<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4124261?origin\x3dhttp://minyak-kayuputih.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ja ja ja

I don't know what I'm becoming. But I know for sure , U wouldn't like me when I'm angry

Sunday, November 07, 2004

Thank you Mr. Singh

Ini pengalaman ngurus visa untuk group gue di Kedubes India hari kamis kemarin.

Boleh dibilang ini tambahan pengalaman, karena biasanya visa India boleh diwakilkan, jadi biasanya, ada orang yang bawa setumpukan dokumen(a/l. copy ktp, kartu keluarga, detail tour, paspor dan rekening pribadi) beserta paspor asli, trus 2 hari kemudian keluar deh visa untuk berkunjung ke India. Trus, gak tau berhubungan apa gak dengan bomb kuningan kemarin, peraturan itu dirubah, jadi tiap orang yang mau apply visa, harus datang sendiri, dan itu yang terjadi hari Kamis kemarin . 35 orang termasuk gue, datang berbaris di Kedubes India jam 09.30 pagi, blum lagi orang2 lain yang juga mau minta visa, sedangkan petugas counter visanya cuma 1 orang, ya itu, si Mr. Singh :d

Konon, kita bisa gak usah datang sendiri, asal bersedia membayar 250 ribu rupiah, ehmm..jd peraturannya bisa 'disesuaikan' gitu deh, biasa money talk..:d dan yang mengurus 'pembayaran' ini adalah resepsionis kedutaan tersebut, yaitu Ms. H (nama disamarkan aja yah biar kesannya misterius gitu loh :)) ).

Dengan memakai kartu pengunjung dengan nomor sebagai tanda KTP yang ditinggalkan di pintu gerbang, juga sebagai tanda antri pengurusan visa, gue menunggu giliran. Sementara Mr. Singh dengan muka full jutek melayani satu2 (ceritanya..) sampai ke salah satu anggota group India itu, penganut 'No English', Mr. Singh mencoba berkomunikasi dengan bahasa Indonesia seadanya vs tamu gue itu, huahaha..gak lama kemudian, terdengar teriakan Mr. Singh, "Which one of you is the tour leader?", gue dengan muka innocent (tsaaaelaah innoceentt..kekekeke) menghampiri counter, "In person", gue bilang gitu, trus dengan muka full panik Mr. Singh mengintruksikan untuk mengumpulkan semua berkas group gue, supaya dia gak usah menghadapi semuanya satu persatu, dengan senang hati gue ngumpulin kan, masih dengan muka innocent, gue tanyalah, "And they can go home, rite?", dengan cepat Mr. Singh menjawab, "Ja ja ja..", lho kog jadi judul'e blog gue, huahahaha.., gue mempersilahkan peserta gue balik, sementara gue memegang setumpukan berkas dan paspor mereka. Melihat gue dengan setumpuk itu, ada beberapa orang India yang juga apply visa sempat berkeluh kesah, mungkin sadar bakalan lama punya neeh urusannya, sementara 1 ce India ribut,"They should put another person, not just one person in charge for the visa", tentu saja lengkap dengan godekan kepalanya, gue cuma nyengir,"Its your country, so why don't you complain to your own country?", tuh ce cuma nyengir doang, kekeke..

Sebenarnya gak lama, kalau saja ngga ada staff lokal yang ganggu2 dengan pertanyaan2 bodoh, seperti, "Ini mo kemana sih?", eeh haaay..., apply visa India, masa iya mau ke Tegal?? *OMGPDA...!! :p tujuan pertanyaan2 bodoh itu yaah gak jauh deh dari UUD, jadi lama2 horny juga gue ditanyain sperti itu, keluar tanduk gue, "Ibu ini cuma mo tanya2, apa mo bantu sih? Klo cuma mo tanya2 aja, tahun depan aja yah, klo mo bantu, sekarang, please deeh..!!" hehee..dijawab sperti itu, dia kabur kedalam dengan muka dirimpel 7 :d.

Selesai urusan visa dengan Mr. Singh, dia mengelap keningnya, lega kali yee, gue bilang gini,"Thank you Mr. Singh, I know I giving you lots of headache", dia nyengir,"No, no , no headache" sambil oglek2, kekeke... trus ngomong gini, "U should come more often, so we can get to know much better", gue yang masih 'iseng mode: on' menjawab, "Only if you treat me more friendly", eh dia ngotot, "Am I treat you unfriendly?", dan gue dengan nyengir ngejawab, "Not too friendly, I demand more" huahahah.., sementara gue lagi 'bertanya jawab ' dengan Mr. Singh itu, Iin, anak kantor membuang muka menahan tawa. Selesai dengan semua urusan itu, gue bilang sama Iin, "Gue cancel aja deh bawa tour ini In,", "Lho kenapa? " kt dia, "Gue takut kebiasaan oglek2, sekarang aja udah nular neh", jawab gue. Iin ngakak sekeras kerasnya, "Nah itu dia, tadi aja loe udah adu oglek2an sama Mr. Singh, gue gak kebayang gimana ntar loe pulang dari sana, huahahahha..", dan gue cuma bisa nyengir asem aja .
Masih sebelum pulang, gue masih sempet melambai2kan tangan ke Mr. Singh, "Thank you Mr. Singh, and bye byee" tentu saja lengkap dengan oglekan kepala ala India :d

*OMGPDA = Oh My Gawwd Pweeasee Dewwhh Aawwhh (ngomongnya musti dengan bibir meliuk liuk :))

# balik ke atas#