<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4124261?origin\x3dhttp://minyak-kayuputih.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ja ja ja

I don't know what I'm becoming. But I know for sure , U wouldn't like me when I'm angry

Sunday, March 09, 2003

Buat binatang binatang kesayanganku

Rasanya gue udah pernah cerita kalau salah satu hobby gue itu meliara binatang, udah blom yah?? Hehe..bodolah, pokoke, salah satu hobby gue meliara binatang. Dari kecil, di keluarga gue, diajarin untuk 'sayang' sama binatang, dan dari kecil, sekitar umur 5 tahunan, gue punya seekor doberman, pensiunan anjing polisi yang dikasi sama temen bokap ke gue, karena menurut dia, anjing itu ngga pernah nurut sama siapa2, kecuali pelatihnya, tapi waktu diajak ke rumah, anjing itu langsung memilih duduk di sebelah gue, dan menjaga gue, hehe...jangan tanya gue kenapa, karena gue gak tau, Nama dobbie itu 'Tarantino', gue manggilnya 'Ino', masih inget rasanya setiap hari Minggu, gue naik sepatu roda, keliling monas, sama2 Ino, trus abis kelilingan, makan ketupat sayur, selalu beli 2 piring, satu buat gue, dan satu buat Ino, dan biasanya gue selalu bawa piring plastik di ransel, karena jarang tukang ketupat sayur mau atau ngebolehin piringnya dipakai untuk anjing makan. Sekali itu, gue gak bawa ransel, jadi pas makan ketupat, mau ngga mau deh, eh tukang ketupatnya marah, dan ngeluarin ancang2 buat mukul, yang gue inget, cuma bilang sama dia, "Bapak jangan pukul saya", tapi instead of stopping, tuh tukang ketupat malah nambah2, dan akibatnya?? cuma inget Ino nyerang, itu makanya gue bilang jangan mukul, karena gue tau Ino pasti marah, trus bajunya tukang ketupat robek2, dan dia marah, trus dateng deh seorang polisi, tanpa nanya tanpa apa, bilang anjing gue itu musti ditembak karena udah nyerang orang, gue masih kecil memang waktu itu, tapi jangan nganggep enteng yah...(hahaha...), jadi gue bilang, "Bapak ketemu papa saya dulu deh", gak tau niatnya apa, tapi akhirnya kita pulang, gue, Ino, tukang ketupat sama bapak polisi itu, sampai di rumah, gue cerita sama bokap, gimana2nya sampai tukang ketupat babak belur gitu, dan itu bapak polisi sekali lagi ngancem kalau Ino harus dimatiin karena udah nyerang orang, well...papa, cuma ngeluarin surat dari temannya itu, bapak polisi baca, mukanya jadi pucat, trus tanpa basa basi, tukang ketupat itu digampar sama bapak polisi sambil ngomong gini, " Makanya, jangan macem macem jadi orang, ini anjing, kalau dia ada pangkatnya, pangkat dia lebih tinggi dari pangkat gue taoo..", hahahah..., Tarantino mati waktu gue umur 12 tahun. Sahabat yang baik, yang selalu akan gue inget...
Lalu anjing anjing dalam hidupku, kebanyakan namanya Brino, atau Lassie, maklum, waktu itu, film seri Lassie lagi ngetop2nya, ada pug, sejenis buldog, tp kecil buntet, namanya Mobidick, kita ketemuin dia di Gajah Mada Plaza, kalau ngga salah punya RM. Mawar , dijual karena brantem terus sama herder, dan tentu aja kalah, karena paling tingginya selutut herder, hehe...jadi dibeli sama papa, karena mukanya yang antik. Mobi, hobbynya itu gigit kuping, hehe...apalagi sama anak kecil, dia suka pura pura cium kuping, trus digigit, dan abis itu kalau anak kecilnya nangis, dikencingin sama dia deh, huahaha....Mobi juga mati tua, waktu gue pulang retreat, liat mobi baring di dapur, kata mama ngga mau makan, waaaah, rasanya sedih banget, jadi gue belai belai, ambilin air pakai tangan, dia minum, trus masih inget bilang sama mobi, gue mau mandi dulu, dan waktu selesai mandi, mobi udah ngga ada...:( Ada Lassie yang awalnya galak banget, tapi nurut cuma sama gue, sampai bisa gue suruh jagain tas sekolah, atau duren, karena kalau dia yang jaga, ngga ada yang bisa ganggu gugat, jadi gue aman main, tanpa takut kehabisan duren, hahahaha...Anjing terakhir yang gue pelihara, masih dobberman, gue gak suka anjing kecil kecil, gue suka yang gede, hehe..namanya Waldo, udah mati tua juga sekarang, loe pasti heran kan kalo gue bilang pernah patah kaki gara2 belain dia dari serempetan angkot di bogor, bela2in di gips 3 bulan, gpp, asal jangan anjing gue yang kena, dan menurut cerita orang yang nolong gue, waldo ikutan naik angkot, dan dia mandangin supir angkot itu dengan tatapan 'murka', huahaha...jangan tanya juga tentang dokter yang nolong gue di UGD, tiap kali gue bilang 'aduhhh', waldo menggeram, sampai akhirnya dokter itu bilang, "tolong deh, anjingnya dijelasin dulu supaya gak galak gitu" hahaha...my dearest dearest Waldo....
Dari anjing anjing itu, gue juga melihara ikan cupang, kalau ditanya, kog anak kecil punya duit buat beli ikan?? Dari uang jajan gue lageee....dulu ikan cupang itu cuma 100 perak, percaya gak loe??, waktu gue SD dulu, yang jenis bangkok, yang biru atau merah tua, paling mahal cuma 250 perak, masih inget gue punya 56 pasang, dikumpulin satu satu, kamar tidur gue penuh toples, dan waktu itu gue udah mulai buat 'mencoba' beternak, haha...berhasil sih bikin ikan cupang kawin, bertelur, trus punya anak kecil2, tapi ngga pernah bisa sampai gede, dan ikan cupang itu kan ikan aduan, jadi kerjaan gue pulang sekolah, ngadu ikan sama anak2 tetangga, dengan perjanjian, kalao cupangnya mati, gue gak tanggung, hehe...jadi sistimnya gini, itu ikan gue taro di toples panjang, dikasi makan cicak atau hewan yang bergerak, jadi waktu ikan itu menyambar mangsanya, dia akan menekan mangsa itu sampai ke dasar toples, sampai tidak bergerak lagi, baru dimakan, nah akibatnya lagi, kalau lagi diadu, sistim penekanan sampai gak bergerak itulah yang dipakai, jadi harus ada perjanjian, mati ngga ditanggung, hahaha...gak selalu menang sih, tapi akhirnya waktu gue bosen, itu ikan gue adu2in, sampai akhirnya sisa 12 ekor, dan semua gue taro di aquarium, gak brantem tuh...hehehe...lupa gimana akhirnya, tapi sekian dulu cerita tentang ikan cupang, hehe...
Trussss...gue melihara ular, ular2 pertama gue, didapat dari bokap, dia kan melihara ikan arwana, dan makanan arwana itu anak ular, jadi kalau dia beli, itu sekaligus sekotak, gue ambil 4 ekor, sanca, trus dipelihara di kamar gue, dibawah tempat tidur, di sisi paling luar, sementara di dalamnya, mainan mainan gue, itung2 jadi bodiguard, haha...inget pembantu baru, yang ngga ngerti ada ular di kamar, padahal gue udah bilangin, biar kamar gue brantakan kayak kapal pecah, jng diberesin, jadi waktu pulang sekolah, SMA dulu, itu pembantu baru udah ngga ada, kata mama dia beresin kamar gue, nah ketebak kan apa yang terjadi...hehe...ular2 itu, cuma sampai 2 meter, 1 ketabrak mobil, waktu dia lagi berkeliaran di garasi, 2 dimakan tetangga gue, yang satu korea, yang satu lagi jepang, dengan alasan "Saya sangka urar riaarrr..." dan akibatnya gue tonjok mereka dua2nya, yang satu lagi ilang, gak tau kemana.. dan sejak saat itu, gue jadi tertarik banget buat melihara ular. Orang boleh geli bin jijik sama ular, tapi mahluk satu itu bikin gue kagum, bagaimana bisa, binatang yang ngga ada tangan atau kaki, bisa bikin orang sedunia takut?? dan waktu kita megang , kita bisa rasain kekuatan yang ada dalam binatang itu. Dan siapa yang bilang ular binatang bodoh, setelah bertahun tahun gue melihara ular, gue bisa menyimpulkan kalau mereka itu binatang yang sensitif, kalau ngga percaya, pelihara aja sendiri, hehe...
Ular gue yang resmi gue pelihara pertama, namanya Jacky, dia gue pelihara dari telur, dikasi Made Brayan, salah seorang pemelihara ular di Bali, dia bilang, begitu menetas, sentuh kepalanya, and it will be yours forever...jadi waktu Jacky menetas, gue sentuh, dia gigit gue, hahaha...tapi habis itu, memang dia cuma nurut sama gue, mungkin dianggap gue ibunya kali, hehe...kadang2 jacky suka lupa kalau dia itu ular, karena manjanya ampun2an, dan waktu jacky udah 7 m, dengan berat hati, dia gue taro di safari, dan masih ada sampai sekarang, panjangnya 11 m sekarang, hehe..dan he still remembers me...
Safari, sekarang di safari, ada Jacky , ada Jakob, burung kakak tua gue yang paling sebel sama orang nungging, karena dia pasti dengan senang hati menyambar pantat, dan Ida, sanca batik gue yang terakhir gue kasi ke sana, tanpa bayaran, gue serahkan ke sana, karena yakin kalau di Safari, mereka pasti akan terawat dengan baik.
Gue punya Iguana juga, green iguana iguana, nama latinnya, asalnya dari Brazil, namanya Ijo, dibawain sama om gue, jadi waktu Jakarta belum musimnya pelihara iguana, gue udah punya, baru kemudian, musim orang pelihara iguana, ditaro2 di pundak sambil jalan jalan, Ijo itu penguasa rumah gue, untuk liat websitenya, silahkan lihat di www.geocities.com/evyswatch/Da_Ijo.html
dan Ijo mati tahun kemarin setelah kita temenan 9 tahun. Sebenernya gampang untuk dapetin anak2 iguana, tapi rasanya kog masih sakit yah, dan seperti halnya setiap binatang, mereka punya karakter masing2, dan gue tau, gue gak akan sayang sama iguana2 lain itu, sebanyak sayang gue ke Ijo.
Patty, itu nama ular morelia amethyst gue, kenang2an dari Anton, dia ngilangin buku gue, lebih tepatnya buku bokap sih, hehe..dan itu buku tua yang susah dicari, jadi untuk menutup mulut gue supaya ngga laporan ke bokap, dia beliin ular itu. Orang Ambon panggil ular ini 'Pattola' , dan mereka takut sama jenis ular itu, hehe..jadi inget pak Sangaji tetangga gue di Bogor, dia cerita, tentang ular pattola ini, jadi gue dengerin sambil cengar cengir, kelar dia cerita, gue bilang, tunggu deh pak, gue ambil ular gue dulu, pas gue ambil dan dia lihat patty is a pattola, itu dia lari tanpa basa basi, sambil teriak, : Eh Pattolaaaaaa...trus maki maki gue dari jauh, huahahahha....Patty ini got different kinda characters, jenis ular ini, ngga boleh lihat ada benda asing masuk ke teritorinya, karena pasti digigit, tapi begitu sudah diluar teritorinya (baca: kandangnya) dia gak gigit lagi, hehehe...dan sekarang agak kurang galak, cenderung ke kolokan malah...hehe...
Oya, gue juga pernah punya peliharaan ayam negeri, sisa sisa makanan ular, yang masih bernasib baik, gue selametin, dikasi makan, dengan catatan buat lain kali, eh pas liat lucu, kog jadi sayang gue , hehe..ada 12 ekor, sampai gede iho...dan lucunya, kalau mereka keluar main di lapangan, konvoi gitu, trus pada sakit, bengong, besoknya mati, yang 5 keburu dikasi obat, jadinya ngga tewas , yang bengong2, dikasi ke Ida, udah aja dari Ida ke Ida ceritanya, hehe..., nah yang 5 itu, gue kasi nama, si Judes, Jawer, Unyil, Putih sama Ucrit, hehe...terus yang Putih ilang, gak tau kemana, jadi sisa 4, kemana mana bareng, dan banyak ayam betina di rumah gue yang patah punggung dan sayap, karena kalo dikawinin sama ayam gue 'ala tandem' huahahaha....dan gue sempet panik,kog ayam gue, ayam jago gak pernah berkokok?? sampai gue tanya sama tetangga, dan mereka godain gue, lha, gak diajarin mana bisa berkokok?? dan bangganya gue waktu akhirnya mereka berkokok, biar sember awal2nya, hahahahaha...trus satu2 mati tua, dan waktu ayam gue udah gak ada, jadi banyak anak ayam warna putih di sekitar rumah gue, hahaha...cucu cucu gue....
gitu aja deh cerita hari ini, hehe...TTFN.

# balik ke atas#