??????????
WARNING : MEMBACA POSTINGAN INI DAPAT MENYEBABKAN RASA SEBAL DAN BETE KRONIS
Gara2 banjir, jadi banyak pertanyaan di hati gue. Iya di hati, kalau pertanyaan di otak kan 'diusahakan' untuk dicari jawabannya dengan rasio. Sementara semua pertanyaan yang ada sekarang menyangkut perasaan dan rasanya cuma bisa dijawab juga dengan rasa.
Melihat korban banjir yang lagi ngungsi di jalan, gue jadi bertanya, kalau gue jadi salah satu dari mereka, siapa diantara teman2 gue yang bisa gue jadiin tempat minta tolong.
Mikir - mikir - mikir, akhirnya suka gak suka gue harus mendapati kenyataan kalau gue sebenarnya, gak punya siapa2 yang bisa dimintain tolong. Rasanya kog gimana yaa, selama ini gue selalu berpikir, kalau gue punya banyak 'teman' yang bisa gue jadiin tempat minta tolong, tapi kenapa kog setelah dipikir2 lagi, ternyata gak ada satupun. Bukannya gue terus merasa rugi, ngga, gue juga bukan orang yang sedikit2 langsung minta tolong sama orang, gue lebih suka mencoba untuk menyelesaikan semua masalah gue sendiri dulu, gue cuma berpikir, alangkah sangat menyenangkan dan menenteramkan kalau gue bisa yakin gue punya setidaknya satu orang aja yang bisa gue jadikan tempat 'berlindung'.
Gue pernah bicarakan ini sama 1 orang via YM (yes dear, it's you), orang ini belum pernah gue temuin, ngomong di telp-pun baru 2x, sekali itu gue bilang sama dia, kalau gue lagi merasa sendiri banget, kalau gue lagi merasa gue sebenarnya gak pernah punya satu orangpun yang bisa gue percaya, yang bisa dengan yakin cerita tanpa takut kelak cerita gue itu akan dijadikan alat untuk menikam gue nantinya, dimana pengetahuan tentang betapa sendirinya gue di dunia dengan penghuni milyaran orang ini membuat gue 'shock'. Jz call me a paranoid tapi itu yang lagi gue rasain. Gak tau kenapa waktu itu bisa cerita sama dia, tapi waktu itu gue merasa gue harus mengeluarkan semua pikiran dan ketakutan itu tapi gue 'lega' waktu habis cerita. Thanks ya bu...now u know how pathetic I am :d
Trus ada beberapa masalah yang sempat membuat gue berpikir untuk resign dari pekerjaan gue sekarang, itu yang gue bilang pilihan dengan konsekuensinya masing2 tapi ada beberapa hal juga yang membuat gue 'harus' memikirkan baik2 tentang rencana resign itu.
Sekarang gue merasa 'stuck', maju salah, mundur salah, rasanya pingin banget bisa lari sejauh2nya tapi ngga bisa, frustasi gak sih? Ada beberapa kali gue ingin nulis semuanya, tapi kebanyakan adanya cuma bengong di depan kompie, gak tau harus mulai nulis darimana, atau kalau sempat ditulispun, kebanyakan gue delete waktu gue baca lagi.
Jadi Pipit bukan karena diajak kawin, karena kalau itu gue udah tau harus menjawab apa ;), Lang eloe bukan dukun sakti, jadi jangan jingkrak2 dulu :d karena loe masih harus traktir gue sesuai dengan tarohan kita :) tapi komen yang paling bikin gue 'hhgg' dari neng Eyi yang mengingatkan gue sama postingan gue sendiri "Pergilah kemana hati membawamu", udah neng, gue udah coba duduk dan coba menangkap isyarat kira2 akan kemana gerangan hati ini membawa pergi dan kemudian suka gak suka, gue harus mengakui kalau lebih gampang menasehati orang lain daripada menerapkan nasehat itu pada diri sendiri, tapi terima kasih banget sudah mengingatkan :)
Mungkin gue memang harus membiarkan waktu yang menjawab, entah itu kelak akan menjawab semua pertanyaan2 gue atau itu kelak akan membuat gue tidak lagi perduli pada apa yang nanti akan jadi jawabannya sambil terus berjaga jaga, supaya gue tidak berada di dalam suatu keadaan yang bisa memaksa gue untuk meminta pertolongan dari orang lain.Coz I got no one.
