Perjalanan 3
Hari 6. Kathmandu - Lhasa
Jam 5 bangun, setelah semalam ngumpul bareng2 tamu di cafe hotel, bukan cafe sih, restaurant kecil lebih tepatnya :D nyoba minuman khas situ, seperti beer tapi terbuat dari barley, semacam gandum gitu, manis tapi mayan nendang juga sih..hehe, beres2 barang, trus ke lobby untuk ngechek semua luggage, check out, jam stengah 7 local time, brangkat deh ke airport.
Sampai di airport, check in untuk boarding dan visa kunjungannya, Shelley ngasi gue topi bulu, yang ada kelepak buat nutup kupingnya, kata dia, dengan rambut pendek segitu, pasti nanti kedinginan, lagi2 gue bengong liat pesawatnya, yaelaa..baling2 lagi aja, bagusnya cuma cuacanya terang, jadi gak ada alasan untuk delay flight.Penerbangan kurang lebih 2.5 jam untuk sampai ke Lhasa. Selama penerbangan, dari jendela pesawat yang kecil itu, terlihat pemandangan kawasan Himalaya, gunung2 tertutup putih, pokoke c'est magnifique...!
Sesampai di Gongar airport di Lhasa , Mike & Davey dari travel setempat dah jemput, sekali ini gak pake bis, pakai snow land cruiser, 6 mobil semuanya, 2 jam untuk sampai ke hotel, fyuuhh..finally. Gitu sampai hotel gue check barang2 untuk trekking yang sudah lebih dulu dikirim ternyata dah ada, baguss..! awal yang bagus. Oya set local time, Lhasa 1 jam lebih cepat dari Jakarta, temperatur : 8-15'C.
Selesai check in proses dan barang2 sudah masuk kamar masing2, mulailah city tour, ada berbagai kuil Budha termasuk biara Sera yang termasuk biara terbesar di kawasan ini, ada kurang lebih 400 rahib yang tinggal dan belajar agama Budha di biara yang berdinding putih karena kikisan cuaca dan atap warna emasnya, serasa ada di Shaolin temple deh , disini kita 'numpang' makan bersama sama dengan rahib2 itu, makan sayur, tahu, nasi, susu, sehat deh pokoknya, oya, tidak ketinggalan juga Po cha alias butter tea itu :p, selesai makan siang, lanjut lagi perjalanan ke Norbulingka, ini adalah wihara musim panasnya Dalai lama, Norbulingka dikenal juga sebagai Jhokhang temple, tempat ini dianggap tempat pemujaan suci di Tibet, waktu itu kita sempet lihat upacara penerimaan murid2 yang nantinya akan menjadi rahib, mereka digundulin rambutnya, dan diganti pakaiannya menjadi jubah berwarna coklat tanah.Sempat diperlihatkan sekitar 100 rahib berlatih kungfu beramai ramai dilapangan belakang juga, beneran serasa di Shaolin dehh pokoke. Iseng2, gue sempat ngintip, apa iya kepala biksu ada titik2nya seperti di film2, eh ternyata iya dan dari jumlah titik2 yang konon hasil sundutan besi itu, bisa dilihat tingginya kedudukan seorang biksu. Dari Norbulingka, kita menuju ke Barkor, pasar pusat rakyat Lhasa, pasar yang bersih, penjual ada di sisi2 jalan yang terbuat dari batu, barang2 yang dijual rata2 barang kebutuhan sehari hari seperti sayuran, daging, unggas, bunga2an, dan pakaian, tapi ada juga beberapa penjual yang menjual barang2 bekas, tapi antik2, disini gue dapat lonceng kecil yang suaranya bening terbuat dari perunggu, senengnya gue...:D
Perjalanan awal ini gunanya untuk latihan penyesuaian udara, dikarenakan tingginya tempat ini, oksigen jadi tipis, orang bisa jadi cepet cape gejalanya antara lain seperti mabok , trus pusing2, cape, sesak nafas, kehilangan nafsu makan atau gangguan tidur, gejala2 itu baru termasuk yang ringan lho, yang parah bisa muntah darah, gangguan kejiwaan bahkan sampai koma,kalau gejala ringan itu obatnya cuma aspirin, tapi kalau sampai gawat juga, mau gak mau harus keluar ke daerah yang lebih rendah, bagusnya selama perjalanan, gak ada gangguan yang berarti (tsaah..)buat semua, paling cape, paling sedikit uring2an (yang ini gue seh..kekeke ), trus mimisan , itu aja kog, hehe...
Lhasa itu sendiri adalah salah satu distrik di Tibet,luas kawasannya kurang lebih 29km2, dengan sekitar populasi 400 ribu jiwa, tempat ini terkenal sebagai salah satu tempat tertinggi di dunia, terletak di 3.760 meter diatas permukaan Lhasa river, pemandangan disini bisa bikin orang lupa bernafas, hehe..hiperbola banget yah gue, tapi pemandangannya memang bagus, landscape yang unik, dan disini orang bisa merasa berada di tengah sesuatu yang suci gimana getoo , dalam bahasa Tibet, Lhasa artinya 'The Land of the Gods ' atau 'Holy Place", kota ini dibangun pada 633m dibawah pimpinan raja Songtsan Gampo.
Dimulai tahun 80an, baru Tibet bukan lagi merupakan kawasan yang terdiri dari puncak2 gunung bersalju, biara2, sejarah dan mitos semata, puncak2 bersalju itu sekarang jadi semacam tester untuk orang2 yang ingin tahu sampai dimana kekuatan fisik dan jiwanya, Tibet Plateau sendiri berketinggian sekitar 4000m dengan puncak2 gunung dan pemandangan yang spektakular yang menjadi idaman para pendaki, kawasan Himalaya sendiri, ada sekitar 50 puncak gunung dengan ketinggian sekitar 7000m dan 11 puncak dengan ketinggian lebih dari 8000m,yang dikenal dengan istilah 'atap dunia' selain itu juga ada beberapa puncak gunung yang belum tersentuh jelajahan manusia sampai sekarang, konon dengan mendaki ini, manusia bisa lebih menghargai kesadaran jiwanya dengan cara berbaur dengan alam , konon.., ini kesimpulan gue sendiri setelah ngobrol dengan beberapa orang pendaki yang tinggal di hotel yang sama dengan group gue :d
Sewaktu jalan2, kebanyakan toko2 souvenir di Lhasa menjual karpet, trus perhiasan dari batu2 mulia gitu, ada anggur juga yang terbuat dari gandum, lotus salju yang konon bisa jadi obat awet muda, itu yang spesialnya, yang lainnya biasa, seperti sticker, t'shirt, dan gantungan kunci.
Di Lhasa, orang juga memelihara ternak, tapi bukan kerbau, kambing atau sapi melainkan yak, yak itu seperti banteng, tapi gondrong gitu, gedee banget badannya, dengan bulu coklat yang panjang, tanduknya panjang dan kuat, rasanya bisa lumayan juga sih kalo kesenggol, kekeke..binatang ini tadinya liar, tapi dibudidayakan jadi binatang peliharaan untuk komsumsi susu dan daging serta bulunya, kulitnya dipakai buat sepatu, karpet, tas, gue lagi mikir, bikin jaket kulit dari kulit yak ini gimana ya jadinya, jaket kulit dengan bulu2 panjang gitu, huahahaha..apa gak jadi baju gorilla gitu yah, hahaha..
Pakaian khas penduduk sekitar berbeda beda, di daerah tinggi, co/ce rata2 memakai jubah panjang trus topinya dari kulit yak, jadi topi bulu2 gitu spt baju org mongolia di film silat, dan gue kan dikasi Shelley waktu itu, jadi ada org Tibet van bogor waktu itu, tshirt, jaket,boots, jeans dan topi yak, huahahahaha..., sepatu mereka itu boots dari kulit, ada hiasan garis merah buat yg ce, garis hitam buat cowoknya, yang cewek, biasa makai apron putih gitu, anting2, cincin dan gelang2. Sedangkan di dataran rendahnya, co dan ce pakai jaket pendek atau panjang, ceweknya pakai rok panjang garis2 gitu, dan asesori gelang dan cincin, eh ngomong2 sekarang gue punya rok lho, beli kemarin itu, hehehe..nanti dipakainya kalau tahun baru kodok yaa...:p
Makanan sehari hari mereka itu nasi, jagung, dan gandum. Jagung dan gandumnya digiling dan dibuat jadi semacam bubur gitu, selain itu ada momo, bentuknya paduan antara bapau dan pastel, isinya macam2, bisa daging, bisa sayur juga, dan rasanya enaaaakk...:p
Minumannya stabil, teh dan kopi, cuma tehnya teh susu, tapi lama2 dibiasain untuk minum, rasanya jadi enak juga , badan jadi hangat, cuma di tenggorokan masih suka terasa menteganya gitu :p
Rumah2 mereka rata2 bertingkat dua atau 3, berbentuk segitiga, kayu dengan atap bambu atau jerami, tingkat ke dua atau ketiga biasanya untuk tempat tinggal, yang tingkat pertama untuk ternak, rata2 mereka menganut monogami dalam perkawinan, yaa adalah satu dua yang melenceng. Sebagian masih percaya ilmu gaib, sebagian penganut Lamaism (Tibetan Budhism), sistim penguburan mereka 4 macam, penguburan air, penguburan tanah, penguburan udara dan kremasi, rata2 memakai sistim kalender Tibet untuk festival2 keagamaan yang diselenggarakan.
Bahasa mereka kalau didengar banyak nada sengaunya, gue sempat ngelihat folk show mereka, mengelilingi api unggun, nyanyi, dan menari, tariannya lucu deh, hehee, simpel dan dinamis gitu gerakannya
Selesai keliling dan sampai di hotel, makan malam, dan tidur, besok waktunya bertualanggg...
Oya, gue sempat duduk di bagian belakang hotel, dibawahnya lembah sedalam dalamnya, sepi, gelap, berdiri di pinggir terus teriak sekeras kerasnya, lega deh sekarang....:d
next posting : perjalanan melewati gunung dan lembah..
bersambung
Jam 5 bangun, setelah semalam ngumpul bareng2 tamu di cafe hotel, bukan cafe sih, restaurant kecil lebih tepatnya :D nyoba minuman khas situ, seperti beer tapi terbuat dari barley, semacam gandum gitu, manis tapi mayan nendang juga sih..hehe, beres2 barang, trus ke lobby untuk ngechek semua luggage, check out, jam stengah 7 local time, brangkat deh ke airport.
Sampai di airport, check in untuk boarding dan visa kunjungannya, Shelley ngasi gue topi bulu, yang ada kelepak buat nutup kupingnya, kata dia, dengan rambut pendek segitu, pasti nanti kedinginan, lagi2 gue bengong liat pesawatnya, yaelaa..baling2 lagi aja, bagusnya cuma cuacanya terang, jadi gak ada alasan untuk delay flight.Penerbangan kurang lebih 2.5 jam untuk sampai ke Lhasa. Selama penerbangan, dari jendela pesawat yang kecil itu, terlihat pemandangan kawasan Himalaya, gunung2 tertutup putih, pokoke c'est magnifique...!
Sesampai di Gongar airport di Lhasa , Mike & Davey dari travel setempat dah jemput, sekali ini gak pake bis, pakai snow land cruiser, 6 mobil semuanya, 2 jam untuk sampai ke hotel, fyuuhh..finally. Gitu sampai hotel gue check barang2 untuk trekking yang sudah lebih dulu dikirim ternyata dah ada, baguss..! awal yang bagus. Oya set local time, Lhasa 1 jam lebih cepat dari Jakarta, temperatur : 8-15'C.
Selesai check in proses dan barang2 sudah masuk kamar masing2, mulailah city tour, ada berbagai kuil Budha termasuk biara Sera yang termasuk biara terbesar di kawasan ini, ada kurang lebih 400 rahib yang tinggal dan belajar agama Budha di biara yang berdinding putih karena kikisan cuaca dan atap warna emasnya, serasa ada di Shaolin temple deh , disini kita 'numpang' makan bersama sama dengan rahib2 itu, makan sayur, tahu, nasi, susu, sehat deh pokoknya, oya, tidak ketinggalan juga Po cha alias butter tea itu :p, selesai makan siang, lanjut lagi perjalanan ke Norbulingka, ini adalah wihara musim panasnya Dalai lama, Norbulingka dikenal juga sebagai Jhokhang temple, tempat ini dianggap tempat pemujaan suci di Tibet, waktu itu kita sempet lihat upacara penerimaan murid2 yang nantinya akan menjadi rahib, mereka digundulin rambutnya, dan diganti pakaiannya menjadi jubah berwarna coklat tanah.Sempat diperlihatkan sekitar 100 rahib berlatih kungfu beramai ramai dilapangan belakang juga, beneran serasa di Shaolin dehh pokoke. Iseng2, gue sempat ngintip, apa iya kepala biksu ada titik2nya seperti di film2, eh ternyata iya dan dari jumlah titik2 yang konon hasil sundutan besi itu, bisa dilihat tingginya kedudukan seorang biksu. Dari Norbulingka, kita menuju ke Barkor, pasar pusat rakyat Lhasa, pasar yang bersih, penjual ada di sisi2 jalan yang terbuat dari batu, barang2 yang dijual rata2 barang kebutuhan sehari hari seperti sayuran, daging, unggas, bunga2an, dan pakaian, tapi ada juga beberapa penjual yang menjual barang2 bekas, tapi antik2, disini gue dapat lonceng kecil yang suaranya bening terbuat dari perunggu, senengnya gue...:D
Perjalanan awal ini gunanya untuk latihan penyesuaian udara, dikarenakan tingginya tempat ini, oksigen jadi tipis, orang bisa jadi cepet cape gejalanya antara lain seperti mabok , trus pusing2, cape, sesak nafas, kehilangan nafsu makan atau gangguan tidur, gejala2 itu baru termasuk yang ringan lho, yang parah bisa muntah darah, gangguan kejiwaan bahkan sampai koma,kalau gejala ringan itu obatnya cuma aspirin, tapi kalau sampai gawat juga, mau gak mau harus keluar ke daerah yang lebih rendah, bagusnya selama perjalanan, gak ada gangguan yang berarti (tsaah..)buat semua, paling cape, paling sedikit uring2an (yang ini gue seh..kekeke ), trus mimisan , itu aja kog, hehe...
Lhasa itu sendiri adalah salah satu distrik di Tibet,luas kawasannya kurang lebih 29km2, dengan sekitar populasi 400 ribu jiwa, tempat ini terkenal sebagai salah satu tempat tertinggi di dunia, terletak di 3.760 meter diatas permukaan Lhasa river, pemandangan disini bisa bikin orang lupa bernafas, hehe..hiperbola banget yah gue, tapi pemandangannya memang bagus, landscape yang unik, dan disini orang bisa merasa berada di tengah sesuatu yang suci gimana getoo , dalam bahasa Tibet, Lhasa artinya 'The Land of the Gods ' atau 'Holy Place", kota ini dibangun pada 633m dibawah pimpinan raja Songtsan Gampo.
Dimulai tahun 80an, baru Tibet bukan lagi merupakan kawasan yang terdiri dari puncak2 gunung bersalju, biara2, sejarah dan mitos semata, puncak2 bersalju itu sekarang jadi semacam tester untuk orang2 yang ingin tahu sampai dimana kekuatan fisik dan jiwanya, Tibet Plateau sendiri berketinggian sekitar 4000m dengan puncak2 gunung dan pemandangan yang spektakular yang menjadi idaman para pendaki, kawasan Himalaya sendiri, ada sekitar 50 puncak gunung dengan ketinggian sekitar 7000m dan 11 puncak dengan ketinggian lebih dari 8000m,yang dikenal dengan istilah 'atap dunia' selain itu juga ada beberapa puncak gunung yang belum tersentuh jelajahan manusia sampai sekarang, konon dengan mendaki ini, manusia bisa lebih menghargai kesadaran jiwanya dengan cara berbaur dengan alam , konon.., ini kesimpulan gue sendiri setelah ngobrol dengan beberapa orang pendaki yang tinggal di hotel yang sama dengan group gue :d
Sewaktu jalan2, kebanyakan toko2 souvenir di Lhasa menjual karpet, trus perhiasan dari batu2 mulia gitu, ada anggur juga yang terbuat dari gandum, lotus salju yang konon bisa jadi obat awet muda, itu yang spesialnya, yang lainnya biasa, seperti sticker, t'shirt, dan gantungan kunci.
Di Lhasa, orang juga memelihara ternak, tapi bukan kerbau, kambing atau sapi melainkan yak, yak itu seperti banteng, tapi gondrong gitu, gedee banget badannya, dengan bulu coklat yang panjang, tanduknya panjang dan kuat, rasanya bisa lumayan juga sih kalo kesenggol, kekeke..binatang ini tadinya liar, tapi dibudidayakan jadi binatang peliharaan untuk komsumsi susu dan daging serta bulunya, kulitnya dipakai buat sepatu, karpet, tas, gue lagi mikir, bikin jaket kulit dari kulit yak ini gimana ya jadinya, jaket kulit dengan bulu2 panjang gitu, huahahaha..apa gak jadi baju gorilla gitu yah, hahaha..
Pakaian khas penduduk sekitar berbeda beda, di daerah tinggi, co/ce rata2 memakai jubah panjang trus topinya dari kulit yak, jadi topi bulu2 gitu spt baju org mongolia di film silat, dan gue kan dikasi Shelley waktu itu, jadi ada org Tibet van bogor waktu itu, tshirt, jaket,boots, jeans dan topi yak, huahahahaha..., sepatu mereka itu boots dari kulit, ada hiasan garis merah buat yg ce, garis hitam buat cowoknya, yang cewek, biasa makai apron putih gitu, anting2, cincin dan gelang2. Sedangkan di dataran rendahnya, co dan ce pakai jaket pendek atau panjang, ceweknya pakai rok panjang garis2 gitu, dan asesori gelang dan cincin, eh ngomong2 sekarang gue punya rok lho, beli kemarin itu, hehehe..nanti dipakainya kalau tahun baru kodok yaa...:p
Makanan sehari hari mereka itu nasi, jagung, dan gandum. Jagung dan gandumnya digiling dan dibuat jadi semacam bubur gitu, selain itu ada momo, bentuknya paduan antara bapau dan pastel, isinya macam2, bisa daging, bisa sayur juga, dan rasanya enaaaakk...:p
Minumannya stabil, teh dan kopi, cuma tehnya teh susu, tapi lama2 dibiasain untuk minum, rasanya jadi enak juga , badan jadi hangat, cuma di tenggorokan masih suka terasa menteganya gitu :p
Rumah2 mereka rata2 bertingkat dua atau 3, berbentuk segitiga, kayu dengan atap bambu atau jerami, tingkat ke dua atau ketiga biasanya untuk tempat tinggal, yang tingkat pertama untuk ternak, rata2 mereka menganut monogami dalam perkawinan, yaa adalah satu dua yang melenceng. Sebagian masih percaya ilmu gaib, sebagian penganut Lamaism (Tibetan Budhism), sistim penguburan mereka 4 macam, penguburan air, penguburan tanah, penguburan udara dan kremasi, rata2 memakai sistim kalender Tibet untuk festival2 keagamaan yang diselenggarakan.
Bahasa mereka kalau didengar banyak nada sengaunya, gue sempat ngelihat folk show mereka, mengelilingi api unggun, nyanyi, dan menari, tariannya lucu deh, hehee, simpel dan dinamis gitu gerakannya
Selesai keliling dan sampai di hotel, makan malam, dan tidur, besok waktunya bertualanggg...
Oya, gue sempat duduk di bagian belakang hotel, dibawahnya lembah sedalam dalamnya, sepi, gelap, berdiri di pinggir terus teriak sekeras kerasnya, lega deh sekarang....:d
next posting : perjalanan melewati gunung dan lembah..
bersambung
