<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4124261?origin\x3dhttp://minyak-kayuputih.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ja ja ja

I don't know what I'm becoming. But I know for sure , U wouldn't like me when I'm angry

Friday, September 19, 2003

Split of second.

Pernah ngga ngalamin kejadian dalam waktu yang sangat singkat yang kemudian merubah semuanya dan semua ngga pernah akan kembali lagi seperti biasanya?

Kejadian seperti itu gue alamin waktu lagi balik ke Bogor hari Kamis yang lalu. Waktu itu, naik angkot dari stasiun ke rumah, semuanya biasa biasa aja, angkotnya juga ngga ngebut, tapi pas di suatu tempat, gue kan duduk di depan seperti biasa, ngeliat ada mobil box yang berjalan ke arah angkot, trus ditengah tengah itu ada motor yang meliuk liuk, rupanya dia mau motong jalan mobil box, tapi mobil boxnya ngga mau ngasi jalan, walhasil, dia panik kali, dan gue yang ngeliat itu semua, cuma bisa bilang dalam hati, kayaknya ngga bisa nih ngambil , ngga bisa nih, dan braaaaak....!!, waktu dia meliuk itu, mobilnya menabrak angkot, angkotnya ngebuang ke kanan, dan motor itu terjepit di roda belakang angkot. Gue berusaha ngeliat motor, tapi gak keliatan, tapi pas nengok ke kiri, ada seorang ibu dengan bayinya, terlempar dari dalam angkot ke jalan, dia dalam keadaan tengkurap. Untuk sesaat itu gue sempet blur, trus buru2 turun dari angkot, bersama sama dengan penumpang penumpang yang lain, orang orang sekitar mulai berdatangan, lalu lintas jadi macet ke dua arah, mobil box berhenti di tempatnya, dan seorang bapak meraih bayi yang ada di tangan ibunya, lalu memperhatikan, bayi itu baik baik, sementara ibunya masih tengkurap tidak bergerak. Dan gue cuma bisa berdiri memperhatikan ibu itu, gue takut buat berbuat apa apa :( lalu beberapa orang mendatangi ibu itu, membalikkan dia, gue masih sempet ngomong, "Pak pelan pelan, takut gegar otak, pelan pelan pak balikinnya ", dan sewaktu dibalikkan, ibu itu masih diam, tidak bergerak, kepalanya yang tertutup jilbab putih ngga ada luka, tapi seperti semua lembek aja mukanya, mungkin karena terhantam aspal sewaktu dia jatuh itu, matanya menatap ke atas, lalu dia dipindahkan pelan pelan oleh beberapa orang ke tempat yang teduh, sementara rupanya ada anaknya satu lagi yang berusia sekitar 9 tahun menangis sekencang kencangnya melihat ibunya tidak bergerak. Dan sewaktu dipindahkan itu, ibu itu mulai bergerak, kejang kejang, anaknya yang besar menangis tambah kencang, dan terus terang waktu itu gue dah mikir yang macem macem, supir angkot kesulitan untuk mindahin angkotnya, karena ternyata waktu dia ngebuang itu, setirnya patah gitu, siang tambah panas, macet tambah panjang, dan ada beberapa orang yang malah marah marah karena perjalanan mereka jadi terhambat gara2 macet tanpa mau tau kalo lagi ada kecelakaan, gue gak liat ada polisi, cuma ada beberapa pria bawa bawa HT, mundar mandir, nanya nanya, tapi gak bantu sama sekali, trus mobil box itu bergerak pelan pelan, trus wuzzz...!! kaburrrrr...!!yeee...??? orang orang gak sempet merhatiin karena sibuk ngurusin ibu ibu itu dan bayinya, trus motor dipindahkan dari bawah roda kanan belakang angkot, gue masih sempet liat pengendaranya itu berdarah hidung dan mulutnya, dan rasanya pingin deh nyamperin dia trus gamparin, karena dia yang bikin ini semua, gak ada yang merhatiin dia sama sekali, ibu ibu berkerumun melihat bayinya, sebagian bapak bapak bawa ibu itu ke klinik terdekat, yang lain bantu mengatur lalu lintas supaya ngga macet panjang, sebagian penumpang dari angkot itu, mulai menaiki angkot lain, dan melanjutkan perjalanannya, dan gue bengong disitu bersama sama tas :(.

Gue merhatiin jalan, angkot yang masih di tengah jalan, trus pengendara motor yang lagi duduk, berusaha mengingat ingat lagi apa yang terjadi, semuanya terjadi begitu cepat, dan gue brasa lagi ditepuk sama yang diatas, seperti diingatkan, kalau sesungguhnya manusia benar benar ngga bisa apa apa, just in a split of second, semuanya berubah, dan mungkin ngga pernah akan kembali seperti semua, siapa yang akan menyangka, kalau keluarga ibu itu akan mendengar berita kecelakaan seperti itu, supir angkot juga rasanya ngga akan menyangka akan terjadi seperti itu, kalo yang naik motor itu, rasanya kalau dia gak bego dan ceroboh, bisa menduga akan terjadi seperti itu, sayangnya aja otaknya kurang 3 sendok gitu, huhhh...!!

Gue duduk disitu sampai satu bapak menghampiri gue, trus nanya, "Neng ngga apa apa? ", dan gue ngegeleng, "Nteu pak, nuhun, cuma kaget wae", trus gue bangun, naik angkot lain lagi, dan sampai di rumah.

Di rumah, gue cuma bisa bersyukur gue ngga apa apa, sedih melihat ibu dan bayinya itu, sambil berharap mereka juga ngga apa apa, sedih mikirin supir angkot itu pasti terlibat masalah dengan adanya kejadian seperti ini, nyumpah nyumpah kalau ingat yang naik motor ugal ugalan itu, sambil terus mengingat rasanya gue lagi diingatkan sekali lagi, kalau manusia ternyata tidak bisa apa apa...
# balik ke atas#