<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4124261?origin\x3dhttp://minyak-kayuputih.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ja ja ja

I don't know what I'm becoming. But I know for sure , U wouldn't like me when I'm angry

Monday, April 07, 2003

From the desk : subject ini gue dapet dari email.

Pelajaran Hidup

Disaat kau berusia 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu; sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.
Disaat kau berusia 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana caranya berjalan; sebagai balasannya kau kabur dikala dia memanggilmu.
Disaat kau berusia 3 tahun, dia memasakkan makanan untukmu; sebagai balasannya kau buang berisi makanan ke lantai
Disaat kau berusia 4 tahun, dia memberimu pensil warna; sebagai balasannya kau coret dinding rumah dan meja makan.
Disaat kau berusia 5 tahun, dia membelikanmu pakaian yang indah; sebagai balasannya kau memakainya waktu bermain di kubangan
Disaat kau berusia 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah; sebagai balasannya kau berteriak,"Tidak mau"
Disaat kau berusia 7 tahun, dia membelikanmu bola; sebagai balasannya kau lemparkan bola itu ke jendela tetangga.
Disaat kau berusia 8 tahun, dia memberikanmu es krim; sebagai balasannya kau tumpahkan dan mengotori pakaianmu.
Disaat kau berusia 9 tahun, dia membayar mahal untuk les pianomu; sebagai balasannya kau sering bolos dan tidak pernah berlatih.
Disaat kau berusia 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, sebagai balasannya kau keluar dari mobil tanpa memberi salam.
Disaat kau berusia 11 tahun, dia mengantarmu dengan teman ke bioskop; sebagai balasannya kau minta dia duduk di baris lain.
Disaat kau berusia 12 tahun, dia melarangmu melihat acara orang dewasa, sebagai balasannya kau menunggu dia sampai keluar rumah.
Disaat kau berusia 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, sebagai balasannya kau katakan dia tidak tahu mode.
Disaat kau berusia 14 tahun, dia membayar biaya liburanmu selama sebulan; sebagai balasannya kau tidak pernah menelponnya.
Disaat kau berusia 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu; sebagai balasannya kau kunci pintu kamarmu.
Disaat kau berusia 16 tahun, dia mengajarimu mengemudi mobil; sebagai balasannya kau pakai mobilnya setiap saat tanpa perduli kepentingannya.
Disaat kau berusia 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting; sebagai balasannya kau pakai telpon nonstop tanpa perduli
Disaat kau berusia 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA; sebagai balasannya kau pergi pesta sampai pagi.
Disaat kau berusia 19 tahun, dia membayar biaya kuliah dan mengantarmu di hari pertama; sebagai balasannya kau minta diturunkan di gerbang saja agar tidak malu.
Disaat kau berusia 20 tahun, dia bertanya, " Dari mana saja seharian ini? ", sebagai balasannya kau jawab dia, "Ah Ibu cerewet sekali mau tahu urusan orang"
Disaat kau berusia 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karier masa depan, sebagai balasannya kau katakan, "Aku tidak ingin seperti Ibu"
Disaat kau berusia 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi; sebagai balasannya kamu tanya dia kapan bisa ke Bali.
Disaat kau berusia 23 tahun, dia membelikanmu satu set furniture untuk rumah barumu, sebagai balasannya kau ceritakan pada temanmu betapa jelek furniture itu.
Disaat kau berusia 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanay tentang rencana masa depannya, sebagai balasannya kau mengeluh, " Aduh kog Ibu bertanya seperti itu.."
DIsaat kau berusia 25 tahun, dia membantu biaya pernikahanmu, sebagai balasannya kau pindah ke kota lain .
Disaat kau berusia 30 tahun, dia memberikan nasehat bagaimana merawat bayimu, sebagai balasannya kau katakan kalau jamannya sekarang sudah berbeda.
Disaat kau berusia 40 tahun, dia menelpon untuk memberi tahu pesta ultah salah seorang sahabat, sebagai balasannya kau jawab, "Ibu, saya sibuk sekali, ngga ada waktu"
Disaat kau berusai 50 tahun, dia sakit2an sehingga memerlukan perawatanmu, sebagai balasannya kau baca buku tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak2nya.
Dan hingga suatu hari dia meninggal dengan tenang...
Dan tiba tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan untuknya...

# balik ke atas#