, tidur, alias 'menewaskan diri', walaupun gak brapa sukses tewasnya, sore bangun, trus ke kantor bikin laporan, biar 'agak' tenangan daripada keburu buru nanti hari Senin.

Tadi sebelum ke kantor, sempet beresin beberapa hal, paling ngga soal kost udah 'tercapai' kata sepakat antara gue dan ibu kost, tsahh...jadi udah gak usah mikirin lagi, walau tetep aja nanti harus mindah2in barang, tapi ya nanti is nanti udah ngomong sama cowok cowok di kantor untuk minta tolong bantuin ngangkat ngangkat, hehe..dan mereka dah bersedia, yaaa..paling ngga itu salah satu keuntungannya jadi cewek satu satunya di kantor sebelumnya makasih yah guys..!!

Tinggal mikir soal tour dll, masih belum keliatan way outnya, tapi pasti dipikir, lha iyalah, hehe...

Report dah selesai juga, jadi agak tenangan deh. Mo ke tempat nyokap buat wiken, mau minta dipeluk . Kalau kayak gini, I really missed my oma

Eniwei, rasanya ngga seburuk yang gue pikir .

Oya, makasih buat yang dah bilang sayang, hehe... I know that, biar gak bilang juga dah tau kog (ge er mode set on , hehe..) gue juga sayang ma loe, more than u know ...

Fyuuh....

-How I remember you-

If it's true from the start
That the names of those we love
Are written in our hearts
And we'll search 'til we find
In this jungle of confusion
Something that reminds us
How we love each other
Then I think I've found the clue
Because I certain I remember you

Through my window I see
How the seasons change like notes
Within some harmony
But the love in our eyes
Is an endless summer
Is a joy that magnifies
Each time we touch each other
And it feels like deja vu
As my heart reveals
How I remember you

Day after day I'm amazed
How our love intensifies
In every way it resembles forever
Abandons us never

Like the sunlight that shines
Like the fragrance of the rose
No single word defines
We are tuned to the sound
That displays creation
That our lives revolve around
And searching for each other
From a million hearts we choose
You remember me and I remember you

A chorus of sparrows in summer
Is how I remember you
The fire of maples in autumn
Is how I remember you
The Silence of snowfall in winter
Is how I remember you

-Michael Franks-

# balik ke atas#

Thursday, September 04, 2003

Bingung

lieur mode :on

lagi bengong aja di depan compie, mo tidur takut ke bablaasan, soalnya jam 5.30 WIT musti ke airport, jadi kepikiran, seneng sih mo balik, tapi antara seneng gak seneng juga gue jadi kepikiran gitu balik, blom bikin laporan, blom ngurusin kost, blom ngurusin tour , huaaaaaaaaaah... , tp gue dah bosen disini, oh my o my...mo gak mo balik deh, bukan mau gak mau, tp emang harus balik...sigh...!!

Kost yang sekarang ini kayaknya harus pindah, soalnya kata ibu kostnya, tempat gue sekarang ini mo dipake sama anaknya yang baru merit, trus gue ditawarin di loteng, tapi tanpa rencana yang jelas, gue dah males duluan ngebayangin mindah2in barangnya, mana kerjaan lagi numpuk banget, boro2 mindahin barang, tidur aja masih ngutang kepikiran buat nyari tempat kost lain, tapi seperti yang anda tau, gak gampang nyari tempat kost skarang ini kan?? kan aja deh.. trus yg skrg ini dah gue tempatin 2 tahun, iya, pernah kemalingan sekali, tp lain2nya beres2 aja, trus skrg disuruh pindah, huaaaaaah....

Urusan kerjaan yang lagi 'babak belur', numpuk menumpuk bertumpuk jadi bingung mo ngerjain yang mana duluan, blom mikirin tour2 yang ada bulan ini, dan yang bulan november, rasanya gue pingin bisa kayak gitu deh.

Udaaah, gak usah ngeluh, emang selesai apa kalo ngeluh terus, balik ke Jkt dan hadapin itu semua dengan gagah berani !! rasanya stock gagah berani gue lagi abis deh
wish me lots of gagah berani yah... I'm going now.
# balik ke atas#

Monday, September 01, 2003

Yeah baby...

# balik ke atas#

Berapa banyak temanmu.

Waktu hari kamis, dari Bogor, on the way to the airport, masih di angkot, seperti biasa, lagi jalan gitu, tiba tiba angkot terhenti, ada rombongan orang meninggal, dengan bendera kuningnya lewat, jadi kendaraan yang lain mau gak mau berhenti nunggu rombongan itu lewat, banyaaaaak banget yang mengiringi mobil jenasah itu, supir angkot disebelah gue bilang gini, "Banyak amat, sapa yang meninggal yah? pasti orangnya baik, makanya banyak yang nganter", gue sempet ngelirik bentar ke supirnya, trus ngeliat lagi ke depan. Di pikiran gue, apa iya, kita baru bisa tau kita punya teman banyak apa ngga kalo kita dah meninggal? Jadi inget kata oma dulu, kita baru tau orang itu baik atau ngganya, waktu paku menembus peti matinya, dan waktu itu, gue mikir, apa iya?? kog bisa gitu?? dan waktu gue tanya ke oma, dia ngejelasin, iya, kita baru bisa tau, dan menarik kesimpulan akhir, itu orang baik atau ngga, setelah orangnya meninggal. Waktu itu sebenarnya masih ngga ngerti, tapi semakin ke sini, gue baru 'mulai' ngeh, IMHO: kalau waktu bisa merubah orang, dari yang baik jadi jahat, atau jahat jadi baik, dan mungkin memang kita baru bisa berpendapat orang itu baik atau ngga, sewaktu dia udah ngga ada. Nanti nanti aja ngomonginnya tentang ini deh.

Kemarin sore, dapat sms, yang isinya gini, telah meninggal teman kita Indra Safera pkl 17.00 di RSPAD, malam ini disemayamkan di kediaman, Bulak Rantai Kramat Jati. Waktu baca itu, yang ada gue cuma bisa bengong sesaat, hahh ? Kamis itu sebelum pergi, gue masih sempet telp, masih sempet ngegodain, ngapain opname lagi, apa masih kurang ngetob? karena baru aja seminggu dia keluar dari rs dan a' Indra masih ketawa ketiwi, jangan suka kurang ajar sama orang tua, trus tiba tiba dapat berita seperti itu, beneran jadi bengong gue , ngong..ngong..ngong deh pokoke :(

Ini cuma contoh, kalo benar yang orang bilang, kita ngga pernah tau umur kita, soal a' Indra itu cuma contoh, karena semua yang kenal dan tau a' Indra, tau kalo memang dia punya penyakit liver dan gagal ginjal itu akibat obat obat yang dikonsumsi , tapi siapa yang bisa nebak kalau akan secepat ini ? Dari cerita temen yang sempat datang untuk ngelayat, dan juga dari berita berita di tv, bisa dilihat, kalo ratusan orang datang untuk ngelayat, tiba tiba gue jadi inget lagi omongan supir angkot itu, kita cuma bisa tau, kalau kita banyak teman waktu kita sudah meninggal, sedih amat yah kalo gitu?

Posting kali ini untuk a' Indra, gue gak kenal banget, cuma sempet berkolaborasi (eh buset dah bahasa gue, hehe...) beberapa kali, orang yang 'zakelijk' dan gue suka orang sperti itu, walau kadang kadang empet juga pas dengernya, orang yang punya banyak bakat dan sangat disayangkan dia 'pulang' dalam usia produktif seperti ini, met jalan a' Indra, maaf gue gak bisa ikut ngelayat, tapi biar gimana, ada satu teman a' Indra lagi yang ketinggalan di tempat jauh ini...
# balik ke atas#