Tarraaaaaaa....
Hi, I'm back. Alive and kicking..yeah...kekeke..
Perjalanan kali ini , bener2 melatih kesabaran gue, hehe..tapi lumayan rame dan seru juga sih :d
Hari kesatu dan kedua, masih di Bangkok, ada yang harus gue ralat dari cerita perjalanan kemarin, karena ternyata airport Bangkok masih Don Muang, belum pindah ke airport baru, jadi ceritanya, gue salah ngira, airport baru Bangkok, baru akan dibuka tahun depan, katanya..
Di Bangkok, hari kedua yang menarik, karena kita jalan2 ke Ayuthaya, kota lama dari Bangkok, melihat temple2 atau wat disana dibilangnya tapi bukan jalan pakai bis, melainkan pakai perahu boat, jadi cukup menarik, menyusuri sungai untuk mengunjungi 9 temple terbesar disana.
Hari ke tiga, dari Bangkok terbang ke Kathmandu, pas sampai di Tribhuvan airport, yang keliatan cuma kabut disana dan disini, tapi diatas dari jendela pesawat, masih keliatan puncak2 himalayanya. Airportnya sepi, petugas militer disana dan disini, karena baru kemarinnya terjadi kerusuhan di pusat kota Kathmandu, dan baru bbrp hari sebelumnya bomb meledak di salah satu kantor pemerintah, jadi penjagaan sangat2 ketat, dijemput guide lokal, mereka sudah memasuki musim dingin, jadi udara pagi dan sore sekitar 11'C, sementara siang sekitar 20'C, berkunjung ke Boudhanath dan Swayambunath, temple Budha terbesar dan tertua disana yang dibangun oleh raja Asoka,trus kita ke Durbar Square kota Kathmandu, melintasi jalan yang terbuat dari batu, melewati rumah2 tua, lumayan, dingin2 disuruh jalan, tapi mengesankan jee..,ketemu orang2 setempat yang sedang merayakan Dipavali, jadi ramai banget gitu deh hehe.. trus masuk hotel deh, Everest Hotel, quite nice hotel, dari jendela kamar yang di lantai 15, bisa ngeliat burung2 dara lagi meringkuk kedinginan, uuh keciann...(sok imut amat gue yak, kekeke..)
Hari Ke 4, Kathmandu - Lumbini
sebelum terbang ke Lumbini, masih ada city tour, rencananya sih mau keliling naik pesawat mini yang isinya 12 orang, terbang mengelilingi puncak pegunungan Himalaya, tapi terpaksa dicancel gara2 kabut yang tebeeeel banget, jadi diganti city tour ke kota Patan, ke temple Siwa, disini ada yang aneh, gue gak pernah ke sana sebelumnya, tapi ada seorang ibu yang tersenyum manis, terus menyapa, "Welcome back", nah lho, biar udah dijelasin klo gue gak pernah kesana, dia masih ngotot, kalo gue pernah datang sebelumnya, iya deeeh, terserah ajaa, dari sana, lanjut ke Durbar Square-nya kota Patan, perlu diceritakan, kalau di Nepal ini ada 3 Durbar Square, karena dulu Nepal terdiri dari 3 kerajaan kecil yang letaknya gak jauh2, Kathmandu, Patan dan Bhaktapur, jadi kalau 1 kerajaan punya Durbar Square, yang lain juga punya, dengan bentuk yang hampir2 sama, pokoke klo tetangga punya, yang lain juga harus punya gitu deh, hehe.. cuma sayangnya tempat2 disini gak dirawat banget, sayang banget liat bangunan dari abad ke 12 yang perlahan lahan hancur dijadiin dinding pasar atau kandang ternak gitu aja, hhh... dari sana makan siang, trus ke airport deh. Airport disini termasuk antik, semua pengurusan tiketing dll masih manual, hehe.., trus pesawat yang ditumpangi itu pesawat kecil ,kapasitas 100 orang gitu deh, dan free seater, jadi siapa duluan, siapa dapat tempat duduk yang enak, kekeke..penerbangan ke Lumbini dari Kathmandu cuma 45 menit, tapi nunggu delay-nya bow , 5 jam, itu pun pake harus ngebentak bentak dulu, gitu rombongan berangkat, airportnya tutup nek, hahaha..tapi untung bisa terbang, karena besoknya di Lumbini, gue dapat kabar, kalau itu penerbangan terakhir, pasukan komunis Mao menawan 500 orang turis di hotel, syalalala banget kan..., sampai di Lumbini udah jam 11 malam waktu setempat, beda 1 jam dibelakang waktu Jakarta,gak ada porter karena pada pulang kampung dalam rangka perayaan Dipavali, jadi porter sendiri deh angkatin koper segede2 gabaan, terus ke hotel, tewas dengan suksessss..
Hari Ke 5. Lumbini - Kapilavastu - Sravasti
Pagi2 keluar dari hotel, menuju ke Lumbini, ini kunjungan wajib, karena konon di tempat inilah sang Budha dilahirkan oleh ibunya Mahamaya Devi, bentuknya sebuah taman, ada kolam tempat ibunya Budha mandi sebelum akhirnya melahirkan dibawah pohon, trus ada juga 7 tapak pertama Siddharta, tamu2 gue pada menjalankan ibadahnya disitu, berdoa, baca parita, dan memasang lilin, baru habis itu balik ke hotel, sarapan, trus cabut menuju ke Kapilavastu, untuk sampai disini, harus melewati 2 perbatasan kota, perbatasan darat kota Nepal, dan perbatasan darat India, urus permit dll melewati daerah yang kayak pasar gitu, penuh orang jualan dan truk2 besar, lewatin daerah kering yang konon sudah 4 bulan gak kenal hujan, padi, sapi, orangnya, semua berbalut debu dan kurus, jalan yang jauh dari ukuran mulus, wah sedih banget deh liatnya. on the way, yang dikunjungi itu reruntuhan stupa yang konon merupakan tempat yang pernah dilewati Budha selama masa hidupnya, dah jam 9 malam baru sampai ke hotel, disini ada satu kejadian memalukan, dah jng tanya apaan yah...pokoke gitu deh hehe..
Hari 6. Sravasti - Kushinagar
Pagi2 keluar, menuju ke Vihara Mahaparinibhana, tempat ini point ke 2 penting karena disini konon Sang Budha mencapai akhir umurnya, jadi disini mereka menjalankan prosesi ibadahnya lagi deh,trus ke Ramabhar stupa tempat Buddha di kremasikan, prosesi lagi, habis itu baru meneruskan perjalanan lagi, jam 8 sudah sampai hotel, lumayannn.
Hari 7. Kushinagar - Patna
hari ini kunjungannya cuma 1, ke Pilar Ashoka yang dibangun oleh raja Ashoka, tapi berhubung jalannya jauh dan keadaan jalan yang jauh dari mulus, menurut salah satu tamu saya, itu keadaan jalan di Kerawang 30 tahun yang lalu, makanya sampai hotel udah malam, sempat lewat jembatan Mahatma Gandhi sepanjang 18 km melewati sungai Gangga, keadaan kota ini agak lebih modern dari yang lain karena merupakan ibukota Bharwa. sepanjang jalan, rakyat sekitar berpakaian rapi, membawa hasil kebun mereka menuju ke tepian sungai, ada perayaan dewa matahari, ini untuk orang Hindu setempat, untuk perayaan itu mereka berpuasa 36 jam, dan waktu kita lewat itu, besok bakal ada puncak perayaannya. Nah disini ada kejadian aneh, tidur gak jelas, itu kamar memang agak2 gimana gitu, trus jam 1 malam, ada telp, morning call, pas liat jam, lha baru jam 1 kog morning call, penasaran turun ke lobby hotel, sampai disana cuma satpam hotel yang bingung liat gue turun, liat jam di resepsionis, bener deh baru jam setengah 2 pagi, itu satpam dengan setengah memaksa nunjuk ke jam, trus memperagakan org tidur gitu, setengah mau ngakak, gue balik deh ke kamar, huahaha..
Hari 8. Patna- Rajgir- Bodhgaya
Keluar dari kota Patna bener aja kejebak macet orang yang sedang merayakan upacara dewa matahari itu, di sungai Gangga, ribuan orang mandi ramai2 dalam rangka membersihkan diri dari dosa2nya, rakyat beneran berhias, naik truk ramai2 menuju ke sungai pusat di tengah kota Patna, dan rombongan gue terjebak 3 jam ditengah2 mereka, tapi lumayan seru buat liat2 sih, habis lepas dari kemacetan, perjalanan dilanjutkan ke Rajgir dulu buat makan siang, stelah sudah berhari hari makan siang box muluk, akhirnya enak juga bisa makan makanan panas, baru habis itu dilanjutkan ke Nalanda, yang dulunya merupakan kompleks salah satu universitas tertua dunia tapi sekarang tinggal reruntuhannya aja, masih ada kompleks asrama tempat mahasiswa dan dosen2, kompleks pekuburan, stupa dan tempat mereka belajar dan beribadat, disini kejadian lagi, di salah satu kamar mahasiswa, gue bisa bengong, karena merasa kog pernah disini, iiihh sereeem deh
Habis dari Nalanda, tujuan beralih kembali ke Rajgir, yang merupakan kompleks istana2 raja mulai dari Ashoka sampai ke Gupta, kurang lebih ada 8 raja yang pernah tinggal di daerah itu, tujuan utama di tempat ini adalah bukit Gridhakuta (bukit burung nasar), untuk naik ke bukit atasnya, dimana disana ada pelataran tempat melihat kota sekitar orang bisa naik cable car, tapi berhubung sedang perayaan, maka itu antrian orang naik cable car sampai berputar-putar-seperti ular melingkar lingkar di pagar gitu, jadi diputuskan untuk berjalan kaki aja melalui sekitar 565 anak tangga, lumayaaaan .., dari sana masih 2 jam lagi sampai deh di hotel. ayoo istirahatt...
Hari 9 . Bodhgaya
hari ini santaii..., gak diburu2 waktu, gak pergi jauh2, tempat prosesi upacara cuma 5 menit jalan dari hotel, tapi disini tempat penting ke 3, karena di Mahabodhi temple, konon Buddha mencapai kesempurnaannya, di tempat ini terjadi lagi dejavu, ketika mencapai gerbang tempat ini, gue sempet bengong, karena tempat ini rasanya pernah dilihat sebelumnya padahal blum pernah deh, mengelilingi tempat ini, tamu2 pada prosesi agama mrk, gue kelilingan sendiri, disini seperti orang dari berbagai bangsa dengan agama yang sama berkumpul, mereka berprosesi sama, mengalir, gue berkeliling dng perasaan merinding, karena seperti kembali lagi ketempat yang pernah dikunjungin sebelumnya, ditempat ini, orang memasang bendera2 kecil berbentuk segitiga berwarna kuning di pohon bodhi yang besar untuk permintaannya atau orang2 yang didoakan, gue bikin daftar nama yang kira2 perlu didoakan, hehe, ada 53 nama, tulis di satu2 bendera, dan memasang semuanya disana, semoga yang ditulis namanya tidak keberatan yah..hehe, ditempat ini semua souvenir, pashmina dan lain2, u named it ladies, ada disini, jadi setelah berprosesi, tamu2 menyerbu oleh2 ,kekekeke..
Hari 10. Bodhgaya - Varanasi
jam 8 pagi mulai jalan, baru jalan 2 jam deh kira2 udah stuck, maceeeet boww, yang ada hari itu, di jalan aja, tanpa ada kepastian kapan mulai lancar, kapan beres macetnya dan lain2, gak ada polisi, gak ada yang inisiatif ngatur macet, yang ada pemandangan sungai mengering karena sudah 4 bulan gak kena hujan, duuh sungguh ngeselin, yang ada makan malam jam 11 malam setelah lepas dari macet, makan mie instant, darurat soale, berhenti toilet dll, sampai di hotel jam 5 pagi, gileeee...macet 21 jam, terpaksa skip gangga, istirahat 3 jam baru terus ke Sarnath, kunjungan penting terakhir diperjalanan ini.Disini kejadian memalukan terjadi lagi, well..bukan membela diri, sapa suruh ada yg ngotot nuduh2 padahal negaranya yg gak beres mengatur macet, hhhh...
Hari 11. Varanasi- Varanasi (lageee)
Keluar jam 9, masih gelap karena kabut trus menuju ke Sarnath, ini kunjungan penting terakhir dalam perjalanan ini, disini Budha pertama kali berkotbah, jadi tamu2 berprosesi, trus balik hotel, makan siang dan siap2 ke airport untuk menuju ke Agra, check in, boarding pass sudah ditangan, setengah jam lagi take off, tiba2 aja dicancel, mati gue..!!, alasan mereka visibility tidak mendukung, karena minimum visibility harus 2500 m, ini mereka cuma dapat 300 m, jadi gak berani, hari itu semua airlines dari dan menuju varanasi dibatalkan, jadi balik lagi deh ke hotel, duuhhh puyeng...karena kalau besok kejadian seperti ini lagi, mau gak mau harus naik kereta api atau bis, kereta penuh karena orang2 pada pulkam mennjelang perayaan sedang kalau naik bis, harus 21 jam baru sampai Delhi, sedangkan connecting flight gue dari Delhi ke Bangkok besok malam , check kantor, penerbangan lagi high season jadi susah untuk merubah tanggal, pusingggggggggg
Hari 12. Varanasi - Delhi
Pagi2 sambil menunggu kabar dari airlines yang katanya mau bikin ekstra flight, sebagian tamu ke sungai Gangga naik puspus, ini seperti bajaj, tapi terbuka gitu, gue sibuk telp sini situ buat mencari alternatif menghindar naik bis 21 jam dengan resiko kehilangan connecting flight dari Delhi ke Bangkok yang pasti berakibat juga ke flight Bangkok Jakartanya, pusing dan sebelnya jangan tanya deh, mumet suremet juremet met met pokoke, sudah jam 12 waktu matahari akhirnya muncul, dengan mengambil resiko pesawat cancel lagi, akhirnya berangkat juga ke airport, pesawat jam 3 sore, kalau cancel lagi, ya mo gak mau deh naik bis, gimana caranya balik dari Delhi ke Bangkok, we'll see, sampai di airport, airlinesnya jalan, tapi masih harus ribut karena ditempatkan sebagai waiting list, tarik urat, teriak2an, gebrak2 meja, akhirnya terbang juga, biar dari jam 3 akhirnya berangkat jam 8 malam, pokoknya gak naik bis itu aja pikiran gue, jam setengah 10 sampai domestik airport di Delhi, trus pindah ke Indira Gandhi International Airport, check in group, dan terduduk lemas di loungenya, sambil menunggu TG 316 yang terbang tengah malam, fyuuuhhh...
Hari 13. Bangkok
Sampai di Bangkok jam 7.30 pagi, harusnya jam 5.30 pagi, tapi gpp dehh daripada ngebayangin naik bis tau baru sampai dimana, bawa makan pagi, check in hotel, trus tewas dengan sukses, acara bebas, tamunya boleh keliaran sendirian dan ibu2 masih dengan sibuknya menarik suami2nya untuk menemani shopping. Malam hp bunyi, ada nomor yang dikenal disana, juga ada suara yang dikenal, what a nice surprise..
Hari 14. Bangkok - Jakarta
Free program sampai jam 11, trus ke airport, check in menunggu Garuda 829, transit Singapore, menuju ke house phone, menekan nomor tertentu, berbicara dengan suara yang akrab ditelinga,see you in Jakarta, jam 19.00 sampai Jakarta, masih dengan gerah sehabis hujan, tapi sekali ini, gue merasa sangat2 bahagia menjadi orang Jakarta dibandingkan dengan India, huhhh..., menghidupkan hp, menunggu sampai tersambung...
selesai satu perjalanan panjang....luv, pls take me home...
Perjalanan kali ini , bener2 melatih kesabaran gue, hehe..tapi lumayan rame dan seru juga sih :d
Hari kesatu dan kedua, masih di Bangkok, ada yang harus gue ralat dari cerita perjalanan kemarin, karena ternyata airport Bangkok masih Don Muang, belum pindah ke airport baru, jadi ceritanya, gue salah ngira, airport baru Bangkok, baru akan dibuka tahun depan, katanya..
Di Bangkok, hari kedua yang menarik, karena kita jalan2 ke Ayuthaya, kota lama dari Bangkok, melihat temple2 atau wat disana dibilangnya tapi bukan jalan pakai bis, melainkan pakai perahu boat, jadi cukup menarik, menyusuri sungai untuk mengunjungi 9 temple terbesar disana.
Hari ke tiga, dari Bangkok terbang ke Kathmandu, pas sampai di Tribhuvan airport, yang keliatan cuma kabut disana dan disini, tapi diatas dari jendela pesawat, masih keliatan puncak2 himalayanya. Airportnya sepi, petugas militer disana dan disini, karena baru kemarinnya terjadi kerusuhan di pusat kota Kathmandu, dan baru bbrp hari sebelumnya bomb meledak di salah satu kantor pemerintah, jadi penjagaan sangat2 ketat, dijemput guide lokal, mereka sudah memasuki musim dingin, jadi udara pagi dan sore sekitar 11'C, sementara siang sekitar 20'C, berkunjung ke Boudhanath dan Swayambunath, temple Budha terbesar dan tertua disana yang dibangun oleh raja Asoka,trus kita ke Durbar Square kota Kathmandu, melintasi jalan yang terbuat dari batu, melewati rumah2 tua, lumayan, dingin2 disuruh jalan, tapi mengesankan jee..,ketemu orang2 setempat yang sedang merayakan Dipavali, jadi ramai banget gitu deh hehe.. trus masuk hotel deh, Everest Hotel, quite nice hotel, dari jendela kamar yang di lantai 15, bisa ngeliat burung2 dara lagi meringkuk kedinginan, uuh keciann...(sok imut amat gue yak, kekeke..)
Hari Ke 4, Kathmandu - Lumbini
sebelum terbang ke Lumbini, masih ada city tour, rencananya sih mau keliling naik pesawat mini yang isinya 12 orang, terbang mengelilingi puncak pegunungan Himalaya, tapi terpaksa dicancel gara2 kabut yang tebeeeel banget, jadi diganti city tour ke kota Patan, ke temple Siwa, disini ada yang aneh, gue gak pernah ke sana sebelumnya, tapi ada seorang ibu yang tersenyum manis, terus menyapa, "Welcome back", nah lho, biar udah dijelasin klo gue gak pernah kesana, dia masih ngotot, kalo gue pernah datang sebelumnya, iya deeeh, terserah ajaa, dari sana, lanjut ke Durbar Square-nya kota Patan, perlu diceritakan, kalau di Nepal ini ada 3 Durbar Square, karena dulu Nepal terdiri dari 3 kerajaan kecil yang letaknya gak jauh2, Kathmandu, Patan dan Bhaktapur, jadi kalau 1 kerajaan punya Durbar Square, yang lain juga punya, dengan bentuk yang hampir2 sama, pokoke klo tetangga punya, yang lain juga harus punya gitu deh, hehe.. cuma sayangnya tempat2 disini gak dirawat banget, sayang banget liat bangunan dari abad ke 12 yang perlahan lahan hancur dijadiin dinding pasar atau kandang ternak gitu aja, hhh... dari sana makan siang, trus ke airport deh. Airport disini termasuk antik, semua pengurusan tiketing dll masih manual, hehe.., trus pesawat yang ditumpangi itu pesawat kecil ,kapasitas 100 orang gitu deh, dan free seater, jadi siapa duluan, siapa dapat tempat duduk yang enak, kekeke..penerbangan ke Lumbini dari Kathmandu cuma 45 menit, tapi nunggu delay-nya bow , 5 jam, itu pun pake harus ngebentak bentak dulu, gitu rombongan berangkat, airportnya tutup nek, hahaha..tapi untung bisa terbang, karena besoknya di Lumbini, gue dapat kabar, kalau itu penerbangan terakhir, pasukan komunis Mao menawan 500 orang turis di hotel, syalalala banget kan..., sampai di Lumbini udah jam 11 malam waktu setempat, beda 1 jam dibelakang waktu Jakarta,gak ada porter karena pada pulang kampung dalam rangka perayaan Dipavali, jadi porter sendiri deh angkatin koper segede2 gabaan, terus ke hotel, tewas dengan suksessss..
Hari Ke 5. Lumbini - Kapilavastu - Sravasti
Pagi2 keluar dari hotel, menuju ke Lumbini, ini kunjungan wajib, karena konon di tempat inilah sang Budha dilahirkan oleh ibunya Mahamaya Devi, bentuknya sebuah taman, ada kolam tempat ibunya Budha mandi sebelum akhirnya melahirkan dibawah pohon, trus ada juga 7 tapak pertama Siddharta, tamu2 gue pada menjalankan ibadahnya disitu, berdoa, baca parita, dan memasang lilin, baru habis itu balik ke hotel, sarapan, trus cabut menuju ke Kapilavastu, untuk sampai disini, harus melewati 2 perbatasan kota, perbatasan darat kota Nepal, dan perbatasan darat India, urus permit dll melewati daerah yang kayak pasar gitu, penuh orang jualan dan truk2 besar, lewatin daerah kering yang konon sudah 4 bulan gak kenal hujan, padi, sapi, orangnya, semua berbalut debu dan kurus, jalan yang jauh dari ukuran mulus, wah sedih banget deh liatnya. on the way, yang dikunjungi itu reruntuhan stupa yang konon merupakan tempat yang pernah dilewati Budha selama masa hidupnya, dah jam 9 malam baru sampai ke hotel, disini ada satu kejadian memalukan, dah jng tanya apaan yah...pokoke gitu deh hehe..
Hari 6. Sravasti - Kushinagar
Pagi2 keluar, menuju ke Vihara Mahaparinibhana, tempat ini point ke 2 penting karena disini konon Sang Budha mencapai akhir umurnya, jadi disini mereka menjalankan prosesi ibadahnya lagi deh,trus ke Ramabhar stupa tempat Buddha di kremasikan, prosesi lagi, habis itu baru meneruskan perjalanan lagi, jam 8 sudah sampai hotel, lumayannn.
Hari 7. Kushinagar - Patna
hari ini kunjungannya cuma 1, ke Pilar Ashoka yang dibangun oleh raja Ashoka, tapi berhubung jalannya jauh dan keadaan jalan yang jauh dari mulus, menurut salah satu tamu saya, itu keadaan jalan di Kerawang 30 tahun yang lalu, makanya sampai hotel udah malam, sempat lewat jembatan Mahatma Gandhi sepanjang 18 km melewati sungai Gangga, keadaan kota ini agak lebih modern dari yang lain karena merupakan ibukota Bharwa. sepanjang jalan, rakyat sekitar berpakaian rapi, membawa hasil kebun mereka menuju ke tepian sungai, ada perayaan dewa matahari, ini untuk orang Hindu setempat, untuk perayaan itu mereka berpuasa 36 jam, dan waktu kita lewat itu, besok bakal ada puncak perayaannya. Nah disini ada kejadian aneh, tidur gak jelas, itu kamar memang agak2 gimana gitu, trus jam 1 malam, ada telp, morning call, pas liat jam, lha baru jam 1 kog morning call, penasaran turun ke lobby hotel, sampai disana cuma satpam hotel yang bingung liat gue turun, liat jam di resepsionis, bener deh baru jam setengah 2 pagi, itu satpam dengan setengah memaksa nunjuk ke jam, trus memperagakan org tidur gitu, setengah mau ngakak, gue balik deh ke kamar, huahaha..
Hari 8. Patna- Rajgir- Bodhgaya
Keluar dari kota Patna bener aja kejebak macet orang yang sedang merayakan upacara dewa matahari itu, di sungai Gangga, ribuan orang mandi ramai2 dalam rangka membersihkan diri dari dosa2nya, rakyat beneran berhias, naik truk ramai2 menuju ke sungai pusat di tengah kota Patna, dan rombongan gue terjebak 3 jam ditengah2 mereka, tapi lumayan seru buat liat2 sih, habis lepas dari kemacetan, perjalanan dilanjutkan ke Rajgir dulu buat makan siang, stelah sudah berhari hari makan siang box muluk, akhirnya enak juga bisa makan makanan panas, baru habis itu dilanjutkan ke Nalanda, yang dulunya merupakan kompleks salah satu universitas tertua dunia tapi sekarang tinggal reruntuhannya aja, masih ada kompleks asrama tempat mahasiswa dan dosen2, kompleks pekuburan, stupa dan tempat mereka belajar dan beribadat, disini kejadian lagi, di salah satu kamar mahasiswa, gue bisa bengong, karena merasa kog pernah disini, iiihh sereeem deh
Habis dari Nalanda, tujuan beralih kembali ke Rajgir, yang merupakan kompleks istana2 raja mulai dari Ashoka sampai ke Gupta, kurang lebih ada 8 raja yang pernah tinggal di daerah itu, tujuan utama di tempat ini adalah bukit Gridhakuta (bukit burung nasar), untuk naik ke bukit atasnya, dimana disana ada pelataran tempat melihat kota sekitar orang bisa naik cable car, tapi berhubung sedang perayaan, maka itu antrian orang naik cable car sampai berputar-putar-seperti ular melingkar lingkar di pagar gitu, jadi diputuskan untuk berjalan kaki aja melalui sekitar 565 anak tangga, lumayaaaan .., dari sana masih 2 jam lagi sampai deh di hotel. ayoo istirahatt...
Hari 9 . Bodhgaya
hari ini santaii..., gak diburu2 waktu, gak pergi jauh2, tempat prosesi upacara cuma 5 menit jalan dari hotel, tapi disini tempat penting ke 3, karena di Mahabodhi temple, konon Buddha mencapai kesempurnaannya, di tempat ini terjadi lagi dejavu, ketika mencapai gerbang tempat ini, gue sempet bengong, karena tempat ini rasanya pernah dilihat sebelumnya padahal blum pernah deh, mengelilingi tempat ini, tamu2 pada prosesi agama mrk, gue kelilingan sendiri, disini seperti orang dari berbagai bangsa dengan agama yang sama berkumpul, mereka berprosesi sama, mengalir, gue berkeliling dng perasaan merinding, karena seperti kembali lagi ketempat yang pernah dikunjungin sebelumnya, ditempat ini, orang memasang bendera2 kecil berbentuk segitiga berwarna kuning di pohon bodhi yang besar untuk permintaannya atau orang2 yang didoakan, gue bikin daftar nama yang kira2 perlu didoakan, hehe, ada 53 nama, tulis di satu2 bendera, dan memasang semuanya disana, semoga yang ditulis namanya tidak keberatan yah..hehe, ditempat ini semua souvenir, pashmina dan lain2, u named it ladies, ada disini, jadi setelah berprosesi, tamu2 menyerbu oleh2 ,kekekeke..
Hari 10. Bodhgaya - Varanasi
jam 8 pagi mulai jalan, baru jalan 2 jam deh kira2 udah stuck, maceeeet boww, yang ada hari itu, di jalan aja, tanpa ada kepastian kapan mulai lancar, kapan beres macetnya dan lain2, gak ada polisi, gak ada yang inisiatif ngatur macet, yang ada pemandangan sungai mengering karena sudah 4 bulan gak kena hujan, duuh sungguh ngeselin, yang ada makan malam jam 11 malam setelah lepas dari macet, makan mie instant, darurat soale, berhenti toilet dll, sampai di hotel jam 5 pagi, gileeee...macet 21 jam, terpaksa skip gangga, istirahat 3 jam baru terus ke Sarnath, kunjungan penting terakhir diperjalanan ini.Disini kejadian memalukan terjadi lagi, well..bukan membela diri, sapa suruh ada yg ngotot nuduh2 padahal negaranya yg gak beres mengatur macet, hhhh...
Hari 11. Varanasi- Varanasi (lageee)
Keluar jam 9, masih gelap karena kabut trus menuju ke Sarnath, ini kunjungan penting terakhir dalam perjalanan ini, disini Budha pertama kali berkotbah, jadi tamu2 berprosesi, trus balik hotel, makan siang dan siap2 ke airport untuk menuju ke Agra, check in, boarding pass sudah ditangan, setengah jam lagi take off, tiba2 aja dicancel, mati gue..!!, alasan mereka visibility tidak mendukung, karena minimum visibility harus 2500 m, ini mereka cuma dapat 300 m, jadi gak berani, hari itu semua airlines dari dan menuju varanasi dibatalkan, jadi balik lagi deh ke hotel, duuhhh puyeng...karena kalau besok kejadian seperti ini lagi, mau gak mau harus naik kereta api atau bis, kereta penuh karena orang2 pada pulkam mennjelang perayaan sedang kalau naik bis, harus 21 jam baru sampai Delhi, sedangkan connecting flight gue dari Delhi ke Bangkok besok malam , check kantor, penerbangan lagi high season jadi susah untuk merubah tanggal, pusingggggggggg
Hari 12. Varanasi - Delhi
Pagi2 sambil menunggu kabar dari airlines yang katanya mau bikin ekstra flight, sebagian tamu ke sungai Gangga naik puspus, ini seperti bajaj, tapi terbuka gitu, gue sibuk telp sini situ buat mencari alternatif menghindar naik bis 21 jam dengan resiko kehilangan connecting flight dari Delhi ke Bangkok yang pasti berakibat juga ke flight Bangkok Jakartanya, pusing dan sebelnya jangan tanya deh, mumet suremet juremet met met pokoke, sudah jam 12 waktu matahari akhirnya muncul, dengan mengambil resiko pesawat cancel lagi, akhirnya berangkat juga ke airport, pesawat jam 3 sore, kalau cancel lagi, ya mo gak mau deh naik bis, gimana caranya balik dari Delhi ke Bangkok, we'll see, sampai di airport, airlinesnya jalan, tapi masih harus ribut karena ditempatkan sebagai waiting list, tarik urat, teriak2an, gebrak2 meja, akhirnya terbang juga, biar dari jam 3 akhirnya berangkat jam 8 malam, pokoknya gak naik bis itu aja pikiran gue, jam setengah 10 sampai domestik airport di Delhi, trus pindah ke Indira Gandhi International Airport, check in group, dan terduduk lemas di loungenya, sambil menunggu TG 316 yang terbang tengah malam, fyuuuhhh...
Hari 13. Bangkok
Sampai di Bangkok jam 7.30 pagi, harusnya jam 5.30 pagi, tapi gpp dehh daripada ngebayangin naik bis tau baru sampai dimana, bawa makan pagi, check in hotel, trus tewas dengan sukses, acara bebas, tamunya boleh keliaran sendirian dan ibu2 masih dengan sibuknya menarik suami2nya untuk menemani shopping. Malam hp bunyi, ada nomor yang dikenal disana, juga ada suara yang dikenal, what a nice surprise..
Hari 14. Bangkok - Jakarta
Free program sampai jam 11, trus ke airport, check in menunggu Garuda 829, transit Singapore, menuju ke house phone, menekan nomor tertentu, berbicara dengan suara yang akrab ditelinga,see you in Jakarta, jam 19.00 sampai Jakarta, masih dengan gerah sehabis hujan, tapi sekali ini, gue merasa sangat2 bahagia menjadi orang Jakarta dibandingkan dengan India, huhhh..., menghidupkan hp, menunggu sampai tersambung...
selesai satu perjalanan panjang....luv, pls take me home...
