<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4124261?origin\x3dhttp://minyak-kayuputih.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ja ja ja

I don't know what I'm becoming. But I know for sure , U wouldn't like me when I'm angry

Monday, December 22, 2003

P e r n a h k a h . . . ?



Lagi ndengerin : One day in your life-nya Michael Jackson
Lagi mbaca : Tintin - Cerutu Sang Pharao

Salah satu kebiasaan gue kalau lagi jalan itu merhatiin orang. Coba deh sekali kali, mulai dari yang cantik, atau yang ganteng, yang biasanya langsung jadi pusat perhatian, sampai yang biasa, dan yang aneh.

Buat yang suka lewat kawasan perempatan Menteng, sebelum sampai ke depan Menteng Plaza, pernah liat ngga, ada seorang peminta minta yang mukanya 'lumer', entah karena apa, entah terbakar atau tersiram cairan kimia, yang selalu minta minta di dekat lampu merah. Setiap kali ada yang memberikan uang, dia seakan takut untuk mendekat, kedua tangannya yang tidak lagi lengkap jari jarinya dipakai untuk mengambil uang yang diberikan, lalu dia akan berkata, "Semoga perjalanan dan harimu diberkati Tuhan", tapi walau wajahnya rusak, kalau saja sempat memperhatikan sepasang matanya, dia punya sepasang mata yang bening, sampai kadang gue mikir, satu waktu nanti, gue pingin ngajak dia ngobrol, hehe...

Atau banci banci (maaf) yang suka ada di depan Kedutaan Itali di waktu malam, biar ngga pernah dekat banget, tapi tiap kali gue lewat, gue suka perhatiin juga, mereka itu cantik cantik lho, lebih sekseh dari cewek beneran, hehe...kadang gue juga mikir , apa yang ada di dalam pikiran mereka.

Jadi ingat dulu waktu kuliah dan pulang malam, kawasan Grogol terkenal dengan banci banci yang suka mejeng di dekat jembatan layangnya, dan gue harus nunggu bis yang menuju rumah di dekat sana, yang kadang udah ngga lewat lagi karena terlalu malam, dari pertama tama mereka menyapa gue, "Pewong apa lekong ?", yang artinya perempuan apa laki laki, dan untuk mengisi waktu selagi nunggu bis, gue ngobrol sama mereka, dan lama lama jadi kenal, kekeke..., ada yang kalau siang jadi tukang air, atau tukang jualan somay, dan malam hari mejeng disitu, sampai kalau gue mutusin udah gak ada bis lagi, biasanya gue naik taxi pulang, biar berarti uang saku gue bakalan kepotong banyak, dan taxi jarang yang mau berenti karena banyak bencong, sampai satu waktu, karena gak ada taxi yang mau berenti, beberapa dari mereka, berdiri di tengah tengah, menghadang taxi di jalanan yang kosong, sampai ada yang berhenti, mereka nyuruh gue naik, trus jalan ke arah supirnya, sambil bilang, " Sampai dia kenapa napa, gue isepppp loeee...", kekekekeke.....

Kembali ke kebiasaan memperhatikan orang, tadi siang waktu lagi keluar kantor, ada satu perempuan seumur ibu gue, dia lagi jalan pelan pelan, sambil menenteng tas belanjanya, trus duduk di bangku, sambil membuka bungkus sedotan dan kemudian minum sendirian, sepi amat, sendiri amat, dan gue merhatiin dia, sambil berkata di dalam hati, kemana anaknya yah, kog ibunya dibiarin jalan sendiri gitu, dan sambil berpikir seperti itu, gue kog tiba tiba merasa diingatkan, apakah gue juga jadi salah satu anak anak yang membiarkan orang tuanya jalan sendiri.

Kog tiba tiba gue jadi kangen nyokap gue yah...? sigh....

Selamat hari Ibu, mam..., ngga ada kata kata yang bisa mewakili sosok ibu, kalau sewaktu waktu mama jalan sendiri, jangan pernah berpikir gue membiarkan mama jalan sendiri dan gak mau nemenin yah, sedih gue kalau mikir mama jalan sendirian gitu, duduk minum sendirian, cuma kalau harus nemenin tiap waktu juga ngga bisa...
tapi yang jelas, dien sayang banget sama mama...
# balik ke atas#