<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4124261?origin\x3dhttp://minyak-kayuputih.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ja ja ja

I don't know what I'm becoming. But I know for sure , U wouldn't like me when I'm angry

Thursday, April 10, 2003

Lagi lagi tentang chat...

Jadi ada kejadian di chat, yang gue dapet semua (well hampir semua deh..) informasinya, updatenya (kadang kadang bikin gue mikir juga, kapan gue pernah minta di update tentang itu semua...:P) dan situasi terakhir dari keadaan chat itu, trus ada juga yang minta gue 'berkomentar' tentang apa yang terjadi, well...berry berry sorryy...sekali ini gue menolak untuk berkomentar tentang itu...
Terus terang gue cuma sedih dengan keadaan seperti ini, disaat dunia lagi ngelihat dan memantau tentang agresi militer AS di Irak, lha kog ada segerombolan orang yang dengan kalo boleh gue bilang "seru sendiri" dengan perselisihan yang terjadi di chat, hmm... gejala apakah ini semua?? Gue gak akan berkomentar tentang pihak pihak yang terlibat di dalam perselisihan itu dengan berbagai alasan, antara lain :
1, gue tau semua pihak pihak yang terlibat, kecuali ada beberapa yang baru muncul setelah gue mundur dari dunia chat di kompas dengan alasan sibuk dan gue dah muak sama keadaannya.
2. di chat orang boleh dan berhak jadi siapapun juga, dan sebaiknyalah orang orang yang melibatkan diri mereka di chat itu "sadar" akan hal itu, mungkin dengan 'ikut bermain' atau on the contrary situation, jadi 'berhati hati',
3. gue sendiri gak punya waktu dan sangat amat kerepotan (tsaaaah..kerepotan, kekeke...) dengan urusan gue sendiri di dunia nyata.
maka dengan itu, gue juga memutuskan untuk sama sekali tidak berkomentar tentang itu. Yang gue mo nulis disini adalah tentang, bagaimana kalau kita melihat dari sisi kejiwaan pihak pihak yang terlibat, dengan melepas total 'sebab musabab' dari apa yang terjadi, huahaha...gue brasa dah kayak si weirdo dalam hal ini, apa apa dibahas dari sisi kejiwaan, haha.[(^_^) hi there weirdo..miss talking to ya ..] sebab walaupun cyber , toh tetap tangan tangan yang sibuk mengetik dan otak yagn berpikir tentang segala sesuatunya itu adalah merupakan unsur dari sebuah (kadang kadang lebih...hehe) jiwa..., gue melihat ada suatu gejala ketidak wajaran dari pihak pihak yang terlibat, semoga masih dalam taraf memulai ketidak wajaran, instead of sudah merupakan suatu ketidak wajaran itu sendiri (apaaaa seeh...hehe), ada suatu jiwa kekanak kanakan , tapi bukan berarti anak anak itu pasti egois, karena kadang anak anak itu lebih bijaksana dari pada orang yang mengaku 'sudah dewasa', masih ada tindakan ingin saling menguasai, tindakan ' kalau orang lain punya, gue juga harus punya', yang gue yakin, sebenarnya orang orang yang terlibat itu sudah cukup 'tuwa' untuk sadar kalau mereka berada di dunia cyber yang 'tidak nyata' yang harusnya sudah bisa memisahkan mana yang bisa dilakukan di dunia nyata dan mana yang bisa dilakukan di dunia cyber dan tidak mencampur adukkan semua, sehingga akhirnya brantem sendiri, dan pusing sendiri, dan menghabisskan waktu yang amat sangat berharga cuma buat memikirkan strategi membalas dendam.
Alangkah sangat baiknya bila waktu yang dipakai untuk memikirkan strategi itu dipakai untuk mungkin memikirkan dunia (kegedean..hiperbolis gue..kekeke), okelah, memikirkan rumah tangga mereka mungkin, anak anak mereka, tetangga mereka (asal jng mikirin, tetangga gue punya TV flat baru, gimana yah caranya gue punya yang lebih gede...kekeke) daripada memikirkan, bagaimana caranya menjebak orang di chat supaya kelihatan belangnya, jeleknya dan terakhir yang gue dapet dari fwd2 email , pakaian dalamnya, yang dipakai waktu kopdaran, heheh...(ktawa sedih..)
Coba kalau bisa (ini gue berkhayal..), di saat mereka saling gontok2an di chat, dan tiba2 keadaan itu menjadi real, gue bisa datengin satu2, di kepluk kepalanya satu satu, trus bilang, woooooy wake up and smell the coffee.., and go back to where you belong, hehe..., bisakah itu membuat mereka sadar ? yang bertugas sebagai dosen, kembali ke kewajibannya, bukan nyaru jadi pemilik furniture di yk ;yang kerjanya di bidang advertising kembali ke tugasnya, daripada nyaru jadi 'pengorgasme otak orang' ; yang kerja di surat kabar kembali ke tugasnya,daripada menjadi 'the great seductress'; yang punya gawe di bidang computer kembali ke gaweannya daripada mengaku sebagai 'pengamat', tapi tidak bisa mengontrol sampai dimana dia harus bersikap netral, drpd menjadi pengamat yang berpihak, dan akhirnya ngambek sama orang yang sebenernya tau, tapi tidak mau tau, karena tidak lagi mau menjadi tempat dia mencurahkan pendapatnya tentang si ini dan si itu di chat...; dan banyak macam macam tokoh lainnya. Bukankah dengan demikian, paling ngga, sebagian kecil dunia, akan menjadi lebih tenang ? Tapi sepertinya susah yah...yup, gue tau dan sadar kalau daya tarik chat itu sangat besar dan sangat menarik..., tempat dimana orang bisa menjadi seseorang yang bukan dirinya sendiri, lengkap dengan semua kesempatan untuk mengisi kekurangan yang dia miliki di dunia nyata, tempat saling berbagi daya khayal dan imaginasi, tempat bisa bertemu orang orang dari berbagai tempat tanpa harus pergi kemana mana lagi, cukup duduk atau lesehan di depan computer, bisa sambil telanjang, atau pakai baju cinderella, terserah selera masing masing, kekeke..., dah bisa ngobrol, berkenalan, berteman mungkin, bergebet gebet ria, berselingkuh, saling membelai, saling mencium, saling memeluk, saling menindih mungkin? (wuaww..keke..), atau mungkin saling memuaskan hasrat...hehe.., tapi tahukah anda...KALAU CHAT ITU JUGA DIJADIKAN SALAH SATU SARANA PENYEMBUHAN bagi pasien kejiwaan, sebagai tempat brainstorming...??
So seperti pengumuman d MTV, DON'T DO THAT ALONE, IF YOU ARE NOT MATURE ENOUGH TO KNOW YOUR LIMITATION ..
kekekeke....TTFN.
# balik ke atas#