Now and then
25 November 2004.
Udara masih gerah sehabis hujan, seperti biasa, Jakarta, biarpun sudah menunjukkan pukul 20.00. Setelah 'tersesat' sekian lama di suatu tempat nun jauh disana, rasanya pemandangan macet di airport jadi pemandangan yang indah, dibandingkan pemandangan tempat yang sudah 6 bulan tidak tersentuh setitikpun air hujan, tempat yang dihuni orang2 dan rumah2 dan sapi2 yang terlapis debu dan kering.
"Sudah siap? " tanyamu waktu itu, aku mengangguk pelan sambil menatapmu, entah kau sadari atau tidak waktu itu, "Yuk !", katamu sambil mengulurkan tanganmu, aku menyambut, kita berpegangan tangan, menyebrangi jalan menuju mobilmu. Duduk disana berdua denganmu, rasanya aneh, kagok, gamang, entah kenapa.
Obrolan disepanjang jalan cukup menunda kantuk, masih ada senyum, tertawa, pukulan pelan dipundak, sampai akhirnya tiba juga kita di rumah, sudah jam 22.30, aku menatapmu, "Hati hati dijalan ya, terima kasih sudah mengantarkan pulang ", kamu menatap, pandangan matamu menggoda, "Neng, supir taxi aja dikasi minum, masa aku ngga?", aku cuma tersenyum, "Dasar.., ayo turun kalau gitu", kamu turun, seperti biasa melepas sepatu dan kaus kakimu, lalu mengucap salam sewaktu memasuki rumah, duduk disalah satu sudut meja, "Kamu mau minum apa? teh? atau kopi?" tanyaku, alismu naik satu, hehe.."Sejak kapan aku minum kopi? atau sudah lupa ya?", aku cuma senyum, "Teh hijau kental dengan sedikit gula?", kamu mengangguk, "Cangkir kita masih ada?", aku mengangguk, Iya Ji, cangkir dan teko kita masih ada, aku mengambil dari dalam lemari, membersihkan debu2 tipis yang mulai ada, sambil memasak air, mengambil teh hijau dari tempatnya, mengisi gula, lalu menuang air. Kamu masih duduk disudut itu, memeluk bantal, sambil memandangi foto2 yang tergantung di dinding, "Fotoku masih disitu, heheh..aku sangka sudah dikubur", lalu kamu cepat2 memasang lapis meja, dan kita minum teh berdua, dengan cangkir kita.
Waktu sudah 15 menit menuju jam 12, waktu akhirnya kamu sadar, "Aku pulang ya, besok aku ada tugas jam 7 pagi", aku bangkit, "Ngantuk gak nanti dijalan?", kamu menggeleng, "Dikit, bisa deh, ya aku pamit, met istirahat ", waktu kamu meraih tasmu, entah apa yang membuat aku menahanmu, "Ji, gak usah pulang aja deh, kamu tidur disini aja, biar aku beresin tempat tidurnya", kamu memandangku, seperti berpikir, "Yakin kamu nyuruh aku tidur disini? tapi kita gak bisa ngobrol lho, aku harus tidur, kamu juga kan?", aku mengangguk, lalu meraih tempat tidur darurat, 'tempat tidur pengungsi' kalau istilah kamu, hehe..,selagi menunggu kamu selesai mandi, aku cuma meyakinkan diri, kalau aku memang mau kamu disini. "Nity nite, besok aku bangunin jam 4?" tanyaku melihat kamu berbaring disudut sana, kamu mengangguk pelan, hehe..kasian, anak orang dijadiin supir taxi.
Jam 4, alarm berbunyi, aku sempat tersentak, lalu berpikir, kog? ooh iya, lalu beranjak menuju ke sudutmu, kamu masih tidur disana, pelan aku memandangmu, menyimpan bayangmu di suatu sudut otak, aku berencana untuk menyimpanmu disana, sampai waktu mengijinkan aku untuk mengingatnya, lalu pelan mengusap pipimu, "Wake up sleepy head, it's 4 o'clock", pelan matamu terbuka, "Hei, selamat pagi" serak suaramu, aku memberikan segelas air, setelah kamu minum, bangun, lompat2 ditempat, olahraga darurat menurutmu, hehe.., lalu mandi. 04.20: kamu sudah ganteng (jangan GR ya kalau baca, tapi kamu memang selalu lebih ganteng kalau pagi hari :d ) dan wangi, "Aku berangkat dulu ya, kamu tidur lagi aja, masih libur kan?" katamu waktu itu, aku mengangguk, "Hati2 dijalannya, and happy flying".
Mengantarmu sampai ke pintu pagar, kamu memanaskan mobil, lalu kembali ke dalam, "Can I have a hug?" tanyamu pelan, aku mengangguk, lalu memelukmu erat2, kamu mencium pipiku, "Thanks for the ride last nite", bisikku, kamu mengangguk, "See you in 3 days" katamu, aku cuma tersenyum waktu itu, "See you when you see me", jawabku. Kamu masuk ke mobil, melambaikan tangan dan berlalu. Masuk ke rumah kembali, aku cuma bisa menghela nafas panjang.
05 Dec 2004
thanks for 10 gorgeous white roses.
aku cuma bisa senyum baca tulisan di kartu itu.
" 10 tahun yang lalu aku kenal kamu, sekarang, 10 tahun kemudian, aku masih sayang kamu, semoga 10 tahun, 10 tahun dan 10 tahun lagi kita masih selalu bersama . PS. lain kali aku ngga mau tidur sendirian, kamu tau gak sih, kalau Bogor itu dingin? hehehe "
a memory for 10th years anniversary (28 Nov 1995 - 28 Nov 2004)
Udara masih gerah sehabis hujan, seperti biasa, Jakarta, biarpun sudah menunjukkan pukul 20.00. Setelah 'tersesat' sekian lama di suatu tempat nun jauh disana, rasanya pemandangan macet di airport jadi pemandangan yang indah, dibandingkan pemandangan tempat yang sudah 6 bulan tidak tersentuh setitikpun air hujan, tempat yang dihuni orang2 dan rumah2 dan sapi2 yang terlapis debu dan kering.
"Sudah siap? " tanyamu waktu itu, aku mengangguk pelan sambil menatapmu, entah kau sadari atau tidak waktu itu, "Yuk !", katamu sambil mengulurkan tanganmu, aku menyambut, kita berpegangan tangan, menyebrangi jalan menuju mobilmu. Duduk disana berdua denganmu, rasanya aneh, kagok, gamang, entah kenapa.
Obrolan disepanjang jalan cukup menunda kantuk, masih ada senyum, tertawa, pukulan pelan dipundak, sampai akhirnya tiba juga kita di rumah, sudah jam 22.30, aku menatapmu, "Hati hati dijalan ya, terima kasih sudah mengantarkan pulang ", kamu menatap, pandangan matamu menggoda, "Neng, supir taxi aja dikasi minum, masa aku ngga?", aku cuma tersenyum, "Dasar.., ayo turun kalau gitu", kamu turun, seperti biasa melepas sepatu dan kaus kakimu, lalu mengucap salam sewaktu memasuki rumah, duduk disalah satu sudut meja, "Kamu mau minum apa? teh? atau kopi?" tanyaku, alismu naik satu, hehe.."Sejak kapan aku minum kopi? atau sudah lupa ya?", aku cuma senyum, "Teh hijau kental dengan sedikit gula?", kamu mengangguk, "Cangkir kita masih ada?", aku mengangguk, Iya Ji, cangkir dan teko kita masih ada, aku mengambil dari dalam lemari, membersihkan debu2 tipis yang mulai ada, sambil memasak air, mengambil teh hijau dari tempatnya, mengisi gula, lalu menuang air. Kamu masih duduk disudut itu, memeluk bantal, sambil memandangi foto2 yang tergantung di dinding, "Fotoku masih disitu, heheh..aku sangka sudah dikubur", lalu kamu cepat2 memasang lapis meja, dan kita minum teh berdua, dengan cangkir kita.
Waktu sudah 15 menit menuju jam 12, waktu akhirnya kamu sadar, "Aku pulang ya, besok aku ada tugas jam 7 pagi", aku bangkit, "Ngantuk gak nanti dijalan?", kamu menggeleng, "Dikit, bisa deh, ya aku pamit, met istirahat ", waktu kamu meraih tasmu, entah apa yang membuat aku menahanmu, "Ji, gak usah pulang aja deh, kamu tidur disini aja, biar aku beresin tempat tidurnya", kamu memandangku, seperti berpikir, "Yakin kamu nyuruh aku tidur disini? tapi kita gak bisa ngobrol lho, aku harus tidur, kamu juga kan?", aku mengangguk, lalu meraih tempat tidur darurat, 'tempat tidur pengungsi' kalau istilah kamu, hehe..,selagi menunggu kamu selesai mandi, aku cuma meyakinkan diri, kalau aku memang mau kamu disini. "Nity nite, besok aku bangunin jam 4?" tanyaku melihat kamu berbaring disudut sana, kamu mengangguk pelan, hehe..kasian, anak orang dijadiin supir taxi.
Jam 4, alarm berbunyi, aku sempat tersentak, lalu berpikir, kog? ooh iya, lalu beranjak menuju ke sudutmu, kamu masih tidur disana, pelan aku memandangmu, menyimpan bayangmu di suatu sudut otak, aku berencana untuk menyimpanmu disana, sampai waktu mengijinkan aku untuk mengingatnya, lalu pelan mengusap pipimu, "Wake up sleepy head, it's 4 o'clock", pelan matamu terbuka, "Hei, selamat pagi" serak suaramu, aku memberikan segelas air, setelah kamu minum, bangun, lompat2 ditempat, olahraga darurat menurutmu, hehe.., lalu mandi. 04.20: kamu sudah ganteng (jangan GR ya kalau baca, tapi kamu memang selalu lebih ganteng kalau pagi hari :d ) dan wangi, "Aku berangkat dulu ya, kamu tidur lagi aja, masih libur kan?" katamu waktu itu, aku mengangguk, "Hati2 dijalannya, and happy flying".
Mengantarmu sampai ke pintu pagar, kamu memanaskan mobil, lalu kembali ke dalam, "Can I have a hug?" tanyamu pelan, aku mengangguk, lalu memelukmu erat2, kamu mencium pipiku, "Thanks for the ride last nite", bisikku, kamu mengangguk, "See you in 3 days" katamu, aku cuma tersenyum waktu itu, "See you when you see me", jawabku. Kamu masuk ke mobil, melambaikan tangan dan berlalu. Masuk ke rumah kembali, aku cuma bisa menghela nafas panjang.
05 Dec 2004
thanks for 10 gorgeous white roses.
aku cuma bisa senyum baca tulisan di kartu itu.
" 10 tahun yang lalu aku kenal kamu, sekarang, 10 tahun kemudian, aku masih sayang kamu, semoga 10 tahun, 10 tahun dan 10 tahun lagi kita masih selalu bersama . PS. lain kali aku ngga mau tidur sendirian, kamu tau gak sih, kalau Bogor itu dingin? hehehe "
a memory for 10th years anniversary (28 Nov 1995 - 28 Nov 2004)
