<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4124261?origin\x3dhttp://minyak-kayuputih.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ja ja ja

I don't know what I'm becoming. But I know for sure , U wouldn't like me when I'm angry

Monday, May 31, 2004

Sisa oleh oleh dari Jogja

Masih ingat janji saya buat ngeposting foto2 waktu ke Jogja? Nah setelah penuh perjuangan (tsaaah...) perjuangan melawan malas maksudnya huahahaha...,ini dia foto2 yang bisa dilihat. Enjoy..!!

ini foto hotel Peti Mas tempat saya menginap ;) :
Peti Mas
kamar saya btw lihat gak saya lagi naked di situ? hahaha..gak mungkin banget yak :))

Trus ini beberapa foto bunga yang ada di tepian kolam renang, ini sengaja dipotret buat oleh olehnya Bapak ini karena saya yakin dia sekeluarga pasti suka :) :




trus yang ini oleh2 dari Borobudurnya :

Sillhouet
Stupa sepi
Gerbang
Relief
Relief1

Trus kalo ke Jogja jangan lupa ke Beringharjo buat belanja belinji daster keg, kain batik keg, ato oleh oleh buat gue , heheee..

Batik
Batik lagi

segitu aja dulu, malesnya dah datang lagi nih :P disambung lain kali.
# balik ke atas#

Sunday, May 30, 2004

Rujak



jaaak rujaaaak....:))
duhh rujaak, pingin banget tapi apa daya tenggorokan tidak mengijinkan :((

# balik ke atas#

Wednesday, May 26, 2004

176 days


I love you
It'll never be the same,
not this way again with someone new,
but someone new will just have to do


176 hari lagi, 10 tahun sudah bersama
tapi tidak akan pernah ada
kita tidak akan pernah sampai disana

saya kumpulkan semua kenangan tentang kita
saat saat saling menggoda
saat saat saling berpandangan
saat saat kita saling berpelukan
semua rasa waktu saya memandangmu
semua rasa waktu saya meraba bekas luka di keningmu
semua rasa waktu kita saling menggenggam tangan
semua rasa waktu kita menangis bersama
semua rasa waktu ibumu melirik sinis ke arahku
semua rasa waktu memandangmu terbaring lemah
semua rasa waktu perempuan itu mencoba memancing cemburuku
semua rasa waktu kau mengatakan kau sudah menemui pelabuhan hatimu
semua rasa waktu saya menyiapkan hati untuk melihatmu menikah dengannya
semua rasa waktu mendengar kau mengatakan kalau semua itu dibatalkan
semua rasa waktu kita mulai lagi sesuatu yang baru
semua rasa waktu mendengar dokter membacakan vonis hubungan kita
semua rasa waktu kita memutuskan kalau hidup akan lebih dari cukup walau hanya berdua
semua rasa waktu hati mulai bimbang dan lelah
semua rasa waktu saya melihatmu berciuman dengannya
semua rasa waktu saya menunggumu untuk bercerita tentangnya
semua rasa waktu saya akhirnya mendapati ternyata pada akhirnya
saya harus memutuskan sesuatu
semua sedih, terbuang, rasa yang ngelangut, waktu yang terbuang, hati yang tersia sia

saya tahu di depan akan jadi masa yang cukup sulit
saya tahu kalau kelak saya akan merindukan semua itu
tapi ini waktunya saya berjalan sendiri
semua tentangmu saya simpan di dalam kristal
diletakkan di sudut hati yang terdalam
bersama sama dengan orang orang istimewa lainnya

menapaki jalan ke depan sendiri
sungguh bukan sesuatu hal yang saya cari selama ini
tapi semuanya mungkin memang harus begini

ps. rasanya saya harus memikirkan template baru lagi..hehe
# balik ke atas#

Sunday, May 23, 2004

Cuma ?

"Saya tau kalau kamu tau, itu ngga berarti apa apa, just a kiss, means nuttin, trus kenapa juga ngga ngomong langsung, biasanya juga kamu kalau ada apa2 pasti langsung ditanyain, langsung diomongin, ngga ngediemin seperti ini,lain kali jangan ngediemin seperti ini lagi, ngga enak banget tauu gak? lagian masa iya, dah 9 tahun masih juga cemburuan kayak ABG"

Ciuman dibilang cuma ? ck ck ck...sejak kapan kamu jadi free thinker gitu ?

Cemburuan itu style-nya ABG ? Jadi kalau sudah lama, saya tidak lagi punya hak untuk protes ?

Bagaimana kalau situasinya saya balik ? Kalau kamu yang lihat saya mencium seseorang di bibir di depan umum, trus bilang : aaah itu kan cuma sekedar ciuman, means nuttin, bagaimana jadinya yah ?

Ja ja ja..

eh tapi kalau sampai saya mencium seseorang, kamu memang tidak akan pernah tau kog :D
# balik ke atas#

Thursday, May 20, 2004

Why oh why



kenapa...

saya merasa sedang tidak disayangi siapa siapa akhir akhir ini.

# balik ke atas#

Tuesday, May 18, 2004

duuuh...

ternyata

bikin dosa

itu

gampang

dan

menyenangkan

yaa..



hhehe..

ps. dilarang tanya dosa macam apa :D


# balik ke atas#

Monday, May 10, 2004

Time for myself



hhhhhh......
sekarang..
waktunya buat sendiri.
senang senang sendiri.
pergi sendiri.
berdialog dengan diri sendiri (mo dibilang gila juga gpp deh :D )
dan
belajar mencintai diri sendiri.

sampai nanti waktu saya kembali..
tunggu yah..:)

TTFN.
# balik ke atas#

Wednesday, May 05, 2004

bagaimana rasanya



Time & Place : Fountain Lounge : 21.00 hrs.

arrival time : 20.50 hrs.

well sayangkuh, cintakuh, maniskuh, belahan jiwaku, gula tebukuhhhh...
bagaimana rasa bibirnya waktu kamu menciumnya sebelum menyuruhnya pergi karena waktumu untukku hampir tiba...?

>> vous pensez que je ne saurai jamais...

# balik ke atas#

Tuesday, May 04, 2004

Ke Bandung eeuuyy...



gak sabar tunggu hari Kamis deh,
Bandung...urang dataaaaanggg....:D

# balik ke atas#

Monday, May 03, 2004

Cerita Yogya

pertama tama, gue musti ngaku, kalau ternyata gue itu pemalass.., hehe... foto2 sudah ada, tapi malas buat downloadnya, tapi janji (moga2 bukan cuma sekedar janji, hehe..) minggu depan sudah ada deeh...

Jam 09.30 WIB, sampai di bandara Adisutjipto, Yogyakarta, suasananya masih sama dengan yang terakhir diingat, ketika melangkah ke lobby, banyak tawaran taxi baik yang resmi maupun tak resmi menyapa, kucari seorang di antara keramaian orang, dan ituu dia, Dewa, salah seorang sobat di kota ini sedang memamerkan cengiran khasnya, pelukan akrab, cipika cipiki, ayunan tangan yang mengambil tasku, dan seperti biasa sikutan kecil sebagai salam pembuka, "Piye kabaree jengg..", begitu sapanya, dan seperti biasa, dengan sok tau gue menjawab, " Apik waee mass...", hehe.., terdengar tertawanya, "Dah bisa jowo toh jeng? ", "Yaa..seeutik eutik mah tiasa kang.." , bengong sebentar dia, lalu ngakak lagi...senang bener ketemu lagi dengan manusia satu ini.

Menuju Peti mas, guest house ini semakin berkembang, jaraknya yang tidak begitu jauh rasanya cepat, sempat tercenung sebentar di halaman depan, melihat sarang sarang burung yang bergantungan, pohon pohon palem diantara kursi kursi kayu, aaah..masih tempat yang sama. Pak Yanto sempat terbelalak ketika melihatku, "Oalaaah mbaaak, lama betul ya nda pernah kesini lagi, apa kabarnyaa", keramahan yang menyenangkan, jabatan tangan yang erat, dan tak lupa senyuman terlintas. Dewa menunggu di pendopo, ketika aku berjalan pelan, menyusuri lorong kecil, seperti biasa, aku lebih memilih kamar yang terletak di lantai atas, berhenti di kamar 24, membuka pintu, dan melihat dinding kamar, dengan susunan batu merahnya, senangnya bisa kembali ke sini lagi, bisikku dalam hati...

Selesai mandi, menjalankan tugas pertama dulu, survey hotel dan restauran untuk group mendatang, data mulai dicatat, deal harga juga mulai dijalankan, sambil makan siang tentunya, hehe..,sempat senyum kecil melihat Dewa yang sedang makan, orang kurus gitu kog makannya banyak juga, hehe..

Sore hampir menjelang sewaktu tugas selesai, melangkah menuju pusat kota, julukan Yogya sebagai kota seribu sepeda rasanya harus diganti dengan kota sejuta motor, blum lagi becak becak yang masih saja mengayuh pelan, tidak perduli kendaraan bermotor dibelakangnya menekan klakson sekeras kerasnya, cuek beybeeh..., hehe...
Hari yang sibuk setelah itu, malamnya sempat mengunjungi Bu Sastro, ibu jangan ini jangan itu, sebelumnya sempat telpon untuk memberitahu, dan waktu sampai di rumahnya, beliau terlihat masih awet muda, sambil melirik beliau bilang gini, "Wis nda ngambek kan, kalau dijangan jangani sekarang? ", hehe...aaah ibuuu..ngeledek ajaa nihh, ditemani makan bersama putra bungsunya, teman gue yang itu sudah mengikuti suaminya ke seberang pulau, cuma bisa setahun sekali pulang, ngobrol ngobrol, tak terasa malam, dan minta pamit pulang, beliau memelukku, sambil berpesan untuk mampir lagi sebelum pulang nanti, dan aku mengangguk .

Jumat pagi, jam setengah 9 sudah ada di halaman parkir Borobudur, niat ingin naik sampai ke atas, biasanya kan kalau lagi bawa tour, tamu2 itu diserah terimakan ke guide lokal, kalau ngga mereka teriak: gak bagi2 rejeki; sambil kadang2 aja diikutin, tapi sekali ini , gue sendirian, lalu berjalan melawan arah jarum jam, sambil mengamati relief relief yang terukir, konon Borobudur itu terdiri dari 4 tingkatan hidup manusia, tingkat terbawahnya yang melukiskan kisah hidup manusia sekelam kelamnya terkubur menjadi dasar candi Budha itu, tingkatan keduanya Kamadhatu masih juga melukiskan tentang perbuatan dunia yang masih dikuasai oleh kama atau nafsu (keinginan) yang rendah, lalu naik ke tingkat Rupadhatu, dimana dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari ikatan nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk, yaitu dunianya orang suci dan merupakan 'alam antara' yang memisahkan 'alam bawah' (kamadhatu) dengan 'alam atas' (arupadhatu) dan akhirnya tingkat Arupadhatu atau nirwana, tempat para Buddha bersemayam, dimana kebebasan mutlak telah tercapai, bebas dari keinginan dan bebas dari ikatan bentuk dan rupa. Karena itu bagian Arupadhatu itu digambarkan polos, tidak ber-relief.
Udara waktu itu sangat bersih, si gagah Merapi dan Merbabu tampak sebagai latar belakang, sempat tercenung sebentar memandangi apa yang ada, dan ketika puas memetik gambar, sambil menyimpan sebagian di ingatan sepanjang waktu masih mengijinkan, waktu melangkah turun melalui anak tangga batu, terdengar kericik air dibawahnya mengingat candi ini terletak di persilangan sungai Progo dan Elo, turun,sambil mikir, orang dulu itu segede apa yah? anak tangga kog tinggi2 gini, pasti besar2 kalau mengingat mereka membangun candi ini tanpa memakai alat2 berat, hmm.... menuju ke warung durian, tempat mbak Tur, langganan kalau lagi bawa tour, tempat mangkalnya guide dan supir supir, minum es sirsak, sambil melihat lihat dagangan, hmm...pingin bawa pulang cobek, susah nyari cobek yang bagus di jkt kan? tapi malesnya ituuu, hehe...berat...:D
waktu itu sempat ribut di Borobudur, pembersihan pedagang asongan, kamtib atau apalah namanya sibuk adu mulut dengan pedagang2 asongan itu, sedang gue duduk tenang2 sambil minum es sirsak, teriak2 mereka, lah ngga mboten ngertos je aku, waktu tanya mbak Tur baru ngeh kalo mereka lagi brantem, hehehe...kalau soal pembersihan, sebagai guide, gue agak setuju juga, karena akhir2 ini sudah mulai rawan disana, tamu yang diuber uber, trus pemaksaan halus, sampai pengamen yang menodongkan pisau kalau habis nyanyi ngga dikasi uang, biar bagaimana ini kan tempat wisata, orang mau berlibur, bukannya mau diuber uber seperti artis dimintai tanda tangan :D

Sabtu pagi, Prambanan, hehe..niat banget yah gue, Candi Loro Jonggrang ini juga antik sendiri, kalau sempat kesana, perhatikan deh batu2nya, disitu kita bisa lihat kalau sistim permainan lego yang ada sekarang itu ternyata udah ada dari jaman dulu, itu sistim yang mereka pakai untuk memasang batu2 itu, kembali ke candi pusat yang ada di tengah2nya, candi Syiwa, melihat lihat sendiri, enak juga ternyata, gak usah mikirin tamu atau apa, hehe.., sambil tidak lupa menengok candi yang ada paling kanan, dekat jalan keluar, yang kalau kita masuk ke dalamnya, terdapat relief Kamasutra melingkar..yaa siapa tau ada style baru, kekeke...
disini waktu selesai, duduk di sebuah warung kecil punya ibu2 yang sudah tua, ada kejadian lucu lagi, haus kan, jadi gue pesan minuman, "Bu, Spritenya satu yang dingin", ibu itu mengangguk, lalu mengambil botol 7up, membuka, lalu dituang ke kantong plastik, lalu disodorkan ke gue, "Lho, saya kan pesan Sprite buu..bukan 7up", pas gue bilang gitu, ibu itu cuma hhhhh..."Sami mawon", katanya, lhaaa..hahahaha...iya deh, sama beningnya yah buu...:))
Pulang, trus malamnya kelilingan Malioboro, mungkin lebih tepatnya menyusuri, barang2 yang dijual, ngga banyak beda, cuma pas kebetulan malam minggu, jadi lumayan ramai juga, gak minat liat mall-nya, jd cuma berhenti di depan kantor gubernur, duduk uncang2 kaki, sambil motret.

Kesimpulannya, perjalanannya cukup seru, hehe.., enak juga udah lama gak jalan sendiri spt itu, mau lagi ah kapan2..:D
# balik ke atas#

Sunday, May 02, 2004

Saya petani pemalas :P

hehe..

Baru ngerasain memalaskan diri di rumah, ternyata enak juga :D

Mustinya ada tugas kantor, tapi malah ngumpet di Bogor, baru sempat memperhatikan lagi tanaman, trus berdasarkan ilmu yang diturunkan oleh bapak penyuluh, mulai membuat stek2 , karena ada janji buat bapak ini :D

Mulai menyemaikan biji biji bunga matahari, biji biji paprika, sawi, selada, seledri dll, biar bulan depan sudah bisa mengisi bambu2 besar yang nanti akan digantung dekat dinding, jadi kalau lapar tinggal bikin sambel dan lalapan deh :P

Tapi buat yang lainnya malas banget yaah gue..:(
# balik ke atas#