<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4124261?origin\x3dhttp://minyak-kayuputih.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ja ja ja

I don't know what I'm becoming. But I know for sure , U wouldn't like me when I'm angry

Sunday, November 28, 2004

Tarraaaaaaa....

Hi, I'm back. Alive and kicking..yeah...kekeke..


Perjalanan kali ini , bener2 melatih kesabaran gue, hehe..tapi lumayan rame dan seru juga sih :d

Hari kesatu dan kedua, masih di Bangkok, ada yang harus gue ralat dari cerita perjalanan kemarin, karena ternyata airport Bangkok masih Don Muang, belum pindah ke airport baru, jadi ceritanya, gue salah ngira, airport baru Bangkok, baru akan dibuka tahun depan, katanya..
Di Bangkok, hari kedua yang menarik, karena kita jalan2 ke Ayuthaya, kota lama dari Bangkok, melihat temple2 atau wat disana dibilangnya tapi bukan jalan pakai bis, melainkan pakai perahu boat, jadi cukup menarik, menyusuri sungai untuk mengunjungi 9 temple terbesar disana.

Hari ke tiga, dari Bangkok terbang ke Kathmandu, pas sampai di Tribhuvan airport, yang keliatan cuma kabut disana dan disini, tapi diatas dari jendela pesawat, masih keliatan puncak2 himalayanya. Airportnya sepi, petugas militer disana dan disini, karena baru kemarinnya terjadi kerusuhan di pusat kota Kathmandu, dan baru bbrp hari sebelumnya bomb meledak di salah satu kantor pemerintah, jadi penjagaan sangat2 ketat, dijemput guide lokal, mereka sudah memasuki musim dingin, jadi udara pagi dan sore sekitar 11'C, sementara siang sekitar 20'C, berkunjung ke Boudhanath dan Swayambunath, temple Budha terbesar dan tertua disana yang dibangun oleh raja Asoka,trus kita ke Durbar Square kota Kathmandu, melintasi jalan yang terbuat dari batu, melewati rumah2 tua, lumayan, dingin2 disuruh jalan, tapi mengesankan jee..,ketemu orang2 setempat yang sedang merayakan Dipavali, jadi ramai banget gitu deh hehe.. trus masuk hotel deh, Everest Hotel, quite nice hotel, dari jendela kamar yang di lantai 15, bisa ngeliat burung2 dara lagi meringkuk kedinginan, uuh keciann...(sok imut amat gue yak, kekeke..)

Hari Ke 4, Kathmandu - Lumbini
sebelum terbang ke Lumbini, masih ada city tour, rencananya sih mau keliling naik pesawat mini yang isinya 12 orang, terbang mengelilingi puncak pegunungan Himalaya, tapi terpaksa dicancel gara2 kabut yang tebeeeel banget, jadi diganti city tour ke kota Patan, ke temple Siwa, disini ada yang aneh, gue gak pernah ke sana sebelumnya, tapi ada seorang ibu yang tersenyum manis, terus menyapa, "Welcome back", nah lho, biar udah dijelasin klo gue gak pernah kesana, dia masih ngotot, kalo gue pernah datang sebelumnya, iya deeeh, terserah ajaa, dari sana, lanjut ke Durbar Square-nya kota Patan, perlu diceritakan, kalau di Nepal ini ada 3 Durbar Square, karena dulu Nepal terdiri dari 3 kerajaan kecil yang letaknya gak jauh2, Kathmandu, Patan dan Bhaktapur, jadi kalau 1 kerajaan punya Durbar Square, yang lain juga punya, dengan bentuk yang hampir2 sama, pokoke klo tetangga punya, yang lain juga harus punya gitu deh, hehe.. cuma sayangnya tempat2 disini gak dirawat banget, sayang banget liat bangunan dari abad ke 12 yang perlahan lahan hancur dijadiin dinding pasar atau kandang ternak gitu aja, hhh... dari sana makan siang, trus ke airport deh. Airport disini termasuk antik, semua pengurusan tiketing dll masih manual, hehe.., trus pesawat yang ditumpangi itu pesawat kecil ,kapasitas 100 orang gitu deh, dan free seater, jadi siapa duluan, siapa dapat tempat duduk yang enak, kekeke..penerbangan ke Lumbini dari Kathmandu cuma 45 menit, tapi nunggu delay-nya bow , 5 jam, itu pun pake harus ngebentak bentak dulu, gitu rombongan berangkat, airportnya tutup nek, hahaha..tapi untung bisa terbang, karena besoknya di Lumbini, gue dapat kabar, kalau itu penerbangan terakhir, pasukan komunis Mao menawan 500 orang turis di hotel, syalalala banget kan..., sampai di Lumbini udah jam 11 malam waktu setempat, beda 1 jam dibelakang waktu Jakarta,gak ada porter karena pada pulang kampung dalam rangka perayaan Dipavali, jadi porter sendiri deh angkatin koper segede2 gabaan, terus ke hotel, tewas dengan suksessss..

Hari Ke 5. Lumbini - Kapilavastu - Sravasti

Pagi2 keluar dari hotel, menuju ke Lumbini, ini kunjungan wajib, karena konon di tempat inilah sang Budha dilahirkan oleh ibunya Mahamaya Devi, bentuknya sebuah taman, ada kolam tempat ibunya Budha mandi sebelum akhirnya melahirkan dibawah pohon, trus ada juga 7 tapak pertama Siddharta, tamu2 gue pada menjalankan ibadahnya disitu, berdoa, baca parita, dan memasang lilin, baru habis itu balik ke hotel, sarapan, trus cabut menuju ke Kapilavastu, untuk sampai disini, harus melewati 2 perbatasan kota, perbatasan darat kota Nepal, dan perbatasan darat India, urus permit dll melewati daerah yang kayak pasar gitu, penuh orang jualan dan truk2 besar, lewatin daerah kering yang konon sudah 4 bulan gak kenal hujan, padi, sapi, orangnya, semua berbalut debu dan kurus, jalan yang jauh dari ukuran mulus, wah sedih banget deh liatnya. on the way, yang dikunjungi itu reruntuhan stupa yang konon merupakan tempat yang pernah dilewati Budha selama masa hidupnya, dah jam 9 malam baru sampai ke hotel, disini ada satu kejadian memalukan, dah jng tanya apaan yah...pokoke gitu deh hehe..

Hari 6. Sravasti - Kushinagar

Pagi2 keluar, menuju ke Vihara Mahaparinibhana, tempat ini point ke 2 penting karena disini konon Sang Budha mencapai akhir umurnya, jadi disini mereka menjalankan prosesi ibadahnya lagi deh,trus ke Ramabhar stupa tempat Buddha di kremasikan, prosesi lagi, habis itu baru meneruskan perjalanan lagi, jam 8 sudah sampai hotel, lumayannn.

Hari 7. Kushinagar - Patna

hari ini kunjungannya cuma 1, ke Pilar Ashoka yang dibangun oleh raja Ashoka, tapi berhubung jalannya jauh dan keadaan jalan yang jauh dari mulus, menurut salah satu tamu saya, itu keadaan jalan di Kerawang 30 tahun yang lalu, makanya sampai hotel udah malam, sempat lewat jembatan Mahatma Gandhi sepanjang 18 km melewati sungai Gangga, keadaan kota ini agak lebih modern dari yang lain karena merupakan ibukota Bharwa. sepanjang jalan, rakyat sekitar berpakaian rapi, membawa hasil kebun mereka menuju ke tepian sungai, ada perayaan dewa matahari, ini untuk orang Hindu setempat, untuk perayaan itu mereka berpuasa 36 jam, dan waktu kita lewat itu, besok bakal ada puncak perayaannya. Nah disini ada kejadian aneh, tidur gak jelas, itu kamar memang agak2 gimana gitu, trus jam 1 malam, ada telp, morning call, pas liat jam, lha baru jam 1 kog morning call, penasaran turun ke lobby hotel, sampai disana cuma satpam hotel yang bingung liat gue turun, liat jam di resepsionis, bener deh baru jam setengah 2 pagi, itu satpam dengan setengah memaksa nunjuk ke jam, trus memperagakan org tidur gitu, setengah mau ngakak, gue balik deh ke kamar, huahaha..

Hari 8. Patna- Rajgir- Bodhgaya

Keluar dari kota Patna bener aja kejebak macet orang yang sedang merayakan upacara dewa matahari itu, di sungai Gangga, ribuan orang mandi ramai2 dalam rangka membersihkan diri dari dosa2nya, rakyat beneran berhias, naik truk ramai2 menuju ke sungai pusat di tengah kota Patna, dan rombongan gue terjebak 3 jam ditengah2 mereka, tapi lumayan seru buat liat2 sih, habis lepas dari kemacetan, perjalanan dilanjutkan ke Rajgir dulu buat makan siang, stelah sudah berhari hari makan siang box muluk, akhirnya enak juga bisa makan makanan panas, baru habis itu dilanjutkan ke Nalanda, yang dulunya merupakan kompleks salah satu universitas tertua dunia tapi sekarang tinggal reruntuhannya aja, masih ada kompleks asrama tempat mahasiswa dan dosen2, kompleks pekuburan, stupa dan tempat mereka belajar dan beribadat, disini kejadian lagi, di salah satu kamar mahasiswa, gue bisa bengong, karena merasa kog pernah disini, iiihh sereeem deh
Habis dari Nalanda, tujuan beralih kembali ke Rajgir, yang merupakan kompleks istana2 raja mulai dari Ashoka sampai ke Gupta, kurang lebih ada 8 raja yang pernah tinggal di daerah itu, tujuan utama di tempat ini adalah bukit Gridhakuta (bukit burung nasar), untuk naik ke bukit atasnya, dimana disana ada pelataran tempat melihat kota sekitar orang bisa naik cable car, tapi berhubung sedang perayaan, maka itu antrian orang naik cable car sampai berputar-putar-seperti ular melingkar lingkar di pagar gitu, jadi diputuskan untuk berjalan kaki aja melalui sekitar 565 anak tangga, lumayaaaan .., dari sana masih 2 jam lagi sampai deh di hotel. ayoo istirahatt...

Hari 9 . Bodhgaya

hari ini santaii..., gak diburu2 waktu, gak pergi jauh2, tempat prosesi upacara cuma 5 menit jalan dari hotel, tapi disini tempat penting ke 3, karena di Mahabodhi temple, konon Buddha mencapai kesempurnaannya, di tempat ini terjadi lagi dejavu, ketika mencapai gerbang tempat ini, gue sempet bengong, karena tempat ini rasanya pernah dilihat sebelumnya padahal blum pernah deh, mengelilingi tempat ini, tamu2 pada prosesi agama mrk, gue kelilingan sendiri, disini seperti orang dari berbagai bangsa dengan agama yang sama berkumpul, mereka berprosesi sama, mengalir, gue berkeliling dng perasaan merinding, karena seperti kembali lagi ketempat yang pernah dikunjungin sebelumnya, ditempat ini, orang memasang bendera2 kecil berbentuk segitiga berwarna kuning di pohon bodhi yang besar untuk permintaannya atau orang2 yang didoakan, gue bikin daftar nama yang kira2 perlu didoakan, hehe, ada 53 nama, tulis di satu2 bendera, dan memasang semuanya disana, semoga yang ditulis namanya tidak keberatan yah..hehe, ditempat ini semua souvenir, pashmina dan lain2, u named it ladies, ada disini, jadi setelah berprosesi, tamu2 menyerbu oleh2 ,kekekeke..

Hari 10. Bodhgaya - Varanasi

jam 8 pagi mulai jalan, baru jalan 2 jam deh kira2 udah stuck, maceeeet boww, yang ada hari itu, di jalan aja, tanpa ada kepastian kapan mulai lancar, kapan beres macetnya dan lain2, gak ada polisi, gak ada yang inisiatif ngatur macet, yang ada pemandangan sungai mengering karena sudah 4 bulan gak kena hujan, duuh sungguh ngeselin, yang ada makan malam jam 11 malam setelah lepas dari macet, makan mie instant, darurat soale, berhenti toilet dll, sampai di hotel jam 5 pagi, gileeee...macet 21 jam, terpaksa skip gangga, istirahat 3 jam baru terus ke Sarnath, kunjungan penting terakhir diperjalanan ini.Disini kejadian memalukan terjadi lagi, well..bukan membela diri, sapa suruh ada yg ngotot nuduh2 padahal negaranya yg gak beres mengatur macet, hhhh...

Hari 11. Varanasi- Varanasi (lageee)

Keluar jam 9, masih gelap karena kabut trus menuju ke Sarnath, ini kunjungan penting terakhir dalam perjalanan ini, disini Budha pertama kali berkotbah, jadi tamu2 berprosesi, trus balik hotel, makan siang dan siap2 ke airport untuk menuju ke Agra, check in, boarding pass sudah ditangan, setengah jam lagi take off, tiba2 aja dicancel, mati gue..!!, alasan mereka visibility tidak mendukung, karena minimum visibility harus 2500 m, ini mereka cuma dapat 300 m, jadi gak berani, hari itu semua airlines dari dan menuju varanasi dibatalkan, jadi balik lagi deh ke hotel, duuhhh puyeng...karena kalau besok kejadian seperti ini lagi, mau gak mau harus naik kereta api atau bis, kereta penuh karena orang2 pada pulkam mennjelang perayaan sedang kalau naik bis, harus 21 jam baru sampai Delhi, sedangkan connecting flight gue dari Delhi ke Bangkok besok malam , check kantor, penerbangan lagi high season jadi susah untuk merubah tanggal, pusingggggggggg

Hari 12. Varanasi - Delhi

Pagi2 sambil menunggu kabar dari airlines yang katanya mau bikin ekstra flight, sebagian tamu ke sungai Gangga naik puspus, ini seperti bajaj, tapi terbuka gitu, gue sibuk telp sini situ buat mencari alternatif menghindar naik bis 21 jam dengan resiko kehilangan connecting flight dari Delhi ke Bangkok yang pasti berakibat juga ke flight Bangkok Jakartanya, pusing dan sebelnya jangan tanya deh, mumet suremet juremet met met pokoke, sudah jam 12 waktu matahari akhirnya muncul, dengan mengambil resiko pesawat cancel lagi, akhirnya berangkat juga ke airport, pesawat jam 3 sore, kalau cancel lagi, ya mo gak mau deh naik bis, gimana caranya balik dari Delhi ke Bangkok, we'll see, sampai di airport, airlinesnya jalan, tapi masih harus ribut karena ditempatkan sebagai waiting list, tarik urat, teriak2an, gebrak2 meja, akhirnya terbang juga, biar dari jam 3 akhirnya berangkat jam 8 malam, pokoknya gak naik bis itu aja pikiran gue, jam setengah 10 sampai domestik airport di Delhi, trus pindah ke Indira Gandhi International Airport, check in group, dan terduduk lemas di loungenya, sambil menunggu TG 316 yang terbang tengah malam, fyuuuhhh...

Hari 13. Bangkok

Sampai di Bangkok jam 7.30 pagi, harusnya jam 5.30 pagi, tapi gpp dehh daripada ngebayangin naik bis tau baru sampai dimana, bawa makan pagi, check in hotel, trus tewas dengan sukses, acara bebas, tamunya boleh keliaran sendirian dan ibu2 masih dengan sibuknya menarik suami2nya untuk menemani shopping. Malam hp bunyi, ada nomor yang dikenal disana, juga ada suara yang dikenal, what a nice surprise..

Hari 14. Bangkok - Jakarta

Free program sampai jam 11, trus ke airport, check in menunggu Garuda 829, transit Singapore, menuju ke house phone, menekan nomor tertentu, berbicara dengan suara yang akrab ditelinga,see you in Jakarta, jam 19.00 sampai Jakarta, masih dengan gerah sehabis hujan, tapi sekali ini, gue merasa sangat2 bahagia menjadi orang Jakarta dibandingkan dengan India, huhhh..., menghidupkan hp, menunggu sampai tersambung...


selesai satu perjalanan panjang....luv, pls take me home...

# balik ke atas#

Tuesday, November 09, 2004

It's about time



memang belum waktunya
tapi ini waktunya
untuk mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Ya Tuhaan please dong ahh
saya kan juga manusia
pasti punya salah dan dosa
maafin dongg yaa...

Buat semua
minta maaf buat semua salah dan dosa
buat semua omongan atau perkataan yang salah
saya kan cuma seorang manusia
:)


kecepetan ya? byareen, yang penting gak telat, waktunya saya pamitan, ada tugas memanggil, nanti saya pasti kembali lagi, buat cerita lagi, jadi tolong titip blog asal ini yaa...

# balik ke atas#

Sunday, November 07, 2004

Thank you Mr. Singh

Ini pengalaman ngurus visa untuk group gue di Kedubes India hari kamis kemarin.

Boleh dibilang ini tambahan pengalaman, karena biasanya visa India boleh diwakilkan, jadi biasanya, ada orang yang bawa setumpukan dokumen(a/l. copy ktp, kartu keluarga, detail tour, paspor dan rekening pribadi) beserta paspor asli, trus 2 hari kemudian keluar deh visa untuk berkunjung ke India. Trus, gak tau berhubungan apa gak dengan bomb kuningan kemarin, peraturan itu dirubah, jadi tiap orang yang mau apply visa, harus datang sendiri, dan itu yang terjadi hari Kamis kemarin . 35 orang termasuk gue, datang berbaris di Kedubes India jam 09.30 pagi, blum lagi orang2 lain yang juga mau minta visa, sedangkan petugas counter visanya cuma 1 orang, ya itu, si Mr. Singh :d

Konon, kita bisa gak usah datang sendiri, asal bersedia membayar 250 ribu rupiah, ehmm..jd peraturannya bisa 'disesuaikan' gitu deh, biasa money talk..:d dan yang mengurus 'pembayaran' ini adalah resepsionis kedutaan tersebut, yaitu Ms. H (nama disamarkan aja yah biar kesannya misterius gitu loh :)) ).

Dengan memakai kartu pengunjung dengan nomor sebagai tanda KTP yang ditinggalkan di pintu gerbang, juga sebagai tanda antri pengurusan visa, gue menunggu giliran. Sementara Mr. Singh dengan muka full jutek melayani satu2 (ceritanya..) sampai ke salah satu anggota group India itu, penganut 'No English', Mr. Singh mencoba berkomunikasi dengan bahasa Indonesia seadanya vs tamu gue itu, huahaha..gak lama kemudian, terdengar teriakan Mr. Singh, "Which one of you is the tour leader?", gue dengan muka innocent (tsaaaelaah innoceentt..kekekeke) menghampiri counter, "In person", gue bilang gitu, trus dengan muka full panik Mr. Singh mengintruksikan untuk mengumpulkan semua berkas group gue, supaya dia gak usah menghadapi semuanya satu persatu, dengan senang hati gue ngumpulin kan, masih dengan muka innocent, gue tanyalah, "And they can go home, rite?", dengan cepat Mr. Singh menjawab, "Ja ja ja..", lho kog jadi judul'e blog gue, huahahaha.., gue mempersilahkan peserta gue balik, sementara gue memegang setumpukan berkas dan paspor mereka. Melihat gue dengan setumpuk itu, ada beberapa orang India yang juga apply visa sempat berkeluh kesah, mungkin sadar bakalan lama punya neeh urusannya, sementara 1 ce India ribut,"They should put another person, not just one person in charge for the visa", tentu saja lengkap dengan godekan kepalanya, gue cuma nyengir,"Its your country, so why don't you complain to your own country?", tuh ce cuma nyengir doang, kekeke..

Sebenarnya gak lama, kalau saja ngga ada staff lokal yang ganggu2 dengan pertanyaan2 bodoh, seperti, "Ini mo kemana sih?", eeh haaay..., apply visa India, masa iya mau ke Tegal?? *OMGPDA...!! :p tujuan pertanyaan2 bodoh itu yaah gak jauh deh dari UUD, jadi lama2 horny juga gue ditanyain sperti itu, keluar tanduk gue, "Ibu ini cuma mo tanya2, apa mo bantu sih? Klo cuma mo tanya2 aja, tahun depan aja yah, klo mo bantu, sekarang, please deeh..!!" hehee..dijawab sperti itu, dia kabur kedalam dengan muka dirimpel 7 :d.

Selesai urusan visa dengan Mr. Singh, dia mengelap keningnya, lega kali yee, gue bilang gini,"Thank you Mr. Singh, I know I giving you lots of headache", dia nyengir,"No, no , no headache" sambil oglek2, kekeke... trus ngomong gini, "U should come more often, so we can get to know much better", gue yang masih 'iseng mode: on' menjawab, "Only if you treat me more friendly", eh dia ngotot, "Am I treat you unfriendly?", dan gue dengan nyengir ngejawab, "Not too friendly, I demand more" huahahah.., sementara gue lagi 'bertanya jawab ' dengan Mr. Singh itu, Iin, anak kantor membuang muka menahan tawa. Selesai dengan semua urusan itu, gue bilang sama Iin, "Gue cancel aja deh bawa tour ini In,", "Lho kenapa? " kt dia, "Gue takut kebiasaan oglek2, sekarang aja udah nular neh", jawab gue. Iin ngakak sekeras kerasnya, "Nah itu dia, tadi aja loe udah adu oglek2an sama Mr. Singh, gue gak kebayang gimana ntar loe pulang dari sana, huahahahha..", dan gue cuma bisa nyengir asem aja .
Masih sebelum pulang, gue masih sempet melambai2kan tangan ke Mr. Singh, "Thank you Mr. Singh, and bye byee" tentu saja lengkap dengan oglekan kepala ala India :d

*OMGPDA = Oh My Gawwd Pweeasee Dewwhh Aawwhh (ngomongnya musti dengan bibir meliuk liuk :))

# balik ke atas#

Tuesday, November 02, 2004

Tour Itinerary


hehe..
ini yg bakal gue jalanin dari tgl 12 - 25 Nov nanti, sementara orang asik2 makan ketupat, gue berada nun jawuh disana. Perjalanan kali ini agak berbeda dari yang kemarin2. Perjalanan kali ini semacam 'naik haji' untuk orang beragama Budha, jadi kunjungan2nya lebih banyak ke tempat yang bersangkut paut dengan Sidharta Gautama,dan karena perjalanan ini 'seriuess' makanya bakal ada pendamping spiritual berupa rahib, di perjalanan ini, gue akan bawa 2 orang rahib dari Jakarta, trus 1 lagi dari Bangkok, dan 2 orang dari mereka akan menetap di Kathmandu sampai Maret karena waktunya mereka untuk meditasi, sementara yang 1 orang lagi mendampingi perjalanan sampai selesai, tapi apapun menarik kan untuk dipelajari, ya gak ? :p

Day 01. Jkt - Bkk
berangkat pagi menuju Bkk, sampai disana siang, trus acara bebas deh

Day 02.Old Bangkok City tour
Hari ini setelah b'fast, rombongan akan pergi ke Ayuthaya, kurang lebih 85 km dari Bangkok, kota ini dulunya adalah ibu kota Siam dari 1350 - 1767, kota dimana 33 raja Siam sempat memimpin,dikota ini banyak wats(temple)2 tua, antara lain Wat Pra Mahathat, Wat Phra Sri Sanphet yang dibangun pada abad ke 14 dan merupakan temple terbesar disini, Wat Phanan Choeng, yang terletak di Mae Nam Chao Praya river, disini ada patung Budha yang tingginya 19 m, Wat Lokaya Sutha yang ada patung Budha lagi berbaring gaya 'ikan duyung', kekeke.., Wat Chai Watanaram yang terletak ditepi sungai, Wat Yai Chai Mongkhon, temple ini dibangun thn 1357 dan terkenal sebagai tempat meditasi, Wat Mathathat yang terkenal dengan kolam lotusnya, Wat Si Chum yang ada square hall berisi 14 m patung Budha dan last but not least, Wat Phra Si, yang berisi patung Budha yang dijadikan contoh dari semua patung Budha di seluruh dunia, jadi kesimpulannya? ini hari dari wat ke wat, huekekeke..

Day 03. Bangkok - Kathmandu
habis b'fast, ke airport lagi buat terbang ke Kathmandu, trus city tour deh, Boudanath stupa yang umurnya sekitar 2500 tahun, Durbar Square, malioboro + bakungsari-nya Kathmandu, Hanuman Doka yang merupakan kompleks royal palace, Mahadev dan Parvati temple, dimana disitu ada bell besar yang dibangun tahun 1797, yang konon bila dibunyikan, bisa mengusir roh jahat (wah jangan2 itu bell bunyi lagi klo gue kesitu yak? kekeke...)dan Kumari Temple.

Day 04. Kathmandu - Lumbini
seperti biasa, habis b'fast, perjalanan dilanjutkan ke Lumbini, Lumbini, is the Mecca of every Buddhist, disini prosesi kehidupan Budha Gautama mulai dari kelahiran dll sampai mencapai puncak kesempurnaan konon ada di tempat ini.Kota ini terletak di kaki pegunungan Himalaya di kota Nepal dan terkenal dengan taman2 dan hutan yang terpelihara dengan baik.

Day 05. Lumbini - Kapilavastu - Sravasti
Nah dari sini dimulai perjalan by bus menuju ke India, klo masih inget cerita perjalanan yang kemarin itu, waktu itu gue masuk dari pintu lain, dan kali ini dari tempat lain lagi menuju ke Indianya.
Kota pertama yang akan disinggahi itu Kapilavastu, ini ibukota dari Kerajaan Sakya terus ke Sravasti, ini ibukota kerajaan Kosala dan tempat Budha menghabiskan waktunya yang paling lama, ada bermacam2 stupa dan kuil yang dibangun dari batu bata dan hiasan teracotta yang melukiskan legenda Ramayana .

Day 06. Sravasti - Kushinagar
Perjalanan masih dengan bis, menuju ke Kushinagar, di tempat ini, akan dikunjungi Mahaparinibbana Vihara, disini, di stupa Ramabhar adalah tempat Budha dikremasikan.

Day 07. Kushinagar - Patna
Objek kunjungan disini adalah Pilar Ashoka yang didirikan oleh raja Ashoka, dan museum Vaisali tempat patung2 dan koin2 kuno serta perpustakaannya yang super duper kuno

Day 08. Patna - Rajgir - Bodhgaya
habis makan pagi, kunjungan pertama itu ke Universitas Nalanda yang terkenal sebagai pusat pengkajian agama Budha dijaman dulu, trus menuju ke Rajgir, ibukota kerajaan Magadh tempat raja Bimbisara sampai Raja Ashoka memimpin, trus dilanjutkan ke Ajatshatru Fort yang merupakan benteng yang terkenal untuk dindingnya yang terbuat dari batu karang setinggi 1.5 - 4 m dan dikelilingi oleh 32 pagar besar dan 64 pagar kecil semua terbuat dari batu. Dari sini dilanjut ke Gridhrakuta yang juga dikenal sebagai bukit burung nasar karena ada satu potongan batu yang berbentuk seperti kepala burung nasar, tempat ini terdiri dari tangga2 yang terbuat dari batu karang, dan biasanya orang menaiki tangga2 ini sampai ke puncaknya dan melihat dimana Budha menyebarkan ajarannya dulu. Setelah itu, perjalanan akan dilanjutkan ke kota Bodhgaya.

Day 09. Bodhgaya
hari ini keliling kota Bodhgaya, dan kunjungan pertama ke Mahabodhi temple, tempat pertapa Gautama mencapai penerangan sempurna di bawah pohon bodhi, dilanjut ke Sujata Temple dan ada satu kompleks vihara2 dari berbagai bangsa.

Day 10. Bodhgaya - Varanasi
stelah makan pagi, perjalanan akan dilanjutkan ke Varanasi yang dulu dikenal dengan nama Benares, salah satu kota tertua di dunia. Berkunjung ke Sarnath yang dikenal dengan Taman Rusa Isipatana tempat sang Budha memutarkan roda Dharma (kebajikan) untuk pertama kalinya.

Day 11. Varanasi - Agra
Nah keluar kali ini subuh2, berjalan kaki menelusuri sungai Gangga sambil menikmati pemandangan matahari terbit, sama seperti perjalanan gue yang dulu, yang bakalan banyak orang bersiap2, orang meditasi, mandi dan bersembahyang di Bathing Ghats, trus baru balik hotel, siap2 terbang ke Agra deh .

Day 12. Agra - Delhi
Pagi sebelum meninggalkan Agra, kunjungan yang ada adalah melihat Taj Mahal (lagi..hehe..) yang didirikan oleh raja Shah Jahan tahun 1560 untuk permaisurinya Mumtaz Mahal. dilanjut ke Agra Fort, dan meneruskan perjalanan ke Delhi dengan bis.

Day 13. Delhi - Bangkok
Ini waktunya untuk menjelajah pasar pasar di Ibu kota India ini , cihuyy..:d baru terbang ke Bangkok dan acara shopping berlanjut :p

Day 14. Bangkok - Jakarta
Masih ada setengah hari sebelum kembali ke Jakarta , siang terbang balik ke Jakarta, sampai di sore hari deh di Jakarta. Ada yang mo jemput gue ? kekekee...
# balik ke atas#