<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4124261?origin\x3dhttp://minyak-kayuputih.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ja ja ja

I don't know what I'm becoming. But I know for sure , U wouldn't like me when I'm angry

Monday, October 27, 2003

MENGUCAPKAN SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA , SEMOGA PUASANYA PENUH DAN DIBERKATI....inget, puasa gak penuh, gak boleh ikut lebaran lho...:D

setelah diliat liat, lama juga gak nulis yah, hehe..lg sibuk baca buku neh...(cieee...yg lg 'terkubur' buku) well...ngga juga sih sebenernya, lg gak ada bahan buat tulisan, trus kalo adapun, gak menarik, jadi ngapain juga ditulis, hehe...

Ade Wibie , sang pencipta pesawat SUKOYO

Lagi off kemarin di Bogor, gue ikut tetangga gue ngejemput anaknya di sekolah. Siwie, tetangga gue itu punya 3 anak, Yudith udah SMP, Bimo SD kelas 3, dan yang bungsu itu namanya Wibie masih kelas ENOL besar. Nah yg gue ikutan jemput itu Wibie, ato panggilan rumahnya Mbi ato ade. Beliau satu ini boleh dibilang spt anak gue ndiri, well...Bimo ato Mo sama ade, gue tau mrk dari baby, tapi yang paling deket sama gue itu si ade, jadi minggu kemarin itu, di sekolah itu diajarkan jenis jenis pekerjaan, mulai dari pilot, polisi, montir dll gitu, nah pas gue jemput itu, si ade baru saja dijelaskan tentang insinyur, dan waktu dia liat gue di halaman sekolah, dengan full volume, dia teriak, " Tanteeeeeeeeeeee.....liat ade bikin pesawat SUKOYOO.....", gue sempet ngerutin alis tuh, pesawat sukoyo???, dan ade berlari , trus nunjukin gue sebuah pesawat kecil terbuat dari gabus , dan di lambung pesawat, ada tulisan cakar ayam, SUKOYO, hahahaha...baru disitu gue nangkep, dan sama si ade ini, gak boleh langsung dicela, karena beliau ini bisa langsung ngambek abisss, jadilah gue bilang, "Wah, pesawatnya bagus yah de ? Ade bikin sendiri ini? " , "Iya dong tantee, ini ade nulis sendiri loh nama pesawatnya, Sukoyo, " , sambil nahan tawa, gue tanya lagi pelan pelan, " Ohh, nama pesawatnya sukoyo, kog mirip nama dokter yang diujung jalan yah de ? ", dia sibuk ngangguk ngangguk, trus gue sambung lagi, " Yakin de, bukannya sukhoy? " , dan dengan urat leher yang kencang, dia teriak, " Yeeeeeee, tanteeeee, sukoooyooooo...bukannya sukooooooy", dan akhirnya gue nyerah, biar dia gak jadi ngambek
Ini dia si ade Wibie : sang pencipta pesawat SUKOYO...hahaha....

Patty lagi ngambek
Trus patty ular gue lagi ngambek, gak tau kenapa, waktu lagi sabtu, setelah kandangnya dibersihin, patty trus dikasi makan, skarang ini dia makan kepala ayam, di supermarket kan banyak jual, nah berhubung baru ganti kulit, dan biasanya setelah ganti kulit gitu, nafsu makannya lagi gila2an, jadi gue masukkanlah 8 kepala ayam, habis itu gue tinggal baca buku. Pas balik, masih ada sisa 2 kepala ayam, sementara patty udah melingkar, yang tandanya dia udah gak mo makan lagi, jadi niat gue, ngambil itu kepala ayam, supaya gak busuk, yang pada akhirnya bisa bikin patty sakit, jadi pas lagi ngulurin tangan, cletaaaaak...gigi gigi yang ada di rahang patty tiba2 aja mampir ke telapak tangan kiri gue, well...sakitnya gak seberapa, sakit hatinya yang lebih banyak, hehe..., dan naga naganya bakalan siyap siyap gigit lagi kalau gue gak cepet2 narik tangan dari kandangnya, bahkan setelah gue gak jadi ngambil, dia dengan senang hati masih nyerang kandang kacanya, dalam hati gue mikir juga, sensi amat nih uler yah, gak biasa2nya..??? yasudah...jadi malam itu ngga jadi deh diambil sisa kepala ayam itu, dan sementara itu patty melingkar menutupi kepala ayam itu, jadi kesannya, dia gak mau itu gue ambil..., besok paginya, gue bangun dengan niat, mo ngambil sisa kepala ayam itu, supaya gak bau, dan gak jadi penyakit, liat patty melingkar, ooh, sudah tidur dia, kebiasaan dia, habis makan kenyang, melingkar, jadi buka pintu kandangnya, masukin tangan, dan cleeeeeetaaaaaaaaaak..., lah digigit lagi?? tanggung deh, jadi tangan kanan yang digigit menekan kepala patty, tangan kiri berlapis plastik mengambil sisa kepala ayam, bereskan, dan setelah itu, dengan cepat ada jitakan ringan ke patty yg masih ngamuk, lalu cepat2 menutup pintu kandangnya, haha..auchh.., dan patty ngamuk abis, menghantam kacanya, sampai mulutnya agak monyong, raasaaaen loeee...@#$@$..!! Yang penting, ngga ada kepala ayam yang membusuk di dalam rumah kalau gue tinggal nanti..hehe...

selebihnya yang lain, tidak cukup menarik buat diceritain ..:p
# balik ke atas#

Saturday, October 18, 2003

Buku, buku, buku...

mabok buku mode : on.

Waktu hari kamis kemarin, setelah menikmati semalam tidur di kost baru (tsaaaah...kekeke), ada telp pagi2, dari Chipi, "Woy..mo buku gratis gak loe? kalo mau, ntar siang gue jemput", mata yang tadinya sipit gara2 masih ngantuk jadi terbuka lebar, "Buku gratis? dimana? kog bisa?? becanda loe? "
"Yee..pokoke, mau apa ngga? " , "Maoo maoo..ok, jam brp jemputnya? ", dan terjadilah, Chipi datang jemput jam 2, trus kita menuju ke daerah Warung buncit, di jalan , dia menerangkan, kalau kita akan menuju rumahnya Sanda (hi..Sanda...) sampai di suatu rumah, turun dari taxi, Sanda keluar, trus dengan cengiran khasnya bilang gini, " Pasti mo nyari buku, bukannya gue ", dan pas kita masuk ke garasi, itu buku setengah garasi, gratisssss..., dan gue yang kayak mabok gitu, mimpii gak yah gue?? Sanda ngejelasin, kalo buku buku itu dari tetangganya, yang konon seorang mantan dubes, yang mau pindah rumah, berhubung rumah barunya nanti tidak akan mampu menampung semua buku buku yang dia punya, maka sebagian dihibahkan, gratis dengan catatan harus dirawat baik baik..

Dan mulailah penyeleksian buku buku itu.

Buku buku itu, terdiri dari berbagai bahasa, ada yang bahasa Indonesia, yang jumlahnya sangat sedikit, tapi terdiri dari koleksi buku buku yang susah dicari di toko buku, trus bahasa Inggris, Belanda, Jerman dan Prancis, melihat dari topik topik buku itu, gue jadi mikir, ck ck ck...kayak apa yah bapak dubesnya, kalau dia beneran baca semua buku buku itu, pasti ngomong apa aja sama dia pasti nyambung, ck ck ck...kagum euy...!!

Dan yang ada, gue sama Chipi berebutan buku, kalau kebetulan subject yang ada itu menarik perhatian kita berdua, dan akhirnya...., gue dapet sekitar 100 buku, dari macam macam subject, ada yang memang gue ambil buat orang lain, yang jelas, buku menjahit buat Siwie, buku memelihara anggrek buat Eyang, ada beberapa buku tentang aeronautika buat Gromsiber, dan sisanya, yaaaah buat sayaaaah dong...., hehehe..

Yang gue paling suka, adalah, 14 edisi lengkap dari study world history, yippeeeeeee...(sambil lunjak lunjak...). Dan yang paling bikin sebel, liat buku bagus, tapi bahasanya Belanda atau Jerman, hhh....

Dibawa ke kost, kog rasanya penuh yah jadinya kamar gue, jadi setelah berunding kiri kanan akhirnya, balik ke Bogor, malam itu juga, bawa semua buku buku itu, dan tibalah gue di Bogor dengan aman damai tentram sejahtera beserta kurang lebih 100 buku...

Sekarang lagi bingung mo baca yang mana dulu nih...:D

PS. Makasih banyak buat Chipi, Sanda, dan makasih yang paling banyak buat bapak Dubes, sering sering yah pak bagi bagi buku gini...:P
# balik ke atas#

Friday, October 17, 2003

The Closure

There are some things in life i will never have a chance for closure. i wrote the following on a lonely friday night a few weeks back. i chose to spend it alone. i wanted to take advantage of my temporary misery. we all know that misery breeds creativity. i wanted to be productive so i took out my laptop and simply started writing. below is a script of a supposed conversation that i would have liked to have had with him, he is someone i care for very deeply. there is always the unpredictability factor of the other person. alas, in my writing, i reached deep down in search of objectivity and honesty.

maybe it was 'psychotic' and pretentious of me to have written this (must be the drama queen in me). i am risking rididule for my melodrama. however, by the time i finished writing my so-called would-be conversation, it was almost as if it did happen. i was blessed with so much serenity afterwards. life is funny this way, huh?

hence, my closure. enjoy the read.

*****

his: “it’s been about 10 months! how are you doing?”

mine : “i’m fine. how have you been?

“i’ve been doing well. working constantly. so, what was it that you wanted to talk about?”

“well, my reasons for bringing you here are purely selfish reasons.”

“i’m listening.”

pause.

“i’ve come to the conclusion that i am in love with you.”

pause.

“okay.”

“let me elaborate. i told myself there’s no reason why i should be feeling this way. you did not do anything to entice me to be with you. i’m NOT admitting this to you because i want to rehash the past. it’s quite the contrary. nothing could be further from the truth.”

“so why am i here?”

”you’re here for two reasons. the first reason relates to me. i feel like i have this beautiful secret. i am going to explode if i am not given the chance to reveal it. so, this is my closure. i’m not here to analyze what went wrong between us. instead, i’m here to tell you the things i’m taking away from this.”

“i see. and the second reason?”

pause.

“do you remember what you were doing on june 17, 2003 at 8:15pm?”

“no, i don’t.”

“i do. you were with your family. they were in Yogya. i phoned you in the middle of their bushel.”

pause.

“the timing was significant because that’s when things became clear to me. i had to call you. i was in a very happy and peaceful state of mind. i asked myself, ‘what would complete my happiness?’ you know what the answer was?”

“what was it?”

“nothing would make me happier than seeing you happy, whether it’s with someone else or just being happy in general.”

“really?”

“yes. it’s better to have given love than to have received. if i were to die tomorrow, i would feel like an accomplished woman. i knew how it felt... to give love and to house so much life due to it. this is my second reason.”

pause.

“are you sure it was love?”

“actually, it took quite awhile for me to be convinced. i kept on insisting that it couldn't be. but i’ve missed you so much, and it’s been very difficult. and the images just kept on beating as strong. i don’t want you to think that i say it without meaning or i say it lightly. there was a tear inside here. i didn’t realize how severe it was until much later.”

pause.

“this is not easy for me. also, i knew this conversation will make you uncomfortable. but i’m not asking for reciprocity. i care not for it. all in all, i come to thank you.“

“i’m not sure what to say.”

“i’m saying ‘thank you’ to you. you can say you’re welcome. but it’s not required.”

“you’re welcome.”

“thank you. i saw a glimpse of love, and i’m taking it with me. it’s in the form of a special person(s) in my future.”

“i’m at a loss for words.”

“you don’t have to say anything. i just hope you were with open mind to accept what i had to tell you. if not, that’s okay. i know i took quite a risk by admitting this to you.”

“i appreciate you telling me this.”

“in the end, i felt i had no choice. you were my vehicle to love. and now, i’ve never been this happy in my entire life. there is so much energy in me and i felt i had to pass it along.”

“what if i tell you that i feel the same way?”

“i know you don’t. but it wouldn’t matter anyways. i did not come to you to rekindle romance. i would be kidding myself if i say that i am totally opposed to it. but at this time, i believe i have more things to conquer. if we were to reignite whatever we had, i have yet to prove myself.”

“i think you’ve proven yourself.”

“no, i have not. i’m trying to prove me to myself. as a first step, we can start by being friends first. this is something that i want in my life.”

“yes, definitely. i would like that.”

“there's three things that come to mind when i think of you.”

“oh yeah? what’s that?”

“#1, i would never forget our first kiss on that almost evening. it was light, but i can not get it out of my mind how good you tasted. you were the sweetest and warmest kiss i've ever tasted as long i can remember.”

pause.

“#2. at 3 o'clock in the morning, sleeping side by side on the bed - you carressed me on my hand and kissed me in the middle of my back for no reason. i don’t think you knew i was awake, but i was. it was a wonderful feeling.”

pause.

“and #3. when I think of you, i will always think of your smile. i will think of your face. i will think of your posture. you are such a beautiful man. i get goosebumps just thinking of you.”

pause.

“i hope it gives you great satisfaction to know that someone has fallen in love with you just being yourself. i’m not the first. and i know i’m not the last who would.”

“that’s very kind of you.”

“also you, you are not my last. admitting it makes me feel like i’m on top of the world. it feels wonderful. people will see just how beautiful i am because of this, and they will fall in love even harder than with the way i have with you.”

"audien, you will find it. and, you will have it infinitely greater than what we had."

"i know i will."

we hug and then go our separate ways.

*****

best case scenario: we go out to movies periodically throughout the year as friends. winner: both.

worst case scenario: we don’t. winner: just me.

all in all, isn't life so grand? how sweet can victory be if the fight was easy?

dedicated to him, yes, I was in love with you, and now i'm takin it all with me. nuttin for u, sorry..:p
# balik ke atas#

Thursday, October 16, 2003

Akhirnya.

Ambil cuti 2 hari.

Akhirnya setelah bikin pusing hampir dua bulan ini, gue pindah kost juga.

hehe. Cape.

Tapi paling ngga, satu masalah udah beres.

hhhhh....
# balik ke atas#

Wednesday, October 15, 2003

Y o u

Music, once again, completely mirrors life....

Audien Begins

My friend assures me "it's all or nothing"
I am not worried- I am not overly concerned
My friend implores me " for one time only,make an exception."
I am not not worried
Wrap him up in a package of lies
Send him off to a coconut island
I am not worried - I am not overly concerned with the status of my emotions
"oh", he says, "you're changing."
But we're always changing
It does not bother me to say this isn't love
Because if you don't want to talk about it then it isn't love
and I guess I'm going to have to live with that
but, I'm sure there's something in a shade of gray
or something in between
and I can always change my name if that's what you mean
My friend assures me "it's all or nothing"
But I am not really worried
I am not overly concerned
You try to tell yourself the things you try tell yourself to make
yourself forget to make yourself forget
I am not worried
"If it's love" he said, "then we're gonna have to think about the consequences"
cause he can't stop shaking and I can't stop touching him and.....
This time when kindness falls like rain
it washes him away and Audien begins to change her mind
"these seconds when I'm shaking leave me shuddering for days" he says.
And I'm not ready for this sort of thing
But I'm not gonna break
And I'm not going to worry about it anymore
I'm not gonna bend. And I'm not gonna break and
I'm not gonna worry about it anymore
It seems like I should say "as long as this is love..."
But it's not all that easy so maybe I should just
snap him up in a butterfly net-
Pin him down on a photograph album
I am not worried
I've done this sort of thing before
But then I start to think about the consequences
Because I don't get no sleep in a quiet room and...
The time when kindness falls like rain
it washes me away and time begins change my mind
And every time he sneezes I believe it's love
and oh lord.... I'm not ready for this sort of thing
he's talking in his sleep-it's keeping me awake
And Audien begins to toss and turn
And every word is nonsense but I understand and
oh lord. I m not ready for this sort of thing
His kindness bangs a gong
It's moving me along and Audien begins to fade away
It's chasing me away. he dissappears, and oh lord I'm not ready for this sort of thing
# balik ke atas#

Saturday, October 11, 2003

Ucapan duka buat kecelakaan bis Situbondo

Sudah banyak tulisan tentang kejadian ini, suka gak suka, gue yang juga termasuk salah satu pemandu wisata, merasa sangat sangat prihatin dan sedih. Rasanya kaget banget. Posting kali ini, gue peruntukan untuk sang pemandu wisata yang menjadi korban, yang ngga pernah disebut sebut siapa namanya, sob, siapapun anda, gue ikut prihatin dan bersedih.., semoga tenang di sana.

Jadi ingat, dari sekian banyak orang yang begitu tau gue guide, selalu terdengar ucapan seperti ini, "Enak yah jadi guide? jalan jalan terus, dibayar lagi..", dan setiap kali ada yang bilang seperti itu, gue cuma bisa nyengir, sambil ngejawab, " Iya enak", dan itu jujur, karena memang gue cinta banget sama kerjaan itu, semoga, dengan kejadian seperti ini, ada orang orang yang sedikit terbuka pikirannya, kalau kerjaan guide itu bukan cuma jalan jalan dan nerima bayaran :), kami, guide, selain jalan jalan, juga mengatur bagaimana perjalanan bisa berlangsung dengan mulus, mengatur kerjasama antara kenek dan supir, berusaha supaya tamu tamu yang ada di dalam bis bisa merasa senang dan terpenuhi di jalan, makanannya, transportasinya, akomodasinya, karena secara gak langsung, kalau kerjasama antara supir, kenek dan guide terjalin dengan baik, maka akan 'mempermudah' guide untuk bertanggung jawab untuk semua nyawa yang ada di dalam bisnya itu.

Ini cuma mau mengingatkan, orang orang yang berniat untuk jadi guide, hehe..., kalau kerjaan itu, tidak seindah yang terlihat, jangan pernah berpikir kalau kerjaan jadi guide adalah cara termudah buat jalan jalan gratis, dapet duit gampang dll gitu, karena sebagai guide, kita akan jadi orang yang bangun paling pagi, karena harus check, apa sarapan pagi untuk tamu sudah siap, tidur paling malam, karena harus mengatur segala sesuatunya buat tamu di keesokannya, makan paling belakangan, karena harus ngecheck, apa makanan untuk tamu tamu itu sudah beres semua tapi harus paling cepat selesai, karena ngga ada cerita, tamu nungguin guide selesai makan, menjalin kerjasama dengan kenek dan supir yang juga punya karakter sendiri, belum lagi menghadapi tamu, bayangin gini aja deh, tiap orang punya sifat dan kemauan sendiri sendiri, kalau anda bawa group berisi 40 orang, berarti akan ada 40 sifat dan kemauan, dan merupakan tugas guide, untuk bisa menemukan jalan atau cara sebaik baiknya supaya semua kemauan dan sifat itu bisa direngkuh, supaya semua orang senang, trus bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, dengan terus meng-update informasi yang akan disampaikan, itu baru sebagian kecil, hehe..kalau sampai terjadi apa apa di jalan selama perjalanan, maka guide akan tiba tiba jadi manusia super, yang harus bisa menyelesaikan problem, bagaimanapun caranya, dan tidak berhak untuk menunjukkan rasa panik, rasa takut dll yang sifatnya sebenarnya sangat manusiawi, pokoke harus jadi superman berhati terminator dah..masalah guide mau nangis bombay ato apa, itu bisa dilakukan setelah semuanya selesai, hehe...dan berdasarkan statistik, apabila terjadi kecelakaan, biasanya yang jadi korban itu guide dan kenek, hehe..still, seberat apapun tanggung jawab dan resikonya, gue tetap cinta kerjaan menjadi seorang guide, pemandu wisata atau apapun istilahnya. Waktu melihat tamu bisa terperangah mendengar cerita tentang daerah yang dilalui, atau tamu yang menyatakan secara pribadi, kepuasan dia mengikuti tour yang kita pimpin, rasa rasa seperti itu yang ngga bisa dibeli dan dibayar dengan uang, kepuasan yang didapat dari menjalankan pekerjaan dengan sebaik baiknya.

Mengikuti berita berita yang diungkap sehubungan dengan kecelakaan ini, lagi lagi terlihat, kalau nyawa sebanyak itu, jadi bahan taruhan yang sangat mahal, karena ternyata supir dan kenek trailer itu tidaklah memenuhi syarat, ada yang SIM-nya ternyata SIM umum, dan supir yang menyerahkan tugasnya mengemudikan trailer itu kepada keneknya, whatta joke.., sedangkan wilayah Banyu Glugur tempat terjadinya kecelakaan itu sendiri merupakan tempat yang rawan kecelakaan lalu lintas, jalan yang menanjak, tikungan yang patah, disebelah kiri jurang, di kanan tebing cadas, sepanjang pekerjaan, gue juga pernah ngalamin 2 kali bis yang dipakai itu nyender ke tebing, jadi aduhh... sungguh gue gak kebayang apa yang dirasain sama guidenya waktu kejadian itu berlangsung :(

Maka dengan ini, atas nama kawan kawan guide lainnya di Jakarta, kami hendak mengucapkan rasa berduka cita yang sedalam dalamnya, untuk semua korban, semua rasa yang hitam, semoga cepat menghilang...walau duka yang ditinggalkan akan jadi bekas, yang akan selalu perih bila diingat.
# balik ke atas#

Lagi cape.

gi cape. banget. amat sangat.
# balik ke atas#

Monday, October 06, 2003

Tabrakan Kereta



Sore gue di Bogor agak terguncang (tsah....) waktu melihat berita tentang tabrakan kereta hari Sabtu kemarin, kog bisaa yah? padahal daerah Kebun Pedes itu daerah yang kereta ngga bisa ngebut lagi, ngga seperti di daerah antara Depok sampai sebelum Cilebut (lupa gue namanya apa, lagian ngapain juga ngehafalin daerah, emang gue masinisnya apa..:P ), semua kereta yang mau masuk stasiun Bogor pasti 'disetrap' sebentar di situ, trus baru deh, kalau lampu hijau sudah menyala, baru diteruskan lagi jalannya.

Mengingat kalau kadang, ada orang yang suka ngga sabar, ya masih bisa dimengertilah kalo sampai nabrak buntut gitu, yaa..paling ngga kebayanglah gitu, biar agak takjub, kalau motor atau mobil nyelap nyelip masih bisalah, nah ini kereta api?? hehe..gak cari yang gede sekalian apa?

Tapi ternyata perkiraan gue salah euy, kejadian itu dipicu dari rem darurat yang ditarik dengan sengaja (dengan alasan, iseng..lha iseng kog segitunya), sehingga kereta yang seharusnya udah jalan, jadi berhenti lagi, dan dari belakang melajulah kereta yang lain, dan terjadilahhhhhh.....

Akibatnya apa buat umum? selain sejumlah orang terluka, dan di rawat di rumah sakit, juga kerusakan yang jumlahnya ngga murah, well...semoga ini bisa jadi pertimbangan untuk lain kali, kalau mau iseng, ya jangan yang kira kira bisa berakibat fatal gitu, tapi terus terang, gue juga suka penasaran kalau liat rem darurat di kereta, rasanya pingin narik, pingin tau apa sih akibatnya, dan sekarang gue dah tau akibatnya bisa fatal kayak gitu, jadi janji deh, ngga akan punya niat lagi untuk narik lain kali ..:D

Dan Bogor sepi di hari Minggu, orang orang yang biasa berdatangan untuk berlibur, kali ini harus mengurungkan niatnya, karena kereta cuma sampai daerah Cilebut, ngga sampai Bogor, dan demikian juga sebaliknya, stasiun yang biasanya penuh sesak dengan penumpang dan tukang jualan juga sepi, tutup malah..., cuma pintu samping dibuka, dan sejumlah orang lagi memperhatikan sehelai kertas yang memuat daftar korban , tukang koran yang jadi punya alat untuk menarik perhatian, "Koran koran pak, bu, kereta tabrakan, stasiun tutup, mungkin sampai tahun depan..." gitu katanya, haha..., dan gue jadi salah satu pemakai kereta api yang mau gak mau harus ke terminal Baranangsiang untuk naik bis kembali ke Jakarta deh...

Bogorku lagi berduka hari minggu itu.
# balik ke atas#

Sunday, October 05, 2003

Saya lagi tidak ramah

+ Allo...

- Hmm

+ yaa...serem amat, lagi kenapa loe?

- Hmm

+ Woyy...lagi nape?? ham hem ham hem, gak ada omongan lain apa

- Kenapa ?

+ lha ditanya malah balik nanya, gue kan nanya, loe lagi kenapa

- Saya lagi tidak ramah.

+ emang kapan loe pernah ramahnya? hehehehe

- Ada apa?

+ Deeeu..., lagi gak ramah ngakunya, tapi kalo gosip nyamber loe yak

- Adaa apaa??

+ hehehe, masa si itu bla3x ...

- ok, goodbye

+ lha? gue blom kelar nih ceritanya

- saya sudah bilang, saya tidak ramah

+ tapi tadi nanya ada apaan

- saya tanya, ada apa, maksudnya yang penting, bukan gosip, saya tidak tanya tentang gosip, dan tidak mau tau tentang gosip, yang anda bicarakan itu, sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan saya, berarti itu termasuk hal yang saya tidak tanya. Jadi sekarang ada apa?

+ kog loe jadi sensi gitu seh? nyantai dikit...belanda masih jauhh...

- ok, dengan kata lain tidak ada yang penting yang dibicarakan, jadi udahan dulu yak kalo gitu

+ eh , loe kenapa sih?

- SAYA SUDAH BILANG, SAYA LAGI TIDAK RAMAH....!!!!

brukkk....tut tut tut.....

sometimes orang memang gak bisa dibaein yah...huhh...!!
# balik ke atas#

Wednesday, October 01, 2003

A dozen of white roses.

Posting kali ini ditulis buat orang yang ngirimin gue selusin mawar putih waktu gue ultah. Anggap aja ini sebagai ucapan terima kasih dari gue yah...

Dear you, gue sangat sangat terharu waktu tau itu bunga dari kamu, ngga nyangka kalau kamu masih inget ultah gue, dan mau bersusah susah ngirim bunga segala, and u still remember my fav flower.

They are soooo beautiful...!

Well, I just find out that the flowers came from you, waktu gak sengaja ketemu adikmu, dan dengan semangat, dia nanya, apa gue suka bunga yang dia pilihin itu khusus buat gue, atas dasar order kamu , dan baru gue ber ooooo yang panjang, trus mesen sama dia, untuk disampaikan ke kamu, kalau bunga bunga itu sangat indah, dan terima kasih, dan masih bisa gue inget, bagaimana mukanya sangat bangga, hehe...dan tentu gak lupa terima kasih juga buat dia yang udah repot repot milihin bunga.

Dear you, gue baru baca juga offline msg kamu, thanks for all the wishes, I hope God blessed you too, tapi juga agak sedih dan bingung, karena sempat terbaca harapan kalau kita bisa 'kembali' seperti dulu, and I can't do that.

Gue gak mo lagi nulis segala alasan penolakan, atau apa untuk itu, all I want you to know that, you will be my friend till whenever, apa yang pernah kita lalui sama sama dulu, sudah jadi cerita masa lalu. Ngga, gue gak marah sama kamu, gak juga benci, tapi gue sudah menempatkan kamu di suatu tempat, bersama sama dengan orang orang yang pernah mengisi hari dan hati, yang sempat membuat gue menangis dan tersenyum, and I don't wanna go back to that phase, no..not anymore.

Gue masih sayang, gue masih care, gue masih mengingat semua happy times we have shared, that's all I can do for you.

Anyway, terima kasih banyak buat bunga bunga itu. U have made my birthday brighter.
# balik ke atas#