Lagi lagi tentang US vs Iraq
Warning from the desk : posting kali ini panjang, trus agak membosankan kalo gak suka politik, jadi buat yang gak suka politik, di skip ajah...daripada nanti tambah sebel sama politik..kekeke...dan buat yang siap baca, siapin juga kupi plus cemilan2 lainnya, otreeh..?? :)
Temen2 gue di Permias ngirimin bahan, alasan logis kenapa US 'ngekeuh sumeukeuh" nyerang Iraq, dan alasan dasarnya masih tetaaaap sama yaituu : E K O N O M I boww...hehe...jadi silahkan disimak dibawah ini aja ...semoga berguna buat bisnis2 anda sekalian.
Analisa logis mengenai penyerangan AS ke Iraq
Saat ini kita semua ramai membicarakan masalah perang Iraq, tapi apa semuanya mengerti kenapa kog AS ngotot sekali pergi perang?
Orang awam rata rata menduga kalau perang Iraq ini karena :
1. Amerika mau menghancurkan Islam
2.Amerika mau melibas terorisme
3.Amerika itu emang bajingan tengik
4.Bush itu punya dendam pribadi terhadap Saddam
5.Ini ulahnya si yahudi (si intelektual kriminal Perle & Wolfowitz) yang saat ini jadi penasehat utamanya si Bush.
6.Ini perang salib modern, Amerika yang kristen mau menghancurkan Islam spy yahudi Israel bisa tetap eksis di Timteng.
7.Ini perang buat menguasai minyaknya Iraq
8.Dan variasi2 lainnya...
Semua pandangan itu gak 100% salah sihh, tapi juga 'salah" karena itu semuanya cuma 'remeh temeh'nya sajah, itu semua tidak menjelaskan alasan utamanya perang Iraq ini dari sudut pandang si AS sendiri.
So, tujuan yang paling utama dari perang Iraq ini adalah :
A. Menyelamatkan dollar dari euro.
Di matanya AS, dosanya Iraq2 yang terbesar itu adalah waktu Iraq (Saddam) thn 2000 lalu minta ke PBB supaya semua minyaknya dibayar pakai euro; plus semua duitnya (10 bilyun) dikonversikan ke euro dari dollar. Semua orang waktu itu bilang kalau itu tindakan tolol karena waktu itu euro masih 90% dari nilai dollar dan europun dari sejak di launch (Jan 99) terus menerus terdepresiasi lawan dollar yang waktu itu demandnya kuat sekali karena penipuan akuntansi besar2an lg terjadi di bursa efeknya == dan investor asingpun perlu dollar buat main di bursanya.Tapi, saat ini euro ternyata sudah terapresiasi sebesar 17% dari harga sebelumnya, berarti langkah gilanya si Saddam itu ternyata sangat menguntungkan bahkan sangat jenius !!, Langkah ini sekarang pun sedang dikaji oleh IRan yang cuma mau terima transaksi minyak dengan euro dan emoh ama dollar, Dan di dunia ini , kartel perdagangan yang terkuat itu cuma minyak, kartel mobil, atau komputer atau produk2 lain praktis ngga eksis, Minyak== sapapun musti beli minyak. terus perhatikan lg, anggota OPEC itu rata2 isinya adalah musuhnya AS yang nyata2 emang benci ama AS , spt Venezuela, Iraq atau negara2 Islam lainnya.
Kalau semua anggota kartel minyak ini memang mau 'jahat' dan main 'evil' terhadap AS, maka caranya gampang sekali, mereka cukup bilang, kita sekarang cuma mau transaksi pake euro dan mampuslah dollar amerika itu, mampus dan bangkrut jugalah si kapitalis AS itu !
Kalau anda ngga punya background ekonomi tentulah bingung, kog bangkrut? Nah ini ekonomi 101, anda di tangan punya uang tunai $1, maka secara ekonomi, artinya anda memberi utang pada Bank Federalnya AS, yang harus 'membayar' hutangnya sebesar $1 itu, sekarang karena anda tinggal di Indonesia yang rupiahnya sangat bloon itu, maka jelas secara rasional, anda akan berusaha terus memegang $1 di tangan itu daripada ditukar ke rupiah, ya gak? So , secara ekonomi, itu artinya bank federal AS gak perlu menebus hutangnya karena toh hutangnya yang $1 tidak anda minta bayar, artinya amerika itu bisa ngutang tanpa perlu bayar sama sekali -- (sepanjang ekonominya masih kuat) sepanjang greenback ato dollar itu masih jadi standard pengganti emas, dengan alasan ini juga maka AS itu berani main defisit gila2an selama ini karena toh mereka MEMANG ngga perlu membasar defisitnya sebab orang sedunialah yang harus membayar defisitnya AS itu, supaya jelas, liat rupiah; kalau budget RI itu defisit, maka negara RI harus nomboki dengan cara menjual barang (eksport) atau cari utangan di CGI, so defisitnya RI itu betul2 adalah 'defisit' yang harus dibayar; yang kalau ngga bisa bayar, yah krismon ! tapi AS lain, defisit buat AS berarti malah positif karena defisit AS itu cara bayarnya adalah dengan cara memotong nilai $1 yang anda pegang secara intrinstik, berarti kalau AS defisit, maka yang rugi adalah anda, orang non amerika yang pegang dollar !
Cara kerjanya sistim ekonomi kapitalis yang imperialistik ini berlaku sepanjang orang kayak anda dan negara RI masih 'percaya' sama dollar dan menyimpan cadangan devisanya dalam bentuk dollar.
Eropa tau persis ttg stategi makan gratis dan utang gak perlu bayar ini. Karena itulah Eropa sekarang punya euro, tujuannya euro sebetulnya yah cuma satu itu : ikut menikmati utang gratis dari orang orang kayak anda tadi.
Nah..celakanya...sekarang banyak orang yang mulai diversifikasi cadangan devisanya: Cina yang punya cadangan emas nomor dua sedunia pelan2 mulai mendiversifikasikan dollar dan euronya.
Sementara Jepang yang masih jajahan AS itu mau gak mau terpaksa masih cuma bisa pegang dollar terus, kemarin ini Jepang ditekan oleh bank federalnya buat intervensi dollar agar nilai dollar bisa naik.
So....Kalau dunia ini memang mau BEBAS, maka treasurer yang rasional bakal mendeversifikasikan kekayaannya ke dollar, euro, emas dan portfolio lainnya, BEBAS berarti treasurer tadi bisa memilih secara rasional tanpa tekanan politik atau tekanan militer dari AS atau Eropa.
Tapi kayak saya bilang tadi..semuanya itu dalam sekejab bisa berantakan KALAU mendadak semua negara penghasil minyak bilang, kalau mereka cuma mau transaaksi dengan euro ! dan ini mungkin sekali karena semua negara perlu minyak, sehingga tekanan dari negara penghasil minyak itu bakal membuat negara2 tadi (kayak Cina atau Jepang) menjual dollarnya dan beli euro, buat AS sendiri ini berarti dia sekarang harus bayar utang, dan tentu saja kalau dalam sekejab AS pun harus membayar hutangnya dan mendokrak euro tadi, ekonomi AS bangkrut berantakan persis kayak waktu bank dalam di rush nasabahnya. Dan lebih mengerikan lg, ekonomi AS pun bisa dalam sedetik bakal inflasi ribuat persen (karena semua jual dolar dan beli euro) perusahaan AS jadi gak ada harganya (persis kayak krismon Indo 98) dan ajaib -- orang AS pun jadi ngga beda sama pariah2 dari Afrika karena mendadak saja kekayaannya itu cuma kertas gak ada harganya. Lebih sial lagi, praktis AS bakalan bangkrut sendirian karena si euro bisa jadi si penyelamatnya !
Sekarang bayangin anda jadi Bush, dari awal jadi presiden (jan 01) anda sudah tau persis ekonomi dunia ini bakal mengarah kemana sejak euro lahir, dan scara faktualpun anda juga sudah tau bahwa si sadam cuma mau terima euro dari penjualan minyaknya .
liat disini
perhatikan tanggalnya, itu sebelum 11 Sept dan juga : the euro reached record lows last week as it traded at 82 cents to the dollar, down 30% since its launch in January last year !
(berapa keuntungan Iraq dari langkah jeniusnya si Saddam itu??)
Lebih jauh lagi , anda pun tau persis kalo Iran juga sedang merencanakan hal yang sama :
liat juga disini
sebagai Bush, job description kepresidenan anda sekarang adalah menghancurkan ancaman euro, mengimbangi permainan si eksportir minyak yang mau menghancurkan dollar (dalam hal ini ekonomi AS) dan melancarkan kebijakan offensif !
secara ringkas tugas itu adalah : mencegah sirkulasi euro .
B. Ngga ada jalan damai
Sebagai Bush, anda melihat bahwa ekonomi AS (2001) lagi masuk tahap resesi, harga stocknya sudah turun berantakan dan itu berarti aktifitas ekonomi bakal melesu, melesu berarti investor yang sebelumnya HARUS menggunakan dollar untuk main di wall street itu sekarang mereka lebih bebas mendiversifikasikan portfolionya, termasuk portfolio forex, melesupun berarti dollar secara alamiah bakalan melemah karena orang amerika sendiri memang terkenal gak bisa nabung. So sebagai Bush, anda mencari solusi damai dan ternyata memang ngga ada solusinya untuk keluar dari ancaman euro itu, berarti satu2nya cara yah, pakai cara kasar .
Nah..cara kasarnya Bush (pra 11 Sept) yang dari awal sekali memang sudah cari gara2 dan cari musuh bisa dilihat seperti :
* Cina dinominasikan sebagai "strategic competitor" karena Cina adlah salah satu negara yang terang2an mendiversifikasikan assetnya ke euro serta memberi tekanan inflatoir ke dollar.
* Diplomat RUsia diusir dan dicap mata mata (Rusia adalah penghasil minyak yang besar) ;
* Politiknya Venezuela diobrak abrik (Venezuela itu anggota OPEC yang sangat kritis thd Washington, pro Kuba, berani2 ke Iraq bertamu ke Saddam Husein, tapi sialnya Amerika import minyak banyak banget dari sana );
* Sama orang Eropa cari gara2 dan cari permusuhan dengan cara memboikot Kyoto Treaty);
* sama Korut, INdia, Cina dan negara2 yang punya nuklir terutama Rusia, si Bush terang2an bilang kalau dia keluar dari ABM treaty dan terus secara sepihak meneruskan program StarWars-nya si Reagan dulu -- yang otomatis kirim signal ke kanan kirinya kalo AS lagi siap2 mo perang.
Sialnya, selama 9 bulan si Bush cari gara2 dan musuh ke kanan ke kiri, sama orang seduniapun tahu dia cuma dipandang sebelah mata sebagai si junior yang kekanak kanakan, so jalan damai dah buntu, cari gara kiri kanan gak ditanggapin serius, nah kalo anda jadi si Bush, apa yang anda akan lakukan? tentu saja kayak bikin film 'Wag the dog' yah fabrikasi !! rekayasa dan bikin peristiwa gawe2an yang menggemparkan! ya gak ??
Itulah 11 September..!!!
Untuk anda yang gak percaya, K, tapi coba pertimbangkan fakta2 ini :
* Tudingan si Islam itu secara legal sampai sekarangpun masih berlaku; sama sekali BELUM TERBUKTI kalau si osama itu mendalangi 11 Sept ;
* Amerika sendiri sudah menegaskan kalau 11 September itu NGGA PERLU DIBUKTIKAN LAGI, karena emang gak bisa dibuktikan kayak kasus kriminal biasa ;
* Ngga ada satupun orang2 Al Qaeda yang bhisa didengar keterangannya. Mereka itu secara faktual cuma dituding -- kayak yang di Jerman itu -- didakwa, tapi gak dikasi kesempatan buat membela diri; dan kesalahan satu2nya pun cuma 'mentransfer duit' ke teman kosnya.
saya pikir kalau saya punya temen kost yang minta tolong untuk transfer duit, yah pasti dibantu, ya gak ?
* Paul Wolfowitz si yahudi yang jadi deputinya si Rumsfeld itu sudah bilang dan membayangkan "some catastrophic and catalysing event ? like a new Pearl Harbour ".
* semua omong kosong ttg jaringan Al Qaeda itu ternyata cuma domino effectnya yang ngga ada isinya; kayak bomb di Indonesia itu sekarang sudah nyata2 terbukti ngga ada kaitannya sama sekali sama Al Qaeda, yang di Filipin pun sama aja; semuanya itu praktis cuma gejolak daerah yang dipas paskan agar bisa masuk ke format fabrikasi 11 Sept itu.
* Dan yang terpenting, sapa yang paling diuntungkan dari 11 Sept itu? Cuma satu orang aja kan? Yah si Bush plus administrasinya ini ; plus cuma satu negara aja, yaitu Amerika ajah..
Nah AS sekarang ini praktis sudah menguasai Afghanistan secara politik -- tidak secara real, karena yang dikuasaai penuh itu praktis cuma Kabulnya ajah, sementara AS gak berani ke daerah2 di luarnya. Selain Afghan yang berbatasan langsung dengan Cina , yang terpenting juga AS sekarang sudah melebarkan pengaruh2nya ke negara2 Asia tengah.
Anda mungkin sudah mendengar itu, tapi anda mungkin belum tahu bahwa pengaruh AS ke Asia tengah itu sekaligus membubarkan rencana Cina untuk membangun pipa minyak yang melintasi negara2 itu karena Cina memang langka minyak dan sangat perlu sekali supply minyak untuk industrinya, buat si washington, sekali pukul strategi ini bisa langsung memandulkan banyak lalat ; mengangkangi minyak di Afghanistan dan di Asia tengah, sekaligus mengurung ruang gerak Cina. Sementara di selatan sendiri si Washington tanpa tau malu sudah berbaik2an dengan India untuk menggol kan rencananya.
Perang Iraq sendiri sebetulnya dari dulu sebelum si Bush diseleksi jadi presidenpun sudah digariskan. Ini memang adalah golnya si Wolfowitz dan si Perle yang yahudi itu. Tujuannya perang Iraq itu simple : menguasai cadangan minyaknya kemudian mendeter, kirim ultimatum kiri kanan -- terutama ke Iran -- untuk gak main gila dengan dollar, sekaligus ke Saudi Arabia yang barusan ini mentransfer uangnya keluar dari AS sebesar 200 bilyun ! Nah sekali si Bush dan AS bisa menguasai minyak IRaq, maka itu sekaligus dia bisa menguasai Cina yang sangat butuh minyak.
Sekarang coba tanya, kenapa Prancis dan Jerman harus mati2an menjegal advonturisme kriminal si AS ? Apa karena Prancis dan Jerman itu manusiawi, cinta damai, menghargai HAM, dan sayang sama orang Iraq? GOMBAL..! Prancis dan Jerman tau persis kalao tujuan AS itu adalah buat menghantam euro yang mereka berdua adalah penjaga gawangnya; karena itulah mereka ngotot harus menjegal rencana gila yang dengan segala cara mempertahankan status super powernya itu, sementara rusia sendiri pro ke euro karena ia memang mau lebih dekat ke NATO dari pada washington. Rusia sendiri sudah profit lumayan banyak dari minyaknya serta thaun depan ini udah mau bayar lunas semua utang2nya ke IMF dan world bank yang sangat dipengaruhi washington itu.
Si Tony Blair sendiri memang kefefet abis, secara geografis dia di Eropa tapi si Blair masih pake Pound, jadi dia pun ngga terlalu punya kepentingan dengan euro, lebih jauh lagi , dollar yang kuat dan bisa mengimbanig euro bakal menguntungkan si pound yang ngos2an. Si Itali dan Spanyol dari sudut pandang EU yah memang bangsat, karena bisa pro US, tapi itu sebetulnya lebih merujuk ke persaingan di dalam EU itu sendiri.
So sekarang kita tau persis, kenapa si washington ini kog bisa ndableg luar biasa kayak begini...
karena ini memang perang buat relevansinya si Amerika di masa depan...
Begitcyuuuuuuuu........kekeke....
