Saya menyesal
Sekali ini, baru saya menyesali apa yang pernah saya perbuat di masa lampau. Biasanya tidak pernah, tapi sekali ini benar benar saya menyesal.
Hal itu dimulai waktu kau, yang sudah lama pergi tiba-tiba datang kembali,kau yang sudah lama hilang dari pandanganku,kau yang dulu pergi,meninggalkan sejuta dua pertanyaan di hati dan otakku, tentang apa yang sudah aku lakukan sehingga aku ditinggalkan begitu, sekarang ada lagi disini, dihadapanku, seakan kau menawarkan kembali asa yang pernah kau ambil begitu saja, kau kembali seakan tiada masalah dulunya.
Saya sudah belajar untuk melupakanmu. Saya sudah menempuh semua malam malam yang saya lewatkan dengan tangisku, sudah saya telan semua rasa yang sama sekali tidak enak itu , dan kini disaat saya merasa saya sudah bisa hidup tanpa melibatkan kamu dalam semua rencana saya, untuk tidak lagi mengingat ingat semua yang pernah ada diantara kita, untuk tidak lagi merindukan semua pelukan dan ciumanmu, dan disaat saya sudah mulai berani untuk keluar dari semua yang rasanya begitu menyiksa dulu, tiba-tiba kau datang lagi, tepat dihadapanku. Dan saya hanya mampu memandang semua gerak bibirmu, ketika kau mengucapkan :
"Aku rindu kamu", demikian katamu. Ringan saja.
Dan saya hanya mampu memandangmu, dimana semua rasa yang saya pikir sudah saya pendam jauh di dalam hati, tiba tiba mengalir kembali. Ada rasa ingin menikmati semua yang pernah kita rasakan dulu, tapi juga ada ingatan, betapa usaha untuk melupakanmu, menghapus namamu dari benak dan asaku, menghapus keinginan untuk berlari dan merindukanmu, sungguh bukan hal yang mudah untuk dilakukan,dan saya tidak ingin melakukan semua itu sekali lagi , paling tidak dalam hidup yang ini dan saya hanya mampu memandangmu, ada rasa ingin memeluk dan menciummu, seperti apa yang kita pernah lakukan dulu, tapi juga ada rasa ingin lari saja darimu, karena entah mengapa ada suara kecil di dasar hati yang membisikkan, kalau apa yang kau akan tawarkan sekarang, tidak akan jauh beda dari apa yang kau tawarkan dulu .
Dan ini saatnya saya menyesali apa yang pernah terjadi, saya menyesali kalau kita pernah kenal, berbagi rasa (paling tidak itu yang saya lakukan terhadapmu), lalu mulai dekat , lalu saat dimana nama dan bayanganmu ada di setiap helaan nafas dan desahku dan kemudian saat dimana kita saling bercinta dulu. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada hidup saya sekarang kalau dulu kita tidak melakukan semua itu ,dan mungkin tidaklah lebih baik dari apa yang ada sekarang tapi sungguh, saya menyesali semua itu sekarang.
Saya menyesali itu semua, sambil terus berharap, kita tidak pernah berjumpa.
Hal itu dimulai waktu kau, yang sudah lama pergi tiba-tiba datang kembali,kau yang sudah lama hilang dari pandanganku,kau yang dulu pergi,meninggalkan sejuta dua pertanyaan di hati dan otakku, tentang apa yang sudah aku lakukan sehingga aku ditinggalkan begitu, sekarang ada lagi disini, dihadapanku, seakan kau menawarkan kembali asa yang pernah kau ambil begitu saja, kau kembali seakan tiada masalah dulunya.
Saya sudah belajar untuk melupakanmu. Saya sudah menempuh semua malam malam yang saya lewatkan dengan tangisku, sudah saya telan semua rasa yang sama sekali tidak enak itu , dan kini disaat saya merasa saya sudah bisa hidup tanpa melibatkan kamu dalam semua rencana saya, untuk tidak lagi mengingat ingat semua yang pernah ada diantara kita, untuk tidak lagi merindukan semua pelukan dan ciumanmu, dan disaat saya sudah mulai berani untuk keluar dari semua yang rasanya begitu menyiksa dulu, tiba-tiba kau datang lagi, tepat dihadapanku. Dan saya hanya mampu memandang semua gerak bibirmu, ketika kau mengucapkan :
"Aku rindu kamu", demikian katamu. Ringan saja.
Dan saya hanya mampu memandangmu, dimana semua rasa yang saya pikir sudah saya pendam jauh di dalam hati, tiba tiba mengalir kembali. Ada rasa ingin menikmati semua yang pernah kita rasakan dulu, tapi juga ada ingatan, betapa usaha untuk melupakanmu, menghapus namamu dari benak dan asaku, menghapus keinginan untuk berlari dan merindukanmu, sungguh bukan hal yang mudah untuk dilakukan,dan saya tidak ingin melakukan semua itu sekali lagi , paling tidak dalam hidup yang ini dan saya hanya mampu memandangmu, ada rasa ingin memeluk dan menciummu, seperti apa yang kita pernah lakukan dulu, tapi juga ada rasa ingin lari saja darimu, karena entah mengapa ada suara kecil di dasar hati yang membisikkan, kalau apa yang kau akan tawarkan sekarang, tidak akan jauh beda dari apa yang kau tawarkan dulu .
Dan ini saatnya saya menyesali apa yang pernah terjadi, saya menyesali kalau kita pernah kenal, berbagi rasa (paling tidak itu yang saya lakukan terhadapmu), lalu mulai dekat , lalu saat dimana nama dan bayanganmu ada di setiap helaan nafas dan desahku dan kemudian saat dimana kita saling bercinta dulu. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada hidup saya sekarang kalau dulu kita tidak melakukan semua itu ,dan mungkin tidaklah lebih baik dari apa yang ada sekarang tapi sungguh, saya menyesali semua itu sekarang.
Saya menyesali itu semua, sambil terus berharap, kita tidak pernah berjumpa.
