<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4124261?origin\x3dhttp://minyak-kayuputih.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ja ja ja

I don't know what I'm becoming. But I know for sure , U wouldn't like me when I'm angry

Sunday, February 20, 2005

Wanna

I wanna kiss the ears that so often listened to the woes of others and their pains.

I wanna look into the eyes where all the hurt of the heart , the body and soul reside.

I wanna so gently touch your lips with mine, the same lips that know what to say , how to say and when it needs to be said.

I want you to know that you are loved.

I want you to know your dreams are my vision, and if you no longer dreaming then I am blind.

I want you to know for every tear u shed, a pin pricks my heart.

But most of all my dearest love, know that whatever road we find ourselves on,

I want nothing more than to walk it with you


sisa2 jaman dulu...
# balik ke atas#

Monday, February 14, 2005

Points of ponder

Do you realize that the only time in our lives when we like to get old is when we're kids? If you're less than 10 years old, you're so excited about aging that you think in fractions.
"How old are you?" "I'm four and a half!" You're never thirty-six and a half; You're four and a half, going on five!

That's the key.

You get into your teens, now they can't hold you back.

You jump to the next number, or even a few ahead.
"How old are you?" "I'm gonna be 16!" You could be 13; but hey, you're gonna be 16! And then the greatest day of your life . . . you become 21.

YOU BECOME 21. YESSSS!!!

But then you turn 30. Oooohh, what happened there?
Makes you sound like bad milk!: He TURNED; we had to throw him out.
There's no fun now, you're just a sour-dumpling.
What's wrong? What's changed?

You BECOME 21, you TURN 30, then you're PUSHING 40.

Whoa! Put on the brakes, it's all slipping away.
Before you know it, you REACH 50 and your dreams are gone.
But wait!!! You MAKE IT to 60. You didn't think you would!

So you BECOME 21, TURN 30, PUSH 40, REACH 50 and MAKE IT to 60.

You've built up so much speed that you HIT 70!
After that it's a day-by-day thing; you HIT Wednesday!

You get into your 80s and every day is a complete cycle; you HIT lunch; you REACH 4:30; you MAKE IT to bedtime.

And it doesn't end there. Into the 90s,
you start going backwards; "I was JUST 92!"

Then a strange thing happens. If you make it over 100, you become a little kid again. "I'm 100 and a half!"


May you all make it to a healthy 100 and a half!

Happy Valentine's day everybody :)

# balik ke atas#

Wednesday, February 02, 2005

??????????



WARNING : MEMBACA POSTINGAN INI DAPAT MENYEBABKAN RASA SEBAL DAN BETE KRONIS

Gara2 banjir, jadi banyak pertanyaan di hati gue. Iya di hati, kalau pertanyaan di otak kan 'diusahakan' untuk dicari jawabannya dengan rasio. Sementara semua pertanyaan yang ada sekarang menyangkut perasaan dan rasanya cuma bisa dijawab juga dengan rasa.

Melihat korban banjir yang lagi ngungsi di jalan, gue jadi bertanya, kalau gue jadi salah satu dari mereka, siapa diantara teman2 gue yang bisa gue jadiin tempat minta tolong.

Mikir - mikir - mikir, akhirnya suka gak suka gue harus mendapati kenyataan kalau gue sebenarnya, gak punya siapa2 yang bisa dimintain tolong. Rasanya kog gimana yaa, selama ini gue selalu berpikir, kalau gue punya banyak 'teman' yang bisa gue jadiin tempat minta tolong, tapi kenapa kog setelah dipikir2 lagi, ternyata gak ada satupun. Bukannya gue terus merasa rugi, ngga, gue juga bukan orang yang sedikit2 langsung minta tolong sama orang, gue lebih suka mencoba untuk menyelesaikan semua masalah gue sendiri dulu, gue cuma berpikir, alangkah sangat menyenangkan dan menenteramkan kalau gue bisa yakin gue punya setidaknya satu orang aja yang bisa gue jadikan tempat 'berlindung'.

Gue pernah bicarakan ini sama 1 orang via YM (yes dear, it's you), orang ini belum pernah gue temuin, ngomong di telp-pun baru 2x, sekali itu gue bilang sama dia, kalau gue lagi merasa sendiri banget, kalau gue lagi merasa gue sebenarnya gak pernah punya satu orangpun yang bisa gue percaya, yang bisa dengan yakin cerita tanpa takut kelak cerita gue itu akan dijadikan alat untuk menikam gue nantinya, dimana pengetahuan tentang betapa sendirinya gue di dunia dengan penghuni milyaran orang ini membuat gue 'shock'. Jz call me a paranoid tapi itu yang lagi gue rasain. Gak tau kenapa waktu itu bisa cerita sama dia, tapi waktu itu gue merasa gue harus mengeluarkan semua pikiran dan ketakutan itu tapi gue 'lega' waktu habis cerita. Thanks ya bu...now u know how pathetic I am :d

Trus ada beberapa masalah yang sempat membuat gue berpikir untuk resign dari pekerjaan gue sekarang, itu yang gue bilang pilihan dengan konsekuensinya masing2 tapi ada beberapa hal juga yang membuat gue 'harus' memikirkan baik2 tentang rencana resign itu.

Sekarang gue merasa 'stuck', maju salah, mundur salah, rasanya pingin banget bisa lari sejauh2nya tapi ngga bisa, frustasi gak sih? Ada beberapa kali gue ingin nulis semuanya, tapi kebanyakan adanya cuma bengong di depan kompie, gak tau harus mulai nulis darimana, atau kalau sempat ditulispun, kebanyakan gue delete waktu gue baca lagi.

Jadi Pipit bukan karena diajak kawin, karena kalau itu gue udah tau harus menjawab apa ;), Lang eloe bukan dukun sakti, jadi jangan jingkrak2 dulu :d karena loe masih harus traktir gue sesuai dengan tarohan kita :) tapi komen yang paling bikin gue 'hhgg' dari neng Eyi yang mengingatkan gue sama postingan gue sendiri "Pergilah kemana hati membawamu", udah neng, gue udah coba duduk dan coba menangkap isyarat kira2 akan kemana gerangan hati ini membawa pergi dan kemudian suka gak suka, gue harus mengakui kalau lebih gampang menasehati orang lain daripada menerapkan nasehat itu pada diri sendiri, tapi terima kasih banget sudah mengingatkan :)

Mungkin gue memang harus membiarkan waktu yang menjawab, entah itu kelak akan menjawab semua pertanyaan2 gue atau itu kelak akan membuat gue tidak lagi perduli pada apa yang nanti akan jadi jawabannya sambil terus berjaga jaga, supaya gue tidak berada di dalam suatu keadaan yang bisa memaksa gue untuk meminta pertolongan dari orang lain.Coz I got no one.


# balik ke atas#