Ucapan duka buat kecelakaan bis Situbondo
Sudah banyak tulisan tentang kejadian ini, suka gak suka, gue yang juga termasuk salah satu pemandu wisata, merasa sangat sangat prihatin dan sedih. Rasanya kaget banget. Posting kali ini, gue peruntukan untuk sang pemandu wisata yang menjadi korban, yang ngga pernah disebut sebut siapa namanya, sob, siapapun anda, gue ikut prihatin dan bersedih.., semoga tenang di sana.
Jadi ingat, dari sekian banyak orang yang begitu tau gue guide, selalu terdengar ucapan seperti ini, "Enak yah jadi guide? jalan jalan terus, dibayar lagi..", dan setiap kali ada yang bilang seperti itu, gue cuma bisa nyengir, sambil ngejawab, " Iya enak", dan itu jujur, karena memang gue cinta banget sama kerjaan itu, semoga, dengan kejadian seperti ini, ada orang orang yang sedikit terbuka pikirannya, kalau kerjaan guide itu bukan cuma jalan jalan dan nerima bayaran :), kami, guide, selain jalan jalan, juga mengatur bagaimana perjalanan bisa berlangsung dengan mulus, mengatur kerjasama antara kenek dan supir, berusaha supaya tamu tamu yang ada di dalam bis bisa merasa senang dan terpenuhi di jalan, makanannya, transportasinya, akomodasinya, karena secara gak langsung, kalau kerjasama antara supir, kenek dan guide terjalin dengan baik, maka akan 'mempermudah' guide untuk bertanggung jawab untuk semua nyawa yang ada di dalam bisnya itu.
Ini cuma mau mengingatkan, orang orang yang berniat untuk jadi guide, hehe..., kalau kerjaan itu, tidak seindah yang terlihat, jangan pernah berpikir kalau kerjaan jadi guide adalah cara termudah buat jalan jalan gratis, dapet duit gampang dll gitu, karena sebagai guide, kita akan jadi orang yang bangun paling pagi, karena harus check, apa sarapan pagi untuk tamu sudah siap, tidur paling malam, karena harus mengatur segala sesuatunya buat tamu di keesokannya, makan paling belakangan, karena harus ngecheck, apa makanan untuk tamu tamu itu sudah beres semua tapi harus paling cepat selesai, karena ngga ada cerita, tamu nungguin guide selesai makan, menjalin kerjasama dengan kenek dan supir yang juga punya karakter sendiri, belum lagi menghadapi tamu, bayangin gini aja deh, tiap orang punya sifat dan kemauan sendiri sendiri, kalau anda bawa group berisi 40 orang, berarti akan ada 40 sifat dan kemauan, dan merupakan tugas guide, untuk bisa menemukan jalan atau cara sebaik baiknya supaya semua kemauan dan sifat itu bisa direngkuh, supaya semua orang senang, trus bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, dengan terus meng-update informasi yang akan disampaikan, itu baru sebagian kecil, hehe..kalau sampai terjadi apa apa di jalan selama perjalanan, maka guide akan tiba tiba jadi manusia super, yang harus bisa menyelesaikan problem, bagaimanapun caranya, dan tidak berhak untuk menunjukkan rasa panik, rasa takut dll yang sifatnya sebenarnya sangat manusiawi, pokoke harus jadi superman berhati terminator dah..masalah guide mau nangis bombay ato apa, itu bisa dilakukan setelah semuanya selesai, hehe...dan berdasarkan statistik, apabila terjadi kecelakaan, biasanya yang jadi korban itu guide dan kenek, hehe..still, seberat apapun tanggung jawab dan resikonya, gue tetap cinta kerjaan menjadi seorang guide, pemandu wisata atau apapun istilahnya. Waktu melihat tamu bisa terperangah mendengar cerita tentang daerah yang dilalui, atau tamu yang menyatakan secara pribadi, kepuasan dia mengikuti tour yang kita pimpin, rasa rasa seperti itu yang ngga bisa dibeli dan dibayar dengan uang, kepuasan yang didapat dari menjalankan pekerjaan dengan sebaik baiknya.
Mengikuti berita berita yang diungkap sehubungan dengan kecelakaan ini, lagi lagi terlihat, kalau nyawa sebanyak itu, jadi bahan taruhan yang sangat mahal, karena ternyata supir dan kenek trailer itu tidaklah memenuhi syarat, ada yang SIM-nya ternyata SIM umum, dan supir yang menyerahkan tugasnya mengemudikan trailer itu kepada keneknya, whatta joke.., sedangkan wilayah Banyu Glugur tempat terjadinya kecelakaan itu sendiri merupakan tempat yang rawan kecelakaan lalu lintas, jalan yang menanjak, tikungan yang patah, disebelah kiri jurang, di kanan tebing cadas, sepanjang pekerjaan, gue juga pernah ngalamin 2 kali bis yang dipakai itu nyender ke tebing, jadi aduhh... sungguh gue gak kebayang apa yang dirasain sama guidenya waktu kejadian itu berlangsung :(
Maka dengan ini, atas nama kawan kawan guide lainnya di Jakarta, kami hendak mengucapkan rasa berduka cita yang sedalam dalamnya, untuk semua korban, semua rasa yang hitam, semoga cepat menghilang...walau duka yang ditinggalkan akan jadi bekas, yang akan selalu perih bila diingat.
Jadi ingat, dari sekian banyak orang yang begitu tau gue guide, selalu terdengar ucapan seperti ini, "Enak yah jadi guide? jalan jalan terus, dibayar lagi..", dan setiap kali ada yang bilang seperti itu, gue cuma bisa nyengir, sambil ngejawab, " Iya enak", dan itu jujur, karena memang gue cinta banget sama kerjaan itu, semoga, dengan kejadian seperti ini, ada orang orang yang sedikit terbuka pikirannya, kalau kerjaan guide itu bukan cuma jalan jalan dan nerima bayaran :), kami, guide, selain jalan jalan, juga mengatur bagaimana perjalanan bisa berlangsung dengan mulus, mengatur kerjasama antara kenek dan supir, berusaha supaya tamu tamu yang ada di dalam bis bisa merasa senang dan terpenuhi di jalan, makanannya, transportasinya, akomodasinya, karena secara gak langsung, kalau kerjasama antara supir, kenek dan guide terjalin dengan baik, maka akan 'mempermudah' guide untuk bertanggung jawab untuk semua nyawa yang ada di dalam bisnya itu.
Ini cuma mau mengingatkan, orang orang yang berniat untuk jadi guide, hehe..., kalau kerjaan itu, tidak seindah yang terlihat, jangan pernah berpikir kalau kerjaan jadi guide adalah cara termudah buat jalan jalan gratis, dapet duit gampang dll gitu, karena sebagai guide, kita akan jadi orang yang bangun paling pagi, karena harus check, apa sarapan pagi untuk tamu sudah siap, tidur paling malam, karena harus mengatur segala sesuatunya buat tamu di keesokannya, makan paling belakangan, karena harus ngecheck, apa makanan untuk tamu tamu itu sudah beres semua tapi harus paling cepat selesai, karena ngga ada cerita, tamu nungguin guide selesai makan, menjalin kerjasama dengan kenek dan supir yang juga punya karakter sendiri, belum lagi menghadapi tamu, bayangin gini aja deh, tiap orang punya sifat dan kemauan sendiri sendiri, kalau anda bawa group berisi 40 orang, berarti akan ada 40 sifat dan kemauan, dan merupakan tugas guide, untuk bisa menemukan jalan atau cara sebaik baiknya supaya semua kemauan dan sifat itu bisa direngkuh, supaya semua orang senang, trus bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, dengan terus meng-update informasi yang akan disampaikan, itu baru sebagian kecil, hehe..kalau sampai terjadi apa apa di jalan selama perjalanan, maka guide akan tiba tiba jadi manusia super, yang harus bisa menyelesaikan problem, bagaimanapun caranya, dan tidak berhak untuk menunjukkan rasa panik, rasa takut dll yang sifatnya sebenarnya sangat manusiawi, pokoke harus jadi superman berhati terminator dah..masalah guide mau nangis bombay ato apa, itu bisa dilakukan setelah semuanya selesai, hehe...dan berdasarkan statistik, apabila terjadi kecelakaan, biasanya yang jadi korban itu guide dan kenek, hehe..still, seberat apapun tanggung jawab dan resikonya, gue tetap cinta kerjaan menjadi seorang guide, pemandu wisata atau apapun istilahnya. Waktu melihat tamu bisa terperangah mendengar cerita tentang daerah yang dilalui, atau tamu yang menyatakan secara pribadi, kepuasan dia mengikuti tour yang kita pimpin, rasa rasa seperti itu yang ngga bisa dibeli dan dibayar dengan uang, kepuasan yang didapat dari menjalankan pekerjaan dengan sebaik baiknya.
Mengikuti berita berita yang diungkap sehubungan dengan kecelakaan ini, lagi lagi terlihat, kalau nyawa sebanyak itu, jadi bahan taruhan yang sangat mahal, karena ternyata supir dan kenek trailer itu tidaklah memenuhi syarat, ada yang SIM-nya ternyata SIM umum, dan supir yang menyerahkan tugasnya mengemudikan trailer itu kepada keneknya, whatta joke.., sedangkan wilayah Banyu Glugur tempat terjadinya kecelakaan itu sendiri merupakan tempat yang rawan kecelakaan lalu lintas, jalan yang menanjak, tikungan yang patah, disebelah kiri jurang, di kanan tebing cadas, sepanjang pekerjaan, gue juga pernah ngalamin 2 kali bis yang dipakai itu nyender ke tebing, jadi aduhh... sungguh gue gak kebayang apa yang dirasain sama guidenya waktu kejadian itu berlangsung :(
Maka dengan ini, atas nama kawan kawan guide lainnya di Jakarta, kami hendak mengucapkan rasa berduka cita yang sedalam dalamnya, untuk semua korban, semua rasa yang hitam, semoga cepat menghilang...walau duka yang ditinggalkan akan jadi bekas, yang akan selalu perih bila diingat.
