Pagi pertama di bulan Januari
Lagi ndengerin : In a Rush-nya Black street
Lagi mbaca : Akedemos-nya Bagus Takwin
First of all, happy belated new yeaaaaaaaaaaar......, semoga semua tambah sukses di tahun 2004, semua tambah bahagia, semua tambah segalanya deh..:D
Tanggal : 01 January 2004
Waktu : 05.30 AM
Lokasi : somewhere jauh dari Jakarta.
It came over me in a rush
When I realize that I love you so much
That sometimes I cry
But I can't tell you why
Why I feel
What I feel inside
Hari masih pagi, matahari seharusnya hampir terbit, udara masih sejuk, ada sisa sisa gerimis yang masih turun halus waktu saya melangkah keluar dari kamar, menuju beranda kayu yang menghadap ke arah hutan hijau di kejauhan, brrr... usapan angin dingin mengelus kulit pipiku, sambil merapatkan selimut yang kubawa dari dalam kamar, saya duduk di salah satu bangku di beranda kayu itu.
Memandang di kejauhan, entah kenapa kog saya malah teringat kamu, di tempat jauh ini, saya mencoba membayangkan kamu, entah kenapa ada kamu di benakku, tiba tiba saja teringat senyum kamu, elusan kamu, ciuman kamu, dan tiba tiba saja saya melayangkan sepotong doa pendek, semoga kamu dalam keadaan sehat, dalam keadaan bahagia bersama keluarga kamu.
Disini saya bersama seorang yang menyayangi saya, yang selama ini bisa menerima segala keresahan saya, yang rela mengorbankan keinginannya hanya untuk saya, yang semalam, waktu dia memeluk saya, dia berbisik lembut, "Saya cinta kamu, seadanya kamu, sepenuhnya kamu", dan lihat apa yang terjadi sekarang, saya malah teringat tentang kamu, orang yang tidak pernah bisa menerima saya sepenuhnya, orang yang ingin membentuk saya sesuai kemauan dan kehendak kamu, orang yang tidak pernah perduli tentang saya, am I insane or what ?
Matahari sudah mulai muncul, gerimis tipis itu juga sudah menghilang, dan saya masih duduk disana, memandang jauh, sambil memeluk lutut , saya berharap kita masih bisa bersama, saya sungguh berharap bisa mengulang waktu waktu yang pernah kita punya, saya juga berharap kamu ada hanya untuk saya, tapi rasanya itu pemikiran yang sia sia, saya bukan siapa siapa, saya juga tidak akan pernah jadi seseorang yang punya arti dalam hidup kamu, kamu dengan dunia kamu sendiri.
Selagi pikiran yang saling sahut menyahut ada di benakku, sepasang tangan memelukku dari belakang, sebuah kecupan singgah di leherku, "Selamat pagi..., saya sangka kamu hilang, tau taunya menyepi disini" bisikan itu singgah di telinga kiri saya, membuyarkan semua ingatan tentang kamu, saya menoleh , dan dia ada disana, sepasang matanya menatapku penuh, ada kebaikan tertanam di sana, ada rasa yang sepenuhnya hanya untukku, dan kemudian dia duduk di sebelahku, dia memegang kedua tanganku, dia menatapku penuh, sempat kutangkap ada selintas keraguan, "Ada apa? " tanyaku, " Saya baru akan mengucapkan sesuatu yang mungkin akan menghancurkan semua ini, dan sekarang saya sedang mempertimbangkan, apakah yang saya akan katakan cukup berharga untuk dilakukan", jawabnya lirih. Saya tersenyum , "Ayo bilang, ada apa?"
"Saya sedang berpikir, apakah kiranya kamu mau membuka sedikit ruang dalam hidup kamu, supaya saya bisa masuk ke dalamnya, dan menjadi bagian dari hidup kamu itu, saya tidak akan menuntut banyak, saya cuma ingin ada dan jadi bagian hidup kamu, itu saja" akhirnya dia menjawab, sambil menatap, pandangan penuh harap, "Maksud kamu?" tanya saya, sebenarnya hanya untuk meyakinkan, apa yang saya tangkap dari kata katanya benar,
"Menikahlah dengan saya, biarkan saya menjadi bagian hidup kamu", kali ini suaranya lebih keras dan yakin.
Tiba tiba saya teringat lagi akan kamu, seharusnya kalimat itu keluar dari mulutmu, setidak tidaknya itu yang dulu ada dalam angan angan saya, saya menatap pria yang kini sedang berlutut di hadapan saya, lalu mengusap sisi sisi wajahnya, lalu saya menjawab lirih, " Masuklah dan jadilah bagian dari hidup saya, selamanya..."
PS. cerita ini untuk seorang laki laki yang membawa saya pergi jauh .
Lagi mbaca : Akedemos-nya Bagus Takwin
First of all, happy belated new yeaaaaaaaaaaar......, semoga semua tambah sukses di tahun 2004, semua tambah bahagia, semua tambah segalanya deh..:D
Tanggal : 01 January 2004
Waktu : 05.30 AM
Lokasi : somewhere jauh dari Jakarta.
It came over me in a rush
When I realize that I love you so much
That sometimes I cry
But I can't tell you why
Why I feel
What I feel inside
Hari masih pagi, matahari seharusnya hampir terbit, udara masih sejuk, ada sisa sisa gerimis yang masih turun halus waktu saya melangkah keluar dari kamar, menuju beranda kayu yang menghadap ke arah hutan hijau di kejauhan, brrr... usapan angin dingin mengelus kulit pipiku, sambil merapatkan selimut yang kubawa dari dalam kamar, saya duduk di salah satu bangku di beranda kayu itu.
Memandang di kejauhan, entah kenapa kog saya malah teringat kamu, di tempat jauh ini, saya mencoba membayangkan kamu, entah kenapa ada kamu di benakku, tiba tiba saja teringat senyum kamu, elusan kamu, ciuman kamu, dan tiba tiba saja saya melayangkan sepotong doa pendek, semoga kamu dalam keadaan sehat, dalam keadaan bahagia bersama keluarga kamu.
Disini saya bersama seorang yang menyayangi saya, yang selama ini bisa menerima segala keresahan saya, yang rela mengorbankan keinginannya hanya untuk saya, yang semalam, waktu dia memeluk saya, dia berbisik lembut, "Saya cinta kamu, seadanya kamu, sepenuhnya kamu", dan lihat apa yang terjadi sekarang, saya malah teringat tentang kamu, orang yang tidak pernah bisa menerima saya sepenuhnya, orang yang ingin membentuk saya sesuai kemauan dan kehendak kamu, orang yang tidak pernah perduli tentang saya, am I insane or what ?
Matahari sudah mulai muncul, gerimis tipis itu juga sudah menghilang, dan saya masih duduk disana, memandang jauh, sambil memeluk lutut , saya berharap kita masih bisa bersama, saya sungguh berharap bisa mengulang waktu waktu yang pernah kita punya, saya juga berharap kamu ada hanya untuk saya, tapi rasanya itu pemikiran yang sia sia, saya bukan siapa siapa, saya juga tidak akan pernah jadi seseorang yang punya arti dalam hidup kamu, kamu dengan dunia kamu sendiri.
Selagi pikiran yang saling sahut menyahut ada di benakku, sepasang tangan memelukku dari belakang, sebuah kecupan singgah di leherku, "Selamat pagi..., saya sangka kamu hilang, tau taunya menyepi disini" bisikan itu singgah di telinga kiri saya, membuyarkan semua ingatan tentang kamu, saya menoleh , dan dia ada disana, sepasang matanya menatapku penuh, ada kebaikan tertanam di sana, ada rasa yang sepenuhnya hanya untukku, dan kemudian dia duduk di sebelahku, dia memegang kedua tanganku, dia menatapku penuh, sempat kutangkap ada selintas keraguan, "Ada apa? " tanyaku, " Saya baru akan mengucapkan sesuatu yang mungkin akan menghancurkan semua ini, dan sekarang saya sedang mempertimbangkan, apakah yang saya akan katakan cukup berharga untuk dilakukan", jawabnya lirih. Saya tersenyum , "Ayo bilang, ada apa?"
"Saya sedang berpikir, apakah kiranya kamu mau membuka sedikit ruang dalam hidup kamu, supaya saya bisa masuk ke dalamnya, dan menjadi bagian dari hidup kamu itu, saya tidak akan menuntut banyak, saya cuma ingin ada dan jadi bagian hidup kamu, itu saja" akhirnya dia menjawab, sambil menatap, pandangan penuh harap, "Maksud kamu?" tanya saya, sebenarnya hanya untuk meyakinkan, apa yang saya tangkap dari kata katanya benar,
"Menikahlah dengan saya, biarkan saya menjadi bagian hidup kamu", kali ini suaranya lebih keras dan yakin.
Tiba tiba saya teringat lagi akan kamu, seharusnya kalimat itu keluar dari mulutmu, setidak tidaknya itu yang dulu ada dalam angan angan saya, saya menatap pria yang kini sedang berlutut di hadapan saya, lalu mengusap sisi sisi wajahnya, lalu saya menjawab lirih, " Masuklah dan jadilah bagian dari hidup saya, selamanya..."
PS. cerita ini untuk seorang laki laki yang membawa saya pergi jauh .
