<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/4124261?origin\x3dhttp://minyak-kayuputih.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Ja ja ja

I don't know what I'm becoming. But I know for sure , U wouldn't like me when I'm angry

Monday, July 19, 2004

Perjalanan

Trip kali ini kesannya seperti mengalami sendiri petualangan Tintin, hehehe.., waktu mau berangkat, rambut gue baru dipotong, cepak lagi seperti dulu, enak, gak usah nyisir, diacak acak malah, kekekeke..

bagasi peserta udah beres, boarding pass dah ditangan, naik pesawat, heree wee goo...

sampai di Nong Ngu Hao International Airport yang baru di Bangkok, ngegiring peserta ke lounge,tinggal nunggu connecting flight ke Delhi deh, hahaha..gue suka lucu deh klo gini, serasa jadi gembala bebek, bagus gak pake bawa remote kayak film Warkop, hahahahahaa..

Setelah nunggu sekitar 2 jam, baru boarding pesawat yang ke Delhi, check peserta, semua sudah aman damai tenteram sentosa di tempatnya masing2, gue ke belakang deh, misah sendiri, pasang headset, baca buku, gak lama trus tidur, hehehe...

sampai di Indira Gandhi Int'l airport, sudah hampir sore, suruh semua peserta robah waktu, jadi 2 jam lebih lambat dari Jakarta, bis sudah nunggu, jelasin kiri kanan passing sides, ke hotel, check in, dan rasanya pas sampai di kamar, panjang beneeeer hari ini, but Im here, atcha atcha atcha...* sambil geleng2 kepala, kekekekeke...

Hari ke 2.Delhi - Agra

Kaget pas bangun, matahari dah terang banget, dan berhubung kamar gue terletak di lantai 23, jadi tirai jendela gak ditutup, ceritanya habis mandi kemarin itu, gue duduk di deket jendela memandangi lampu2 getoo lho, hehehe.., liat jam, baru jam 6, mandi, beresin barang, trus turun, tamu2 gue udah pada sarapan, selesai quick b'fast, gue ke consierge untuk titip luggages, karena toh 2nd staynya balik ke hotel ini lagi, jam 8 , udaranya udah panas banget, naik bis, siap2 jalan deh ke Agra, on the way, stop buat jalan jalan ke Agra Fort, Sikandra Tomb dan Fatehpur Sikri.
Disini gak enaknya bawa tour ke luar gini, gue jadi nganggur, karena sudah ada guide local yang menjelaskan cerita sepanjang perjalanan, jadi tugas gue cuma memperhatikan tamu gini gitu, sambil ngobrol dijalan sama tamu, guide local gue sekali ini namanya Jay Kumar, dia minta dipanggil Jay , inggris berlogat india, dengan gelengan kepala yang gak ketinggalan, jadi inget salah satu tamu gue nanya, "Dien, gimana bedain iya sama ngganya yah klo orang india? nah semuanya geleng2 kepala gitu?", huahahahahahaa..., sebenernya beda sih, yg satu geleng sambil bilang atcha atcha yang artinya iya, yang satu lagi geleng sambil bilang nehi nehi yang artinya ngga, jadi inget boneka Yogya, jadi gue bilang gini sama tamu itu, oya Indra namanya, "Ndra, loe tau gak klo orang india sama orang jawa itu sebenernya saudaraan? ", si Indra ngeliatin gue sambil curiga gitu, "Kog bisa?? darimana jalannya bisa saudaraan gitu?", "Gini loh, loe ke yogya deh, cari boneka jawa yang kepalanya oglek2 gitu, pernah liat kan?", si Indra ngangguk, "Nah, ituu boneka adalah nenek moyangnya orang india, mirip toh ngangguk2nya?", si Indra langsung ngelengos sambil bilang, "Huhhhhhh...", huahahahahahaha...

Udaranya panas, ngekeb gitu loh, trus bau2 minyak rambut yang tebal banget dari orang2 yang ada disekitar, bikin sumuk, udah pakai sunglasses, tiap tamu bawa botol aqua, guide lagi jelasin ini itu, gue duduk sambil liat2, ada satu bapak, rambut gimbal, pakai cawat dari kain putih yang warnanya dah gak jelas, dia lagi koprol diatas jalan batu, koprol bangun,tangan menyatu di dada, koprol lagi, bangun, nyembah lagi, koprol lagi,gitu aja seterusnya, sambil menuju ke suatu bangunan temple gitu, gue tanya Jay, dia itu ngapain, lagi latihan senam apa gimana, ternyata itu orang lagi meditasi, dengan niat sampai di temple itu, koprol way, hhehee.., geli2 kagum gue jadinya, trus ada orang yang duduk di pinggir sungai, meditasi disitu, kehidupannya cukup rusuh yah, anak2 kecil tanpa baju, item, kriting, kurus lari2an kesana kesini, anjing2 kurus, ibu2 memakai sari dengan bindhi dan taburan bedak di dahinya berjualan di pinggir jalan, cukup bikin gue bersyukur dengan Indonesia, selesai tour, menuju ke hotel, ada waktu sekitar 3 jam, sementara tamu lagi pada istirahat, gue jalan jalan sendiri, bener kata BadJohn, jalan di pasar itu paling asik, ada pasar di deket hotel di Agra, lupa gue namanya, disitu jual makanan khas warna warni, trus bunga, bindhi, gelang2 hiasan, kain2, gue dapat 2 lembar pashmina warna biru muda dan abu2, trus beli sekotak bindhi, sekotak kecil bedak warna merah yang buat ditabur di kening, gak tau buat apaan, seneng aja, minyak aromatic, bubuk cendana buat dibakar, balik2 bawa kantong kresek ke hotel, hhehehee..buat cewek2 yang suka asesoris, jangan jalan ke pasar deh klo gak mau kesetanan, asesoris rambut, gelang, kalung dll gitu bisa bikin gila...kekekeke.., makan malam di hotel sambil nonton tarian tradisionil, trus Jay bawa kita semua ke suatu tempat di dekat hotel yang menyewakan baju tradisionil India, udah aja pada tuker, yang cowok pakai semacam safari panjang, yang cewek ganti pakai sari, baru tau kan kalau kain sari itu panjangnya 12 meter dililit2 gitu? soalnya gue juga coba tuh, huahahahaha..., trus motret rame2, serasa bintang pilem bolliwood banget dah pokoke...balik hotel, tewas dengan sukses...

Hari 3 : Agra - Delhi

Bangun jam 4 pagi, hari ini harus pergi pagi banget,khusus untuk melihat yang satu ini bukti cinta seorang maharaja Syah Jehan buat permaisurinya Mumtaz Mahal, mereka menikah tahun 1612, walaupun perkawinan kedua, tapi Mumtaz menjadi pendamping suaminya yang paling setia, dia menemani suaminya kemana saja, dia menjadi sahabat, penasehat dan pendukung Shah Jehan, memiliki 14 anak dari suaminya, dan kemudian meninggal tahun 1630, dilanda kesedihan yang dalam, Shah Jehan memutuskan untuk membangun sebuah monumen keabadian cintaah (tsahhh..), bukti cinta Shah Jehan yang tidak akan pernah berakhir untuk Mumtaz Mahal, yang kemudian monumen itu dinamakan Taj Mahal, kompleks Taj Mahal ini selesai dibangun 1648 ditepi sungai Yamuna di daerah Agra. Gue duduk di seberang tempat ini,mendengarkan Jay cerita sejarah tempat ini dan kisah cinta abadi itu, matahari terbit, dan beneran gue merinding waktu itu, hehehe..
Sambil nunggu tamu2 motret, gue kelilingan lagi di luar kompleks Taj Mahal, ada tukang jualan susu, jadi duduk, minum susu hangat, biasanya gue gak suka susu, tapi tau deh, waktu itu mau aja rasanya :d, setelah semua kumpul, balik hotel, sarapan, trus balik lagi ke Delhi buat city tour ke Qutub Minar,India Gate, Presidential palace dan Sikh Temple. selesai tour, waktunya shopping buat tamu2 gue deh, habis itu ke hotel dehh...

to be continue

# balik ke atas#