Ada sepotong kertas...
Lagi ndengerin : My Way-nya Frank Sinatra
Lagi mbaca : -
Ada sepotong kertas yang saya temukan sewaktu membereskan baju bajunya Aries, setelah semua yang harus dilakukan, sudah selesai . Hari Kamis, Aries pergi, setelah mengalami gagal pernafasan, dan sewaktu dia sudah dibaringkan di dalam petinya, saya memandangi wajahnya, luka luka kecil yang ada di sekitar bibirnya hilang, juga lebam biru yang tadinya ada di sekitar dadanya, dia menjadi Aries yang dulu, hanya saja dengan keadaan yang jauh lebih kurus. Sesuai dengan permintaannya dulu, dia di kremasi, dan abunya ditabur di laut, Aries memang dari dulu selalu menjadi pencinta laut.
Waktu itu, semua saudara saudaranya berkumpul, ada ucapan bernada penyesalan, ada juga ucapan yang bernada sinis, masih berdasarkan permintaan Ayis waktu lagi ngobrol itu, dia sempat meminta saya untuk tidak mendengarkan apapun ucapan yang keluar dari mereka, walau rasanya saya mau mengamuk, hehe..Yis, susah banget ternyata untuk tidak marah yah..
Kembali ke waktu saya sedang membereskan baju bajunya, bersama dengan adiknya yang paling kecil, dia sempat mengeluh, kalau dia merasa sangat menyesal, tidak bersama sama abangnya, alasannya karena dilarang oleh kakak kakak yang lain, dan betapa dia merasa sangat kehilangan, di dalam hati saya, saya cuma sempat berucap, betapa dia sangat rugi, kehilangan seorang kakak yang buat saya merupakan salah satu orang hebat yang pernah saya kenal, saya ketemu satu buku, yang isinya catatan , apa saja yang Ayis pernah jalani, juga apa saja yang pernah kami jalani, tempat tempat yang dulu pernah didatangi bersama sama, ada sepotong kertas melayang jatuh, berisi tulisan, "Saya cuma sedang menjalani hidup, seperti adanya, sebagaimana adanya, tidak ingin memberontak, karena saya cuma manusia". Dan waktu membaca itu, saya cuma bisa duduk dan menangis, merasa sangat sangat kehilangan.
Sebagai seorang manusia, saya harus rela kalau kamu pergi, walau saya akan sangat kehilangan orang yang bisa saya ajak panas panasan, keliling jalan kaki cuma buat melihat bangunan tua, selamat jalan sobat, kirim salam buat pemilik tapak kaki yang kita pernah dengar di Fatahillah dulu yah.
Lagi mbaca : -
Ada sepotong kertas yang saya temukan sewaktu membereskan baju bajunya Aries, setelah semua yang harus dilakukan, sudah selesai . Hari Kamis, Aries pergi, setelah mengalami gagal pernafasan, dan sewaktu dia sudah dibaringkan di dalam petinya, saya memandangi wajahnya, luka luka kecil yang ada di sekitar bibirnya hilang, juga lebam biru yang tadinya ada di sekitar dadanya, dia menjadi Aries yang dulu, hanya saja dengan keadaan yang jauh lebih kurus. Sesuai dengan permintaannya dulu, dia di kremasi, dan abunya ditabur di laut, Aries memang dari dulu selalu menjadi pencinta laut.
Waktu itu, semua saudara saudaranya berkumpul, ada ucapan bernada penyesalan, ada juga ucapan yang bernada sinis, masih berdasarkan permintaan Ayis waktu lagi ngobrol itu, dia sempat meminta saya untuk tidak mendengarkan apapun ucapan yang keluar dari mereka, walau rasanya saya mau mengamuk, hehe..Yis, susah banget ternyata untuk tidak marah yah..
Kembali ke waktu saya sedang membereskan baju bajunya, bersama dengan adiknya yang paling kecil, dia sempat mengeluh, kalau dia merasa sangat menyesal, tidak bersama sama abangnya, alasannya karena dilarang oleh kakak kakak yang lain, dan betapa dia merasa sangat kehilangan, di dalam hati saya, saya cuma sempat berucap, betapa dia sangat rugi, kehilangan seorang kakak yang buat saya merupakan salah satu orang hebat yang pernah saya kenal, saya ketemu satu buku, yang isinya catatan , apa saja yang Ayis pernah jalani, juga apa saja yang pernah kami jalani, tempat tempat yang dulu pernah didatangi bersama sama, ada sepotong kertas melayang jatuh, berisi tulisan, "Saya cuma sedang menjalani hidup, seperti adanya, sebagaimana adanya, tidak ingin memberontak, karena saya cuma manusia". Dan waktu membaca itu, saya cuma bisa duduk dan menangis, merasa sangat sangat kehilangan.
Sebagai seorang manusia, saya harus rela kalau kamu pergi, walau saya akan sangat kehilangan orang yang bisa saya ajak panas panasan, keliling jalan kaki cuma buat melihat bangunan tua, selamat jalan sobat, kirim salam buat pemilik tapak kaki yang kita pernah dengar di Fatahillah dulu yah.
