In Memoriam : Mukidjan
Kalau kemarin2 ini gue ngebahas buku, posting kali ini khusus untuk Mukidjan, satu orang hebat yang ada di dalam hidup gue.
Foto ini sempat jadi kalender tahunan dari Tempo kalau gak salah (CMIIW), tokoh yang lagi berjalan di tengah2 polisi ini itulah Mukidjan, orang yang memang hidup di jalan, temannya dimana mana, kalau mengaku pernah jadi aktifis di jalan, pasti pernah ketemu beliau di tengah2 pergerakan mahasiswa.
Pak Mukidjan meninggal dunia hari ini (8 Juni 2005) di Yogyakarta pukul 06.15. Penyakit komplikasi yang akhirnya bisa memaksa beliau untuk benar2 beristirahat. Kalau selama ini, siapapun atau apapun penyakit dan halangan tidak bisa menghentikan beliau.
Beliau gue kenal dari mulai gue masuk kantor yg sekarang ini, banyak yang sudah dirasakan, tapi betapa sedikit yang bisa dituangkan dalam bentuk tulisan, yang jelas berita pagi tadi sempat bikin gue 'blank' sesaat, rasa terkejut, sedih, kehilangan seorang yang dekat banget di kantor, orang yang bisa dengan berani menghadap boss untuk protes, orang yang ngajak gue untuk masuk kelingkungannya, berkenalan dengan kawan2nya, orang yang pernah sama gue nongkrong di tengah2 jalan Thamrin sambil makan nasi goreng waktu kerusuhan kemarin, orang yang membuat rasa sakit yang nyelekit banget di dada kalau teringat semua tentang beliau.
Yang jelas, kantor tidak akan sama lagi tanpa beliau, tidak akan ada lagi teriakannya di radio, tidak ada lagi tempat bertanya tentang ledakan, tidak akan ada lagi orang yang bisa diandalkan untuk mencari informasi. Terakhir tgl 1 Juni, ketemu di lift kantor, beliau bilang mau ke Yogya, merayakan pernikahan anaknya sambil mencari pengobatan alternatif untuk lever dan lambungnya, "Mau istirahat juga, rasanya saya capeee banget sampai linglung" gitu katanya waktu itu, dan ternyata beliau memang beristirahat buat selamanya di kota kelahirannya itu.
Selamat jalan Pak Mukidjan, Mukeje, Babe, Cobra 5, selamat istirahat Be, gue disini pasti akan kehilangan banget.
PS. Minta tolong dong, kalau tau fotographer yang membuat foto diatas, gue mo minta tolong, minta satu copy fotonya untuk keluarga pak Mukidjan.
Photo source : TEMPO
