So cyber yet so real
Ini selalu jadi pertanyaan gue, kenapa cyber bisa dianggap sebagai kenyataan dan sampai sekarang gue masih ngga ngerti dan dapetin jawabannya. Sebagian teman yang gue punya sekarang, itu asalnya dari chat, hehe...walau gak semua jadi teman gue, dan gue maklumin itu, hehe..(ketawa rada malu) , karena sampai sekarang, hanya orang2 tertentu yang bisa tau gue lebih dari di chat, hanya orang2 tertentu yang bisa ngelanjut omongan di telp, apalagi ketemu, sebab pada dasarnya gue juga bukan orang yang bisa dengan rajin bergaul dan ketemu orang sembarangan (siaaaaah.....kekeke) tapi at least, some of them managed to become my friends, mula2nya gak gitu nyimak chat, masih inget gue, mulai dari astaga, waktu gue masih polos (cieeeeee...), hahaha...teman ngobrol waktu itu, waktu astaga masih sepi, hanavink yang dr kalimantan, jag dari surabaya, perdita jakarta, kakak naga (yg konon dubber ngetop) dari jakarta, bocol juga jakarta yg sekarang di batam, dan henriklarsson, alias basta juga jakarta, ngembang kemana mana, tapi gue tekun ngobrol sama mereka2 yang gue sebutin diatas. trus ketemu biar69, alias bas, hehe..ngobrol ama dia, yang tadinya diem2an, tp pas ngobrol ternyata enak juga, trus ponti, yang ngaku co di bandung, rumahnya di cihampelas, hehehe..., trus lama lama jadi kebiasaan deh, yang pernah ngobrol sama gue sampai 9 jam, baru basta, hehe, dah lupa ngomongin apaan, tapi kita ngobrol , dan sampai sekarang ngga pernah ketemu, hanavink pernah ngobrol waktu dia ke bogor, perdita, kakak naga, juga only by phone, bocol juga, bas dan ponti yang jadi sekarang malah jadi sahabat gue, dah ketemuan juga, hehe..., trus pengalaman kopdar jebakan, rayuan ala cyber, hehe...blom pernah ketemu tapi rasanya udah tau luar dalamnya, huahaha...waktu lagi chat, memang ada kesan terbawa, tp begitu chat selesai, kadang gue ngakak waktu baca lagi, beesaaa begituuuuuu...hahahaha....trus dengan alasan astaga banyak klik2an, astaga cuma punya Ipang, Tali dan P3nguasa, hahaha...jadi anak2 mulai cari lahan chat baru, dan mulailah pindahan ke kompas, yang notabene waktu itu maseeh sepiiiiiiii banget...jadi ngobrol di astaga, mojok di kompas, huahaha...nah satu chatroom isinya cuma ber 5 ato ber 6, sapa yang gak bebas, huahaha...padahal bebas ngapain, bebas ngetik? iyalah...yg bisa dilakuin cuma ngetik, disitu gue bisa kagum, kalo ada yang cyber sex di chat, sementara 2 tangan sibuk ngetik, otak berimaginasi, sementara yang lain gimana yah, huahahah..., dah pernah coba, jujur aja gue sih, huaha...yang ada gue ngakak2, sambil tetap ngetik, mengeluarkan ilmu 'enny arrow' gue, hahaha...nah orang yang jadi lawan gue mah gak tauuuu dah...tp menurut pengakuan mereka, biasanya jadi, malah ada yang beneran teriak, padahal lagi di perpustakaan kampus ato di warnet, huahahahahahahhahahahaha..........jadi waktu itu, gue cuma seneng aja, gak brasa apa2, bikin seneng orang itu amal kan? hahaha.......
Kompas yang tadinya sepi itu lama lama jadi penuh, well, kebanyakan anak astaga, trus datanglah chatter2 dari luar, yang mendapatkan kompas lebih gampang, karena gak usah pake daftar2 segala, dari yang omongan standar kayak 'ASL' dan lain2, sampai akhirnya terjadi 'skenario' dalam chat, yang gue anggap cukup menyedihkan, karena itu membuktikan, bahwa sebagian orang belum bisa membedakan mana yang cyber dan mana yang kenyataan. Cyber dalam hal ini, dengan pengertian media chat itu sendiri cyber dan juga pengertian kalau itu cyber , unreal, tapi buat sebagian orang, hal hal itu dianggap sebagai kenyataan, yang bisa membuat mereka marah beneran, sedih beneran, dll perasaan yang seharusnya hanya ada dalam dunia nyata. Dan itu juga menyangkut beberapa orang, yang tadinya gue anggap cukup 'realistis' dan bisa membedakan, kalau it 's just a chat, on cyber world, tapi nyatanya, belum bisa juga..., kadang rasanya pengen deh, mengguncang mereka, dan teriak di kuping mereka, HEIIII...... WAKE UPPPP AND SMELL THE COFFEE..., tapi tiap kali gue ungkapkan fakta kalau itu just cyber, mereka selalu jawabnya, ok cyber, tp yang ngetik kan manusia, bukan cyber, jadi perasaan yang ada itu perasaan yang sebenarnya, bukan cyber..., hehe...kalau mau ditulis , ngga cukup kali seratus lembar, tapi jadi bisa dilihat, kalau cyber menjadi media untuk menjadi seseorang yang bukan dirinya dalam kenyataan, kalau cyber ternyata bisa 'menghibur', dalam pengertian bisa jadi ajang sarana bercinta cintaan, bermarah marahan, ajang untuk memfitnah orang, ngatain orang seenak jidatnya, menghujat orang, menggoda orang, dll yang banyak banget buat dituliskan. Gue belajar istilah 'orgasme otak' , 'world beyond reality', 'character assasin' dll dari chat, orgasme otak, hehe...ini dari salah satu tokoh chatter, termasuk baru , kalau diitung dari gue, tokoh kontemporer, karena bisa melejit dengan cepat, dengan 'ketidakbiasaannya', yang dihujat banyak orang, tapi sepertinya dia punya banyak persediaan rasa 'sadar diri dan malu hati' di gudangnya, sehingga cuek aja, dan orgasme otak itu menurut dia, cuma otak yang orgasme, jadi jargon dia yang paling manjur, "Orgasmekan otakku dulu, baru aku orgasmekan barangmu", huahaha..., yang kalau mau dilihat dari psikologi, salah satunya bisa berarti dia selalu perlu stimulus dulu, pemanasan dulu, baru dia bisa memuaskan orang lain, atau sisi egoistik dari seseorang, yang bisa diartikan, baik2 sama gue dulu, baru gue baik ama loe, rub my back first, then I'll rub yours, hehe...jargon yang dibangga2kan, tapi tidak pernah sadar kalau jargon itu sebenarnya menunjukkan kelemahannya, entah kelemahan si tokoh chatter, atau jangan2 orang sebenarnya di dunia nyata, tapi disitu kita sebenarnya bisa melihat, keanekaragaman sifat orang yang bisa dilihat hanya dari tulisan dan materi percakapan, the power of words , selain tokoh2 yang terlibat langsung, ada juga tokoh2 yang 'mengaku' hanya sebagai 'pengamat', yang kerap melaporkan apa yang terjadi, selalu meng-update situasi terakhir, yang rasanya punya bakat sebagai 'reporter' hahaha....ngakunya pengamat, tapi kalau ditanya, kog jadi ikut2an melibatkan emosi dalam hal yang dilaporkan, selalu ngeles, kog ngeles muluk gak pinter2 yah...hahaha...Ja Ja Ja...atau pihak2 yang hanya menempatkan diri mereka sebagai 'kompor merk chatter', hehe...yang menjadi penonton yang bersorak sorak, entah mengelu elukan atau berteriak setiap kali tontonan mereka brantem seru walau hanya lewat sarana tulisan, sementara yang ditonton , entah sadar atau tidak, mereka sudah menjadi pihak yang ditonton, atau malah jadi timbul kecenderungan untuk menjadi 'ekshibionist', yang kalau ngga ada yang nonton, mereka jadi merasa kena sindrom ADD (Attention Deficit Disorder), hehe..., juga buat orang yang merasa jadi 'detektif' kalau bisa tau isi pm orang lain, atau orang yang merasa sebagai 'penyamar' yang baik kalau bisa memerankan nick orang lain, hehe...(ktawa sedih), atau chatter yang punya 'seribu nickname' dan 'seribu characters' yang pada dasarnya hanya satu orang, yang sebentar di London, besok di Chicago, wiken di Depok, yang lama kelamaan bingung sendiri, lupa yang mana udah diceritain , sama siapa diceritain, sampai anjingnya aja ganti ganti nama terus, atau chatter yang begitu menyembunyikan jatidiri yang sebenarnya, sampai takut ketemu orang lain, semua dianggap rata mungkin kalau semua chatter itu adalah penipu, (atau itukah sebenarnya chatter yang benar, yang ada hanya waktu computer hidup, dan semua yang dilihat, dirasakan, dll selesai waktu computer off ), atau chatter yang merasa 'lebih' sehingga orang yang tidak setinggi pendidikan dia, hanya boleh nyimak dan diam, hehe..sisa feodalism aja bisa kebawa ke chat, atau chatter yang 'merasa' bisa lebih ngetop kalo bertingkah totally berlawanan dari chatter2 lain, chatter yang 'obsesi'nya menaklukan sebanyak mungkin chatter wanita atau yang mengaku sebagai wanita cuma untuk sekedar memenuhi kekosongan dan membalas dendam terhadap apa yang terjadi di dunia nyata karena 'sang ibu' memegang tampuk kekuasaan, atau para ibu ibu kesepian yang bisa memperoleh kembali 'semangat muda' mereka dari rayuan2 brondong chatroom, hehe.., tokoh yang beranggapan bahwa dirinya adalah 'the greatest seducer' kekeke...tapi waktu ternyata dia tidaklah seperti yang diperkirakan, malah jadi frustasi, tokoh yang mencari 'soulmate' dari chat, atau seperti saya, kekeke....saya mencari teman di chat, kalau kebetulan dapat gebetan, lumayan, huahahaha....dan macam macam tokoh lainnya dan semakin dilihat, rasanya chat bukanlah sarana yang baik, chatroom bisa jadi ajang buat menyinggung masalah SARA, atau menyinggung batas toleransi seseorang, membongkar rahasia orang,bahkan bisa membuat orang bercerai karena terlanjur terbuai dunia cyber yang dibawa ke kehidupan nyata sehari hari, atau juga bisa bercerai karena sang pasangan merasa 'diabaikan' karena pasangannya lebih betah duduk berjam jam di depan computer sambil meleletkan lidahnya menahan gemas (cieeeee...gemesss ) , impact yang didapat dari chatroom, ternyata lebih dari yang bisa diperkirakan, di chatroom jugalah kita sebenarnya bisa melihat 'sisi kejiwaan' orang lain, apakah itu sisi yang menyimpang, lurus, atau obsesi terpendam dari chatter, sampai ada istilah "so cyber yet so real", cyber emang tobbb (pake b..bukan pake p), kalau itu hanya cyber, kenapa tangis dan airmata yang dikeluarkan begitu nyata, kenapa kesal, marah, senang dan bahagia, rasanya begitu nyata, kenapa ..? hehe....I'm just a nick name, I'm only exist everytime the computer is on, dan siapakah pihak2 yang ada di belakang nick name itu, entaaaaaah laayaaaaaaao....hehehe....
Tapi biar bagaimana, akan lebih baik kalau kita masing masing berkaca diri, baik dalam cyber atau dalam reality, dan melihat, juga sadar diri, siapakah sebenarnya kita, dan apa yang mau kita terapkan dalam kehidupan sehari hari yang notabene adalah reality, tokoh yang kita ciptakan di chatroom , atau tokoh nyata yang terobsesi oleh tokoh di cyber...
Dan bagaimanapun, gue harus berterima kasih juga , karena melalui chatroomlah, gue bisa mendapatkan 'beberapa' orang yang sekarang jadi teman gue , baik di cyber maupun di realita....hehe, ja ja ja....TTFN
Ini selalu jadi pertanyaan gue, kenapa cyber bisa dianggap sebagai kenyataan dan sampai sekarang gue masih ngga ngerti dan dapetin jawabannya. Sebagian teman yang gue punya sekarang, itu asalnya dari chat, hehe...walau gak semua jadi teman gue, dan gue maklumin itu, hehe..(ketawa rada malu) , karena sampai sekarang, hanya orang2 tertentu yang bisa tau gue lebih dari di chat, hanya orang2 tertentu yang bisa ngelanjut omongan di telp, apalagi ketemu, sebab pada dasarnya gue juga bukan orang yang bisa dengan rajin bergaul dan ketemu orang sembarangan (siaaaaah.....kekeke) tapi at least, some of them managed to become my friends, mula2nya gak gitu nyimak chat, masih inget gue, mulai dari astaga, waktu gue masih polos (cieeeeee...), hahaha...teman ngobrol waktu itu, waktu astaga masih sepi, hanavink yang dr kalimantan, jag dari surabaya, perdita jakarta, kakak naga (yg konon dubber ngetop) dari jakarta, bocol juga jakarta yg sekarang di batam, dan henriklarsson, alias basta juga jakarta, ngembang kemana mana, tapi gue tekun ngobrol sama mereka2 yang gue sebutin diatas. trus ketemu biar69, alias bas, hehe..ngobrol ama dia, yang tadinya diem2an, tp pas ngobrol ternyata enak juga, trus ponti, yang ngaku co di bandung, rumahnya di cihampelas, hehehe..., trus lama lama jadi kebiasaan deh, yang pernah ngobrol sama gue sampai 9 jam, baru basta, hehe, dah lupa ngomongin apaan, tapi kita ngobrol , dan sampai sekarang ngga pernah ketemu, hanavink pernah ngobrol waktu dia ke bogor, perdita, kakak naga, juga only by phone, bocol juga, bas dan ponti yang jadi sekarang malah jadi sahabat gue, dah ketemuan juga, hehe..., trus pengalaman kopdar jebakan, rayuan ala cyber, hehe...blom pernah ketemu tapi rasanya udah tau luar dalamnya, huahaha...waktu lagi chat, memang ada kesan terbawa, tp begitu chat selesai, kadang gue ngakak waktu baca lagi, beesaaa begituuuuuu...hahahaha....trus dengan alasan astaga banyak klik2an, astaga cuma punya Ipang, Tali dan P3nguasa, hahaha...jadi anak2 mulai cari lahan chat baru, dan mulailah pindahan ke kompas, yang notabene waktu itu maseeh sepiiiiiiii banget...jadi ngobrol di astaga, mojok di kompas, huahaha...nah satu chatroom isinya cuma ber 5 ato ber 6, sapa yang gak bebas, huahaha...padahal bebas ngapain, bebas ngetik? iyalah...yg bisa dilakuin cuma ngetik, disitu gue bisa kagum, kalo ada yang cyber sex di chat, sementara 2 tangan sibuk ngetik, otak berimaginasi, sementara yang lain gimana yah, huahahah..., dah pernah coba, jujur aja gue sih, huaha...yang ada gue ngakak2, sambil tetap ngetik, mengeluarkan ilmu 'enny arrow' gue, hahaha...nah orang yang jadi lawan gue mah gak tauuuu dah...tp menurut pengakuan mereka, biasanya jadi, malah ada yang beneran teriak, padahal lagi di perpustakaan kampus ato di warnet, huahahahahahahhahahahaha..........jadi waktu itu, gue cuma seneng aja, gak brasa apa2, bikin seneng orang itu amal kan? hahaha.......
Kompas yang tadinya sepi itu lama lama jadi penuh, well, kebanyakan anak astaga, trus datanglah chatter2 dari luar, yang mendapatkan kompas lebih gampang, karena gak usah pake daftar2 segala, dari yang omongan standar kayak 'ASL' dan lain2, sampai akhirnya terjadi 'skenario' dalam chat, yang gue anggap cukup menyedihkan, karena itu membuktikan, bahwa sebagian orang belum bisa membedakan mana yang cyber dan mana yang kenyataan. Cyber dalam hal ini, dengan pengertian media chat itu sendiri cyber dan juga pengertian kalau itu cyber , unreal, tapi buat sebagian orang, hal hal itu dianggap sebagai kenyataan, yang bisa membuat mereka marah beneran, sedih beneran, dll perasaan yang seharusnya hanya ada dalam dunia nyata. Dan itu juga menyangkut beberapa orang, yang tadinya gue anggap cukup 'realistis' dan bisa membedakan, kalau it 's just a chat, on cyber world, tapi nyatanya, belum bisa juga..., kadang rasanya pengen deh, mengguncang mereka, dan teriak di kuping mereka, HEIIII...... WAKE UPPPP AND SMELL THE COFFEE..., tapi tiap kali gue ungkapkan fakta kalau itu just cyber, mereka selalu jawabnya, ok cyber, tp yang ngetik kan manusia, bukan cyber, jadi perasaan yang ada itu perasaan yang sebenarnya, bukan cyber..., hehe...kalau mau ditulis , ngga cukup kali seratus lembar, tapi jadi bisa dilihat, kalau cyber menjadi media untuk menjadi seseorang yang bukan dirinya dalam kenyataan, kalau cyber ternyata bisa 'menghibur', dalam pengertian bisa jadi ajang sarana bercinta cintaan, bermarah marahan, ajang untuk memfitnah orang, ngatain orang seenak jidatnya, menghujat orang, menggoda orang, dll yang banyak banget buat dituliskan. Gue belajar istilah 'orgasme otak' , 'world beyond reality', 'character assasin' dll dari chat, orgasme otak, hehe...ini dari salah satu tokoh chatter, termasuk baru , kalau diitung dari gue, tokoh kontemporer, karena bisa melejit dengan cepat, dengan 'ketidakbiasaannya', yang dihujat banyak orang, tapi sepertinya dia punya banyak persediaan rasa 'sadar diri dan malu hati' di gudangnya, sehingga cuek aja, dan orgasme otak itu menurut dia, cuma otak yang orgasme, jadi jargon dia yang paling manjur, "Orgasmekan otakku dulu, baru aku orgasmekan barangmu", huahaha..., yang kalau mau dilihat dari psikologi, salah satunya bisa berarti dia selalu perlu stimulus dulu, pemanasan dulu, baru dia bisa memuaskan orang lain, atau sisi egoistik dari seseorang, yang bisa diartikan, baik2 sama gue dulu, baru gue baik ama loe, rub my back first, then I'll rub yours, hehe...jargon yang dibangga2kan, tapi tidak pernah sadar kalau jargon itu sebenarnya menunjukkan kelemahannya, entah kelemahan si tokoh chatter, atau jangan2 orang sebenarnya di dunia nyata, tapi disitu kita sebenarnya bisa melihat, keanekaragaman sifat orang yang bisa dilihat hanya dari tulisan dan materi percakapan, the power of words , selain tokoh2 yang terlibat langsung, ada juga tokoh2 yang 'mengaku' hanya sebagai 'pengamat', yang kerap melaporkan apa yang terjadi, selalu meng-update situasi terakhir, yang rasanya punya bakat sebagai 'reporter' hahaha....ngakunya pengamat, tapi kalau ditanya, kog jadi ikut2an melibatkan emosi dalam hal yang dilaporkan, selalu ngeles, kog ngeles muluk gak pinter2 yah...hahaha...Ja Ja Ja...atau pihak2 yang hanya menempatkan diri mereka sebagai 'kompor merk chatter', hehe...yang menjadi penonton yang bersorak sorak, entah mengelu elukan atau berteriak setiap kali tontonan mereka brantem seru walau hanya lewat sarana tulisan, sementara yang ditonton , entah sadar atau tidak, mereka sudah menjadi pihak yang ditonton, atau malah jadi timbul kecenderungan untuk menjadi 'ekshibionist', yang kalau ngga ada yang nonton, mereka jadi merasa kena sindrom ADD (Attention Deficit Disorder), hehe..., juga buat orang yang merasa jadi 'detektif' kalau bisa tau isi pm orang lain, atau orang yang merasa sebagai 'penyamar' yang baik kalau bisa memerankan nick orang lain, hehe...(ktawa sedih), atau chatter yang punya 'seribu nickname' dan 'seribu characters' yang pada dasarnya hanya satu orang, yang sebentar di London, besok di Chicago, wiken di Depok, yang lama kelamaan bingung sendiri, lupa yang mana udah diceritain , sama siapa diceritain, sampai anjingnya aja ganti ganti nama terus, atau chatter yang begitu menyembunyikan jatidiri yang sebenarnya, sampai takut ketemu orang lain, semua dianggap rata mungkin kalau semua chatter itu adalah penipu, (atau itukah sebenarnya chatter yang benar, yang ada hanya waktu computer hidup, dan semua yang dilihat, dirasakan, dll selesai waktu computer off ), atau chatter yang merasa 'lebih' sehingga orang yang tidak setinggi pendidikan dia, hanya boleh nyimak dan diam, hehe..sisa feodalism aja bisa kebawa ke chat, atau chatter yang 'merasa' bisa lebih ngetop kalo bertingkah totally berlawanan dari chatter2 lain, chatter yang 'obsesi'nya menaklukan sebanyak mungkin chatter wanita atau yang mengaku sebagai wanita cuma untuk sekedar memenuhi kekosongan dan membalas dendam terhadap apa yang terjadi di dunia nyata karena 'sang ibu' memegang tampuk kekuasaan, atau para ibu ibu kesepian yang bisa memperoleh kembali 'semangat muda' mereka dari rayuan2 brondong chatroom, hehe.., tokoh yang beranggapan bahwa dirinya adalah 'the greatest seducer' kekeke...tapi waktu ternyata dia tidaklah seperti yang diperkirakan, malah jadi frustasi, tokoh yang mencari 'soulmate' dari chat, atau seperti saya, kekeke....saya mencari teman di chat, kalau kebetulan dapat gebetan, lumayan, huahahaha....dan macam macam tokoh lainnya dan semakin dilihat, rasanya chat bukanlah sarana yang baik, chatroom bisa jadi ajang buat menyinggung masalah SARA, atau menyinggung batas toleransi seseorang, membongkar rahasia orang,bahkan bisa membuat orang bercerai karena terlanjur terbuai dunia cyber yang dibawa ke kehidupan nyata sehari hari, atau juga bisa bercerai karena sang pasangan merasa 'diabaikan' karena pasangannya lebih betah duduk berjam jam di depan computer sambil meleletkan lidahnya menahan gemas (cieeeee...gemesss ) , impact yang didapat dari chatroom, ternyata lebih dari yang bisa diperkirakan, di chatroom jugalah kita sebenarnya bisa melihat 'sisi kejiwaan' orang lain, apakah itu sisi yang menyimpang, lurus, atau obsesi terpendam dari chatter, sampai ada istilah "so cyber yet so real", cyber emang tobbb (pake b..bukan pake p), kalau itu hanya cyber, kenapa tangis dan airmata yang dikeluarkan begitu nyata, kenapa kesal, marah, senang dan bahagia, rasanya begitu nyata, kenapa ..? hehe....I'm just a nick name, I'm only exist everytime the computer is on, dan siapakah pihak2 yang ada di belakang nick name itu, entaaaaaah laayaaaaaaao....hehehe....
Tapi biar bagaimana, akan lebih baik kalau kita masing masing berkaca diri, baik dalam cyber atau dalam reality, dan melihat, juga sadar diri, siapakah sebenarnya kita, dan apa yang mau kita terapkan dalam kehidupan sehari hari yang notabene adalah reality, tokoh yang kita ciptakan di chatroom , atau tokoh nyata yang terobsesi oleh tokoh di cyber...
Dan bagaimanapun, gue harus berterima kasih juga , karena melalui chatroomlah, gue bisa mendapatkan 'beberapa' orang yang sekarang jadi teman gue , baik di cyber maupun di realita....hehe, ja ja ja....TTFN
