Five People
Kali ini resensi buku, cailaaa...resensi, sapa gue sampe berhak bikin resensi, hehe.., cuma mau bagi pendapat aja deh..:D
Five People You Meet In Heaven
by : Mitch Albom
Buku ini bercerita ringan, tapi berat, apa sihh..hehe, iya, klo mo dilihat dari sisi cerita aja, ini bisa dianggap cuma cerita yang habis dalam beberapa jam aja, tapi kali ini, gue ketemu 'hal' yang terkandung di buku ini.
Tokoh utama dalam buku ini Eddy, seorang 'maintenance' untuk taman hiburan, yang pertama tama kita baca justru kalimat 'The End', lah baru juga mulai udah the end aja gimana ini? iya, tamat dalam pengertian selesainya hidup si Eddy ini, tapi belum tamat dalam perjalanan hidupnya. Eddy meninggal karena mencoba menyelamatkan satu anak perempuan yang 'terjebak' dalam situasi yang gak bagus. Salah satu wahana dalam taman hiburan itu rusak, dan akan menimpa anak tersebut lalu Eddy menyelamatkan anak itu dan akibatnya dia menjadi korban tertimpa wahana yang rusak itu.
Awal awalnya, diceritakan Eddy sudah lama hidup sendiri, tampangnya yang seram, kaki yang pincang akibat perang yang dia jalani di masa lalu, tapi anak anak kecil suka, karena dia bisa membuat mainan berbentuk binatang dari pembersih cangklong, hehe..jadi ingat punya bokap, dulu sih dipakai buat ikatan rambut, dah kembali ke cerita ini, istrinya Marguerite sudah meninggal, Eddy menghabiskan seumur hidupnya di taman hiburan ini sepulangnya dia dari perang.
Yang perlu diambil dari cerita ini adalah, kadang kita berpikir hidup ini mengalir dan kadang tidak berhubungan dengan hidup orang lain, tapi di cerita ini, kita bisa melihat kalau kadang hidup kita justru berkait erat dengan hidup orang yang belum tentu kita kenal, istilah sebab dan akibat terbaca jelas disini.
Perjalanan rohaniah Eddy, kalau boleh gue bilang seperti itu, dimulai ketika dia bertemu dengan 5 orang setelah kematiannya, dimulai dari dia masih anak anak, dilanjutkan ketika dia remaja sewaktu dia berada dalam situasi perang yang mengakibatkan kakinya cacat lalu sewaktu dia bertemu dengan istrinya Marguerite lalu pada tahap dia bertemu orang yang justru tidak pernah dia kenal, tapi bisa menjelaskan latar belakang sifat dari ayahnya yang dia benci karena menurut Eddy, ayahnya itu sibuk memikirkan diri sendiri, sampai pada taraf dia memaafkan ayahnya dan dirinya sendiri dilanjutkan pada akhirnya dia bertemu orang ke 5, yang justru selalu menjadi tanda tanya besar dalam hidupnya yang akhirnya merupakan sebuah jawaban yang dia tunggu selama ini.
Klo gue boleh saran, ketika membaca ini, kita harus melepaskan pikiran tentang agama, ini boleh hanya cerita, karena kalau mau dilihat dari sisi agama apapun justru tidak akan masuk akal, kita harus 'memerdekakan' pikiran, membiarkan pikiran melayang dan ketika kita selesai membaca buku ini, kalau gue, jadi ada pertanyaan baru, ketika gue mati nanti, siapakah lima orang yang akan gue temukan nanti :P
Buku yang ringan, kalimat kalimat yang mengalir lembut tapi berisi.
Sangat disarankan untuk dibaca yah...
