<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4124261?origin\x3dhttp://minyak-kayuputih.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ja ja ja

I don't know what I'm becoming. But I know for sure , U wouldn't like me when I'm angry

Tuesday, August 31, 2004

Kisah di hari Minggu

Hari Minggu kemarin (29/08) saya berdiri di depan gedung ini, kendaraan sudah penuh, jalanan sudah macet, udara sudah panas, memasuki halaman gedung ini, jadi terbayang jaman dulu kala, waktu Reinier de Klerk (1710 - 1780) membangun gedung ini pada tahun 1760 di kawasan yang dulunya bernama Molenvliet dengan luas 4kali lipat dari yang tersisa sekarang ini menjadikan bangunan ini semacam villa yang terletak di tepi sungai Ciliwung. Bangunan ini sempat menjadi salah satu rumah mewah dan besar yang dikelilingi kebun luas yang sempat membuat Betawi dijuluki "Queen of the East".

Bangunan berlantai dua ini sempat menjadi tempat tinggal keluarga de Klerk yang menjabat sebagai gubernur jenderal Belanda pada 1777, lantai atasnya untuk tempat tinggal keluarga sementara lantai dasar dipakai sebagai kantor urusan pemerintahan, bagian kanan kiri rumah induk menjadi tempat menginap tetamu yang bermalam, di belakang rumah tamu terdapat pavilium berlantai dua untuk gudang dan tempat tinggal budak yang dulu di beli de Klerk dari Bali dan Makassar dan budak 'impor' dari India atau Afrika.

Gedung ini memiliki sejarah panjang, sepeninggalan de Klerk, rumah ini menjadi peninggalan Radermacher yang membangun banyak gedung2 bersejarah di Jakarta dan Bandung, beralih ke W.A. Alting yang menghuni gedung ini selama 31 tahun lamanya, terus berpindah tangah, sempat juga menjadi rumah yatim piatu yang dikelola College van Diakenen selama 50 tahun, hampir saja dibongkar habis namun diselamatkan oleh konservator dari lembaga kesenian dan ilmu pengetahuan Batavia, tahun 1925 setelah dipakai sebagai kantor dinas pertambangan, akhirnya pemerintah memutuskan untuk menjadikannya Landsarchief alias Arsip Negara dan resmi menjadi Gedung Arsip Nasional dari tahun 1961 sampai sekarang.

Cukup tentang sejarah gedung ini, sekarang cerita kenapa sampai saya sampai di gedung ini :d. Sesuai posting HFHC yang menjadi penyebab saya sampai di gedung ini, berjalan pelan di halaman dengan air mancur di tengahnya, sampai ke depan pintu, membayar tiket yang potongannya ditukar dengan roti buaya isi cakhlet (hehe..) berjalan dari ruang ke ruang dengan banyak jendela besar sambil mengamati foto2 Jakarta tempo dulu untuk kemudian sampai di taman tengah gedung, orang2 berseliweran, berkeliling sisi dalam gedung dengan diiringi lagu2 tempo dulu yang dimainkan oleh keroncong tugu 'Cafrinho' seakan membawa saya ke jaman dulu, sampai ke bagian belakang gedung, tempat makanan jamdul dijual, ada macam2 kue jaman dulu, ada nasi ulam, ada nasi kebuli, ada lontong capgomeh, es cincau, bir pletok,macam2 buah langka walau tidak selengkap yang dipromosikan,kroket, schotel dll2, yang menarik perhatian saya, ada tukang kue rangi, kue jaman SD dulu, jadi tukar uang dulu menjadi kupon 1000 dan 5000, trus antri beli kue rangi, keliling2, perhatian tertambat pada potongan schotel, enak neeh kayaknya :D jadi saya beli sepotong, menikmati potongan itu perlahan lahan,mmmm...enak...:d, jadi ingat buatan oma, hhhhh..:( sementara ada 1 orang mundar mandir di depan saya sambil melirik, pada kali ke 3 dia lewat di depan saya, tercetus juga pertanyaannya,"Eh numpang tanya dong, beli schotel dimana sih? " sambil nyengir saya menunjukkan standnya sambil dalam hati bilang, ooo mo nanya aja pakai mundar mandir 3 kali, hahaha..., setelah itu naik ke salah satu sisi lantai ke dua, dari atas sana, sambil menikmati angin semilir, saya memperhatikan orang2 yang terus berdatangan.

12.30, ada sms dari pemilik tatto matahari yang bilang dia sudah ada di gedung arsip, turun, ada sesosok berkaus grifindor dan rok jeans pudar berjalan setengah berlari menyapa seseorang, dalam hati berpikir, itukah si tatto matahari, jadi dibiarkan saja, hehe..dia menghilang dikeramaian, ada sms lagi baru sosok tadi mendatangi saya, setengah bingung waktu disapa, dan pelukan eratnya mengawali pertemuan pertama kami. Nona satu ini mirip kelinci batere XXX yang tidak mengenal jeda, omongannya, cara berjalannya,sementara saya terkagum2 melihatnya, dia sempat antri demi dua gelas lipton tea di tengah panasnya hari, hehee.., cape berdiri, terdampar di depan toilet sambil menunggu yang lain, gak lama pasangan pemilik Titian Alam datang menyusul, rasanya cengiran lebar itu sudah saya kenal sebelumnya deh,datang2 yg ditanya duluan, "Dimana tempat bir pletoknya?" hahaha.., ber 4 keliling lagi di tempat orang berjualan makanan, setiap tempat orang ngantri bak 'ular naga panjangnya bukan kepalang' untuk kemudian nona Rembulan bergabung, nona tatto matahari sibuk membeli wajik dengan alasan 'sudah lama gak pernah ketemu wajik' hahaha.. sampai akhirnya terdampar di tempat bir pletok yang diberi es, benar2 minuman yang menyegarkan di siang yang panas itu. Cari tempat duduk penuh, akhirnya kami ber 5 piknik di taman beralaskan rumput deh :p, kemudian bekal masing2 dibuka, serasa piknikk sekaleeee deh pokoke...

Acara demi acara, mulai dari tabla India disambung barongsai yang sangat menarik ditayangkan di tengah2 taman, sampai pindah ke meja dan disitu sempat ada satu orang yang terbengong2 waktu pemuda incarannya saya kenalkan tiba2 soalnya agak gimana gitu, beraninya ngomong doangan sih, kekeke...(*kdibh2 ke yang merasa ah ;) )dan baru bisa makan-siang-yang-telat-banget sambil nonton silat Betawi dan wayang golek

Rasanya ingin terus ada disitu sampai acaranya habis, tapi berhubung sudah ada janji lain, saya harus memisahkan diri terlebih dahulu, pamit berdua nona Rembulan yang sampai di depan baru ingat kalau dia belum menguangkan kembali kupon yang sudah dibeli, kami berpisah.Di depan gedung itu, saya menoleh kembali, sungguh hari yang menyenangkan :)


Untuk pemilik tatto matahari,pasangan Titian Alam,Rembulan, thanks for the lovely afternoon :)
# balik ke atas#

Sunday, August 22, 2004

Ketika waktu



Terkejut dan ikut sedih waktu membaca blog Fahrie selain ikut bersimpati sedalam2nya juga jadi mengingatkan saya pada satu 'ketakutan' yang selama ini selalu terkubur dalam2 oleh ego.

Walau tergolong anak yang 'tidak terlalu akur' dengan orang tua terutama ayah, sekali waktu saya sempat terpikir, kalau saya diperbolehkan memilih siapa orang tua saya yang akan meninggal terlebih dulu , siapa yang kira2 akan saya pilih? Ibukah atau ayah? Pemikiran 'tidak berguna' seperti ini sempat saya pikirkan lama, sempat membuat saya tercenung, dan akhirnya membuat saya ketakutan sendiri dengan pemikiran itu.

Kalau saya memilih ibu terlebih dahulu, saya berani bertaruh kalau ayah tidak akan sanggup hidup lebih lama, selama berpuluh2 tahun mereka bersama, saya melihat dan menyadari kalau ayah 'sangat' membutuhkan ibu untuk segala aspek hidupnya, kehilangan ibu, akan jadi kehilangan yang sangat besar untuk ayah dan kami anak2nya, tanpa ibu pasti akan sangat menyiksa ayah tapi kalau saya memilih ayah , saya tahu ibu akan 'lebih kuat' dalam menghadapi hidup, tapi saya khawatir saya tidak bisa 'memenuhi' semua keperluannya, ibu saya bukan type perempuan penuntut ini itu, tidak sama sekali, tapi saya juga tidak ingin kalau ia tidak lagi bisa mendapatkan apa yang dia selalu dapatkan sewaktu ayah saya masih ada, pilihan yang sangat sulit, sampai saya sempat berpikir, lebih baik saya saja yang mati duluan supaya tidak harus memilih, tapi kalau saya tidak ada, siapa yang akan merawat salah satu dari mereka sewaktu salah satunya tidak ada lagi ?

Pemikiran seperti ini sempat saya tekan dalam2, saya tumpuk dengan ego dan rasa2 lainnya,bahkan sempat terlupakan, sampai satu kali saya 'pulang' dan melihat ayah dan ibu saya semakin tua, pemikiran itu diam2 kembali, bersama2 dengan rasa ketakutan dan itu membuat saya 'mengharuskan' diri untuk mulai mengalah dan mulai mendengar kata2 orang tua saya dan tidak lagi menjadi anak yang 'susah diatur'.

Saya tahu saya tidak akan pernah bisa memilih dan saya tidak akan pernah mau memilih, deep down inside, saya tahu kalau saya cinta dan sayang dan memerlukan keduanya, saya tidak tahu bagaimana rasanya kehilangan salah satu atau kedua orang tua, saya hanya bisa menebak2 kalau rasanya akan amat sangat menyakitkan, ada teman saya yang sudah lama kehilangan ayahnya (walau dia termasuk anak yang tidak akur juga) sampai sekarang masih sering menitikkan air matanya diam2 ketika dia teringat ayahnya dan tak habis2nya menyesali segala tingkah lakunya atau apa yang belum sempat dia berikan dan lakukan untuk orang tuanya atau kemarahan seorang teman saya sewaktu dia menilai saya keterlaluan terhadap orang tua saya, saya masih ingat apa yang dia ucapkan waktu itu, "Kamu seharusnya merasa sangat beruntung masih memiliki orang tua, kamu tidak tahu betapa inginnya aku dimarahi lagi seperti itu" dan waktu itu ucapannya membuat saya terpaku, saya tidak ingin menyesal seperti itu, jadi saya 'mengharuskan' diri untuk mulai menghitung berkat yang masih diberikan kepada saya.

Saya cuma berharap, ketika waktu itu datang, semoga saya sudah siap menghadapinya, semoga saya sudah tahu apa yang harus diperbuat, semoga saya tidak lagi menyesali apa yang belum sempat saya lakukan dan berikan kepada mereka, semoga saya bisa menjalani kelanjutan hidup, semoga...

Ma, Pa, saya akan pulang dan memeluk kalian erat erat ..

PS. posting ini khusus saya tulis buat Fahrie, perihmu ikut terasa disini Rie, terima kasih untuk sudah 'mengingatkan' saya, saya yakin beliau bangga mempunyai anak seperti kamu. Selamat jalan Pak Haris Bundu...

# balik ke atas#

Thursday, August 19, 2004

Perhatian ...perhatian...:d

ini ada acara yang rasanya menarik untuk didatangi di hari Minggu, daripada gulang guling aja di rumah, coba simak ini :

HERITAGE FOOD IN HERITAGE CITY
di Gedung Arsip Nasional RI,
Jl. Gajah Mada 111, Jakarta
tanggal 29 Agustus 2004.

Selama seharian penuh dari jam 10.00 hingga 21.30.

Tiket masuk Rp 30.000 bisa dibeli di pintu masuk
(di pintu keluar nggak dijual, huekekekee..)

Pada tahu, kan, kalau Jakarta itu dibangun oleh
berbagai pengaruh etnis dan budaya yang tidak
hanya dari sudut-sudut Nusantara, melainkan juga
kaum pendatang dari berbagai negara seperti
Belanda, Cina, Arab, India, Tionghoa dan Portugis.
Betawi so pasti, tentunya. Mereka semua ini telah
menanamkan akar sejarah yang cukup kental dalam
sejarah pembentukan identitas budaya Jakarta.

Jalansutra dan Sahabat Museum sebagai mandor
acara ini adalah dua komunitas informal tapi
asyik yang dibentuk berdasarkan kesamaan
aktivitas dan kegemaran para anggotanya (Sahabat
Museum gemar dengan tetek-bengek yang berhubungan
dengan sejarah dan seni, sementara Jalansutra gemar
makan dan jalan-jalan). Kami berkolaborasi ketika
memandang Jakarta dari sisi budaya, sejarah,
seni dan makanan. Kecintaan kami lantas
berbuah pada acara yang lain daripada yang lain.
Di acara inilah berbagai etnis mancanegara
pendatang di Jakarta dirayakan.

Pada hari ini, pengunjung bisa menikmati aneka makanan
dan minuman asli Jakarta yang bahkan kini sudah langka
sehingga mungkin banyak yang tak pernah mendengarnya.
Misalnya,Nasi Ulam, Nasi Kebuli, Lontong Capgomeh,
Es Selendang Mayang,Kue Akar Kelapa, Kue Biji
Ketapang, Rujak Penganten dan Gurame Kuah Pecak.

Setelah makan banyak, jangan lupa berolahraga!
Benar,kami sangat concern dengan kesehatan pengunjung.
Untuk itulah kami akan tampilkan stand MENGADUK DODOL.
Selain untuk "pertunjukan", pengunjung juga
dipersilakan untuk mencobanya.
Lumayan... badan sehat, otot gede,
dan hati riang gembira,
tidak gundah gulana(tsaah...:)) )

Pokoknya, banyak banget deh acaranya.
Rugi bandar punya dah kalau nggak datang.

Coba tengok jadwal acara yang bayak dan padat di bawah ini.

10.00 Ondel-Ondel dan Tanjidor

10.35 Gambang Kromong dan Wayang Cokek "Naga Putri"

11.35 Keroncong "Tugu Cafrinho"

12.35 Obrolan Santai: "Makanan Djaman Doeloe dan Tempat
Makan Dari Doeloe"

13.25 Demo Masak oleh Wiliam Wongso dan Bondan Winarno

14.25 Tabla oleh 10 pemain oleh "Pusat Kebudayaan India
Jawaharlal Nehru"

14.55 Barongsai dan Liong "Yayasan Kong Ha Hong"

15.30 Obrolan Santai: "Apa itu Heritage?"

16.20 Silat Betawi "Beksi"

16.50 Wayang Golek Lenong Betawi "Bang Tizar Purbaya"

17.50 Musik Gambus "Arruminia"

18.50 Obrolan Santai: "Menengok Bangunan Tua di Jakarta"

19.40 Puter film dan Bedah film "Batavia Tempo Doeloe tahun 1912"

20.20 Band Betawi "Gusrak"


Selain itu, ada juga pameran foto juga lho.

Gimana? Rugi kan kalau nggak datang ? Jangan lupa bawa juga:
adikkakaktanteoomnenekkakekomaopacucucicit
temansahabatsuamiistripacarpiaranselirdlldll.
Oke, ketemu di sana, ya.


Salam dari kami yang tak sabar menyambut kehadiran para tetamu,


SAHABAT MUSEUM & JALANSUTRA

~dikutip dan diedit dikit dari tulisan Tante Debbie, panitia HFHC
juga~
# balik ke atas#

Wednesday, August 18, 2004

Inga ingaa...

buat yang brasa aja yah :

HEY YOUU...PLEASE (sopan mode :on) BEAR IN MIND :

BENAR ATAU SALAAH, TUAN RUMAH PUNYA HAK

okeeh??

hehe..

huhh..!! (judes mode: off)

:)
# balik ke atas#

Friday, August 13, 2004

Obsesi terpendam

Lagi hari Kamis, gue jalan jalan ke pameran Flona alias Flora Fauna, kelilingan disana,ditengah2 rimbunan pohon2 itu membuat gue teringat lagi dengan obsesi terpendam gue untuk jadi seorang PETANI, hehe..

Sedikit tentang pameran Flona ini, biasanya diadakan setiap tahun, biasanya bulan Agustus, biasanya diselenggarakan di Lapangan Banteng, untuk tahun ini, diselenggarakan dari tanggal 6-30 Agustus,mulai jam 8 sampai jam 8 malam, jadi barang siapa berminat silahkan mampir dan liat2..:d

Jadi ingat kerja sambilan di tempatnya Om Dani, beliau ini seorang dokter gigi yang tidak pernah memanfaatkan ilmunya kecuali untuk memperbaiki gigi ular kali yee... dan beliau inilah yang 'lebih' mengenalkan gue ke per-ular-an, dulu kan cuma tau melihara aja, beliau inilah yang ngajarin gue untuk bisa membedakan jantan dan betina, bagaimana mengobati ular yang sakit, bagaimana membedakan secara sekilas ular berbisa dengan yang tidak,dll yang perlu, bahkan beliau pernah mengadakan gerakan'kembali ke alam' dengan mengembang biakan sanca bodo (Python molurus bivittatus) yang sudah langka, dengan cara mengembalikan anakan hasil pengembang biakan ke daerah Ujung Kulon dan sekitarnya dan dari beliau ini jugalah, kebanyakan koleksi ular2 gue dapetnya :) jadi dulu kerja sambilan di stand beliau, ceritanya, tugas gue itu main2 dengan ular, gendong ular kemana mana, buat nunjukin ke calon pembeli, kalau cewekpun bisa akrab dengan ular, kekeke..., waktu itu, Om Dani punya albino burmese python, cantik banget, selain kuning ada semu pink di kulitnya, jinak banget, berhubung sayang dengan ular ini, tiap kali ada yang nanya, "Jinak gak sih ularnya, bagus banget", gue selalu bilang, "Wah yang ini masih galak mas/pak/bu/mbak/dek ", jadi orang selalu gak jadi beli ular ini, dan pada masa pameran berakhir dan si albino cantik ini gak laku2 juga akibat gue :d waktu terima honor, gue mengutarakan (tsahh bahasa gue..:)) ) niat gue untuk membeli si albino cantik, dengan harapan dapat diskon, dan akhirnya bisa juga tuuh, gue pulang dengan rasa bahagia, bawa ular cantik, plus bonus kandang, plus sisa honor di kantong, huehehehe..., waktu itu buat yang pernah jadi fansnya Hanson, mungkin ingat waktu Hanson manggung di HRC, pas bawa ular itu, salah satu FM HRC minta tolong, karena abg2 gak mo bubar padahal Hanson-nya sudah tau kemana, jadi gue masuk dari belakang, dengan menggendong ular, gak sampai 10 menit, abg2 bubar jalan, huahaha...
Sayangnya si cantik tidak berumur panjang saudara2, waktu dia sakit gara2 virus dari anak ayam yang menjadi makanannya, sementara gue tidak ada ditempat karena lagi tour, sementara bi Ikah ngga berani ngasi obat, yasud, huhuhu..dan bersamaan waktunya dengan kecelakaan putri Diana, jadi gue berduka dobel deh..:(

Jadi sejak Om Dani 'pensiun' dari dunia per-ular-an, gue juga pensiun sambilan deh, tapi tetap setiya mengunjungi pameran Flona ini tiap tahun.

Apa sih yang bisa dilihat disini? Buat yang ngga suka binatang/ tumbuhan, pameran ini bisa jadi pameran yang membosankan, tapi buat yang suka, bisa jadi sangat menarik lho. Di stand binatang, selain reptil yang tahun ini cuma ada 2 stand, sisanya ada yang jual jenis2 ayam peliharaan, mulai dari ayam cemani, ayam hutan, ayam kate, ada yang ayam jerman yang mirip kalkun cuma ukurannnya sebesar ayam kampung biasa, juga ada yang jual ikan hias, yang bisa bikin gue 'bertahan' lama tentu stand reptil, khususnya iguana dan ular tentunya dong :d
Yang gak suka binatang, bisa langsung ke stand pohon, keistimewaan pameran ini terletak dari pohon2 langka yang udah susah buat dicari, di pameran kemarin itu, gue sempet lihat pohon jamblang/juwet, gandaria, gohok, kepel, melati tumpuk, kuping gajah perak, ini pohon yang 'menyita' perhatian gue, selain dari pohon bunga2an mulai dari adenium, berbagai jenis begonia, sampai ke pohon yang di claim bisa jadi pengusir nyamuk, hehe..

Selain pohon dan binatang, juga ada stand2 penunjang yang menjual alat2 berkebun, mulai dari pot kecil sampai yang gueedee banget, mulai dari bibit cabe ke bibit impor, guci2 untuk bonsai,pupuk, dll juga ada stand dari propinsi2 yang memperkenalkan group pencinta pohonnya, dan tidak ketinggalan stand Kebun Binatang Ragunan, yang isinya ular dan burung kakak tua yang selalu memejamkan mata, udah bosen kali tuh burung liat orang , hehehe.., eh di tempat itu, ada arena adu nyali, dengan memasuki ruangan yang berisi ular2 yang "tidak beracun dan gigitannya tidak mematikan" demikian bunyi tulisan di pintu masuknya, ada satu bapak yang berani, masuk, berjalan beberapa langkah, karena tidak memperhatikan ular2 yang bergantungan di batang2 pohon,karena lebih memperhatikan pandangan kekaguman orang2 yang ada di luar ruangan itu, mengakibatkan satu ular welang menyambar pucuk kepalanya, ngga kena sih, tapi cukup membuat bapak itu balik secepat2nya ke pintu dia masuk tadi, huekekekeke...gue terkekeh sambil berkata dalam hati, "Dibayar juga ogah gue masuk situ", kekekeke...

Entah yah, ada 'kenikmatan' tersendiri waktu tangan mengaduk tanah dengan pupuk, menempatkan tumbuhan di pot, memberi pupuk dan menyiram tanaman, rasanya puas banget, bangga banget kalau pohon yang kita tanam berbunga apalagi berbuah dan gue percaya pohon bisa mendengar kalau diajak ngomong, dia akan berbuah/berbunga lebih bagus :) nyokap pernah cerita kalau dulu waktu TK, gue pulang bawa rumput, trus ditanam karena menurut gue itu pohon padi,huekekeke.., sampai akhirnya tau kalau pohon padi itu ditanam dari gabah, sempat punya 1 pot pohon padi hasil tanaman sendiri, dan bangganya gue waktu SD,waktu pohon kacang tanah yang ditanam di kapas akhirnya berbuah, hehe.. kebanggaan yang mungkin bagi orang lain sepele, tapi ngga buat gue :) Semakin besar semakin suka bercocok tanam, mulai dari koleksi suplir yang hancur waktu kena banjir besar :(( sampai ke pohon ganja yang bijinya boleh minta dari teman SMA dulu hehe.., sempat tumbuh lho pohon ganjanya, hampir 1 meter, trus ngga tau kenapa tiba2 kering aja tuh pohon, hehehe..

Hasil bela beli di pameran Flona kemarin : pupuk buah, pupuk ekstrak cair, gunting pohon baru untuk menggantikan gunting pohon gue yang sudah tua, bibit bunga matahari raksasa impian gue :) dan gantungan buat pot.

Cita2 buat dibeli nanti : pohon gandaria, pohon gohok, pohon jamblang, pohon melati tumpuk, kuping gajah silver, kenanga, 2 anak iguana buat gantiin si Ijo, dan satu ular buat tambahan koleksi, duuuh...tercapai keg yaah...

# balik ke atas#

Saturday, August 07, 2004

It might be you

Time...
I've been passing time watching trains go by
All of my life
Lying on the sand watching sea birds fly
Wishing there would be
Someone waiting home for me
Something's telling me it might be you
It's telling me it might be you
All of my life

Looking back as lovers go walking past
All of my life
Wondering how they met and what makes it last
If I found the place
Would I recognize the face
Something's telling me it might be you
Yeah, it's telling me it might be you

So many quiet walks to take
So many dreams to make
And with so much love to make
I think we're gonna meet some time
Maybe all we need is time...
And it's telling me it might be you
All of my life

I've been saving love songs and lullabies
And there's so much more
No one's ever heard before
Something's telling me it might be you
Yeah, it's telling me it must be you
And I'm feeling it'll just be you all of my life

It's you, It's you
I've been waiting for all of my life
Maybe it's you (It's you), maybe it's you (It's you)
I've been waiting for you all of my life
Maybe it's you, maybe it's you
I've been waiting for all of my life

by: Stephen Bishop.

ps. sorry for not taking care of you.


# balik ke atas#

Thursday, August 05, 2004

Aaaaaaaaaaaaagghhhhhh...!!!!!



bayangkan lagi di pinggir tebing,
berdiri tegak, lalu berteriak,
"AAAAAAAAAAAAAGGGHHHHH...!!!!!"

pasti lega..hehe
# balik ke atas#