<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4124261?origin\x3dhttp://minyak-kayuputih.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ja ja ja

I don't know what I'm becoming. But I know for sure , U wouldn't like me when I'm angry

Monday, May 12, 2003

resah mode set on

Jauhhhh...jauhhh...jauhhh

Sekarang ini yang ada di otak saya, adalah bagaimana caranya untuk pergi sejauh jauhnya, meninggalkan segalanya, lalu menuju ke suatu tempat yang baru, lingkungan yang baru, situasi dan kondisi yang baru, orang orang yang baru dan tidak mengenal saya, dan tidak lagi berhubungan dengan orang orang yang pernah hadir dalam garis hidup saya, baik yang bersisian, bersilangan atau saling menjauh.

Jangan tanya kenapa. Sebab inilah yang membuat saya berhenti berbicara untuk beberapa saat. Sebab akhir-akhir ini saya merasa terkekang. Terikat. Tidak bisa kemana-mana. Dan itu membuat saya resah. Saya ingin berlari. Saya ingin bebas. Saya ingin pergi


# balik ke atas#