<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4124261?origin\x3dhttp://minyak-kayuputih.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ja ja ja

I don't know what I'm becoming. But I know for sure , U wouldn't like me when I'm angry

Sunday, May 08, 2005

Perjalanan sepi



The long and winding road
That leads to your door
Will never disappear
I’ve seen that road before
It always leads me here
Lead me to you door

The wild and windy night
That the rain washed away
Has left a pool of tears
Crying for the day
Why leave me standing here
Let me know the way

Many times I’ve been alone
And many times I’ve cried
Any way you’ll never know
The many ways I’ve tried

But still they lead me back
To the long winding road
You left me standing here
A long long time ago
Don’t leave me waiting here
Lead me to your door

But still they lead me back
To the long winding road
You left me standing here
A long long time ago
Don’t leave me waiting here
Lead me to your door
Yeah, yeah, yeah, yeah


The Long and Winding Road by : Beatles

Sayup lagu ini menemani perjalanan jam 03.00 pagi Minggu kemarin dari Coolibah ke Jakarta, ngga jauh sih ya, tapi ternyata cukup bikin 'hhhh...' juga.

Sabtu sore dari Jakarta, ke Coolibah di daerah puncak buat beresin outing kantor, tumben ngga macet, sampai di tempatnya, check ini itu, serah terima tugas dengan panitia lain yang menginap disana, sambil mikir mau jam berapa balik ke Jakarta karena Minggu ada janji sama ortu, akhirnya mutusin balik mendingan pagi banget buat menghindari kegiatan rutin daerah puncak setiap minggu yaitu macet. Mau tidur tanggung, ngobrol sambil gitaran, dari rencana jam 5 jadi jam 3 aja deh baliknya mumpung blum ngantuk supaya begitu sampai Jakarta masih ada waktu buat tidur 2 jam gitu sebelum ketemu ortu.

Keluar dari kawasan Coolibah, gelap banget (ya iyalah, namanya jam 3 pagi gitu) udah siap kopi panas, siap lahir batin karena udah lama gak nyetir 'kalong hour' gitu :D, yak jalan yuk..! cuma ada beberapa mobil di jalan, mengikuti jalan yang meliuk sambil membiarkan angin ngeberantakin rambut gue, bergumam sendiri mengikuti lagu, terasa sangat gelap dan sepi banget, here..deep inside my soul (sambil nepuk dada sebelah kiri) sempat bikin gue menghela dan menghembuskan nafas panjang supaya apapun itu bisa hilang... sampai daerah kebun teh, sempetin sebentar untuk berhenti di parkiran Rindu Alam yang sekarang dijadiin hak milik pribadi (masih aja sempet protes :D) memandang kebawah, cahaya lampu lampu yang kemarin malam tertutup kabut sekarang cerah, bersinar kecil kecil bak bintang di bawah sana, sampai dingin rasanya ada di dalam jiwa, baru balik dan melanjutkan lagi perjalanan.

U know what? Saat ini saya lagi berharap, supaya bisa balik ke masa dulu, dimana beban pikiran dan hidup tidaklah serumit ini, tapi sekeras apapun saya berharap, saya juga tau itu semua tidak akan terjadi lagi, kita toh akan selalu berjalan ke depan dan hanya bisa memandang apa yang pernah terjadi dahulu sambil menyesali atau membanggakan mungkin, tanpa pernah bisa kembali lagi ...

A long and winding road...
# balik ke atas#